LOGIN"Berangkat." perintah Komandan Yun akhirnya terdengar.
Whush... Formasi langsung bersinar dan Kapal itu melesat meninggalkan Ibukota Kerajaan He. Angin kuat menerpa wajah para penumpang. Beberapa pelayan terlihat kagum melihat pemandangan dari atas langit. Awan putih bergerak di bawah kapal. Pegunungan dan sungai terlihat kecil dari ketinggian itu. Namun He Long berdiri di dek depan dan menatap cakrawala. "Haaah..." dia menghela nafas panjang dan tersenyum pahit. "Pangeran." tiba-tiba suara lembut terdengar dari belakang. He Long menoleh dan melihat pelayan wanita membawa jubah tebal. "Angin di langit cukup dingin. Gunakan ini, Pangeran." ucap pelayan dengan hormat. "Terima kasih. Kembali dan istirahatlah." He Long tersenyum dan mengambil jubah itu. "Baik Pangeran." jawab pelayan kembali ke dalam. Tidak lama kemudian, Komandan Yun juga datang menghampirinya. "Kita akan tiba dalam waktu 7 hari." ucapnya membuka obrolan. Namun He Long hanya mengangguk dan tidak menjawabnya, Komandan Yun pub menatap pemuda itu membalikkan badan. Sebagai Komandan Pengawal Istana, dia sangat mengenal keadaan di Istana Kerajaan. Dia tahu Raja He tidak memperhatikan Pangeran Ketiga ini. Kalau tidak, mana mungkin hanya mengirim sedikit Pengawal untuk pernikahan Kerajaan sebesar ini? Bahkan hadiah pernikahan yang dibawa juga tidak terlalu banyak. Tanpa terasa malam telah tiba. Whush... Kapal terbang terus melaju menembus lautan awan. Lampu Formasi di sisi kapal bersinar redup seperti bintang. Di dalam kabin, para Pengawal bergantian berjaga. Sedangkan He Long memilih tetap duduk di dek depan. Tangannya menggenggam Liontin Giok tua peninggalan Ibunya. Itu adalah satu-satunya barang yang selalu dia bawa sejak kecil. "Ibu, Aku akan pergi jauh dari Kerajaan He." gumamnya dengan tatapan kosong. Ibunya meninggal sejak dia masih kecil. Dan setelah itu, kehidupannya di Istana pun berubah semakin buruk. Semua orang memandangnya rendah dan tidak menganggapnya. ****** Tanpa terasa 3 hari telah berlalu dengan cepat. Kapal terbang itu juga sudah memasuki wilayah Pegunungan Seribu Jurang. Pegunungan itu sangat luas dengan kabut putih yang memenuhi langit. Di mana ribuan jurang besar terlihat di antara Gunung-gunung hitam itu. Hal itu membuat suasana di tempat itu cukup menyeramkan. "Banyak Binatang Buas yang tinggal di Pegunungan Seribu Jurang. Semua pengawal tingkatkan kewaspadaan!" teriak Komandan Yun. "Baik Komandan!" jawab 50 Pengawal dan langsung bersiap. Namun He Long berdiri tenang di depan kapal dan memperhatikan Pegunungan di depannya. Dan entah kenapa sejak memasuki wilayah ini, Liontin Giok miliknya terasa sedikit hangat dari biasanya. Bomm! Tiba-tiba ledakan besar menggema dan mengguncang langit. "Waspada!" teriak Komandan Yun menggema. Whussh... Whush... Kemudian ratusan anak panah hitam melesat dari pegunungan sekitar. "Aaargh... Aaargh..." Jeritan para Pengawal pun langsung terdengar dari berbagai sisi kapal. "Bunuh mereka semua!" sebuah seruan terdengar dari depan. Dan di detik itu juga, lebih dari 500 pria berpakaian hitam muncul dari balik kabut. Sebagian besar menunggang Elang Langit dan Gagak Hitam. "Waspada!" teriak Komandan Yun mencabut pedang panjangnya. "Seraaaang!" Ke 500 lebih penyergap itupun langsung melompat ke atas kapal. Bomm Bomm! Pertempuran pun pecah dan benturan senjata memenuhi udara. Walaupun mereka kalah jumlah, tapi para Pengawal Istana bertarung mati-matian. "Serahkan Pangeran Ketiga!" Di tengah-tengah kekacauan, seorang pria berjubah merah tertawa dingin di langit. Aura ahli Raja pun juga meledak dari pria itu. "Ahli Raja?" wajah Komandan Yun berubah tegang. "Siapa kalian? Berani sekali menghadang Pangeran Ketiga!" teriak Komandan Yun menatap pria berjubah merah itu. "Hahaha... Orang mati tidak perlu tahu nama kami." pria berjubah merah tertawa dingin dan aura Ahli Raja meledak keluar. Bomm! Ledakan menggema dan gelombang kejut menyapu sekitarnya. "Serang!" pria berjubah merah memberi perintah dengan suara keras. "Baik!" Lebih dari 500 pria berpakaian hitam menyerbu dari segala arah. Bomm! Bomm! Senjata mereka beradu dengan tombak para Pengawal Istana dan ledakan beruntun menggema. "Aaargh..." Jeritan menggema di saat para Pengawal roboh dengan luka panjang di dadanya. Push... Darah mengalir membasahi dek kapal dan semua orang semakin tegang. "Bunuh mereka semua!" Komandan Yun meraung dan mengayunkan pedang panjangnya. Slash... "Aaargh..." Jeritan kembali menggema dan 3 pria berpakaian hitam jatuh dari kapal. Namun jumlah lawan terlalu besar. Mereka terus melesat dari atas Elang Langit dan Gagak Hitam tanpa henti. Bomm! Ledakan kembali menggema dan gelombang kejut menyapu sekitarnya. "Aaargh..." Jeritan terdengar dari sisi kanan kapal dan belasan Pengawal terpental keluar kapal. Di tengah-tengah kekacauan itu, He Long menatap pertempuran itu dengan tenang. Dia tidak memiliki Energi Qi dan tidak mampu membantu para Pengawal. Namun dia terus menyapu pandangannya ke setiap sudut pertempuran. "Target utama hanya Pangeran Ketiga!" teriak pria berjubah merah. "Baik!" Whush... Whush... Lebih dari 20 pembunuh melesat ke arah He Long. Komandan Yun menatap ke arah itu dan wajahnya berubah serius. "Lindungi Pangeran Ketiga!" Whush... Komandan Yun melesat dan pedangnya menebas ke depan. Slash... "Aaargh..." Jeritan menggema dan 5 pembunuh tewas dalam 1 tebasan. "Komandan Yun memang kuat." pria berjubah merah mendengus dingin dan pedang merah muncul di tangannya. Whush... Dia melesat dengan kecepatan tinggi dan mengayunkan pedangnya. Melihat itu, Komandan Yun menggertakkan gigi dan menyambut serangannya. Klaang Klaang... Senjata mereka beradu dan menciptakan percikan Energi. Komandan Yun mundur beberapa langkah dan lengannya sedikit bergetar. "Ahli Raja tingkat 5." Komandan Yun menatap lawannya dengan sorot mata serius. "Hahaha... Kamu hanya Ahli Raja tingkat 3 dan berani menghalangiku?" pria berjubah merah kembali menyerang. Bomm! Bomm! Pedang mereka kembali beradu dan menciptakan ledakan. Namun setiap benturan membuat Komandan Yun terdorong mundur. Bomm! Bomm! Ledakan terus menggema dan retakan mulai muncul di lantai kapal. Di sisi lain, para pembunuh terus membantai Pengawal Istana. "Aaargh..." Jeritan menggema tanpa henti dan para Pengawal jatuh satu persatu. Komandan Yun ingin membantu. Namun pria berjubah merah terus menahannya. "He Long, Kalau tidak ingin semua Pengawal mati, Menyerah lah." tiba-tiba pria itu menghentikan serangannya dan berteriak pada He Long. "Apakah Selir Mu yang menyuruh kalian?" namun He Long hanya menatap tenang pria berjubah merah. Dia menebak kelompok ini dibayar oleh Selir Mu. "Orang mati tidak perlu tahu!" Whush... Raung pria berjubah merah dan melompat ke arah He Long. "Jangan berharap bisa menyentuh Pangeran ketiga!" namun Komandan Yun lebih dulu berdiri di depan He Long dan menahan serangan itu. Bomm! Ledakan keras menggema dan melempar sang Komandan. "Komandan Yun!" teriak He Long mencoba menangkap Komandan Yun. Bugh... Namun justru dia juga terseret ke belakang bersama Komandan Yun. "Aaargh..." Jeritan menggema di saat He Long terlempar keluar dari kapal dan jatuh. "Pangeran ketiga!" Para Pengawal berseru panik saat melihat He Long dan Komandan Yun jatuh.Tidak lama kemudian dia tiba di lantai 2. Ruangan itu jauh lebih tenang dibandingkan lantai 1. Jumlah kios juga lebih sedikit. Namun aura berbagai harta jauh lebih kuat. Di setiap kios terlihat berbagai herbal berusia ratusan bahkan ribuan tahun. He Long pun menganggukkan kepala dengan puas. "Seperti yang diduga. Tempat ini memang berbeda." gumamnya pelan. Dia kemudian mengelilingi setiap kios dan melihat berbagai barang langka. Ada Buah Api Seribu Tahun, Teratai Es Ungu dan ada juga Batu Bintang Hitam yang biasa digunakan untuk menempa senjata. Namun semua itu bukan tujuan utamanya. Dia terus mencari hingga langkahnya berhenti di depan sebuah kios kecil. Di atas meja kayu itu terlihat 2 tanaman yang sangat dikenalnya. Jamur berwarna u
Beberapa saat kemudian, He Long dan semua Murid Pemburu tiba di sana. Tanpa membuang waktu, He Long lebih dulu naik ke arena pertarungan. "Siapa yang lebih dulu?" tanyanya menyapu pandangannya. "Cukup sombong juga bocah ini." para Murid Senior tertegun melihat mental He Long. Mereka tidak menyangka Murid baru yang berusia 18 tahun itu begitu berani. "Baik. Aku yang naik lebih dulu." teriak seorang Murid laki-laki dan melompat ke arena pertarungan. "Ada apa ini?" namun tiba-tiba sebuah suara datang dari langit. Semua Murid pun langsung mendongak dan membungkuk hormat. "Salam Tetua." ucap para Murid dengan hormat. "Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Tetua Gu dengan suara berat. Pemuda yang bernama Zhao Feng pun menangkupkan tangan. "Tetua Gu, kami hanya
3 hari kemudian. Whush... Kapal terbang melewati awan dan sebuah pegunungan besar terlihat di kejauhan. Puncak gunung itu sangat tinggi dan diselimuti kabut. Di antara gunung-gunung tersebut terlihat bangunan besar dengan aura kuno. He Long menatap pemandangan itu dengan kagum. "Ini adalah Sekte Gunung Langit." ucap Tetua Lin. Kapal terbang bergerak mendekati wilayah sekte. Dari kejauhan, sudah terlihat banyak bangunan megah dan lapangan latihan yang luas. Para Murid Sekte sedang melakukan latihan pedang dan teknik kultivasi. Ketika kapal Tetua Lin tiba, beberapa murid melihat ke arah mereka. "Tetua Lin sudah kembali." "Tapi siapa pemuda di samping Tetua?" Bisik-bisik tetangga terdengar di antara para murid. He Long tetap tenang dan tidak memperlihatkan perubahan.
Beberapa jam kemudian, Gerbang Kota Kemangi kembali terlihat.Penduduk yang sebelumnya bersembunyi satu demi satu keluar dari rumah mereka.Saat melihat bendera Provinsi Barat berkibar di Gerbang Kota, sorak gembira langsung terdengar."Kita menang!""Kota Kemangi kembali!"Tangis haru terdengar dari para warga.Ada yang memeluk keluarga mereka dan ada pula yang berlutut mengucapkan syukur.Jenderal Provinsi Barat memasuki Kota dan menatap para warga."Hari ini Kota Kemangi kembali menjadi milik Provinsi Barat!" ucapnya dengan suara lantang.Sorakan kemenangan kembali menggema.Para prajurit mengangkat senjata mereka.Klaang!Bunyi senjata beradu menggema sebagai tanda kemenangan.Namun He Long menatap pemandangan itu dari kejauhan.Dia melihat para prajurit yang terluka saling membantu dan para tabib sibuk mengobati korban.Api unggun dinyalakan di berbagai sudut Kota.Makanan dan minuman dibagikan kepada para prajurit.Suasana kemenangan menyelimuti Kota Kemangi.Jenderal Provinsi B
Namun dia tidak mencari lebih jauh.Tujuannya hanya membantu pasukan Provinsi Barat mengalahkan bandit.Pertempuran berlangsung hingga sore.Pasukan Provinsi Barat berhasil merebut beberapa bagian Kota.Para bandit mundur menuju bagian tengah Kota.Komandan pasukan mengangkat pedangnya."Jangan beri mereka kesempatan!" suaranya menggelegar di tengah-tengah kekacauan itu.Pasukan kembali bergerak dan pertempuran semakin sengit.He Long ikut membantu dari sisi lain tanpa menarik perhatian.Saat malam tiba, pertempuran belum berhenti.Cahaya teknik Energi Qi menerangi jalan-jalan Kota Kemangi.Bomm!Ledakan keras menggema dan menciptakan gelombang kejut.Klaang... Klaang...Bunyi senjata beradu menggema.Slash... "Aaargh..."Jeritan menggema dan korban berjatuhan.He Long berdiri di antara para prajurit yang terluka dan menghela napas.Pertempuran untuk merebut Kota Kemangi masih jauh dari selesai.Namun dengan kedatangan pasukan Provinsi Barat, harapan untuk mengambil kembali Kota itu s
Setelah membayar biaya inap dan masuk ke kamarnya, He Long membersihkan diri lebih dulu.Kemudian dia mengganti pakaiannya dan duduk bersila.Glup...Beberapa butir Pil Pemulih pun masuk ke mulutnya dan Energi Pemulihan mulai bekerja.Hingga keesokan harinya, dia hanya keluar kamar untuk makan.Kemudian kembali ke kamar dan memulihkan diri lagi.Setelah 2 hari memulihkan diri, akhirnya luka luar dan luka dalam miliknya telah pulih semuanya.Selain itu, dia juga sudah bisa menggunakan kekuatan puncak untuk bertarung."Aku tidak bisa terus seperti ini." tahu kekuatan musuh sangat kuat, akhirnya He Long memutuskan untuk menerobos 1 atau 2 tahap lagi.Dia mengeluarkan puluhan Alga Roh dan mulai memakannya.Kemudian menutup mata dan menyerap Energi Qi dari Alga Roh itu.Di hari ketiga.Bomm!Ledakan teredam terdengar yang kedua kalinya dari dalam tubuh He Long.Di mana pemuda ini menerobos ke ahli Langit bintang 1 tahap menengah.Whush...Aura ahli Langit pun meledak keluar dan menyelimuti







