Share

Kemampuan Hebat

Penulis: Alie-Afie
last update Tanggal publikasi: 2023-04-14 15:57:17

Waktu terus berjalan sampai tidak terasa 5 tahun berlalu. Lin Feng telah dilatih banyak hal oleh petapa misterius yang sudah dia anggap sebagai kakeknya. 

“Feng’er, waktunya telah tiba.”

“Apakah secepat ini, Kek?”

5 tahun terasa begitu cepat bagi Lin Feng. Selama ini, dia selalu meningkatkan kekuatan fisiknya, berlatih dasar-dasar ilmu beladiri, membuat berbagai macam pil, berlatih teknik dasar segel dan formasi, meningkatkan kultivasi, dan lain sebagainya.

Meskipun Lin Feng lebih suka dan berbakat dengan pedang, kakek petapa juga melatihnya dasar penggunaan berbagai macam senjata pusaka lain seperti panah, tombak, tongkat, sabit, dan lainnya sebagai pengetahuan bagi Lin Feng.

Tidak hanya itu, Lin Feng juga selalu berlatih dengan membunuh para binatang spirit yang mendiami hutan kegelapan. Binatang spirit di hutan kegelapan tidak lagi mengerikan baginya.

Namun, meski begitu … kultivasinya masih sangat rendah. Hal ini dikarenakan jalan kultivasi Lin Feng yang memiliki jiwa beladiri naga kuno lebih sulit dibandingkan dengan kultivator pada umumnya.

Kultivasi Lin Feng berada di tahap pembentukan kelima. Namun meskipun begitu, kekuatan dan kemampuannya setara dengan kultivator yang berada di tahap atasnya, yaitu tahap pemula kelima.

“Feng’er … sudah saatnya serpihan jiwa kakek menghilang dari dunia ini. Kakek akan memberikan pengetahuan yang kakek miliki padamu.” 

“Apa tidak ada jalan agar serpihan jiwa kakek tidak menghilang?” tanya Lin Feng dengan mata sendu.

“Waktu kakek sudah berakhir, serpihan jiwa kakek tidak bisa bertahan lebih lama tanpa tubuh asli kakek, kini sudah waktunya kakek menghilang.”

Meski berat, pada akhirnya mereka menerima takdir yang harus mereka lalui. Kakek petapa kemudian menempelkan jari telunjuknya ke kening Lin Feng.

Cahaya terang keluar dari ujung jari telunjuk kakek petapa, menerobos masuk ke dalam otak Lin Feng. Seketika, berbagai macam pengetahuan muncul begitu saja dan tertanam di benak Lin Feng.

“Apa ini, Kek? Banyak hal muncul dalam ingatan Feng’er.”

“Itu adalah ingatan pengetahuan kakek tentang kitab-kitab beladiri. Anggap saja sebagai bekal untuk Feng'er,” balas kakek petapa.

“Terima kasih Kek.”

“Ingatlah selalu nasehat dan petuah kakek selama lima tahun ini.” 

Selain berlatih keras dengan sang kakek, Lin Feng juga seringkali diberi nasehat dan petuah. Kakek petapa telah melanglang buana dan berpengalaman selama ribuan tahun menghadapi berbagai macam hal di dunia. Petuah dan nasehatnya seharusnya akan sangat berguna bagi Lin Feng di masa mendatang.

Lin Feng mengangguk. “Baik Kek.”

Sejenak kemudian, serpihan jiwa dari kakek petapa sedikit demi sedikit mulai menghilang. Serpihan jiwa itu terbang menjadi debu dan menghilang tertiup angin. “Feng’er, selamat tinggal.”

Lin Feng terdiam sambil meneteskan air mata memandangi udara kosong tempat debu yang berasal dari serpihan jiwa kakek petapa menghilang. Lin Feng sudah menganggap petapa misterius sebagai kakeknya. Dia sangat menyayangi kakek petapa yang selama ini melatihnya. Dia sangat bersedih saat serpihan jiwa kakeknya itu menghilang begitu saja.

Lin Feng tidak banyak menangisi serpihan jiwa kakek petapa yang telah menghilang dari dunia, dia berniat meninggalkan hutan kegelapan untuk menuju ke sebuah kota. Lin Feng kini telah berusia 15 tahun. Dia tumbuh menjadi seorang pemuda tampan meskipun mengenakan pakaian yang sangat usang dan dekil. 

“Menurut kakek, aku perlu menjual kristal jiwa untuk mendapatkan uang. Aku perlu banyak uang untuk kultivasiku.”

Lin Feng sudah menyiapkan banyak kristal jiwa dari binatang spirit dalam sebuah tas yang dibuat dari bambu dan dedaunan. Dia telah membunuh banyak binatang spirit di hutan kegelapan dan mengambil kristal jiwa binatang spirit tersebut.

Lin Feng melesat tidak tentu arah di hutan kegelapan untuk mencari dan menuju ke sebuah kota.

Saat Lin Feng sedang melesat, dia mendengar suara pertempuran yang sangat dahsyat. Lin Feng kemudian mencari sumber suara pertempuran itu. Dia melihat seorang wanita sedang berhadapan dengan seekor binatang spirit harimau emas. 

‘Siapa wanita itu? Kenapa ada di area hutan kegelapan?’

**

Goarrrr!

Wanita itu bernama Qio Yinsi yang berusia 13 tahun.

Bummm.

Bummm.

Pertempuran antara Qio Yinsi dan Harimau emas berlangsung sangat dahsyat. Hampir seluruh pepohonan dan bebatuan di sisi mereka hancur berantakan. Qio Yinsi pun terlihat sudah tidak berdaya menghadapi harimau emas.

Tidak menunggu lama, Lin Feng melesat untuk membantu Qio Yinsi. “Apa kamu perlu bantuan?” tanya Lin Feng mengagetkan Qio Yinsi.

“Aku memang butuh bantuan,” Qio Yinsi bernafas lega melihat Lin Feng. Namun, tidak lama dia mengerutkan kening saat melihat tingkat kultivasi Lin Feng. “Tapi, apa yang bisa kamu lakukan dengan tingkat kultivasimu itu?!”

Lin Feng melompat ke udara, melesat menuju ke arah harimau emas tanpa memedulikan pandangan meremehkan Qio Yinsi. Dia kemudian menyerang harimau emas itu hanya dengan mengandalkan tinjunya.

“Tinju Menembus Langit.”

Goarrr.

Bummm.

Bummm.

Dengan beberapa kali tinju, Lin Feng berhasil melumpuhkan harimau emas.

Qio Yinsi menelan ludah melihat kemampuan Lin Feng. Dia mengucek mata seolah tidak percaya dengan apa yang barusan dia lihat. “Ba-bagaimana mungkin?!”

Kultivasi Lin Feng hanya berada di tahap pembentukan kelima sementara Qio Yinsi sudah berada di tahap pemula ketiga. Qio Yinsi jauh lebih tinggi tingkat kultivasinya daripada Lin Feng, tetapi Lin Feng dapat dengan mudah melumpuhkan harimau emas hanya dengan tangan kosong.

Sejenak kemudian, Qio Yinsi berpikir bahwa Lin Feng hanya beruntung dapat mengalahkan harimau emas. Menurutnya, harimau emas itu sudah lemah dan tidak berdaya akibat terkena teknik dan jurusnya. Oleh karenanya, Lin Feng yang kultivasinya hanya di tahap pembentukan kelima dapat dengan mudah melumpuhkan harimau emas itu.

Dia pun segera menghampiri Lin Feng dengan wajah pongah. “Meskipun kamu hanya beruntung, aku berterima kasih karena kamu sudah membantuku.” 

“Sudah sewajarnya aku membantu orang yang kesusahan.” Lin Feng sedikit kesal mendengar ucapan Qio Yinsi yang terkesan merendahkan kemampuannya. Namun dia tidak mempermasalahkan hal itu. “Ngomong-ngomong, kenapa kamu bisa sampai di hutan kegelapan ini, dan ke mana arah tujuanmu?” 

“Aku dan beberapa pengawalku akan menuju ke kota Kincir Angin. Rombongan keretaku diserang oleh assassin. Aku melarikan diri dan sampailah di tempat ini.”

Lin Feng mengangguk mendengar penjelasan Qio Yinsi. “Perkenalkan, namaku Lin Feng, apakah kamu mau aku antar sampai ke kota Kincir Angin? Kebetulan, aku juga akan menuju ke sebuah kota.” 

Lin Feng merasa jika Qio Yinsi akan kesulitan di hutan kegelapan lantas menawarkan bantuan untuk mengantarkan perempuan itu. Binatang spirit di hutan kegelapan memiliki tingkatan yang sangat tinggi.

“Hahaha … omong kosong apa yang kamu bicarakan? Kultivasimu bahkan lebih rendah dariku. Bukankah aku yang lebih pantas menyebut mengantarmu ke kota karena aku lebih kuat darimu?”

Lin Feng mulai kesal kepada Qio Yinsi yang merendahkan kemampuannya.

“Baiklah jika kamu tidak mau diantar olehku, aku akan pergi.” 

“Tunggu!”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Erkham Yudhist
Saya suka cerita yg tdk bertele tele , saat menjelaskan sesuatu ada tp tdk berulang2 , alur tetap jalan trus walau sederhana tp kesannya mantap , bravo Thot Up trus lah ............
goodnovel comment avatar
Silalahi Sabam
mantap bah
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Legenda Jenius Beladiri   Villa Lonceng Emas

    Hui San yang memasuki lubang cacing ternyata sampai di alam para dewa. Namun dia berusaha keras untuk kembali ke dunia bawah karena tidak ingin terpisah dari Lin Feng. Lubang cacing sangatlah berbahaya, jika Lin Feng yang memasukinya, mungkin dia belum cukup kuat dengan efek dimensi yang menghasilkan aura kematian yang sangat pekat. Namun, Hui San cukup beruntung karena kekuatannya mampu menahan beban aura kematian dari lubang cacing. Sementara itu, Lin Feng sampai di menara teleportasi. Menara teleportasi ada di benua tianzun dan merupakan tempat keluar bagi orang-orang yang menggunakan jimat teleportasi. Dua penjaga menara teleportasi melihat Lin Feng baru saja sampai di benua Tianzun. Mereka terlihat meremehkan Lin Feng karena tidak memiliki basis kultivasi. "Zaman sekarang masih saja ada seseorang yang tidak bisa berkultivasi," gumam penjaga menghina Lin Feng. Lin Feng sendiri sedikit bingung, dia tidak membalas hinaan namun justru bertanya kepada penjaga, "tuan, dimana

  • Legenda Jenius Beladiri   Lubang Cacing

    Hui San memikirkan perkataan manusia magma, mungkin sesuatu yang besar akan terjadi jika Lin Feng mengambil kristal magma. Manusia magma bukanlah suatu masalah yang besar baginya, namun entah kenapa Hui San merasakan sesuatu yang tidak bersahabat. Bukannya pergi, Lin Feng malah melesat ke arah manusia magma. Dia melapisi dirinya dengan elemen es agar tidak merasakan panasnya kawah magma. "Rasakan ini! Tinju Menembus Langit." Dia mencoba meninju manusia magma. Manusia magma mengangkat tangannya, dari dalam kawah kemudian muncul bola-bola magma yang menghalangi Lin Feng. Lin Feng bergerak cepat menghindari bola-bola magma. Dia lalu mengambil pedangnya kemudian meluncur ke udara. "Pedang Gelombang Kehancuran," teriaknya mengeluarkan salah satu teknik andalan. Manusia magma hanya mengibaskan tangannya, dia membuat cairan magma menjadi seperti pedang kemudian meluncur ke arah Lin Feng. Teknik Lin Feng beradu dengan teknik manusia magma. Lin Feng tidak mampu menahannya hingga dia

  • Legenda Jenius Beladiri   Gunung Fiji

    Lin Feng kemudian mengingat perkataan Hui San yang menyatakan bahwa di dataran es utara terdapat sumberdaya berharga. Dia yakin bukan hanya batu spiritual yang dimaksud oleh Hui San. "Paman, apakah dataran es utara menyimpan sumberdaya berharga?" tanya Lin Feng. Dia tidak bertanya kepada Hui San karena Hui San sedang fokus berkultivasi dengan batu spiritual. "Suku es utara mengenal dataran es utara dengan sangat baik, namun hanya ada satu tempat yang belum terjamah, tempat itu adalah gunung fiji yang terletak paling utara di dataran es utara. Paman telah mengirim beberapa orang menjelajahi gunung fiji, namun tidak ada satupun yang kembali, mereka mungkin telah tewas. Paman berpikir gunung tersebut menyimpan sumberdaya yang sangat berharga," jawab Dao Han. "Kalau begitu, aku akan kesana," kata Lin Feng. "Jangan!" Dao Han melarang Lin Feng. "Bagaimana jika kamu tewas di gunung fiji? Apa yang harus paman katakan kepada Lin Duan?" lanjutnya cemas. "Aku akan tetap kesana," kata L

  • Legenda Jenius Beladiri   Kastil Cahaya

    Setelah beberapa saat, mereka semakin dekat dengan kastil cahaya. Lu He memerintahkan sembilan orang yang menarik beruang menuju ke tempat pengulitan hasil buruan, sementara Lu He mengajak Lin Feng memasuki kastil cahaya. Lin Feng terlihat sangat kagum dengan kastil cahaya. Kastil cahaya itu sangat megah dan menjulang tinggi ke langit. Lin Feng baru pertama kali melihat bangunan semegah itu seumur hidupnya. "Tuan Lu He, anda sudah pulang berburu," penjaga pintu kastil menyapa Lu He. Lu He adalah salah satu petinggi suku es utara sehingga penjaga pintu kastil sangat menghormatinya. Lu He mengangguk kemudian berkata, "aku akan menemui kepala suku." Penjaga pintu kastilpun langsung membukakan pintu untuk Lu He. Mereka tidak banyak bertanya tentang Lin Feng yang mengikuti Lu He. Lin Feng dan Lu He pun masuk ke kastil cahaya. Lin Feng hanya ternganga melihat kemegahan ruangan kastil cahaya. Ruangan di dalamnya sangat terang dengan ornamen-ornamen es yang sangat indah. Tak lama,

  • Legenda Jenius Beladiri   Suku Es Utara

    Saat Lin Feng sudah berhasil menghabisi petapa gila, Wei Rue langsung menghancurkan jimat teleportasi dan sampai di benua Tianzun. Lin Feng berbalik arah untuk berbicara kepada Wei Rue, namun Wei Rue sudah tidak ada disana. "Kemana gadis itu?" gumam Lin Feng. "Tuan, dia kembali ke benua Tianzun," sahut Hui San. Lin Feng kemudian melanjutkan perjalanan di dataran es utara. Dia masih di sekitaran hutan dengan pepohonan berlapis es. Hutan itu sangat luas hingga tidak terlihat ujungnya. Hui San berhenti di suatu tempat. "Tuan, di sini ada sumberdaya yang sangat berharga," katanya. "Baiklah, turun!" perintah Lin Feng. Hui Sanpun turun di tempat yang menurutnya terdapat sumberdaya yang sangat berharga. Tempat itu dipenuhi dengan batu spiritual yang sangat berguna untuk Hui San karena Hui San berkultivasi menggunakan batu spiritual. Terdapat gundukan-gundukan berlapis es yang menggunung di tempat tersebut. "Hancurkan es di gundukan-gundukan tersebut, disitu ada batu spiritual y

  • Legenda Jenius Beladiri   Penyembah Iblis

    Dataran es utara adalah tempat yang paling misterius di benua tianlang. Dataran itu terpisah dengan ketiga kekaisaran dengan dunia yang antah berantah di dalamnya. Tidak ada satu orangpun yang mengetahui luas dan apa yang ada di dataran es utara tersebut. Tembok es raksasa yang sekarang sedang Lin Feng lintasi merupakan batas pemisah antara dataran es utara dengan ketiga kekaisaran. "Hui San, apa yang ada di dataran es utara?" tanya Lin Feng. "Aku merasakan ada energi yang sangat besar, namun ada juga energi kematian yang terasa sangat tipis yang harus diwaspadai," jawab Hui San. Hui San terus melintas terbang melewati tembok es, tembok itu tidak hanya tinggi namun juga sangat luas dan membutuhkan waktu sekitar sepuluh menit melewatinya. Setelah sepuluh menit, Lin Feng melihat hutan yang dipenuhi pepohonan yang berlapiskan es dan kristal. Namun, dia juga melihat ada seorang pria tua yang sedang bertarung melawan gadis bercadar putih. Pria tua tersebut merupakan petapa gila

  • Legenda Jenius Beladiri   Pria Misterius

    Li Wang kemudian menjelaskan kepada kedua tetua itu untuk menyampaikan kepada Patriark Shao Long dan Patriark Zhen Li untuk mengumpulkan para patriark aliansi keadilan di ibukota kekaisaran. Salah satu tetua diperintah menuju ke sekte lembah berangin, sementara tetua yang satunya diperintah menuju

  • Legenda Jenius Beladiri   Serangan Assassin

    Di sekte bulan darah, setelah bertemu dengan Wu Liem, Lian Yu telah berhadapan dengan pasukan misterius yang berada di bawah tanah. Pasukan misterius itu berjumlah sekitar seribu dan merupakan pasukannya yang menelan pil darah suci. Pasukan itu dipersiapkan oleh Lian Yu untuk melancarkan pemberonta

  • Legenda Jenius Beladiri   Siluman Tersesat

    Selain di paviliun merak, aliansi keadilan di istana bintang juga memburu sekte-sekte aliran hitam. Mereka berhasil menumpas sangat banyak sekte aliran hitam hingga wilayah istana bintang menjadi wilayah yang aman dan damai seperti paviliun merak. Sementara itu, Wu Liem yang melarikan diri, kembali

  • Legenda Jenius Beladiri   Pendekar Mabuk

    Muo Jin dan pasukannya berpikir untuk melarikan diri. Mereka merasa melawan aliansi keadilan paviliun merak merupakan hal yang sia-sia. Apalagi ada Lin Feng yang mereka anggap sebagai monster mengerikan. Selain itu, mereka juga sudah kelelahan dan banyak yang terluka akibat peperangan di perbatasan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status