Share

Ketika Topeng Kemiskinan Suamiku Terlepas
Ketika Topeng Kemiskinan Suamiku Terlepas
Author: Serein M

Bab 1

Author: Serein M
Aku kembali ke apartemen murahan itu, lalu membuka pintu kulkas dengan kasar.

Kue stroberi seharga seratus ribu lebih itu berada di rak paling atas. Lapisan krim murahnya sudah mulai meleleh.

Aku harus mengantre selama dua puluh menit setelah pulang kerja untuk bisa mendapatkannya. Aku menatapnya selama tiga detik. Kemarin, aku tidak akan pernah berani membuang dan menyia-nyiakannya.

Namun hari ini, aku membuang seluruh kotak kue itu ke dalam tempat sampah.

Selama tiga tahun penuh ....

Aku harus mengorek-ngorek tumpukan di keranjang diskon hanya demi mendapatkan sayuran yang sudah tidak segar. Aku memohon kepada tukang daging untuk mendapatkan potongan daging sisa yang murah. Dan semua itu kulakukan agar Kiano bisa makan dengan sedikit lebih baik.

Dia pulang setiap hari dengan baju bekas kerja yang berbau oli mesin. Dia selalu menghela napas dan memberitahu bahwa bosnya memotong gajinya lagi.

Aku akan memutar cincin kawin murah milikku yang sudah kusam seharga delapan ratus lima puluh ribu, lalu mencium pipinya, dan berkata, "Kau sudah bekerja sangat keras hari ini, Sayang."

Karena rasa cintaku yang begitu besar untuknya, aku rela mengambil tiga pekerjaan paruh waktu yang sangat melelahkan. Bahkan di tengah hujan badai malam ini, aku tetap mengendarai sepedaku menembus angin dingin untuk mengantarkan makanan.

Aku hanya ingin bisa menabung cukup uang untuk membeli sebuah apartemen kecil di Bruklima.

Lalu, bagaimana dengannya?

Dia bahkan membiarkan wanita lain menghakimi dan menghinaku seperti sampah tepat di luar sebuah hotel mewah.

Dan, apa selanjutnya?

Menunggu apa yang disebut pria itu sebagai "ujian" ini berakhir, lalu dia akan memberiku gelar Nyonya seperti melemparkan sepotong tulang kepada anjing liar?

Air mata seakan membakar mataku, tetapi aku menahannya.

Mengapa aku harus menangisi seorang pembohong?

Aku berjalan menuju kamar tidur, lalu menendang kotak perkakas berdebu berisi kunci pas, obeng, dan kain lap berminyak yang ada di bawah ranjang. Semuanya ternyata hanyalah properti sandiwara.

Jariku meraba bagian bawah kotak besi tersebut, dan menemukan sebuah tonjolan. Sebuah kompartemen tersembunyi.

Aku menahan napas dan membuka paksa pelat besi itu.

Aku sebenarnya sudah mengetahui kebenarannya.

Tetapi, saat melihat kartu hitam itu tergeletak tenang di dalam sana, napasku masih saja tercekat.

Kartu Hitam Amexina, kartu kredit tanpa batas pengeluaran dan hanya kurang dari satu persen orang di dunia ini yang memilikinya.

Aku menjepit kartu itu dengan ujung jariku yang gemetar.

Dia adalah seorang miliarder.

Setiap uang yang kukumpulkan dengan susah payah selama tiga tahun ini hanyalah sebuah lelucon bagi pria itu. Seratus kue murahku bahkan tak bisa untuk membelikannya seteguk minuman di dunianya yang nyata dan penuh kemewahan.

Aku menyelipkan kartu hitam itu kembali ke dalam kegelapan, tepat di tempat aku menemukannya.

Aku lalu merangkak ke atas ranjang dan menangis. Aku berdoa agar bisa segera terbangun dari mimpi buruk ini.

Saat fajar menyingsing, pintu depan berbunyi klik.

Kiano melangkah masuk. Aku terlalu mengenali aroma itu ... aroma oli mesin murahan.

Tetapi di balik aroma itu, ada sesuatu yang lain.

Parfum Forex beraroma gaharu. Aku pernah mencium aroma itu di konter sebuah mal. Satu botol parfum itu harganya lebih mahal daripada anggaran belanja bulanan kami.

Dia memainkan perannya dengan sangat sempurna.

"Anita, kau sudah bangun?" Dia tersenyum, berjalan ke dapur dengan membawa sebuah kantong kertas berwarna krem. "Aku membawakanmu kejutan."

Aku keluar kamar masih mengenakan piyama, sambil menarik jubah tidurku yang sudah usang dan berbulu rapat-rapat.

Dia mengeluarkan kue dari kantong itu dan memberikannya kepadaku.

Sebuah Kroisan jamur putih. Aku pernah melihat logo foil emas itu di media sosial. Itu adalah logo sebuah toko roti eksklusif di Mandira yang harganya mencapai delapan juta lebih per buah.

"Makanlah, Sayang. Ini masih hangat." Suaranya terdengar begitu lembut.

Aku mengambilnya dan menggigit sedikit. Mentega yang kaya rasa langsung melapisi lidahku.

"Ini pasti mahal, 'kan?" tanyaku datar, menatap langsung ke dalam matanya. "Sepertinya aku kenal logo itu."

Jari-jarinya berkedut seketika.

Kemudian, dia menggaruk kepalanya dan memberiku senyuman konyol khasnya seperti biasa. "Bosku punya sisa makanan dari jamuan makan malam mewah dengan rekan bisnisnya. Sayang sekali kalau harus dibuang. Jadi, aku ingin kau mencobanya."

"Bosmu sungguh murah hati," kataku pelan.

"Iya, dia selalu memperhatikanku." Kiano mengacak-acak rambutku, menghindari tatapan mataku. "Anita, tinggal dua tahun lagi, kita bisa membeli rumah impian kita."

Aku tersenyum, tidak mengatakan sepatah kata pun.

Kalau ini terjadi kemarin, aku pasti akan menangis bahagia karena haru. Namun hari ini, krim di mulutku bahkan terasa seperti butiran abu.

Ponsel bergetar di saku jaketnya.

Dia mengeluarkan ponsel, menghela napas, dan mencium keningku. "Ini dari bos. Dia membutuhkanku untuk kembali ke bengkel karena ada urusan darurat. Baik-baik di rumah ya, aku akan pulang terlambat."

Dia tidak tahu aku sempat melihat layar ponselnya. Untuk sepersekian detik, nama itu muncul di sana.

Cintia.

Begitu pintu tertutup, aku langsung meraih ponselku dan mencari nama itu di media sosial.

Dia muncul di hasil pencarian pertama. Dia adalah seorang model top majalah ternama. Unggahan yang disematkannya adalah sebuah foto dua tangan yang saling bertautan.

Keterangan foto itu membuat jantungku seakan berhenti berdetak.

[Kiano-ku yang manis membelikanku lagi sebuah kalung batu rubi. Yang keempat bulan ini! Apa yang harus kulakukan pada pria yang begitu terobsesi denganku ini?]

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Ketika Topeng Kemiskinan Suamiku Terlepas   Bab 9

    Sudut Pandang Anita.Aku menatap dingin pada pria yang sedang menangis terisak-isak seperti orang gila di kakiku itu.Air matanya bercampur dengan darahnya sendiri, dan menodai gaun putih milikku.Tetapi, aku hanya mundur selangkah dengan perasaan muak. Aku menyentak gaunku dari genggamannya yang berlumuran darah."Anita ...." Tangan Kiano seketika membeku di udara. Dia menatap kilatan dingin di sorot mataku dengan ekspresi tak percaya."Jangan sentuh aku dengan tanganmu yang berlumuran darah dan penuh kebohongan itu." Aku menatapnya, dan suaraku terdengar datar."Selama tiga tahun, kau membuatku terlihat seperti badut, menghemat setiap recehan untukmu di apartemen busuk itu. Sementara kau tinggal di hotel mewah, menginjak-injak cinta dan harga diriku.""Kau terus bilang kalau kau melindungiku. Tapi, kaulah orang yang sudah hampir membunuhku dalam hujan badai itu."Kiano tersentak hebat, dia menggelengkan kepala dengan putus asa. "Tidak .... Aku tidak tahu kalau itu semua palsu .... An

  • Ketika Topeng Kemiskinan Suamiku Terlepas   Bab 8

    Sudut Pandang Anita.Makan malam perpisahanku di sebuah restoran atap mewah Kota Mandira.Aku minum sampanye dan merasa sedikit sesak, jadi mendorong pintu kaca dan berjalan keluar menuju area teras untuk menghirup udara segar.Sesaat kemudian, sebuah jeritan yang sangat tajam terdengar memecah keheningan malam."Anita … pergi kau ke neraka!"Aku langsung menoleh dengan cepat.Sesosok bayangan muncul dari balik kegelapan pohon palem hias. Terlihat seorang wanita dengan rambut kusut dan tatapan mengerikan seperti hantu.Itu Cintia.Dia tidak lagi terlihat dalam balutan gaun pesanan khusus atau perhiasan seharga miliaran. Dia sekarang hanya mengenakan mantel yang sudah kotor dan robek.Selama tiga tahun ini, Kiano benar-benar seperti orang gila demi mencariku. Dia mencabut semua hak istimewa keluarga Cintia, memutus kartu kreditnya, dan mengusirnya dari rumah besar di Leksona seperti seekor anjing liar.Ekspresi wajahnya tampak dipenuhi oleh amarah. Matanya melotot dan menggenggam sebuah

  • Ketika Topeng Kemiskinan Suamiku Terlepas   Bab 7

    Sudut Pandang Anita.Setelah mengatakan itu, aku langsung berbalik tanpa menoleh ke belakang."Hentikan dia!"Raungan Kiano yang memilukan menggema di belakangku.Suaranya penuh dengan kegilaan dan obsesi yang benar-benar tak terkendali.Bunyi suara klik tajam dan serempak dari senjata-senjata yang dikokang menggema di sepanjang lorong yang lebar.Belasan penjaga bersenjata dengan setelan jas hitam keluar dari kegelapan, mereka menghalangi jalanku sepenuhnya.Inilah dia, Sang Bos Mafia yang menguasai dunia mafia Kota Nerusia.Jika tidak bisa memilikinya secara baik-baik, maka dia akan mengambilnya dengan paksa.Aku berhenti dan berbalik dengan perlahan.Kiano tampak berjalan dengan terhuyung keluar dari apartemen palsu yang berjamur itu.Matanya merah sepekat darah. Dia menatapku seperti seekor binatang buas yang mengamuk."Anita, aku tidak bisa membiarkanmu pergi." Dia terengah-engah, suaranya terdengar serak dan putus asa. "Di luar terlalu berbahaya, kau hanya akan aman bersamaku! Ak

  • Ketika Topeng Kemiskinan Suamiku Terlepas   Bab 6

    Sudut Pandang Anita.Petugas keamanan tidak ada yang berani menyentuh Sang Bos Mafia yang legendaris dan kejam itu. Mereka membiarkannya memblokir pintu belakang VIP."Anita, kumohon!" Matanya merah padam, dan suaranya bergetar hebat. "Walaupun kau harus memberiku hukuman mati, setidaknya beri aku kesempatan untuk menjelaskan. Datanglah ke rumahku, dan lihat sekali saja."Aku bahkan tidak sudi menatapnya, hanya berjalan lurus menuju ke mobil timku."Aku masih menyimpan buku catatan hijau tua milikmu yang dulu!" Dia tiba-tiba meraung. "Di dalamnya ada semua sketsa desain awalmu! Apa kau tidak menginginkannya lagi?"Langkahku langsung terhenti.Buku itu menyimpan seluruh jiwa dari desain-desain awal milikku.Aku pergi dengan begitu terburu-buru dan putus asa tiga tahun yang lalu sehingga tidak punya waktu untuk mengemasnya.Aku menoleh, menatapnya dengan sorot mata dingin."Kirimkan alamatnya," kataku dingin. "Aku datang hanya untuk mengambil barang-barangku. Dan ... menjauhlah dari mobi

  • Ketika Topeng Kemiskinan Suamiku Terlepas   Bab 5

    Sudut Pandang Anita.Ketika bus lintas kota itu menurunkanku di Losanes, aku hanya punya uang lima ratus ribu.Aku tidak punya waktu untuk menangis. Tidak ada energi juga untuk mengingat hujan badai Nerusia itu.Aku harus bertahan hidup.Kemudian, aku membuka sebuah kios di Pasar Vinisi. Aku menggunakan kawat tembaga murah dan pecahan kaca yang kubeli kiloan di pasar loak.Selama tiga tahun tinggal di apartemen kumuh itu, demi menghemat uang Kiano, aku sering mengubah barang rongsokan murah menjadi perhiasan buatanku sendiri.Aku tahu persis bagaimana caranya membuat sampah menjadi bersinar. Sama seperti bagaimana caraku mencoba membuat pernikahan murahan itu bersinar.Lapak daganganku meledak oleh pelanggan.Sentuhan kehidupan dan perjuangan yang tersirat dalam desain-desainku menarik perhatian seorang pria berambut putih yang menggunakan kacamata hitam.Dia adalah Tuan Arion, seorang taipan perhiasan paling misterius dan tertutup di wilayah Pantai Wesio.Dia berdiri di depan lapakku

  • Ketika Topeng Kemiskinan Suamiku Terlepas   Bab 4

    Sudut Pandang Kiano.Lampu ruang operasi tetap merah menyala selama tiga hari berturut-turut.Kakaknya menerima tembakan demi melindungiku. Dan, aku berutang nyawa pada Keluarga Kostana.Utang sialan itu membuatku terpaku di lantai luar pintu ruang operasi.Aku menarik dasi dan memeriksa arlojiku.Tiga hari.Tidak ada pemanas ruangan di Bruklima. Hujan badai sangat dahsyat, dan Anita sendirian di apartemen jelek itu. Dia bisa membeku.Akhirnya, pintu ruang operasi terbuka.Para perawat mendorong Cintia keluar dengan kepala dibalut perban tebal.Kepala ahli bedah mengangguk singkat dan gugup. "Tuan Kiano, operasinya berhasil."Aku menghela napas panjang dan berbalik untuk pergi."Kiano .…"Cintia berusaha meraihku dengan susah payah, dia mencengkeram ujung lengan jasku.Dia terengah-engah lemah, tetapi kilatan penuh kebencian melintas jelas di sorot matanya."Kiano, kau menemaniku selama tiga hari. Jangan berani-beraninya kau kembali ke tikus got dari Bruklima itu," semburnya dengan sua

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status