LOGINPada hari Festival Kue Bulan, akhirnya Deryl Luson setuju untuk menemaniku liburan. Namun ketika aku bangun di hotel, dia sudah menghilang. Setelah mencarinya seharian, aku melihat cinta pertamanya mengunggah sebuah postingan di Instagram. Di foto itu, dia dan Deryl sedang makan bersama orang tuanya. [Berkumpul bersama orang tua di malam kebersamaan, aku nggak akan didesak untuk mencari pacar lagi.] Di lehernya, dia memakai syal yang dibuatkan oleh ibuku sebelum meninggal. Aku meninggalkan komentar. [Jangan pakai barangku untuk menggoda suamiku. Lepaskan syal itu, kuberikan suamiku padamu.] Tak lama kemudian, cinta pertama suamiku mengunggah postingan baru. Syal itu sudah hancur berkeping-keping dan dibuang ke kandang anjing, dia menambahkan kutipan. [Sampah seperti ini, anjing pun nggak sudi memakainya.] Deryl menyukai postingan itu.
View MoreAku menyelanya, "Kamu nggak berani mengklarifikasi statusku di depan umum dan malah membawanya pergi. Ini tanggung jawab sebagai seorang suami?""Bukan, Valen. Karena perbuatan Ayah dan Ibu, dia sudah kehilangan pekerjaannya."Deryl berkata dengan serius, "Dia hanyalah seorang wanita. Kalau tadi aku mengklarifikasi statusmu, bukankah aku membenarkan dia adalah wanita simpanan? Ke depannya, bagaimana dia ....""Bukannya memang begitu?"Aku kembali menyelanya.Dia terdiam.Aku tertawa sinis."Aku sungguh nggak mengerti, apa yang perlu dijelaskan? Kamu bilang ingin bercerai denganku, waktu aku membutuhkan bantuanmu, kamu malah menyelamatkan wanita nggak tahu malu itu?""Bukan, Valen. Aizel masih kekanak-kanakan, bukan seperti yang kamu pikirkan ....""Memangnya itu urusanku?"Aku melemparkan surat cerai ke pelukannya dengan kesal."Hari terakhir, kalau nggak mau tanda tangan, kita bertemu di pengadilan!"Setelah berkata demikian, aku turun dari mobil dan tidak menoleh ke belakang.Deryl t
Aku mengeluarkan ponsel untuk menelepon Deryl.Dia langsung menjawab teleponku."Valen, kamu berubah pikiran? Kita nggak jadi cerai?""Datanglah untuk menjemput cinta pertama dan anakmu."Suaraku sangat dingin.Dia tertegun sejenak."Anak?""Ya, laporan kehamilan Aizel asli."Dia terdiam.Aku berkata, "Halo?", tetapi dia langsung mengakhiri panggilan.Tak lama kemudian, mobil Deryl berhenti di depan kantorku.Dia berjalan mendekat untuk memapah Aizel, bahkan tidak menatapku."Deryl."Melihatnya hendak pergi, aku memanggilnya.Dia menoleh ke belakang, aku menatapnya dengan dingin."Sekarang, semua orang mengira akulah wanita simpanan, kamu nggak ingin menjelaskan sesuatu?"Dia terkejut dan menyadari tatapan orang-orang di lobi.Dia menunduk untuk menatap Aizel, mata Aizel pun memerah."Kak Deryl ... aku nggak bilang begitu, aku nggak tahu kenapa mereka berpikir begitu ....""Hem, benarkah?"Aku tertawa sinis."Kalau bukan karena kata-katamu ambigu, mana mungkin orang salah paham?""Kamu
"Valen, kenapa tanganmu dingin sekali?"Sembari berbicara, dia menunduk dan meletakkan tanganku di bibirnya untuk menghangatkan tubuhku.Aku tidak mempunyai tenaga, tetapi aku tetap berusaha untuk menarik tanganku dari genggamannya sambil berkata dengan lemas, "Kira bercerai saja.""Valen!"Suaranya agak gemetaran."Aku cuma bercanda ....""Laporan kehamilan itu ... palsu.""Aku hanya ingin melihatmu cemburu dan membuatmu kesal ....""Membuatku kesal?"Aku hampir meneteskan air mata."Ternyata selama ini kamu merasa aku cemburuan? Aku kesakitan hingga pingsan, perlu diantar ke rumah sakit, keguguran, minta cerai, kamu kira aku melakukan semua itu untuk mendapatkan perhatianmu?"Aku terdiam.Bahkan aku pun tidak tahu kapan aku mulai duduk, ibu mertuaku segera memapahku dan meletakkan bantal di punggungku.Aku menyandarkan kepalaku ke dinding sambil menenangkan diri."Deryl, aku bukan Aizel.""Di mataku, cintamu nggak berharga."Urat di punggung tangannya mengembang.Aku menoleh ke arah
Kita semua tahu hubungan ini tidak mungkin dilanjutkan lagi.Setelah dirawat dua hari di rumah sakit, akhirnya aku bisa turun dari ranjang.Namun begitu kakiku menyentuh lantai, sosok yang familier membuka pintu.Deryl bergegas mendekat dengan penuh amarah, lalu menamparku."Kamu bilang apa lagi ke Ayah dan Ibu?"Pipiku terasa sangat perih, aku mundur dua langka dan bersandar di meja."Apa maksudmu?"Dia tersenyum sinis."Nggak usah pura-pura, kamu yang menyuruh Ayah dan Ibu pergi menegur Aizel, 'kan?""Ayah dan Ibu mencegat Aizel di rumah sakit, lalu memaksanya pergi melakukan tes kehamilan, kamu yang suruh, 'kan?""Apa?"Aku tertegun.Ternyata ayah dan ibu mertuaku bertindak lagi.Deryl mendekatiku."Ayah dan Ibu begitu kasar, jelas-jelas mereka nggak menginginkan anak ini.""Sekarang, kondisi Aizel sangat buruk. Setiap hari, dia menangis karena hal ini. Biar kukasih tahu, kalau terjadi sesuatu padanya, aku nggak akan mengampunimu!"Setelah selesai berbicara, dia mencengkeram pergela












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews