หน้าหลัก / Fantasi / Kiss The Antagonist / 8. Kedatangan Sang Tokoh Utama Pria

แชร์

8. Kedatangan Sang Tokoh Utama Pria

ผู้เขียน: Black Aurora
last update วันที่เผยแพร่: 2026-03-18 14:54:51

Suara baling-baling helikopter tiba-tiba terdengar membelah keheningan malam dari atas Mansion, membuat Lovelle yang masih terikat langsung membuka matanya lebar-lebar.

Xeyren pun ikut melirik ke atas. Pisau yang tadi nyaris menyentuh bola mata Lovelle, kini tertahan di udara.

Tatapan pria itu lalu sedikit bergeser ke arah jendela besar di sisi kamar. Suara itu semakin jelas dan semakin dekat.

Beberapa detik kemudian, langkah kaki tergesa terdengar di koridor, diikuti ketukan cepat di pintu. Christian pun masuk tanpa menunggu izin, wajahnya tampak lebih tegang dari sebelumnya.

“Tuan Crow, ada tamu yang datang menggunakan helikopter.”

Xeyren memiringkan kepala sedikit, jelas tidak menyukai gangguan ini. “Siapa?”

Christian menarik napas sebelum menjawab. “Luca Montclair.”

Jantung Lovelle seperti jatuh ke dasar dan tubuhnya langsung menegang mendengar nama itu.

Luca Montclair?? Tentu saja ia tahu siapa pria itu!

Jaksa yang dikenal dingin, cerdas, dan tanpa kompromi... sekaligus juga tokoh protagonis pria utama di dalam novel.

Namun satu hal yang tak kalah pentingnya mengenai Luca Montclair adalah... sesungguhnya pria itulah yang mengirim Daniela ke Mansion ini untuk memata-matai Xeyren!

Serta-merta Lovelle pun menggigit bibirnya. Padahal sejak awal, ia sama sekali tidak menyebut nama Luca di depan Xeyren.

Jika pria di depannya ini sampai tahu bahwa ia bekerja untuk musuh utamanya, maka kematiannya bukanlah lagi sebuah kemungkinan, melainkan kepastian.

Xeyren menatap Christian beberapa detik sebelum akhirnya tersenyum tipis.

“Oh, sungguh sebuah kejutan.”

Ia lalu menoleh sekilas ke arah Lovelle, dengan sorotnya yang gelap dan membuat bulu kuduk berdiri.

Seolah pria itu sudah mulai menghubungkan sesuatu, meskipun Xeyren masih tidak mengatakan apa pun.

“Bawa dia ke ruang tamu,” perintah Xeyren akhirnya.

Christian mengangguk dan pintu tertutup kembali.

Beberapa detik kemudian, Xeyren berjalan mendekati Lovelle sekali lagi.

Pria itu menggunakan pisaunya untuk menyentuh rambut gelap Lovelle yang sepanjang leher, sedikit bermain di sana, lalu dengan sengaja menyentuhkan ujungnya yang tajam di kulit kepala Lovelle.

“Jangan ke mana-mana,” ucap Xeyren pelan dengan nada yang hampir terdengar seperti cemoohan.

Tentu saja Lovelle tidak bisa kemana-mana dengan kondisi terikat begitu!

Lalu pria itu menyeringai samar, dan berbalik serta berjalan keluar kamar.

Lovelle terdiam di kursinya saat mendengar suara pintu yang terkunci dari luar.

Napasnya terasa berat, dan kepalanya penuh dengan kemungkinan terburuk.

Luca datang ke sini, pasti karena ia tidak mendapatkan laporan dari Daniela.

Dan sekarang Luca sepertinya ingin memastikan sendiri, apakah Daniela masih hidup… atau sudah mati.

Lovelle menutup matanya sejenak.

Sial! Situasi ini malah berkembang jauh lebih berbahaya daripada sebelumnya.

Jika sampai Xeyren mengetahui kebenarannya... atau jika Luca menemukan dirinya dalam kondisi seperti ini...

...maka Lovelle pun yakin jika tidak ada akan jalan keluar yang mudah.

***

Di ruang tamu Mansion yang luas dan elegan, suasana terasa tegang meskipun tidak ada suara keras yang terdengar.

Di tengah ruangan, seorang pria berdiri dengan sikap tenang.

Tubuhnya tinggi dan posturnya tegap. Rambut coklat terangnya tersisir rapi, dan kacamata tipis bertengger sempurna di wajahnya yang tampan.

Sinar matanya tajam dan penuh perhitungan.

Pria itu adalah Luca Montclair.

Ketika Xeyren memasuki ruangan, kedua pria dominan itu pun saling menatap.

Tidak ada senyum dan sekedar basa-basi, hanya dua sosok yang sama-sama berbahaya dalam caranya masing-masing.

“Jaksa Montclair,” ucap Xeyren dengan nada datar, namun jelas mengandung sindiran halus.

“Jarang sekali Anda datang tanpa undangan.”

Luca tidak langsung menjawab. Ia memperhatikan Xeyren dari ujung kepala hingga kaki, seolah memastikan sesuatu.

“Kadang-kadang, ada hal yang tidak bisa menunggu undangan,” sahutnya akhirnya dengan suara tenang namun tegas.

Xeyren berjalan masuk lebih dalam ke ruangan dengan langkah tenang. “Kalau begitu, saya harap alasan Anda datang cukup menarik.”

Luca tidak tersenyum, dan langsung berkata pada inti. “Saya ingin bertanya tentang kejadian di Las Vegas malam ini.”

Xeyren berhenti beberapa langkah darinya. “Las Vegas adalah kota yang selalu ramai dengan kejadian,” jawabnya santai.

“Tolong lebih spesifik lagi.”

***

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Kiss The Antagonist    138. Takdir Yang Akan Menemukan Jalannya (Tamat)

    SATU TAHUN KEMUDIAN... Hujan turun perlahan di balik jendela ruang bersalin. Xavian berdiri tepat di sisi ranjang, tidak pernah melepaskan genggaman tangan Lovelle sejak wanita itu mulai merasakan kontraksi beberapa jam yang lalu. Pria yang selalu terlihat tenang itu tampak benar-benar gugup. "Tarik napas, Nyonya. Sedikit lagi." Suara dokter terdengar samar di tengah napas Lovelle yang memburu. Lovelle menggenggam tangan suaminya begitu erat, hingga buku-buku jari Xavian memutih. "Aku... tidak kuat lagi..." "Kamu pasti kuat, Love. Kamu sudah pernah melewati hal-hal yang jauh lebih berat daripada ini." Xavian segera membungkuk, mengecup kening istrinya yang dipenuhi keringat. Lalu tatapan mereka saling bertemu. Di dalam kedua pasang mata berbeda warna itu, masih tersimpan kenangan tentang kehidupan yang seharusnya tak pernah ada. Tentang seorang pria bernama Xeyren Crow, tentang seorang gadis yang pernah terlempar ke dunia lain. Tentang seorang putri... yang meng

  • Kiss The Antagonist    137. Tidak Akan Melepasmu Lagi

    "Hah? Menginap?" mulut Lovelle benar-benar terbuka saking kagetnya. "Tapi... kenapa??"Sayangnya pertanyaan itu sepertinya tidak akan mendapatkan jawabannya, karena Xavian yang akhirnya benar-benar tidak menjelaskan alasannya.Pria itu hanya berjalan ke arah sofa ruang tamu, melepas jas hitamnya, lalu melipatnya rapi di bagian atas sandaran.Lovelle masih berdiri mematung beberapa langkah darinya. "Tuan Claine...?"Tanpa menjawab, Xavian hanya melonggarkan dasinya, lalu duduk di sofa.Melihat ekspresi lelah di wajah bosnya itu, Lovelle pun mengembuskan napas pelan."Sebentar."Gadis itu masuk ke dalam kamar, lalu beberapa saat kemudian ia pun kembali seraya membawa sebuah bantal dan selimut tebal berwarna abu-abu."Apartemen saya cuma punya satu kamar," ucapnya sedikit canggung. "Maaf... jadi Anda harus tidur di sofa.""Tidak masalah." Xavian berucap sembari menerima bantal itu tanpa banyak bicara. Lovelle masih belum beranjak.Tatapannya terus mengamati pria yang siang tadi begitu

  • Kiss The Antagonist    136. Tidak Ada Pria Lain

    Sudah tiga hari berlalu sejak peristiwa Lovelle yang pingsan di kantor. Selama tiga hari itu pula, tidak ada lagi pembicaraan mengenai penglihatan aneh yang mereka berdua alami. Xavian seolah menghapus seluruh kejadian itu dari permukaan, ia pun kembali menjadi CEO C-Works yang dikenal semua orang. Sikapnya dingin, perfeksionis, dan sulit ditebak. Seolah pria yang memeluk Lovelle di dalam mimpi itu tidak pernah ada. Namun tak ada yang tahu... bahwa tatapan pria itu telah berubah setiap kali menatap Lovelle. *** "Mulai hari ini, Nona White dipindahkan ke Executive Office." Suara kepala HR terdengar jelas, dan Lovelle pun sontak mengangkat kepala. "...Maaf?" tanya gadis itu bingung. "Ini keputusan langsung dari Tuan Xavian Claine. Mulai sekarang Anda akan menjadi Executive Assistant beliau." "Apa?!" Kali ini Emma-lah yang menjerit pelan sembari mengguncang lengan Lovelle. "Gila... itu promosi mendadak yang luar biasa!" bisiknya pelan. Namun wajah Lovelle tampak a

  • Kiss The Antagonist    135. Bagian Dirimu

    Kelopak mata Lovelle terasa begitu berat saat ia berusaha membuka mata. Gelap. Sunyi. Tak ada suara sama sekali. "...Aku di mana?" Gadis itu hanya bisa tertegun kala melihat hamparan putih yang seolah tak berujung. Lalu perlahan, Lovelle pun mulai melangkah. Busana kerja yang tadi ia kenakan kini telah berganti menjadi gaun putih sederhana yang bergoyang diterpa angin. Ia pun mengernyit bingung. "Aneh..." Tempat ini terasa begitu asing, namun juga terasa seperti rumah. Tiba-tiba langkah kaki lain terdengar dari kejauhan, dan Lovelle pun menoleh. Matanya menangkap sesosok pria yang berjalan dari balik kabut putih. Tubuhnya tinggi, rambutnya gelap, serta tatapan kelabu yang begitu dikenalnya. Dingin dan tajam, namun jauh di dalam sana ada luka yang tidak akan pernah benar-benar sembuh. Napas Lovelle pun tercekat di tenggorokannya. "...Xeyren." Pria itu berhenti melangkah, dan untuk beberapa saat mereka hanya saling menatap. Tidak ada senyum atay pelukan, hanya ad

  • Kiss The Antagonist    134. Perasaan yang Asing

    Xavian memejamkan mata begitu kuat hingga urat di pelipisnya menegang. Napasnya terdengar berat, cepat dan tidak beraturan... saat dua kehidupan saling bertabrakan di dalam kepalanya. Xavian Claine. CEO C-Works. Lahir, tumbuh, bersekolah, membangun perusahaan, mengambil alih puluhan bisnis. Semuanya nyata, semuanya memiliki kenangan. Namun di saat yang sama... ada kehidupan lain yang sama nyatanya. Pria bernama Xeyren Crow. Sebuah dunia yang seharusnya tidak mungkin ada. Seorang wanita bernama Lovelle. Seorang putri bernama Xeyrelle. Semuanya terasa begitu nyata hingga dadanya sesak dan sulit menghirup udara. Di sisi lain, Lovelle menatapnya dengan masih berurai air mata. "Tuan Claine..." "Jangan," potong Xavian dengan nada suaranya yang dingin. "Aku tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Tapi aku tidak akan membiarkan beberapa potong halusinasi mengambil alih hidupku." Kalimat itu membuat Lovelle tercekat. "Tapi... ini bukan halusinasi...." "Bagaimana kau

  • Kiss The Antagonist    133. Penolakan

    Pintu ruang CEO menutup dengan bunyi "klik", yang malah terdengar seperti vonis hakim untuk terdakwa. Lovelle menatap gugup pria yang ada di depannya, dan berdiri membelakanginya. "T-Tuan Claine...?" Tidak ada jawaban. Xavian masih tak bergerak di posisinya dengan kedua tangan yang bertumpu di atas meja kerja. Namun beberapa detik kemudian, satu pukulan keras menghantam permukaan meja, membuat Lovelle terlonjak kaget. BRAKK!! Napas Xavian tampak memburu. Kepalanya terasa seperti akan pecah. Ini tidak mungkin. Ia adalah Xavian Claine. Lahir di kota ini, dibesarkan oleh keluarganya, dan membangun C-Works dari nol. Lalu... siapa pria bernama Xeyren Crow itu?? Kenapa semua ingatan itu terasa lebih nyata daripada hidupnya sendiri?? Tangan pria itu pun mengepal semakin erat, lalu perlahan Xavian menoleh. Tatapan kelabunya kini begitu tajam, sama seperti tatapan Xeyren ketika pertama kali menodongkan senjata ke leher Lovelle. "Aku tidak tahu apa yang baru saja terja

  • Kiss The Antagonist    10. Kekasih

    “Ummh...” Lovelle mengerang lirih dengan kedua mata yang masih terpejam, kala ia merasakan sesuatu yang dingin dan solid mencengkeram lehernya. “Bangun, Miss Little Spy. Baru saja kutinggal sebentar, kamu malah ketiduran? Really?” Suara maskulin dan berat itu menusuk tajam telinga Lovelle, mem

  • Kiss The Antagonist    9. Pindah Posisi

    Tatapan Luca sedikit mengeras. “Sebuah ledakan terjadi pada mobil milik Lucien Moreau.” Ia menatap lurus ke dalam mata Xeyren. “Lucien dan seluruh pengawalnya tewas di tempat. Dan kebetulan,” lanjut Luca, “Anda adalah orang terakhir yang terlihat bersamanya di sebuah kasino beberapa jam sebelum k

  • Kiss The Antagonist    7. Nama Yang Sebenarnya

    Pisau di tangan Xeyren masih menyentuh dagu Lovelle. Bilahnya terasa dingin, hingga cukup dingin hingga membuat kulitnya merinding, dan memaksa Lovelle untuk menatap langsung ke dalam mata kelabu gelap itu. Tatapan yang begitu tenang… namun mengandung sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada

  • Kiss The Antagonist    6. Pelajaran Untuk Pengkhianat

    Langkah Xeyren bergema pelan di koridor panjang di dalam Mansion miliknya. Udara malam masih terasa dingin setelah penerbangan dari Las Vegas, tetapi ekspresi pria itu tetap tenang seperti biasa. Christian berhenti beberapa langkah di belakangnya ketika Xeyren tiba di depan pintu ruang kerja pri

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status