Share

Bab 50

Author: Purnawirawan S.
Vero buru-buru menutupi ponselnya dengan tangan.

Namun, sudah terlambat.

Daven sudah mendengar semuanya dengan sangat jelas.

"Bu ... Bu Veyra, obatnya su ... sudah aku dapatkan. Sekarang aku sedang di lobi perusahaan."

Saat Vero hendak menutup telepon, Daven mengulurkan tangan untuk mengambil ponselnya, lalu menempelkannya ke telinga.

Suara Veyra masih terdengar dari seberang, "Oke. Gimana suasana hati Axton sekarang? Ginjal donor yang sebelumnya cocok dengannya tiba-tiba nggak bisa digunakan. D
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kurestui Pilihanmu, Relakan Kepergianku   Bab 50

    Vero buru-buru menutupi ponselnya dengan tangan.Namun, sudah terlambat.Daven sudah mendengar semuanya dengan sangat jelas."Bu ... Bu Veyra, obatnya su ... sudah aku dapatkan. Sekarang aku sedang di lobi perusahaan."Saat Vero hendak menutup telepon, Daven mengulurkan tangan untuk mengambil ponselnya, lalu menempelkannya ke telinga.Suara Veyra masih terdengar dari seberang, "Oke. Gimana suasana hati Axton sekarang? Ginjal donor yang sebelumnya cocok dengannya tiba-tiba nggak bisa digunakan. Dia pasti sangat kecewa.""Besok dia keluar dari rumah sakit. Aku harus meluangkan waktu untuk menemani dia. Coba periksa jadwalku besok. Kalau ada yang nggak terlalu penting, batalkan semuanya ...."Dengan wajah tanpa ekspresi, Daven membuka mulut dan memotong perkataannya, "Veyra."Suara yang tiba-tiba terdengar itu membuat orang di seberang telepon terdiam sesaat."Daven?"Veyra mengenali suaranya."Kamu sudah selesai masak dan mengantarkannya secepat ini? Aku nggak punya waktu untuk turun. La

  • Kurestui Pilihanmu, Relakan Kepergianku   Bab 49

    Daven hanya melihat sekilas, lalu menarik kembali pandangannya. Dia langsung meletakkan kotak makanan di atas meja resepsionis.Resepsionis itu sedikit tidak sabar, tetapi tetap mampu mengendalikan ekspresinya dengan baik. Dia masih tersenyum ketika berkata, "Pak, kalau ini pesanan makanan, silakan letakkan di kotak sesuai departemennya ya. Dengan begitu, karyawan akan lebih mudah mengambilnya dan Anda juga bisa menghemat waktu."Daven menggeleng. "Ini untuk Bu Veyra. Aku sudah lihat kotak-kotak di sana, tapi nggak ada kotak untuk direktur utama."Mendengar itu, sang resepsionis tertegun. Dia menatap Daven dengan sedikit curiga.Demi bisa bertemu dengan Bu Veyra, beberapa mitra bisnis sebelumnya juga pernah melakukan berbagai cara yang tidak terduga."Maaf kalau lancang, Anda ini siapa?"Mendengar pertanyaan itu, Daven sedikit tertegun.Siapa dirinya?Tukang masak?Atau pengasuh pria?Apa pun sebutannya boleh.Hanya satu yang tidak boleh, yaitu suami Veyra.Daven tiba-tiba kehilangan k

  • Kurestui Pilihanmu, Relakan Kepergianku   Bab 48

    "Antarin makanan untuk anjing?"Valeria tertegun.Saat mengobati luka Daven hari ini, dia juga mendengar Daven mengatakan bahwa lukanya akibat digigit anjing. Akan tetapi, sejak kapan dia memelihara anjing?Tiba-tiba, Valeria teringat pesan yang baru saja dikirim kakaknya. Matanya langsung membelalak. Dia menatap punggung Daven yang semakin jauh.Valeria buru-buru mengirim pesan kepada Veyra untuk mengadukannya.[ Kak, Daven bilang kamu anjing! ]....Beberapa saat kemudian, Daven sudah membawa sekantong kotak makanan plastik yang telah dibungkus.Sebenarnya, Veyra tidak terbiasa dengan makanan dari luar. Dalam keadaan normal, dia hanya mau makan masakan Daven. Namun, kalau benar-benar tidak sempat atau sedang terburu-buru, dia juga akan makan seadanya di luar.Biasanya, makanan luar yang tidak terlalu ditolak Veyra adalah telur orak-arik tomat dan tahu dingin dengan daun bawang. Kedua hidangan itu memang tidak terlalu bergantung pada kualitas bahan dan juga jarang ada yang bisa mengac

  • Kurestui Pilihanmu, Relakan Kepergianku   Bab 47

    Ujung bibir Daven berkedut.Biasanya dia memang tidak akan kelelahan. Namun, tadi malam dia sudah menghabiskan terlalu banyak tenaga. Sebenarnya, dia juga tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Itu benar-benar pertama kalinya dia melihat Veyra seperti itu.Daven mengakui, setelah hidup tanpa memenuhi kebutuhan biologisnya selama lebih dari dua tahun, dia akhirnya tidak mampu menahan diri.Tentu saja, alasan terpentingnya tetaplah penjelasan Vero kepadanya kemarin.Daven tiba-tiba teringat Veyra yang mabuk semalam, juga matanya yang memerah setelah sadar tadi pagi. Dia juga teringat bagaimana Veyra berusaha keras mempertahankan sikap dinginnya, tetapi nada bicaranya jelas terdengar sedih ketika meminta Daven mengantarkan makanan untuknya ....Daven terdiam cukup lama.Sejak ibunya meninggal, Daven selalu hidup sendirian. Sampai akhirnya, dia bertemu Veyra.Demi dirinya, Veyra pernah melawan keluarganya, mengenakan pakaian murah bersamanya, dan makan makanan sederhana bersamanya.Veyra memang

  • Kurestui Pilihanmu, Relakan Kepergianku   Bab 46

    Setelah menghabiskan airnya, Daven meletakkan gelas kertas di lantai di sampingnya."Sebentar lagi waktunya pulang kerja. Kamu nggak pulang untuk siap-siap masak? Kali ini aku bisa dengan terpaksa membiarkanmu menumpang mobilku!"Valeria mengerucutkan bibir, memasang ekspresi seolah dia benar-benar melakukannya dengan terpaksa.Daven sudah terbiasa dengan sifat gengsinya itu.Sebenarnya, ketika Veyra masih berpacaran dengannya dulu, sifatnya juga seperti ini. Hanya saja, setelah melewati masa merintis bisnis dan sekarang menjadi direktur utama Grup Salim, karakternya sudah banyak ditempa dan menjadi jauh lebih tenang."Mobil sportmu terlalu sempit. Aku tidak terbiasa duduk di dalamnya."Daven mengatakan yang sebenarnya.Setelah Valeria mulai magang, keluarganya langsung mentransfer uang saku dalam jumlah besar kepadanya. Hal pertama yang dia lakukan adalah membeli sebuah mobil sport Porsche berwarna merah muda.Daven tidak tahu persis modelnya. Dia hanya pernah "beruntung" mengendarain

  • Kurestui Pilihanmu, Relakan Kepergianku   Bab 45

    Tenaga medis yang berjaga di depan alat pemantau buru-buru menjawab, "Pasien mengalami reaksi penolakan, detak jantungnya terus menurun!"Kepanikan langsung terlihat jelas di wajah Valeria.Daven meliriknya sekilas, lalu dengan cepat memberi instruksi, "Ganti perawat instrumen. Valeria keluar dari area steril dan bertugas sebagai perawat sirkuler.""Hah ...?"Valeria langsung kelabakan. Namun, perawat lain sudah bersiap sejak awal dan buru-buru maju untuk menggantikan posisinya.Dia digantikan?Sebelum operasi, Daven memang sudah memberitahunya bahwa dia akan menyiapkan perawat berpengalaman untuk berjaga-jaga. Jika Valeria kehilangan fokus atau melakukan kesalahan, posisinya akan langsung digantikan.Namun, dia tidak menyangka itu akan terjadi secepat ini.Untungnya, Daven tidak langsung menyuruhnya keluar. Dia hanya memintanya bertugas sebagai perawat sirkuler di luar area steril.Cahaya putih dari lampu operasi berpadu dengan hawa sejuk pendingin ruangan. Dinding keramik di sekelili

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status