Share

Bab 79

Author: Leachaa1
last update publish date: 2026-05-01 21:25:42

Di permukaan Aethelgard, Lucien dan pasukannya melihat pemandangan yang luar biasa. Kapal induk raksasa di langit itu tiba-tiba mengeluarkan ledakan-ledakan kecil di seluruh permukaannya. Swarm-Bots yang tadinya menyerang dengan ganas tiba-tiba berhenti bergerak, mata merah mereka meredup, dan mereka jatuh seperti mainan yang kehabisan baterai.

"Mereka berhasil!" sorak Arlan, mengangkat kapaknya tinggi-tinggi.

Lucien menatap ke atas dengan cemas. "Di mana mereka? Di mana anak-anakku?"

Kapal ind
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Langkah Terakhir Grand Duchess    Bab 94

    Keheningan yang menyelimuti aula pengobatan istana Oakhaven terasa sangat berat, seolah-olah oksigen di ruangan itu telah digantikan oleh muatan listrik yang statis. Lyra terbaring di atas ranjang kristal, namun ia tidak lagi tampak seperti wanita yang sama yang meninggalkan dermaga beberapa hari lalu. Di balik kulit leher dan lengannya, garis-garis cahaya keemasan berpendar redup, membentuk pola fraktal yang terus bergerak mengikuti irama napasnya. Arthurian duduk di sampingnya, menggenggam tangan Lyra yang terasa panas—bukan panas karena demam, melainkan panas seperti mesin yang bekerja terlalu keras. Di ujung ruangan, Celina dan Lucien berbicara dengan nada rendah bersama Elias Thorne dan Elena. "Dia bukan lagi sekadar manusia, tapi dia juga bukan Android," bisik Elias sambil menatap layar pemantau yang menampilkan aktivitas otak Lyra yang luar biasa tinggi. "Jiwa-jiwa di Ruang Antara itu... mereka menyuntikkan seluruh arsip memori kolektif manusia ke dalam kesadarannya. Lyra se

  • Langkah Terakhir Grand Duchess    Bab 93

    Di Oakhaven, suasana tidak kalah mencekam. Arthurian tidak tidur sejak ledakan itu. Ia berdiri di depan meja peta holografik, menatap titik frekuensi yang ditemukan Elena. Titik itu berkedip lemah, seperti lilin yang tertiup angin di tengah badai."Kita tidak bisa hanya melompat ke sana, Arthur," peringat Elian. "Ruang Antara adalah zona anomali. Tanpa jangkar energi yang kuat, kapal kita akan terurai menjadi partikel atom sebelum sampai ke koordinat Lyra.""Kita punya jangkarnya," sahut Elena. Ia melangkah maju, wajahnya tampak lebih dewasa meski baru beberapa hari sejak kebangkitannya. "Aku bisa menggunakan resonansi genetik Ratu Celina untuk mengunci posisi Lyra. Tapi aku butuh bantuan Kak Callista untuk menstabilkan struktur ruangnya."Callista mengangguk. "Aku akan menggunakan kekuatan akar Aether untuk menenun jalur dimensi. Tapi Arthur, ini akan menguras seluruh cadangan kristal energi istana. Jika kita gagal, Oakhaven akan lumpuh total tanpa pertah

  • Langkah Terakhir Grand Duchess    Bab 92

    Fajar menyingsing dengan warna ungu yang mencekam. Di langit tertinggi, sebuah struktur raksasa mulai muncul dari lipatan dimensi. Bentuknya tidak seperti kapal, melainkan seperti piramida terbalik yang terbuat dari kristal gelap yang luasnya menutupi seluruh cakrawala kota. Itu adalah The Origin. Tekanan energinya begitu besar hingga membuat beberapa bangunan di luar kota mulai retak. Rakyat Oakhaven berlutut di jalan-jalan, berdoa kepada para Dewa dan kepada Ratu mereka. "Umpan siap diluncurkan," lapor Elian dari pusat kendali. Lyra duduk di kursi pilot kapal kecil yang telah dimodifikasi. Di sampingnya, tabung berisi Simulacrum Celina berdenyut dengan cahaya emas yang menyilaukan. "Lyra, dengarkan aku," suara Arthurian terdengar melalui interkom, suaranya bergetar. "Begitu kau mencapai titik koordinat dan mereka mulai mengunci posisimu, kau punya waktu sepuluh detik untuk melontarkan diri ke dalam kapsul penyelamat dimen

  • Langkah Terakhir Grand Duchess    Bab 91

    Pertempuran pecah di tengah reruntuhan mesin tua. Lyra, meskipun tanpa sihir, menggunakan kecerdikan dan kelincahannya untuk menghindari serangan Marcus. Namun, kondisi fisiknya yang belum pulih membuatnya terdesak. Tepat saat Marcus akan menghujamkan belatinya, seberkas kilat menyambar dari langit, menghantam tanah di antara mereka. Arthurian mendarat dengan dentuman keras, matanya menyala dengan amarah listrik yang murni. "Jauhkan tanganmu darinya, Marcus!" Arthurian berdiri di antara istrinya yang terluka dan pengkhianat yang ingin menghancurkan dunianya. Di tangannya, ia merasakan getaran kristal hitam itu—kunci untuk menyelamatkan ibunya, namun juga benda yang membawa bahaya besar. "Arthurian... kau datang," bisik Lyra, air mata bercampur debu mengalir di pipinya. "Kita akan membicarakan ini nanti, Lyra," ujar Arthurian tanpa menoleh, fokusnya sepenuhnya pada Marcus yang kini gemetar ketakutan.

  • Langkah Terakhir Grand Duchess    Bab 90

    Cahaya perak yang memancar dari mata Elena bukanlah cahaya penyembuhan yang biasa dikenal di Aethelgard. Itu adalah cahaya data murni, sebuah aliran informasi yang begitu padat hingga membuat udara di ruang medis terasa statis dan berderak. Arthurian, yang berada paling dekat, merasakan bulu kuduknya berdiri. Ia melihat bayangan kode-kode geometris melintasi iris mata Elena yang kini tak lagi tampak manusiawi."Elena? Kau mendengarku?" Arthurian mencoba menyentuh bahu gadis itu, namun sebuah kejutan listrik kecil memukul jemarinya.Elena tidak menjawab. Bibirnya bergerak tanpa suara, seolah sedang berkomunikasi dengan entitas yang berada jutaan tahun cahaya di luar sana. Tiba-tiba, tubuhnya mengejang, dan sebuah proyeksi hologram besar terpancar dari dadanya, memenuhi seluruh ruangan dengan peta galaksi yang belum pernah dilihat oleh para kartografer istana."Itu bukan peta bintang kita," desis Elias Thorne yang baru saja masuk. "Itu adalah peta jalur migr

  • Langkah Terakhir Grand Duchess    Bab. 89

    Aroma hangus masih tercium di udara Oakhaven, bercampur dengan wangi bunga Aether-Rose yang mulai mekar kembali setelah badai energi mereda. Langit Aethelgard yang biru cerah tampak kontras dengan pemandangan di pelabuhan istana, di mana puing-puing logam organik milik The Architects masih terapung di air, perlahan melarut menjadi buih perak yang berkilauan.Celina Camilla berdiri di dermaga utama, dikelilingi oleh para pengawal elit. Ia tidak mengenakan mahkota kebesarannya, melainkan jubah sederhana yang nyaman. Matanya tertuju pada sebuah kapal kecil berbendera pesisir selatan yang perlahan merapat.Di atas dek kapal itu, Lyra berdiri tegak meski wajahnya penuh dengan luka gores dan pakaiannya compang-camping. Di belakangnya, Marcus dan tiga orang pengikutnya terikat dengan rantai energi yang mematikan.Saat jangkar diturunkan, Lyra melangkah turun. Ia tidak menunggu pengawal untuk menjemputnya. Ia berjalan langsung menuju Celina, lalu berlutut den

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status