Home / Romansa / Kontrak 2M Sang Mantan / 47. Kedatangan Tak Terduga

Share

47. Kedatangan Tak Terduga

Author: Sha Quenna
last update publish date: 2026-10-27 05:23:39

Studio sudah lebih sepi ketika seorang perempuan bertopi hitam memasuki ruang depan dengan kepala sedikit menunduk. Masker menutupi sebagian wajahnya, sementara tas yang menggantung di bahunya sesekali ia betulkan.

Beberapa karyawan masih sibuk di ruangan itu. Dua orang duduk di depan laptop sambil memeriksa jadwal produksi, seorang staf membawa tumpukan dokumen melewati meja panjang, sementara yang lain berbicara pelan melalui telepon. Suasana kerja yang tersisa membuat perempuan itu merasa se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kontrak 2M Sang Mantan   47. Kedatangan Tak Terduga

    Studio sudah lebih sepi ketika seorang perempuan bertopi hitam memasuki ruang depan dengan kepala sedikit menunduk. Masker menutupi sebagian wajahnya, sementara tas yang menggantung di bahunya sesekali ia betulkan.Beberapa karyawan masih sibuk di ruangan itu. Dua orang duduk di depan laptop sambil memeriksa jadwal produksi, seorang staf membawa tumpukan dokumen melewati meja panjang, sementara yang lain berbicara pelan melalui telepon. Suasana kerja yang tersisa membuat perempuan itu merasa sedikit lega. Setidaknya, ia tidak perlu menjadi pusat perhatian.Ia berhenti sejenak, mengamati lorong di sebelah kanan. Sejak turun dari kendaraan tadi, ia sudah beberapa kali ingin membatalkan niatnya. Bahkan sekarang, ketika tinggal selangkah lagi untuk mencari Aidan, keraguan itu kembali muncul.“Cari siapa?”Suara itu membuatnya menoleh.Jerry baru keluar dari salah satu ruangan sambil membawa dua gelas kopi. Ia menyipitkan mata, memperhatikan perempuan bertopi hitam yang berdiri tidak jauh

  • Kontrak 2M Sang Mantan   46. Yang Harus Diselesaikan

    Aidan berjalan menyusuri lorong studio dengan tablet di tangan. Ia hendak menuju ruang penyuntingan ketika suara Cita dan Jerry terdengar dari dekat meja produksi.“Lo udah lihat gosip tentang Zira?” tanya Cita pelan. “Katanya dia pernah melahirkan di usia muda.”Langkah Aidan melambat.“Gue baru lihat pagi ini,” lanjut Cita. “Tapi postingannya cuma pakai foto Zira yang sekarang. Nggak ada bukti apa-apa. Entah siapa yang mulai.”Jerry mengembuskan napas. “Kalau nggak ada bukti, jangan ikut menyebarkan. Kita juga nggak berhak menjawab urusan pribadi Zira.”“Gue cuma khawatir dampaknya ke promosi film. Gala premiere tinggal sebentar lagi.”“Kalau ada pertanyaan dari media, kita tangani sesuai porsinya. Tapi jangan sampai kita malah memperbesar gosipnya.”"Aidan udah tahu belum, ya?" Cita terlihat penasaran dan khawatir."Bisa jadi sudah bisa jadi belum. Aku belum melihatnya dari pagi.""Menurutmu reaksi dia bakal seperti apa?""Yang kita tahu pasti adalah Aidan tidak suka artisnya terke

  • Kontrak 2M Sang Mantan   45. Luna

    Joseph membiarkan kalimat itu menggantung beberapa saat.“Setelah kejadian itu, ibunya Aidan merasa sangat bersalah. Dia merasa kalian terlalu muda untuk menghadapi semuanya. Ketika kamu mendapat kesempatan melanjutkan kuliah di luar negeri, dia membantu mengurus keberangkatanmu karena berharap kamu bisa memulai hidup baru.”Zira memejamkan mata sebentar.“Lalu Aidan?”“Beberapa waktu kemudian, ibunya mengizinkan Aidan pergi ke sana untuk melihatmu. Tapi dia melarang Aidan menemui atau menghubungimu secara langsung.”Zira kembali membuka mata.“Dia pernah datang ke tempatku?”“Iya.”“Melihatku?”“Dari jauh. Dia melihatmu berjalan bersama teman-teman kampusmu. Dia nggak menghampirimu, nggak memanggilmu. Setelah itu, dia pulang.”Zira menatap Joseph tanpa berkata apa-apa.Tadi, ia masih berusaha memahami kenyataan bahwa Aidan pernah datang ke rumah sakit. Sekarang, ia harus menerima kenyataan lain. Lelaki itu pernah berada begitu dekat dengannya di negeri orang, tetapi memilih pergi tan

  • Kontrak 2M Sang Mantan   44. Rahasia Baru

    Aisyah menangkap perubahan ekspresi suaminya.“Jojo?”Joseph mengusap tengkuknya.“Zi, ada sesuatu yang sebenarnya sudah lama ingin kusampaikan kepadamu.”Zira mengangkat wajah. “Apa?”“Ini tentang Aidan. Dan tentang waktu kamu melahirkan Eden.”Tubuh Zira mendadak menegang.Aisyah tidak lagi menggenggam tangannya dengan santai. Ia mengeratkan genggamannya, seolah tahu bahwa percakapan ini akan membawa mereka ke tempat yang tidak mudah.Joseph menarik napas dalam-dalam.“Waktu itu, Aidan datang ke rumah sakit.”Zira mengangkat wajah. Dahinya berkerut, seolah-olah ia tidak yakin telah mendengar kalimat Joseph dengan benar.“Apa?”“Aidan datang, Zizi.”Zira menggeleng pelan. “Nggak. Kamu pasti salah ingat, Jo.”Joseph tidak membantah. Ia hanya menatap Zira dengan ekspresi yang terlalu serius untuk dianggap sebagai gurauan.“Aku ada di sana. Aku yang menemaninya datang.”Bibir Zira terbuka, tetapi tak ada kata yang keluar.Selama bertahun-tahun, ia menyimpan satu keyakinan yang begitu me

  • Kontrak 2M Sang Mantan   43. Bertemu Aisyah dan Jojo

    Belum sempat Zira mengetuk pintu untuk kedua kalinya, pintu rumah Aisyah sudah terbuka."Ais!"Aisyah melongo sesaat. Matanya langsung membulat begitu melihat sahabatnya berdiri di depan pintu dengan tas tersampir di bahu.“Ya ampun, Zizi!”Aisyah langsung menarik Zira ke dalam pelukan hangat.“Kenapa nggak bilang mau ke sini? Aku kira kamu masih sibuk menghadapi semua kegaduhan itu.” Aisyah mengusap punggungnya. “Aku tuh dari kemarin pengin telepon kamu, tapi takut kamu lagi nggak mau diganggu.”Zira membalas pelukan itu lebih erat daripada yang ia rencanakan.“Aku kangen kamu,” gumamnya.Aisyah langsung menjauh sedikit untuk menatap wajahnya. “Ayo, masuk! Kita ngobrol di dalam."Dari ruang tengah, Joseph muncul sambil mengunyah keripik. Begitu melihat Zira, ia mengangkat alis.“Wah, wah. Zizi akhirnya muncul juga. Aku sampai curiga kamu sudah pindah kewarganegaraan gara-gara gosip di internet.”Zira meliriknya datar. “Jojo, aku baru sampai. Bisa nggak, lima menit pertama kamu nggak

  • Kontrak 2M Sang Mantan   42. Rahasia Yang Seharusnya Terkubur

    Pagi itu, Zira baru saja selesai menyeduh teh ketika suara Genji terdengar dari ruang tengah.“Kak! Kakak!”Nada suara adiknya membuat Zira menoleh dari dapur.“Apa? Kenapa teriak-teriak pagi-pagi?”Genji setengah berlari ke arah Zira dengan ponsel di tangan. Wajah yang biasanya penuh ekspresi jahil, kini tampak lebih serius. Bahkan, ia tidak langsung melontarkan lelucon seperti yang biasa dilakukannya setiap kali menemukan sesuatu yang bisa dijadikan bahan godaan.“Kakak sudah lihat berita hari ini?”Zira mengernyit. “Berita apa?”“Kalau begitu tidak usah lihat.”"Gen ...."Genji tampak ragu menyodorkan ponselnya. Belum selesai soal skandal foto, sekarang berganti dengan masalah lain.Zira mengambil ponsel adiknya. Di layar, sebuah unggahan dari akun gosip hiburan menampilkan foto Zira seorang diri yang diambil dari acara publik beberapa waktu lalu. Foto itu biasa saja. Ia mengenakan pakaian sederhana dengan senyum tipis yang tertangkap kamera. Tidak ada sesuatu yang istimewa dari g

  • Kontrak 2M Sang Mantan   6. Selalu Ada Alasan Bersamamu

    Zira tersenyum lebar ketika tiba di taman parkour. "Wow!" Matanya berbinar-binar melihat beberapa orang melompat dan berlari dari satu rintangan ke rintangan lainnya, tubuh mereka seolah melayang di udara."Look!" David menunjuk satu rintangan di mana ada sebuah bangunan yang lebih tinggi dibanding

  • Kontrak 2M Sang Mantan   5. Kembali ke Titik Awal

    Hari pembacaan naskah tiba. Zira berjalan penuh percaya diri dalam balutan jeans dan kemeja santai menuju Best Entertainment, perusahaan media milik Braga. Ketika sampai di lobby, ia bertemu dengan Jerry yang baru keluar dari lift."Zizi, pagi sekali datangnya," sapa Jerry sopan.Zira mengangkat al

  • Kontrak 2M Sang Mantan   4. Kencan?

    Zira duduk terpaku, menatap Aidan yang kini sangat dekat. Bahkan, aroma khas tubuh pria itu menyeruak hingga ke inderanya. Jantung Zira bertabuhan seperti genderang yang memukul-mukul di dalam dada. Ia menyilangkan kedua tangan menutup dada saat Aidan mendekatkan wajahnya."Kamu mau apa?" tanya Zir

  • Kontrak 2M Sang Mantan   3. Benarkah jantungku berdetak lebih kencang karenamu?

    Setelah rapat, Zira berpamitan dengan Braga dan yang lainnya. Ia berjalan ke lobby sambil memesan taksi online. "Jam padat seperti ini susah untuk memesan taksi, bareng denganku saja."Zira menoleh ke sumber suara yang sangat ia hafal. "Tidak, terima kasih," ucapnya ketus lalu kembali mencoba meme

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status