تسجيل الدخولSetelah keduanya jatuh, kabut putih langsung menelan mereka dan tidak terlihat lagi.
Pria berjubah merah pun menatap ke jurang itu. "Hmph... Tidak mungkin dia masih hidup." ucapnya dan membalikkan badan. "Tinggalkan kapal ini!" perintahnya. "Baik." Whush... Whush... Jawab para pembunuh dan melesat meninggalkan kapal. Sementara itu di dalam jurang. He Long terus jatuh melewati kabut tebal. Angin dingin menerpa wajahnya dan darah sedikit menetes dari bahunya. Bomm! Ledakan menggema di saat sang Pangeran ketiga menabrak dasar jurang. Dan di detik itu juga, He Long tidak sadarkan diri dan darah menetes dari kepalanya. Darahnya kemudian mengalir membasahi dasar jurang dan memicu sesuatu. Whush... Formasi kuno aktif dan memancarkan cahaya yang menembak ke langit. Dan hanya dalam waktu yang singkat, sosok He Long tertelan kedalam cahaya dan menghilang. ******* Di saat yang sama di Istana Kerajaan. "Apa? Pemberontak menyergap Pangeran Ketiga?" He Tian yang mendapat laporan pun sangat terkejut. "Siapa yang berani menyerang Pangeran Kerajaan?" raung marah sang Raja. "Masih diselidiki, Yang Mulia." jawab salah satu Jenderal dengan gugup. "Selidiki semuanya! Bunuh siapapun yang terlibat! Ini adalah pemberontakan!" perintah sang Raja menatap tajam dan pada Jenderal itu. "Baik Yang Mulia." jawab sang Jenderal dengan gugup. ****** Di Kerajaan Yan. "Rombongan Pangeran ketiga disergap?" Raja Yan juga mendapat laporan yang sama. Para telik sandi mereka juga bekerja cukup cepat. Sehingga hanya dalam waktu yang singkat saja, laporan itu sudah sampai di telinganya. "Apakah ada petunjuk siapa penyerangnya?" tanya sang Raja. "Belum ada Yang Mulia. Masih di dalam penyelidikan." jawab Jenderal yang melapor. "Baiklah." Raja Yan hanya mengangguk dan melambaikan tangan. Karena He Long diserang dan jatuh ke dalam jurang, maka pernikahan ini akan dibatalkan. ****** Sementara itu di tempat lain. Whush... Saat ini He Long terlempar di sebuah tempat yang asing. Namun pemuda itu masih tidak sadarkan diri. Kemudian sesosok transparan muncul di depannya dan melayang 1 meter dari permukaan tanah. "Hmm...?" dia menatap He Long yang terbaring bersimbah darah itu dengan kening terangkat. Namun beberapa saat kemudian, dia sedikit bergetar saat melihat sesuatu dari He Long. "Tubuh Kaisar Langit?" ucapnya terkejut. "Hahahaha... Aku menemukan Murid Jenius. Muridku memiliki Tubuh Kaisar Langit!" tawa keras langsung menggema dari sosok transparan itu. Yang mana sosok itu adalah Xiao Chen. Yaitu Dewa Api dan Dewa Alkemis yang pernah mengguncang Alam Atas. Namun perang besar ribuan tahun lalu membuatnya gugur. Yang tersisa hanyalah jejak jiwanya di Makam Kuno ini. Xiao Chen menatap He Long dengan sorot mata puas. "Kalau bukan Tubuh Kaisar Langit, Tidak mungkin Formasi Kuno membawamu ke tempat ini. Takdir benar-benar menarik." ucapnya tersenyum kemenangan. Kemudian dia menempelkan telapak tangannya ke dada He Long. Whush... Lalu Api Emas masuk kedalam tubuh pemuda itu dan menyembuhkan luka-lukanya. Akhirnya luka robek mulai menutup dan darahnya juga berhenti mengalir. Namun He Long masih tdak sadarkan diri. "Baiklah. Karena takdir mempertemukan kita, Aku akan membuat namamu menggema di luar sana." Xiao Chen kemudian membawa He Long ke sebuah Istana Emas. Sesampainya di sana, dia meletakkan pemuda itu di atas ranjang dan memasukkan ramuan kedalam mulutnya. Setelah mengobati pemuda itu, Xiao Chen keluar kamar dan menunggunya siuman. 3 hari kemudian. "Aakh..." He Long siuman dan meringis kesakitan. Dia merasakan sekujur tubuhnya sakit semua. "Akhirnya kamu sadar juga, Bocah." tiba-tiba sebuah suara datang dari arah pintu masuk. He Long pun menoleh dan melihat sosok transparan melayang ke arahnya. "Kamu... Siapa kamu...?" He Long ketakutan dan menggeser mundur pantatnya. "Jangan takut anak muda. Aku tidak akan menyakitimu." Xiao Chen tersenyum dan mendekati ranjang. He Long kemudian teringat semua yang dia alami sebelumnya. Di mana dia bersama rombongan disergap dan pertempuran pecah. Kemudian dia menangkap Komandan Yun dan keduanya jatuh dari kapal. "Apakah Senior yang menolong ku?" akhirnya dia menurunkan kewaspadaan dan menatap Xiao Chen. "Hmm..." Xiao Chen mengangguk ringan. Kemudian dia menatap pemuda itu dan memperhatikan tubuhnya. "Namaku Xiao Chen. Siapa namamu?" tanyanya. "Junior bernama He Long, Senior." pemuda itu memaksakan diri untuk menangkupkan tangan. Namun dia tidak mampu melakukannya. "Jangan paksakan dirimu." Xiao Chen tersenyum lembut. "Baiklah He Long, Apa kamu mau menjadi Muridku?" Jiwa tua itu tidak berbelit-belit lagi dan ingin mengangkat He Long sebagai Muridnya. "Murid?" He Long mengira dia salah dengar. Selama ini dia dianggap sampah yang tidak berguna. Dia tidak memiliki dantian untuk berkultivasi dan menyerap Energi Qi. Kenapa tiba-tiba jiwa tua itu mengangkatnya sebagai Murid? "Maaf Senior. Bukannya aku tidak mau. Hanya saja..." He Long tersenyum kecut dan menjelaskan kondisi tubuhnya. Dan saat menjelaskannya, dia hanya bisa mengepalkan tangan dan ingin menyerah saja. "Sampah? Hahahaha..." Xiao Chen tidak bisa menahan tawa saat mendengar julukan sampah yang disemat He Long. Bagaimana mungkin pemilik Tubuh Kaisar Langit disebut sampah? "Apakah aku serendah itu?" He Long tersenyum kecut melihat tawa Xiao Chen. Dia mengira Xiao juga menghinanya. "Bocah..." Akhirnya jiwa tua itu menjelaskan kondisi tubuh He Long. Di mana dia memiliki Tubuh Kaisar Langit. Yaitu Eksistensi yang menentang Langit. Namun untuk menjadi kultivator, dibutuhkan sumber daya yang besar untuk menghancurkan dinding pertamanya. Jika berhasil menghancurkan dinding itu, maka masa depan He Long tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. "Apakah yang senior katakan itu benar?" setelah Xiao Chen menjelaskan panjang kali lebar, He Long menatap serius padanya dan menanyakan kebenarannya. "Tentu saja benar. Karena itulah aku ingin mengangkat..." "Murid memberi hormat pada Guru." sebelum Xiao Chen menyelesaikan kalimatnya, He Long lebih dulu memaksakan diri dan berlutut. Dia tidak peduli penjelasan Xiao Chen ini benar atau tidak. Selama ada peluang menjadi seorang kultivator, dia tidak akan melepaskan peluang itu. "Hahahaha... Bagus. Bagus sekali." Xiao Chen tertawa keras melihat He Long berlutut. Namun dia langsung melambaikan tangan dan menyuruh Muridnya duduk kembali. "Sebelum membuatmu bisa berkultivasi, Kamu harus memulihkan tubuhmu lebih dulu." Xiao Chen kembali memberikan ramuan pada He Long. "Baik Guru." He Long mengambil ramuan itu dan menelannya. Dia tidak sabar untuk menjadi seorang kultivator seperti mimpinya. "Baiklah. Sekarang pulihkan dirimu." Xiao Chen tersenyum dan meninggalkan Muridnya. "Jika aku berhasil menjadi kultivator, Aku akan membungkam mulut kalian semua." He Long mengepalkan tangan dan menatap ramuan di depannya. Dan setelah Gurunya keluar, He Long menelan ramuan itu dan beristirahat lagi. Dia berharap bisa pulih secepatnya dan berlatih seperti janji Gurunya.7 hari kemudian.Mentari baru saja muncul dari balik pegunungan dan lonceng Sekte Gunung Langit berbunyi 9 kali.Dong... Dong... Dong...Suara lonceng bergema ke berbagai puncak gunung dan para Murid menghentikan kultivasi mereka.Hari ini adalah hari Kompetisi Murid Pemburu.Di Halaman Utama Murid Pemburu.Arena batu berukuran raksasa sudah dipenuhi para Murid Pemburu dan para Tetua.Di kursi paling depan, Tetua Lin dan Tetua Gu duduk dengan wajah tenang.Tidak jauh dari mereka, Ketua Sekte juga hadir bersama para Tetua lainnya.Para Murid Dalam dan Murid Elite hanya bisa melihat dari luar arena.Mereka tidak memiliki hak untuk memasuki wilayah Murid Pemburu.Whush...He Long melesat dari puncak gunung miliknya dan mendarat di pinggir arena.Hari ini dia masih menggunakan nama Han Li.Pakaiannya berwarna putih dengan corak emas dan pedang tergantung di pinggangnya.Saat dia muncul, hanya sedikit Murid yang mengenalinya."Itu Han Li.""Murid baru yang dijadikan Murid Pemburu.""Aku de
Lelang kembali berlanjut. Setelah beberapa item dilelang, wanita pelelang membawa sebuah kotak kecil. "Item terakhir dalam sesi ketiga." "Jamur Kaisar Langit." Begitu nama itu terdengar, para Murid Pemburu berubah serius. Wanita pelelang membuka kotak tersebut. Sebuah jamur putih dengan pola emas terlihat di dalamnya. "Jamur ini berasal dari wilayah rahasia kuno." "Jika dikonsumsi oleh ahli Langit, benda ini bisa membantu meningkatkan kultivasi 1 tahap." "Untuk Murid Pemburu yang sedang mencari terobosan, item ini memiliki nilai luar biasa." jelas si wanita. Penjelasan itu membuat banyak peserta tertarik. Harga awal diumumkan. "10 juta koin emas." "20 juta koin emas." "30 juta koin emas."
"500 ribu koin emas, apakah ada yang ingin memberikan penawaran lebih tinggi?" tanya wanita pelelang. Namun tidak ada suara lain. "Terjual kepada Tuan Muda di bagian belakang dengan harga 500 ribu koin emas." ucap wanita pelelang sambil mengetuk palu kayu. He Long menerima Bunga Naga Api beberapa saat kemudian. Dia menyimpan bunga itu ke dalam cincin penyimpanan. Para peserta kembali melihatnya dengan rasa penasaran. Namun tidak ada yang mengetahui identitas aslinya. Lelang terus berlanjut. He Long beberapa kali memberikan penawaran untuk beberapa bahan kultivasi langka. Setiap kali dia membeli sesuatu, para Murid lain semakin penasaran. "Siapa pemuda itu?" "Aku belum pernah melihatnya di Sekte." "Dia berani menghabiskan ratusan ribu k
"Senior." He Long melihat seorang Murid Elite dan memanggilnya. "Ada yang bisa ku bantu?" tanya Murid itu menoleh. He Long menganggukkan kepala. "Kenapa begitu banyak Tuan Muda dan Nona Muda naik ke lantai 3?" tanyanya. Murid Elite itu tersenyum. "Adik junior baru datang ke Sekte?" "Benar Senior." He Long menganggukkan kepala. "Hari ini ada Pelelangan Tahunan Paviliun Harta Karun." jelasnya. "Pelelangan?" kening He Long kembali terangkat. "Setiap tahun Paviliun Harta Karun melelang berbagai harta langka." "Kadang ada Pil tingkat tinggi, senjata kuno dan teknik kultivasi langka." "Semua barang itu berasal dari Reruntuhan kuno dan wilayah rahasia." Murid Elite itu menganggukkan kepala. He Long sedikit tertarik dengan pelelangan ini. Kalau benar ada berbagai harta langka, mungkin dia menemukan sesuatu yang be
Tidak lama kemudian dia tiba di lantai 2. Ruangan itu jauh lebih tenang dibandingkan lantai 1. Jumlah kios juga lebih sedikit. Namun aura berbagai harta jauh lebih kuat. Di setiap kios terlihat berbagai herbal berusia ratusan bahkan ribuan tahun. He Long pun menganggukkan kepala dengan puas. "Seperti yang diduga. Tempat ini memang berbeda." gumamnya pelan. Dia kemudian mengelilingi setiap kios dan melihat berbagai barang langka. Ada Buah Api Seribu Tahun, Teratai Es Ungu dan ada juga Batu Bintang Hitam yang biasa digunakan untuk menempa senjata. Namun semua itu bukan tujuan utamanya. Dia terus mencari hingga langkahnya berhenti di depan sebuah kios kecil. Di atas meja kayu itu terlihat 2 tanaman yang sangat dikenalnya. Jamur berwarna u
Beberapa saat kemudian, He Long dan semua Murid Pemburu tiba di sana. Tanpa membuang waktu, He Long lebih dulu naik ke arena pertarungan. "Siapa yang lebih dulu?" tanyanya menyapu pandangannya. "Cukup sombong juga bocah ini." para Murid Senior tertegun melihat mental He Long. Mereka tidak menyangka Murid baru yang berusia 18 tahun itu begitu berani. "Baik. Aku yang naik lebih dulu." teriak seorang Murid laki-laki dan melompat ke arena pertarungan. "Ada apa ini?" namun tiba-tiba sebuah suara datang dari langit. Semua Murid pun langsung mendongak dan membungkuk hormat. "Salam Tetua." ucap para Murid dengan hormat. "Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Tetua Gu dengan suara berat. Pemuda yang bernama Zhao Feng pun menangkupkan tangan. "Tetua Gu, kami hanya







