MasukSuara alarm darurat bersahut-sahutan menembus keheningan markas yang remang. Lampu indikator merah berkedip kencang di sepanjang lorong beton yang sudah luluh lantak. Gelombang elektromagnetik yang amat pekat mendadak berembus dari langit-langit, membuat layar antarmuka Sistem biru milik Susan dan Sistem milik Jason bergetar liar bagaikan televisi rusak. Kolonel Dharma yang semula hendak menginstruksikan pembersihan dokumen langsung menegang. Tangannya kembali memegang erat hulu pedang komandonya, matanya menatap plafon beton yang mendadak bergetar halus. "Bos besar...?" ujar Kolonel Dharma dengan nada berat. "Maksudmu, sang Pemimpin Utama yang selama ini hanya menjadi bayangan di balik seluruh invasi Serigala Hitam?!" "Tidak salah lagi, Kolonel!" sahut Susan cepat. Tangannya menari-nari lincah di atas antarmuka Sistem biru miliknya yang memancarkan grafik bahaya berwarna merah menyala. "Sistemku baru saja memverifikasi sinyalnya. Kapal induk siluman tingkat Olympus sedang mel
"Susan! Aktifkan modul gangguan Saraf dari Sistemmu!" teriak Jason seraya berlari menyongsong arah jatuhnya Vane. Susan yang berada di atas balkon kendali segera menari-narikan jemarinya di atas antarmuka Sistem biru miliknya. [Sistem Susan: Menembakkan Gelombang Disorientasi Otak Tipe-B] [Target: Jenderal Vane] [Efek Samping Unik: Mengacaukan Saraf Keseimbangan dan Respon Otot Motorik!] ZZZZZT! Cahaya frekuensi ungu menembak tepat di kepala Jenderal Vane yang sedang melayang di udara. Seketika itu juga, alih-alih mendarat dengan pukulan pemusnah yang mematikan, respon otot Jenderal Vane mendadak kehilangan kendali secara konyol. Saat kakinya menyentuh lantai, tubuh raksasanya justru melakukan gerakan moonwalk secara mendadak ke belakang seraya melambaikan tangannya di udara! Sreeek... sreeek... "A-Apa yang terjadi pada tubuhku?!" jerit Jenderal Vane histeris. Wajahnya yang garang kini berubah menjadi panik luar biasa karena kakinya terus bergerak sendiri membentuk tarian brea
Asap tebal sisa ledakan rudal Pasukan Khusus Onde-ondesia masih membumbung di ruang kendali markas Serigala Hitam. Meski sebagian besar prajurit kroco telah dilumpuhkan oleh gas penawar racikan Susan dan gempuran pasukan elit baret merah, ancaman utama sarang ini rupanya belum sepenuhnya musnah. BAMMMM! Pintu baja tahan ledakan di bagian dalam markas mendadak terlempar dahsyat, melayang menghantam dua prajurit elit Onde-ondesia hingga terlontar. Dari balik asap merah yang pekat, sesosok pria raksasa setinggi dua setengah meter melangkah keluar. Dia adalah Jenderal Vane, komandan tertinggi sayap tempur Serigala Hitam sekaligus pengguna modul eksperimen Sistem Jahat Tipe Berserker. "Kalian serangga-serangga Onde-ondesia... dan dua tikus penyamar!" raung Jenderal Vane dengan suara bergetar bagaikan mesin berat. Tubuhnya dilapisi zirah biologis hitam yang meneteskan cairan asam pembakar lantai. "Kalian pikir bisa menghancurkan mahakarya Serigala Hitam begitu saja?!" [Peringata
Semburan gas penawar biru dari Sistem Susan merayap cepat memenuhi setiap sudut markas Serigala Hitam. Di saat yang sama, para prajurit musuh yang siap menembak Jason dan Susan tiba-tiba merasakan reaksi aneh. Senjata racun biologis yang menempel di lengan mereka mendadak meletupkan busa putih tak berguna! "Senjata biologis kita meleleh!" "Racun di dalam tubuhku... menolak diperintah!" "Cairan apa ini?! Mengapa baunya seperti aroma terapi mentol segar?!" jerit para prajurit panik seraya menutupi hidung mereka. [Notifikasi Sistem Susan: 100% Senjata Biologis Sektor 1 Terbakar & Terkunci!] [Status Musuh: Mengalami Efek Samping "Segar Luar Biasa" dan Kehilangan Daya Tempur Biologis!] "Kerja bagus, Susan!" seru Jason. Namun, beberapa prajurit yang tidak menggunakan senjata biologis langsung mencabut tongkat listrik dan melompat menerjang. Jason mengaktifkan Sistem Pukulan Magnetik. Brak! Bugh! Jeng! Jason memutar tubuhnya seraya melayangkan pukulan-pukulan bertenaga tinggi. Unikny
Lampu merah darurat masih berkedip-kedip liar accompanied oleh raungan sirene yang memekakkan gendang telinga. Sedangkan di luar kamar, ada suara langkah sepatu bot ratusan prajurit Serigala Hitam terdengar seperti badai menakutkan yang mendekat. "Jason, pintu utama sektor area ini ternyata sudah terkunci otomatis!" seru Susan seraya mengintip dari balik celah pintu. "Dan ada banyak Prajurit bertopeng baja dengan senapan plasma sudah menutupi ujung lorong ini!" Jason pun lalu menatap ke atas langit-langit kamar. Dari Sistem miliknya, sebuah denah holo 3D mendadak muncul melayang. [Sistem Navigasi Aktif: Ditemukan Jalur Alternatif] [Lokasi: Saluran Ventilasi Utama (Diameter: 60 cm)] [Catatan Sistem: Jalur ini cukup sempit. Harap simpan martabat Anda sebelum memanjat.] "Lewat atas!" menunjuk lubang ventilasi di sudut plafon. Dengan sigap, Jason pun melompat dan membuka penutup besi ventilasi itu, lalu ia segera memanjat masuk lebih dulu. Namun, karena koordinasi tubuh Jason yang k
Setelah melumpuhkan empat pembunuh bayaran dan menyembunyikan tubuh mereka di dalam tangki pembuangan bahan kimia yang tidak terpakai, Jason dan Susan bergerak cepat kembali ke area privat mereka di markas Serigala Hitam. Waktu yang mereka miliki semakin sempit. Eksekusi rencana serangan besar-besaran oleh pasukan elit dari Negara Onde-ondesia sudah semakin dekat, dan setiap detik sangat berharga untuk mematangkan strategi penumpasan. Di dalam kamar mereka yang telah dipasangi alat pemblokir sinyal canggih racikan Jason, botol kecil berisi Serum Biologis V-9 diletakkan di atas meja. "Jason, menu Sistemku telah menganalisis struktur serum ini," kata Susan seraya menggeser layar antarmuka Sistem biru transparan yang melayang di hadapannya. Tangannya menari-nari menyeleksi berbagai bahan racun dan obat gaib yang tersedia di toko Sistem. "Sistem Jahat yang memodifikasi senjata ini menggunakan basis struktur racun seluler. Tapi jika aku memadukan Esensi Daun Pemurni Purba dengan Cair
Deg, deg, deg...! Jantung Jason berdebar-debar. Kemudian Jason menoleh ke kanan dan ke kiri. Lalu menunjuk wajahnya sendiri. Ia bertanya pada gadis yang memanggilnya. "Heh...? Aku...?" Gadis itu sumringah, ia nampak sangat pandai bersandiwara. "Sayang, ya kamu lah. Memangnya, mau siapa lagi? Apa
"Jauhkan tangan kotormu itu! Aku bisa bangun sendiri!" Mungkin karena kesal karena terjatuh, gadis ini berbicara dengan wajah dan nada yang sinis terhadap Jason. Jason pun menarik tangannya kembali. "Ma-maafkan aku, Nona. Sekali lagi maaf, ya? Aku tidak sengaja." Jason mundur beberapa langkah lal
Kali ini, Jason yang biasanya dipukuli oleh para Berandalan itu, sekarang ia justru melakukan hal yang sebaliknya, Jason lah yang sekarang berbalik memukul mereka sampai terjatuh. "Apa, lagi? Ayo maju kalau berani?" tantang Jason, ia merasa percaya diri karena adanya bantuan Sistem. Rupanya, ta
Jason memperhatikan apa yang diberitahukan oleh Sistem padanya. Ia mengingat kata sandi atau PIN untuk mengunakan ATM yang ia miliki. Setelah tiba saat giliran Jason yang masuk ke bilik mesin ATM, ia pun bergegas masuk. 'Ini adalah pertama kalinya aku menggunakan kartu ATM. Apakah aku bisa meng







