Share

BAB 141

Author: Riichan
last update publish date: 2026-07-08 08:17:56

Arus laut mengalir tenang seperti biasanya. Namun bagi Maris, ketenangan itu terasa asing. Sejak mendengar bait terakhir nyanyian laut kuno, setiap hari terasa semakin berat.

Gosip yang terus beredar belum juga mereda. Tatapan para duyung masih sama. Tubuhnya pun perlahan berubah tanpa mampu ia hentikan.

"..."

Maris berenang sendirian melewati jalan kecil di pinggir pemukiman. Ia sama sekali tidak memedulikan ke mana ekornya membawanya. Yang memenuhi pikirannya han
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 142

    Maris berhenti dan sekarang berada di depan Seraphine. Arus laut mengalir pelan di antara keduanya. Taman karang itu begitu sunyi hingga suara gelembung-gelembung kecil terdengar jelas.Seraphine tersenyum seperti biasanya."Maris.""Akhirnya kau datang juga.""Aku bahkan sempat berpikir kau sedang menghindariku."Maris tidak langsung menjawab. Tatapannya hanya tertuju pada wajah Seraphine."..."Senyum itu… masih sama seperti yang selalu ia kenal, hangat dan lembut. Sulit dipercaya bahwa pemilik senyum itu mungkin menyembunyikan sesuatu. Seraphine memiringkan kepalanya."Ada apa?" tanya Seraphine. Ia sedikit mengerutkan alisnya karena Maris tak langsung menjawab pertanyaannya. "Kau terlihat berbeda."Maris menarik napas pelan."Aku ingin menanyakan sesuatu.""Tentu. Katakan apa saja,” Seraphine menjawab tanpa ragu.Maris menatap lurus ke arahnya.

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 141

    Arus laut mengalir tenang seperti biasanya. Namun bagi Maris, ketenangan itu terasa asing. Sejak mendengar bait terakhir nyanyian laut kuno, setiap hari terasa semakin berat. Gosip yang terus beredar belum juga mereda. Tatapan para duyung masih sama. Tubuhnya pun perlahan berubah tanpa mampu ia hentikan."..."Maris berenang sendirian melewati jalan kecil di pinggir pemukiman. Ia sama sekali tidak memedulikan ke mana ekornya membawanya. Yang memenuhi pikirannya hanyalah satu pertanyaan."Kalau benar semua ini bukan kebetulan...""...kenapa?"Di kejauhan terdengar suara tawa beberapa anak duyung. Dan Maris refleks menoleh.Beberapa anak duyung sedang bermain sambil dikejar ibunya."Pelan-pelan!"Duyung kecil itu tertawa lalu berenang ke arah Maris tanpa sengaja. Namun... ibunya langsung menarik tangan anaknya."Ayo.""Kita lewat sini saja."Duyung itu bahkan tidak memandang Ma

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 140

    Berminggu-minggu telah berlalu sejak Nerion meninggalkan pemukiman duyung. Perjalanannya membawanya kembali ke arus laut dalam. Semakin dalam ia menyelam, cahaya matahari perlahan menghilang. Yang tersisa hanyalah kegelapan laut dalam dan arus-arus tua yang terus mengalir tanpa henti sejak dahulu kala."..."Sebagai seorang Penjaga Arus laut dalam, Nerion telah terbiasa menempuh perjalanan seperti itu. Namun kali ini berbeda, ia tidak sedang berpatroli ataupun menjaga keseimbangan arus laut. Ia sedang mencari sesuatu.Sesuatu yang selama ini membuatnya tak tenang sekaligus familiar. Ia memutuskan untuk membaca arsip-arsip kuno. Mungkin saja dengan begitu, ia bisa menemukan jawaban atas kegelisahannya ini.Selama beberapa minggu terakhir, Nerion berpindah dari satu ruang penyimpanan tua ke ruang penyimpanan lainnya. Sebagian besar hanya berisi catatan mengenai perubahan arus, perpindahan makhluk laut, hingga pergantian para Penjaga Arus d

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 139

    Beberapa hari telah berlalu sejak Maris kembali mendengar bait terakhir nyanyian laut kuno. Namun bukan hanya nyanyian itu yang terus berputar di dalam kepalanya. Setiap kali ia memejamkan mata… yang muncul justru percakapan-percakapan kecil yang selama ini tidak pernah ia pikirkan."Kenapa semuanya baru terjadi sekarang...?" Maris bergumam pelan.Ia berenang perlahan melewati jalan-jalan kecil di pemukiman. Hari itu ia tidak benar-benar memiliki tujuan. Pikirannya terlalu sibuk menyusun sesuatu yang bahkan belum ia mengerti."Gosip itu...""...berawal dari mana?" pikirnya. Pertanyaan itu terus mengganggunya. Selama ini ia memang jarang menghadiri acara bersama para duyung. Perayaan, pertemuan atau sekadar berkumpul di alun-alun pemukiman.Maris hampir selalu memilih menjauh. Namun… tidak pernah ada yang benar-benar mempermasalahkannya. Sebagian besar duyung justru tampak tidak peduli."Lalu...""Kenapa kali ini berbeda?"Maris memperlambat renangnya. Tatapannya kosong menatap arus

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 138

    Maris berenang perlahan melewati jalan utama pemukiman.Sejak beberapa minggu terakhir ia memang jarang keluar rumah. Namun hari itu ia memutuskan berkeliling sebentar agar pikirannya sedikit lebih tenang."..."Saat ia melewati sekelompok duyung… percakapan mereka mendadak berhenti. Maris sedikit mengernyit. Namun ia tetap melanjutkan renangnya.Baru beberapa saat kemudian… suara pelan kembali terdengar dari belakang."Itu dia.""Iya."Maris memperlambat gerakannya. Dadanya mulai terasa tidak nyaman. Meskipun ia kembali berenang.Namun beberapa saat kemudian… ia mendengar percakapan yang sama."...""Katanya dia sering ke permukaan.""Kalau memang tidak pernah...""...kenapa tidak menjelaskan?"Maris menundukkan kepalanya. Jari-jarinya perlahan mengepal."Apa...""...yang sebenarnya terjadi?" gumamnya hampir tak terdengar.Tak jauh dari sana, be

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 137

    Beberapa minggu telah berlalu sejak Maris terakhir kali pergi ke permukaan laut.Hari-harinya kembali dipenuhi rutinitas yang sama. Membantu kedua orang tuanya, berenang di sekitar pemukiman, lalu kembali pulang sebelum matahari tenggelam. Namun… tidak ada satu hari pun ia benar-benar merasa tenang."..."Tatapan para duyung masih sama. Sebagian memilih menghindarinya. Sebagian lagi sengaja berbisik ketika ia melintas.Maris mencoba mengabaikan semuanya. Ia terus mengingat satu hal."Asal ayah dan ibu tidak ikut terluka...""...itu sudah cukup."Siang itu Maris membantu ibunya merawat tanaman laut di depan rumah. Ibunya tersenyum kecil melihat putrinya yang sejak tadi bekerja tanpa banyak bicara."Maris,” panggil ibunya. "Hm?" jawab Maris. "Kau sedang memikirkan sesuatu?" tanya ibunya. Maris tersentak pelan."Apa terlihat begitu?"Ibunya terkekeh."Ibu mengenalmu sejak kau lahir.""Mana mungkin Ibu tidak tahu."Maris hanya tersenyum tipis."Tidak apa-apa, bu.""Aku hanya sedikit le

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 66

    Kepulangan para penjaga arus laut dalam masih menjadi pembicaraan banyak duyung bahkan beberapa hari setelah mereka kembali. Tidak banyak dari mereka yang benar-benar memahami seperti apa kehidupan para penjaga itu. Mereka hanya tahu satu halㅡpara penjaga laut dalam adalah duyung yang dipilih lau

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 65

    Hari-hari setelah itu kembali berjalan seperti biasa. Laut tetap dipenuhi arus yang tenang, suara duyung-duyung lain yang saling bercakap, dan kehidupan bawah laut yang tidak pernah benar-benar berubah sejak dulu.Namun bagi Maris, akhir-akhir ini ada sesuatu dalam dirinya yang perlahan

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 50

    Malam itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Tidak ada suara selain arus laut yang bergerak pelan di luar rumah dan detak jantung Maris sendiri yang terdengar terlalu jelas di telinganya.“…aku mulai membencinya,” gumamnya pelan.Beberapa hari terakhir terasa semakin berat untuk

  • Kutukan Laut Dan Sumpah Bulan   BAB 48

    Pagi itu datang dengan tenang. Tidak ada perubahan besar yang terlihat di dalam rumah, tidak ada percakapan aneh, dan tidak ada tatapan yang terlalu mencurigakan. Namun sejak membuka mata, Maris sudah merasakan sesuatu yang berbeda—bukan pada sekitarnya, melainkan pada dirinya sendiri.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status