Share

BAB 130

Penulis: Riichan
last update Tanggal publikasi: 2026-07-01 17:19:31

"Aku mungkin harus mengingkari janjiku..." gumam Lycander.

"...tapi bukan karena aku ingin menjauh darimu,” lanjutnya.

Lycander masih berdiri memandangi laut yang mulai gelap. Deburan ombak terus bergema, namun tak mampu mengusir sesak di dalam dadanya.

"Aku hanya..."

Ia menggenggam erat kalung mutiara di lehernya.

"...tidak ingin menyeretmu ke dalam konsekuensi yang seharusnya kutanggung sendiri."

Angin sore berhembus pelan melewati rambut peraknya. Untuk sesaat, ia kembali mengingat isi ars
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 136

    Pagi itu, pemukiman duyung kembali dipenuhi kesibukan seperti biasanya. Cahaya matahari menembus permukaan laut, memantulkan kilauan lembut di antara rumah-rumah karang yang berjajar rapi. Dari kejauhan, suara nyanyian laut kuno terdengar samar mengiringi aktivitas para duyung.Maris berenang keluar dari rumahnya setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya. Ia berusaha tersenyum seperti biasa, meski pikirannya masih dipenuhi percakapannya dengan Seraphine sehari sebelumnya."Dari mana mereka mengetahui bahwa aku pergi ke permukaan?" gumamnya pelan.Ia mulai berenang menyusuri jalan utama pemukiman. Beberapa duyung yang berpapasan hanya melirik sekilas, tetapi ada pula yang tampak saling berbisik sebelum buru-buru menghentikan percakapan mereka ketika Maris lewat. Maris berusaha mengabaikannya dan terus berenang tanpa menoleh sedikit pun.Menjelang siang, Maris membantu ibunya merapikan beberapa tanaman laut di sekitar rumah. Ayahnya sesekali berc

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 135

    Meski suasana pemukiman kembali seperti biasa, obrolan tentang perayaan itu masih terdengar di berbagai sudut. Segerombolan duyung berkumpul di dekat taman karang. Mereka saling bertukar cerita sambil menikmati arus laut yang tenang."Perayaan kali ini benar-benar meriah.""Iya.""Aku bahkan masih merasakan kemeriahan itu sampai sekarang."Salah seorang duyung tertawa kecil."Untung saja Maris tidak datang."Beberapa duyung lain ikut tertawa pelan."Benar.""Kalau dia datang, suasananya pasti jadi suram.""Perayaan jadi tidak senyaman kemarin.""Tapi memang aneh juga."Semua menoleh ke arah duyung yang baru berbicara."Apa?""Aku tadi tidak sengaja melihat Maris.""Lalu?""...Kulitnya sedikit lebih gelap."Suasana mendadak hening."Lebih gelap?"Duyung itu mengangguk."Mungkin hanya perasaanku. Tapi seingatku kulitnya tidak seperti itu."Duyung lain mulai ikut mengingat."Kalau kau bilang begitu...""Aku juga merasa begitu.""Jangan-jangan..." ia tidak melanjutkan kalimatnya.Namun be

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 134

    Malam itu, saat Maris tiba di rumahnya, suasana masih sunyi. Ia membuka jendela kamarnya perlahan lalu masuk tanpa menimbulkan suara. Kedua orang tuanya rupanya belum kembali dari perayaan."Syukurlah..." gumam Maris pelan.Ia menghela napas lega sebelum merebahkan tubuh di atas tempat tidurnya. Matanya menatap langit-langit kamar, sementara pikirannya kembali pada pertemuannya dengan Lycander."..."Tanpa sadar, senyum kecil kembali menghiasi wajahnya. Ia masih mengingat bagaimana Lycander buru-buru menghentikannya saat hampir memakan pisang bersama kulitnya. Mengingat itu saja sudah cukup membuatnya menahan tawa."Lucu sekali..."Malam itu, untuk pertama kalinya setelah beberapa hari diliputi kecemasan, Maris tertidur dengan hati yang jauh lebih tenang. Keesokan paginya… Maris baru saja keluar dari kamarnya ketika suara pintu depan terbuka."Maris?"Ibunya langsung tersenyum."Kau sudah bangun rupanya."Ayahnya ikut menoleh."Kami baru kembali."Maris membalas senyum mereka."Selam

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 133

    Malam itu, Lycander tetap datang ke pantai. Langkahnya berhenti di tempat yang selama ini selalu menjadi tempat pertemuan mereka. Ombak bergulung pelan, membawa suara laut yang kini terasa jauh lebih sepi."..."Tatapannya menyapu permukaan laut. Maris tidak ada."Mungkin... aku datang terlalu cepat," gumamnya pelan.Ia memilih duduk di atas batu besar yang menghadap ke laut. Angin malam berhembus perlahan, sementara cahaya bulan memantul di atas permukaan air. Lycander tidak pergi dan terus menunggu.“…”Waktu berlalu tanpa terasa. Bulan semakin tinggi, lalu perlahan mulai condong ke barat. Namun laut tetap sunyi, tak ada tanda-tanda kedatangan Maris. "..."Lycander akhirnya berdiri."Hari ini sepertinya kau tidak datang..." gumamnya. Lycander sempat berdiri beberapa saat lagi. Tatapannya tetap tertuju ke permukaan laut, seolah berharap ombak berikutnya akan membawa sosok yang selama ini sel

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 132

    Perpustakaan kembali sunyi. Robert telah pergi sejak beberapa saat yang lalu. Kini hanya tersisa Lycander seorang diri di antara rak-rak kayu yang dipenuhi gulungan arsip tua."..."Tatapannya masih tertuju pada gulungan tentang sumpah bulan yang sejak tadi terbuka di hadapannya. Namun tak satu pun kalimat berhasil ia pahami. Yang terus terngiang justru kisah yang baru saja didengarnya.Dua penjaga, dua dunia, satu pilihan. Dan sebuah tragedi yang meninggalkan luka selama ribuan tahun."..."Lycander menutup kedua matanya. Di dalam benaknya, wajah Maris kembali muncul. Maris yang selalu tersenyum saat melihatnya. Maris yang menunggunya di pantai dan rela bertahan berhari-hari hanya untuk memastikan dirinya baik-baik saja. Dadanya kembali terasa sesak."Kenapa..." gumamnya lirih."Kenapa semuanya harus menjadi seperti ini?"Tak ada yang menjawab, hanya kesunyian perpustakaan yang menemani kegelisahannya. Lycander kembali membuka gulungan arsip itu. Perlahan ia membaca ulang bagian dem

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 131

    "...Ada sesuatu yang harus kau ketahui," ucap Robert. Lycander mengangkat kepalanya. Tatapannya perlahan beralih dari gulungan arsip di hadapannya menuju Robert yang masih berdiri di dekat pintu perpustakaan."Apa?"Robert tidak langsung menjawab. Ia tampak berpikir beberapa saat, seolah sedang memilih mana yang perlu disampaikan dan mana yang sebaiknya tetap ia simpan."...""Saat kau sedang menemui Maris..." Robert memulai menjelaskan. "Aku sempat mendengar kisah lama,” lanjutnya. Lycander mengernyit lalu menatapnya beberapa saat."Kisah lama?" ulang Lycander. Robert mengangguk pelan."Dari masa yang sangat jauh yang mungkin hampir mirip dengan keadaanmu."Robert teringat saat dirinya memutuskan menemui Alpha kawanan. Ruangannya itu sunyi. Hanya ada gulungan peta wilayah dan beberapa tanduk rusa yang tergantung di dinding batu.Alpha duduk tenang sambil mendengarkan seluruh penjelasan Robert. Mulai dari perubahan Lycander, pertarungan melawan lima beruang hitam. Hingga perubahan

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 32

    Mereka tidak langsung berpisah. Keheningan yang sempat menggantung perlahan berubah menjadi sesuatu yang lain—lebih tenang, namun tidak lagi canggung sepenuhnya. Maris masih berada di tempatnya, dan untuk pertama kalinya, ia tidak merasa perlu mencari alasan untuk pergi. Lycander juga tidak berger

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 30

    Malam itu datang dengan cara yang sama—tanpa tanda, tanpa alasan yang jelas. Maris sudah berdiam di depan jendela bahkan sebelum ia benar-benar menyadarinya, seolah tubuhnya lebih dulu bergerak dibanding pikirannya. Tidak ada lagi pertanyaan seperti sebelumnya, tidak ada lagi usaha untuk menahan di

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 29

    Maris tidak melambat. Ia terus berenang naik menuju permukaan, mengikuti dorongan yang sejak tadi tidak memberinya ruang untuk berpikir. Cahaya bulan kini sudah sangat dekat, membelah air di atasnya menjadi bayangan berkilau yang bergerak pelan.Napasnya mulai tidak teratur. Bukan karena lelah, mel

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 28

    Malam kembali datang tanpa banyak peringatan. Tidak ada yang benar-benar berubah dari hari-hari sebelumnya—ruangan yang sama, keheningan yang sama, dan jendela yang tetap berada di tempatnya. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda. Bukan dari luar. Melainkan dari dalam diri Maris send

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status