Share

Bab 79 Bertemu Om Baik

Author: Ratu As
last update publish date: 2026-09-08 09:31:48

Vian mengangguk polos. "Iya, Om Tyo. Nama Mamaku, Mama Marfa."

​Belum sempat Tyo mencerna rasa kagetnya, pengeras suara mall berbunyi. Petugas keamanan menyampaikan pengumuman tentang anak hilang bernama Vian.

Tyo tersadar dari lamunannya. Tanpa membuang waktu, ia bergegas menggendong Vian menuju pos keamanan terdekat.

​Setibanya di sana, Tyo mendudukkan Vian di kursi tunggu. Petugas yang berjaga langsung menghubungi Marfa melalui radio panggil.

​Di saat bersamaan, perasaan Tyo mendadak campur
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Maftuhatun Ni'mah
up lagi donk kak. yg banyak
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kulepaskan Suamiku Menduda Lagi    Bab 82 Liam dan Pemikirannya

    ​Marfa meremas kuat-kuat ujung bajunya. Rasa tidak nyaman dan sesak kembali menyeruak, memenuhi rongga dadanya.​Ia memaksakan senyum getir. "Kamu yakin Mas? Kemarin kamu yang menolak ide itu."​Marfa menatap wajah suaminya yang mendadak tampak tegang dan tidak serileks biasanya.​"Sekarang aku hanya mempertimbangkan keinginan Ibu," jawab Liam seraya memalingkan tatapannya ke arah lain, seolah kehilangan aura dominan yang selalu ia tunjukkan. "Beliau sudah tua. Mungkin memang sebaiknya kita usahakan dulu untuk punya anak dengan cara itu."​Marfa berdeham pelan untuk menghalau rasa ganjal di tenggorokannya. Senyum tipis masih terukir di wajahnya, namun siapa pun yang melihatnya bisa tahu bahwa senyum itu tidak menunjukkan kelegaan. ​"Baiklah. Mari kita coba," jawab Marfa pada akhirnya.​Ia tidak menolak sama sekali. Marfa memilih menerima tawaran itu, meski hatinya bertanya-tanya. "Besok jadwal dengan Dokter Alya. Tidak perlu datang, kamu bisa libur. Aku akan mengatur ulang jadwalny

  • Kulepaskan Suamiku Menduda Lagi    Bab 81 Masalah Keturunan

    Setelah memastikan kondisi pasien stabil dan memindahkannya ke ruang perawatan, Liam keluar. Ia melepas sarung tangan medisnya lalu bergegas menuju meja perawat untuk mengambil map rekam medis yang baru saja diperbarui.​Matanya dengan cepat memindai baris demi baris informasi pribadi sang pasien hingga terhenti tepat di kolom identitas utama.​Nama Pasien: Angger Prastyo. ​Manik mata Liam membelak mendapati nama itu tertera dengan sangat jelas.​Liam mematung sesaat, pikirannya mulai berkecamuk. Teka-teki yang sejak semalam berputar di kepalanya akhirnya ia temukan jawabannya. Lelaki yang menyelamatkan Vian di mall, pria yang tak sengaja menyenggol pundaknya, dan pasien gagal jantung yang baru saja ia tangani dengan tangannya sendiri adalah orang yang sama-mantan suami Marfa. Liam yakin itu, bukan hanya kebetulan memiliki nama yang sama. Liam menutup map rekam medis itu rapat-rapat. Ekspresi wajahnya berubah drastis, ketegangan terpancar jelas dari rahangnya yang mengeras. Tanpa m

  • Kulepaskan Suamiku Menduda Lagi    Bab 80 Angger Prastyo

    Di sepanjang perjalanan pulang, keheningan menelusup ke dalam mobil. Marfa duduk di samping kemudi, sementara anak-anak berada di jok belakang bersama Bi Ratih. Vian yang kelelahan mulai tertidur pulas, dan Lio hanya menatap luar jendela tanpa bersuara.​Marfa mencoba mengalihkan rasa gelisah di dadanya dengan membuka ponsel. Namun, saat jemarinya membuka aplikasi pesan dan mengklik status WhatsApp milik adik iparnya, sebuah foto membuat napas Marfa tertahan. ​Di status WhatsApp Hilya, terpampang foto gadis itu bersanding manja dengan Liam. Namun, bukan keberadaan Liam yang membuat napas Marfa tercekat, melainkan sosok wanita yang berdiri di sebelah mereka—Alena. Bertiga, mereka tersenyum ke arah kamera di dalam rumah keluarga Liam.​Secara refleks, Marfa menoleh ke samping. Pandangannya meneliti penampilan suaminya, pakaian yang dikenakan Liam sama persis dengan yang ada di foto. Marfa lalu mengecek keterangan waktu pada status WhatsApp itu, beberapa jam yang lalu. ​Waktu yang coc

  • Kulepaskan Suamiku Menduda Lagi    Bab 79 Bertemu Om Baik

    Vian mengangguk polos. "Iya, Om Tyo. Nama Mamaku, Mama Marfa."​Belum sempat Tyo mencerna rasa kagetnya, pengeras suara mall berbunyi. Petugas keamanan menyampaikan pengumuman tentang anak hilang bernama Vian. Tyo tersadar dari lamunannya. Tanpa membuang waktu, ia bergegas menggendong Vian menuju pos keamanan terdekat.​Setibanya di sana, Tyo mendudukkan Vian di kursi tunggu. Petugas yang berjaga langsung menghubungi Marfa melalui radio panggil.​Di saat bersamaan, perasaan Tyo mendadak campur aduk. Nama Marfa terus berputar di kepalanya, memancing gejolak emosi yang belum siap ia hadapi.​"Vian, Om izin pergi dulu, ya. Kamu tunggu di sini sama Pak Satpam, sebentar lagi Mamamu datang," bisik Tyo lembut seraya mengusap kepala Vian.​"Kok, Om Tyo pergi? Tidak mau ketemu Mama?" tanya Vian polos.​"Om ada urusan mendadak. Kamu anak pintar, tetap tunggu di sini, ya," jawab Tyo dengan senyum tipis. "Lain kali, kita mungkin akan bertemu lagi. Sampai jumpa."Ia lalu berbalik dan bergegas per

  • Kulepaskan Suamiku Menduda Lagi    Bab 78 Nama Mama Marfa!

    Langkah Hilya terhenti tepat di samping gadis yang sejak tadi memojokkan Marfa. Pandangannya menyapu Marfa dari atas ke bawah dengan meremehkan.​"Oh, ternyata ada Kak Marfa di sini," ujar Hilya dengan nada sinis, melipat kedua tangannya di dada. "Kalian bicara soal apa tadi? Soal pernikahan kakaku?"​Wanita asing itu melirik Hilya, sedikit mengenali wajah adik dari dokter Liam. "Mbak ini adiknya Dokter Liam, kan? Bener kan, wanita ini yang bikin rumah tangga kakakmu hancur sama Dokter Alena?"​Hilya terkekeh pelan, tawa yang sarat akan cemoohan. Ia menatap teman-temannya lalu beralih lagi pada Marfa yang berusaha menahan diri demi anak-anak di dekatnya. Ia lalu menyuruh Ratih untuk membawa anak-anak menjauh lebih dulu. ​"Tuh, kan! Bukan cuma aku yang mikir gitu. Orang asing aja bisa menilai," ucap Hilya sengaja meninggikan suaranya agar orang-orang di sekitar gerai mendengar. Meski ia tidak menjawab secara blak-blakan namun kalimat tadi jelas menunjukkan jika Hilya tidak menyangka

  • Kulepaskan Suamiku Menduda Lagi    Bab 77 Teguran untuk Marfa

    ​Liam menarik napas dalam-dalam lalu mengembuskannya perlahan. Pria itu menghentikan langkahnya di dekat meja ruang tengah, mengusap tengkuknya dengan raut rumit.​"Sudah. Aku sudah menghubungi pihak pengurus asrama tadi siang," sahut Liam rendah. "Mereka bilang Lio tidak membuat masalah atau bertengkar. Hanya saja... anak itu mengurung diri dan menolak makan selama dua hari sebelum akhirnya kabur."​Liam menoleh ke arah Marfa, ekspresinya sarat akan rasa bersalah. "Tapi masih belum jelas apa alasan Lio melakukan itu." Marfa mengangguk paham. "Aku akan mencoba menanyainya perlahan. Kalau dia masih betah tinggal di sini, biarkan saja dulu Mas." Liam tidak menolak niat baik Marfa, ia setuju membiarkan Lio tinggal dan Marfa yang ingin berusaha dekat. * Di rumah itu semua berjalan seperti biasa, Marfa fokus pada anak-anak dan dunianya. Ia mungkin tidak terlalu menghiraukan apa yang terjadi di luar tertutama di dunia maya. Namanya masih sering disebut-sebut, masih menimbulkan pertanya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status