Home / Romansa / Kiss The Antagonist / 59. Tubuh Ini Milikku

Share

59. Tubuh Ini Milikku

Author: Black Aurora
last update publish date: 2026-05-02 00:34:33
Lovelle masih berdiri di dekat jendela, ketika suara itu pertama kali muncul.

Bukan suara yang jelas, tapi terasa.

Seperti tekanan tipis di dalam kepalanya, tepat di belakang pelipis. Tidak sakit, tapi bisa membuatnya berhenti bernapas untuk sejenak.

Lovelle pun mengernyit.

Tangannya seketika terangkat untuk menekan sisi kepalanya pelan.

“…apa lagi ini?” gumannya rendah.

Lovelle lalu menarik napas dalam, mencoba untuk mengabaikannya.

Ia sudah mengalami kilasan memori, sensasi yang
Black Aurora

just reminder karena sudah ada bbrp pembaca yg nanya, semua ceritaku selalu happy ending ya, termasuk cerita ini. bukaan... mau mau tamat, cuma info saja hehee

| 7
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nia Khair
harus happy ending Thor hikz hikz
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kiss The Antagonist    97. Xeyren?

    Lovelle baru mengangkat wajahnya ketika pintu lift telah tertutup sepenuhnya, memantulkan bayangan dirinya yang terlihat samar pada dinding logam yang mengkilap. Untuk sesaat, ia hanya berdiri diam dengan ponsel yang masih berada di tangan. Setelah membaca pesan Nathan sekali lagi, jemarinya pun kini bergerak cepat di atas layar untuk mengetik jawaban. "Terima kasih. Semoga harimu juga menyenangkan." Singkat, namun cukup tulus untuk mewakili apa yang ingin ia sampaikan. Beberapa detik selanjutnya pesan itu pun terkirim, dan Lovelle pun memutuskan untuk menyimpan ponselnya kembali di saku. Ketika pintu lift terbuka beberapa menit kemudian, Lovelle pun segera melangkah keluar. Namun keningnya sontak mengernyit saat baru menyadari sesuatu yang tidak biasa. Lorong kantor di lantai ini tampak jauh lebih ramai daripada biasanya. Beberapa orang berdiri berkelompok sambil berbicara dengan suara pelan, sedangkan sebagian lain terlihat mondar-mandir dengan tablet atau laptop di tangan.

  • Kiss The Antagonist    96. Pria Dari Dalam Buku

    Suasana di dalam mobil menjadi sedikit canggung setelah percakapan itu, tapi untungnya Nathan tidak memaksa. Ia tidak meminta jawaban Lovelle dengan segera, juga tidak mengulangi lagi pengakuan perasaannya. Dan Lovelle sangat bersyukur untuk itu, karena saat ini pikirannya masih benar-benar berantakan. Memikirkan Nathan, Xeyren, serta dunia yang pernah ia tinggali, juga perasaan aneh seperti seseorang yang mencengkram pinggangnya, masih mendominasi seluruh benaknya, menyisakan hanya sedikit ruang untuk berpikir. Tapi untungnya, aroma makanan dari kantong kertas yang dibawa Nathan cukup berhasil mengalihkan pikirannya. Lovelle membuka bungkus sandwich itu perlahan, kemudian menggigitnya. "Ini enak. Thanks, Nathan." Nathan yang sedang menyetir tertawa kecil. "Aku tahu kamu akan suka." Sambil mengunyah, Lovelle mengangguk. "Rotinya pun masih hangat." "Aku sengaja membelinya sebelum ke apartemenmu." Lovelle kembali menggigit sandwich itu dengan ekspresi yang terlihat s

  • Kiss The Antagonist    95. Khayalan ataukah Nyata?

    Pagi itu, cahaya matahari musim dingin menembus tirai apartemen Lovelle. Udara masih terasa dingin, ketika gadis itu berdiri di depan meja rias sambil menyisir rambut gelapnya yang hanya mencapai leher. Hari ini akan menjadi hari kerja yang panjang. Namun saat sedang merapikan ujung rambutnya, pandangan Lovelle tanpa sengaja tertuju pada sebuah buku yang tergeletak di sudut meja rias. Gerakan tangannya pun seketika terhenti. Buku itu masih berada di sana, belum tersentuh dan belum pernah dibuka. Sampulnya berwarna hitam kebiruan, dihiasi siluet sebuah kastel megah yang berdiri di bawah langit badai. Di bagian depan tampak sosok pria tinggi berjas hitam yang hanya terlihat dari belakang. Di sisi lain berdiri seorang wanita bergaun putih yang wajahnya diselimuti bayangan. Sementara jauh di belakang mereka terdapat seorang pria lain yang berdiri di tengah kabut, seolah mengawasi semuanya dari kejauhan. Judulnya tercetak dengan huruf perak. "His Obsession." Jemari Lov

  • Kiss The Antagonist    94. Seseorang Yang Masih Terus Mencari

    Malam itu, Nathan menepati janjinya. Tepat setelah jam kerja berakhir, mobil hitam yang sama sudah menunggu di depan gedung kantor. Sepanjang perjalanan, mereka tidak banyak berbicara. Tatapan Lovelle ke luar jendela memandangi lampu kota yang menyala di kedua sisi jalan, orang-orang memenuhi trotoar, kendaraan berlalu-lalang di tengah udara malam yang dingin. Semuanya terasa begitu normal. Nathan akhirnya membawa Lovelle ke sebuah restoran kecil yang cukup tenang, mewah namun juga hangat dan nyaman. Setelah makanan mereka datang, suasana sempat hening untuk beberapa saat, hingga akhirnya Lovelle meletakkan garpunya. "Kamu bilang akan menjelaskan semuanya." Nathan tersenyum tipis. "Aku memang bilang begitu." Tatapannya perlahan menjadi lebih serius. "Lalu dari mana aku harus mulai?" Lovelle mencondongkan tubuhnya sedikit. "Dari awal. Aku ingin tahu bagaimana semua ini bisa terjadi." Nathan mengangguk, lalu menatap keluar jendela selama beberapa detik seolah sedang

  • Kiss The Antagonist    93. Belum Bisa Melupakan

    Begitu memasuki area kantor, beberapa orang langsung menyambut Lovelle. Ada yang tersenyum dan ada yang melambaikan tangan, ada pula yang sekadar mengangguk dari meja kerja mereka. Berita tentang dirinya yang tenggelam di sungai ternyata beredar sampai di tempat kerjanya. Meskipun tidak terlalu dekat dengan semua orang, tapi Lovelle tetap merasa hangat setelah menerima sambutan tersebut. Setidaknya masih ada orang-orang yang senang melihatnya kembali. Saat ia baru saja meletakkan tas di atas mejanya, sebuah suara pria terdengar dari belakang. "Lovelle." Gadis itu segera menoleh. Seorang pria berusia sekitar empat puluh tahun berjalan mendekatinya sambil membawa tablet di tangan. Rambut cokelatnya mulai memutih di beberapa bagian, namun wajahnya masih tampak ramah seperti biasa. Dia Daniel Carter, atasan langsungnya sekaligus kepala tim analis. Lovelle mengangguk pelan. "Pak Carter." Daniel tersenyum kecil. "Bagaimana keadaanmu?" "Jauh lebih baik." "Bagus." Pria itu tampak

  • Kiss The Antagonist    92. Kembali

    Lovelle menatap Nathan tanpa berkedip dengan jantung yang masih berdetak terlalu cepat, seolah pikirannya belum mampu mengejar kenyataan yang baru saja menghantam dirinya. Dan tampak begitu lega melihatnya. "Aku..." suara Lovelle terdengar pelan. "Aku benar-benar sudah kembali?" Nathan tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap gadis itu beberapa saat sebelum akhirnya menganggukkan kepala. "Ya." Untuk beberapa saat, Lovelle tidak mengatakan apa-apa, ia hanya menatap selimut putih yang menutupi tubuhnya. Ia sudah kembali. Kalimat itu terdengar begitu sederhana, tetapi justru terasa sulit untuk dipahami. Karena anehnya, saat mendengar bahwa dirinya telah kembali, yang pertama kali muncul di dalam pikirannya... adalah sebuah Mansion megah yang berdiri di bawah langit asing. Mansion Crow. Dan disusul oleh satu per satu wajah mulai bermunculan di benaknya. Profesor Seraphine yang selalu terlihat tenang di balik kecerdasannya. Crelia dengan segala kebencian dan rasa sak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status