Share

39. Putusan sidang

last update publish date: 2026-01-12 10:44:38

Ruang sidang itu kembali dipenuhi udara tegang.

Khalisa Azzahra duduk tegak di kursinya. Hari itu penampilannya berbeda—bukan berlebihan, tapi rapi, anggun, dan tenang. Hijabnya tersampir sederhana, wajahnya terlihat lebih cerah, seolah luka-luka yang kemarin dipaksakan untuk sembuh kini berubah menjadi kekuatan.

Bu Vina sudah datang lebih awal. Ia menyusun berkas satu per satu dengan rapi, lalu menatap Khalisa.

“Jangan ada yang tegang ya,” ucapnya tenang, suaranya rendah tapi meyakinkan. “Kita
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ku Miskinkan Suamiku   Bab 142. Kedatangan tamu

    Zidan membalas pelukan Khalisa sebentar, lalu mengusap pelan punggung istrinya. "Sudah?" Khalisa tersenyum sambil mengangguk. "Iya, Mas." "Mas bikin aku kaget." Zidan tersenyum tipis. "Memang sengaja." "Biar ada yang diingat." Khalisa kembali melihat e-ticket di tangannya. "Mas, ini benar-benar sudah dibayar?" "Sudah." "Nggak bisa dibatalin lagi?" Zidan menggeleng pelan. "Bisa saja." "Tapi kenapa harus dibatalkan?" Khalisa tertawa kecil. "Soalnya masih terasa seperti mimpi." Zidan mengambil map itu lalu menaruhnya di atas meja. "Kita berangkat beberapa hari lagi." "Besok mulai siapkan barang yang perlu dibawa." "Kalau ada yang kurang, kita beli." Khalisa mengangguk. "Iya, Mas." "Tapi aku belum pernah ke negara yang dingin." "Aku juga nggak tahu harus bawa apa." "Nanti kita belanja secukupnya." "Nggak perlu berlebihan." Khalisa tersenyum. "Baik." Zidan melirik jam di pergelangan tangannya. "Sudah hampir malam." "Ayo makan dul

  • Ku Miskinkan Suamiku   Bab 141. Perjalanan esok

    Mobil yang dikendarai Zidan akhirnya memasuki halaman rumah. Begitu mesin dimatikan, suasana langsung terasa berbeda. Rumah yang beberapa hari terakhir ramai oleh kehadiran Tante Tami dan Om Yono kini kembali sunyi. Khalisa memandang sekeliling rumah beberapa saat. Lalu ia mengembuskan napas pelan. "Rumah jadi sepi ya, Mas." Zidan tersenyum kecil sambil membuka sabuk pengamannya. "Iya." "Om Yono dan Tante Tami kan langsung pulang ke kampung." "Jadi rumah terasa kosong lagi." Khalisa mengangguk pelan. "Padahal baru beberapa hari bersama." "Rasanya sudah terbiasa ada mereka." Zidan menggenggam lembut tangan istrinya. "Nggak apa-apa." "Nanti rumah ini juga bakal ramai lagi." Khalisa menoleh sambil tersenyum tipis. "Ramai bagaimana, Mas?" Zidan menyeringai jahil. "Ya sama anak-anak kita nanti." Pipi Khalisa langsung memerah. "Ih... Mas." Zidan tertawa pelan. "Aamiin." "Semoga Allah segera mengabulkan doa kita." Khalisa mengangguk pelan. "

  • Ku Miskinkan Suamiku   Bab 140. Keromantisan Zidan dan Khalisa

    Mobil melaju meninggalkan gang sempit itu. Suasana di dalam mobil hening untuk beberapa saat. Khalisa masih memandangi jalan di depan. Bayangan wajah Arlina yang terus berusaha tegar membuat hatinya belum benar-benar tenang. Zidan melirik istrinya sekilas. Ia tahu, perempuan di sampingnya sedang memikirkan banyak hal. Dengan senyum tipis, ia akhirnya memecah keheningan. "Khalisa." "Hm?" "Aku mau ngajak kamu bulan madu." Khalisa menoleh cepat. "Wah..." "Bulan madu?" Zidan terkekeh pelan. "Iya." "Kemana, Mas?" tanya Khalisa penasaran. Zidan mengangkat bahu sambil tetap fokus mengemudi. "Itu tergantung kamu." "Kamu ingin pergi ke mana?" Khalisa tersenyum kecil. Ia menggeleng pelan. "Nggak perlu, Mas." "Aku sudah senang kok." "Bisa hidup tenang sama Mas saja sudah lebih dari cukup." Jawaban itu membuat Zidan menghela napas sambil tersenyum. "Kamu ini." "Selalu bilang nggak perlu." Khalisa terkekeh pelan. "Memang nggak perlu." "Aku b

  • Ku Miskinkan Suamiku   Bab 139. Menjaga amanah

    Pak Yoko tersenyum tipis melihat wajah Arlina yang kini jauh lebih tenang. Suasana di ruangan itu perlahan berubah hangat. Khalisa menatap Arlina beberapa saat sebelum akhirnya berbicara. "Arlina." "Iya, Kak." "Kakak rasa..." Khalisa memilih kata-katanya dengan hati-hati. "Alangkah baiknya kalau kamu mencari tempat tinggal yang lebih dekat dari sini." Arlina tampak terkejut. "Pindah kontrakan, Kak?" Khalisa mengangguk pelan. "Iya." "Kalau setiap hari harus menempuh perjalanan hampir satu jam untuk berangkat dan satu jam lagi untuk pulang, tenaga dan waktumu akan banyak habis di jalan." "Belum lagi kalau harus berangkat pagi sekali." Arlina menundukkan kepala. "Tapi, Kak..." "Aku tinggal sama Bapak dan Ibu." "Kalau aku pindah..." "...siapa yang menemani mereka?" Khalisa terdiam sejenak. Ia memahami kegelisahan gadis itu. "Kakak bukan menyuruhmu meninggalkan mereka." "Kamu tetap bisa pulang setiap akhir pekan atau saat libur." "Yang Kakak pik

  • Ku Miskinkan Suamiku   Bab 138. Dapat kerja

    Arlina mengusap air matanya berkali-kali. Namun tangisnya tak kunjung berhenti. Ia menatap Khalisa dengan wajah penuh kebingungan. "Terus... aku harus gimana sekarang, Kak?" "Aku harus kerja." "Kalau aku nggak kerja..." "...kami mau makan apa?" Kalimat itu membuat Khalisa terdiam. Ia menoleh sekilas ke arah Zidan. Dalam hati, ia ingin membantu Arlina. Namun ia juga tidak ingin kembali membuka pintu agar keluarga Fahri ikut masuk ke dalam kehidupannya. Pengalaman pahit di masa lalu membuatnya harus lebih berhati-hati. Tatapan mereka bertemu. Zidan seolah mengerti apa yang sedang dipikirkan istrinya. Ia tersenyum tipis, lalu melangkah mendekati Arlina. "Arlina." Gadis itu langsung mengangkat wajah. "Iya, Kak?" "Aku punya kenalan." "Beliau punya toko sembako dan toko campuran." "Setahuku mereka memang sedang mencari pegawai." Mata Arlina langsung membesar. "Benarkah, Kak?" Zidan mengangguk. "Insyaallah." "Kalau kamu memang mau bekerja dengan

  • Ku Miskinkan Suamiku   Bab 137. Masa depan

    Khalisa menghela napas panjang. Tanpa menghiraukan makian Bu Vina yang masih terdengar dari kejauhan, ia menggenggam lembut tangan Arlina. "Ayo." Arlina menurut tanpa membantah. Zidan berjalan di samping mereka, sesekali menoleh ke belakang memastikan tidak ada lagi keributan. "Dasar sok jadi pahlawan!" teriak Bu Vina dari depan warung. "Bawa saja pelayan itu! Saya juga sudah tidak butuh!" Beberapa warga mulai menenangkan Bu Vina, sementara Khalisa memilih terus berjalan. Ia tahu, meladeni amarah hanya akan memperpanjang masalah. Beberapa menit kemudian, mereka berhenti di sebuah taman kecil di pinggir jalan. Suasananya jauh lebih tenang. Hanya terdengar suara kendaraan yang lalu lalang dari kejauhan. Khalisa mempersilakan Arlina duduk di bangku taman. Gadis itu masih terisak pelan. Matanya sembap. Tangannya terus meremas ujung bajunya. Khalisa duduk di sampingnya. "Apa yang sebenarnya terjadi, Arlina?" Arlina mengusap air matanya. "Aku... kerja,

  • Ku Miskinkan Suamiku   Bab 109. Ke rumah khalisa

    “Terserah kalian mau ke mana,” ucap Laila akhirnya sambil mengusap air matanya kasar. “Tapi ibu mau ke rumah Khalisa dulu. Ibu yakin Khalisa masih ingat semua kebaikan ibu dan pasti luluh.”Ucapan itu meluncur begitu saja tanpa ia sadari.Padahal, jika dipikir kembali… hampir tidak ada kebaikan yan

  • Ku Miskinkan Suamiku   Bab 102. Perkelahian

    Adit membeku di tempatnya.Wajahnya yang tadi tegang perlahan memucat. Tatapannya berpindah dari meja yang penuh hidangan… ke Khalisa… lalu ke Yono.“Khalisa… aku minta maaf,” ucapnya cepat. “Kemarin keadaannya mendesak.”Tidak ada yang langsung menjawab.Sebelum Khalisa sempat berbicara—“Cukup.”

  • Ku Miskinkan Suamiku   Bab 100. Lamaran

    Zidan terdiam sejenak.Ruang tamu itu kembali hening, seolah semua menunggu jawaban darinya. Namun seperti biasa, ia tidak terburu-buru. Ia bukan tipe pria yang menjawab cepat hanya untuk mengisi kekosongan. Setiap kata yang keluar darinya selalu dipilih dengan hati-hati.Perlahan, ia menarik napas

  • Ku Miskinkan Suamiku   Bab 98. Kedatangan orang

    Pagi itu datang dengan harapan yang diam-diam tumbuh di hati Khalisa. Sejak bangun tidur, ia sudah merasakan sesuatu yang berbeda—campuran antara gugup, cemas, dan harap. Hari ini bukan hari biasa, karena seseorang akan datang untuk membuktikan keseriusannya: Adit. Khalisa sudah bersiap sejak pagi,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status