Mag-log inSeminggu kemudian.
Setelah satu minggu berlalu, akhirnya luka-luka He Long telah pulih semuanya. Dan sesuai janjinya. Hari ini Xiao Chen akan memberikan ramuan untuk menghancurkan dinding di dantian He Long. "Ramuan ini bernama Ramuan Peledak Energi." ucap Xiao Chen menatap Muridnya. "Ramuan ini akan menghancurkan dinding pertama Tubuh Kaisar Langit milikmu." "Tapi rasa sakitnya akan sangat mengerikan. Jika tekadmu goyah, Semua usahamu akan sia-sia." jelasnya. He Long mengepalkan kedua tinjunya. "Guru, Murid sudah menunggu hari ini selama bertahun-tahun." "Seberat apa pun rasa sakitnya, Murid tidak akan menyerah." jawabnya bertekad. "Hahaha... Bagus." Xiao Chen mengangguk puas dan menyerahkan botol giok itu. "Minumlah." "Baik Guru." He Long membuka tutup botol dan menelan seluruh isi ramuan itu tanpa ragu. Gluk... Beberapa tarikan napas kemudian, Energi panas meledak dari dalam perut He Long. "Aaagh..." He Long mengerang dan urat-urat di lehernya menonjol. Gelombang Energi mulai mengalir ke setiap meridian. Rasa sakit itu jauh melampaui dugaan He Long. Seolah jutaan jarum menusuk setiap meridiannya tanpa henti. "Kendalikan pikiranmu dan jangan biarkan Energi itu menguasai mu!" ucap Xiao Chen. "Baik Guru!" He Long menggertakkan giginya dan terus bertahan. Whush... Gelombang Energi terus bergerak semakin cepat. Meridian He Long mulai mengembang dan aura panas memenuhi ruangan. Bomm! Suara ledakan kembali menggema dari dalam dantian He Long. Retakan kecil mulai muncul pada dinding pertama yang selama ini menyegel dantiannya. Kraakk... Retakan pertama akhirnya muncul. Namun retakan itu masih sangat kecil. "Lanjutkan! Ramuan itu belum selesai bekerja." Xiao Chen menatap serius. He Long mengangguk dan terus menahan rasa sakit. "Aaagh..." Keringat membasahi pakaiannya dan napasnya mulai tidak teratur. Namun tekad di dalam matanya tidak sedikit pun berkurang. Whush... Energi kembali mengalir semakin deras. Namun sedikit demi sedikit retakan mulai menyebar ke seluruh permukaan dinding pertama. Melihat itu, Xiao Chen mengangguk puas. "Bagus. Teruskan dan jangan berhenti." Bomm! Ledakan lain kembali menggema dan Energi di dalam meridian He Long berubah semakin liar. "Aaaagh..." He Long meraung keras dan mengepalkan kedua tinjunya. Pembuluh darah di lengannya mulai menonjol. Namun dia tetap bertahan. Dia teringat semua penghinaan yang diterimanya sejak kecil. Dia teringat semua ejekan rakyat. Dia teringat para Pangeran yang merendahkannya. Dia juga teringat penghinaan para pejabat di Aula Utama. Semua kenangan itu berubah menjadi tekad. "Aku akan menjadi kultivator!" raung He Long. Bomm! Energi kembali meledak dan retakan mulai memenuhi seluruh permukaan dinding pertama. Namun dinding itu masih bertahan. "He Long! Ini kesempatan terakhirmu. Hancurkan dinding itu!" Xiao Chen berseru keras. "Baik Guru!" He Long meraung dan seluruh Energi di dalam meridiannya berkumpul menjadi satu. Whush... Semua Energi mengalir ke dantian dan ledakan keras kembali menggema. Kraakk... Dinding pertama akhirnya pecah dan hancur berkeping-keping. Whush... Dalam waktu yang sama, Energi Qi mengalir deras ke arah dantian He Long. Energi Qi terus mengalir tanpa henti. Dantian yang bertahun-tahun tertutup dan kosong itu akhirnya terbuka dan terisi. Aura He Long juga mulai meningkat dengan kecepatan luar biasa. Bomm! Ledakan teredam kembali terdengar dan gelombang Energi menyapu ruangan. Rambut hitam He Long berkibar dan aura kultivator mulai terpancar darinya. Tidak lama kemudian, aura Ahli Bumi bintang 1 tahap awal meledak keluar dari tubuh He Long. Whush... Gelombang aura menyapu ruangan itu dan menggetarkannya. "Hahaha... Kamu berhasil, Bocah!" Xiao Chen tertawa keras. He Long pun membuka mata dan merasakan Energi Qi yang mengalir di dalam dantiannya. Perasaan itu benar-benar berbeda. Selama bertahun-tahun dia hanya bisa melihat orang lain berkultivasi. Namun hari ini dia akhirnya menjadi seorang kultivator. "Guru... Aku sudah bisa berkultivasi." suara He Long sedikit bergetar. "Tentu saja. Aku sudah mengatakan kalau kamu bukan sampah." Xiao Chen mengangguk ringan. "Aku..." He Long mengepalkan kedua tinjunya. Kemudian dia menatap langit-langit Istana dengan mata yang sedikit memerah. "Ibu, Anakmu sudah bisa berkultivasi." ucapnya dengan mengepalkan tangannya. He Long kemudian menundukkan kepala dan air matanya menetes tanpa mampu dia tahan. Semua penghinaan yang dipendam selama bertahun-tahun ini akhirnya terbayarkan. Melihat suasana hati Muridnya yang berubah, Xiao Chen tidak mengganggu dan membiarkan Muridnya meluapkan semua perasaannya. Tidak lama kemudian. He Long mengusap air matanya dan menarik napas panjang. "Terima kasih Guru. Aku tidak akan melupakan kebaikan Guru." "Hahaha... Kalau ingin membalasnya, Jadilah kultivator terkuat." Xiao Chen kembali tertawa. "Baik Guru." He Long mengangguk dengan sorot mata penuh tekad. Beberapa hari kemudian. He Long menggunakan waktu itu untuk menstabilkan ranah kultivasinya. Energi Qi di dalam dantiannya juga semakin stabil. Xiao Chen kemudian memanggil Muridnya ke sebuah ruangan. "Hari ini pelatihanmu dimulai." ucap Xiao Chen menatap Muridnya. "Aku sudah siap Guru." He Long menganggukkan kepala. "Bagus. Kita mulai." Xiao Chen melambaikan lengan bajunya. Whush... Api Emas muncul di tengah ruangan dan Api itu memancarkan aura kuno yang Agung. Walaupun Api itu menyala hebat, tapi lantai batu sama sekali tidak rusak. He Long menatap Api Emas itu dengan rasa penasaran. "Api apa ini Guru?" tanyanya penasaran. "Api ini akan menempa tubuh fisik dan jiwamu." jelas Xiao Chen. "Ditempa?" He Long sedikit tertegun. "Benar. Tubuh Kaisar Langit tidak cukup hanya memiliki dantian. Fisik dan jiwamu juga harus ditempa." Xiao Chen mengangguk dan melambaikan tangannya. Whush... Api Emas langsung menyelimuti sekujur tubuh He Long. Namun Api itu tidak membakar pakaian atau kulitnya. Bahkan tidak ada rasa panas sama sekali. Yang dia rasakan hanyalah gelombang hangat yang terus mengalir di dalam tubuhnya. Namun beberapa tarikan napas kemudian, rasa sakit yang luar biasa mulai terasa di setiap tulang dan meridian. "Aagh..." He Long mengerang pelan. "Tahan rasa sakitnya." ucap Xiao Chen. "Baik Guru." He Long menggertakkan gigi dan menahan rasa sakit dan panas itu. Sementara itu di dalam tubuhnya, Api Emas terus menempa tubuh fisik dan jiwanya. Sedikit demi sedikit tulangnya berubah semakin kuat. Energi Qi di dalam dantiannya juga terus berputar mengikuti irama Api Emas. 3 jam kemudian. Setelah 3 jam berlalu, He Long masih bertahan di dalam Api Emas. Walaupun keringat terus mengalir dari dahinya, namun sorot matanya dipenuhi tekad yang kuatn Xiao Chen mengangguk puas. "Ketahanan bocah ini jauh melampaui dugaanku. Benar-benar pantas menjadi pemilik Tubuh Kaisar Langit." Whush... Api Emas terus menempa tubuh fisik dan jiwa He Long. Aura ahli Bumi bintang 1 tahap awal miliknya juga menjadi semakin kokoh. Hingga akhirnya Xiao Chen kembali melambaikan tangan dan Api Emas masuk ke tangannya. He Long pun membuka matanya dan menghembuskan nafas panas. Walaupun sangat lelah, tapi dia merasakan perubahan yang sangat besar. Tubuh fisik dan jiwanya menjadi jauh lebih kuat.7 hari kemudian.Mentari baru saja muncul dari balik pegunungan dan lonceng Sekte Gunung Langit berbunyi 9 kali.Dong... Dong... Dong...Suara lonceng bergema ke berbagai puncak gunung dan para Murid menghentikan kultivasi mereka.Hari ini adalah hari Kompetisi Murid Pemburu.Di Halaman Utama Murid Pemburu.Arena batu berukuran raksasa sudah dipenuhi para Murid Pemburu dan para Tetua.Di kursi paling depan, Tetua Lin dan Tetua Gu duduk dengan wajah tenang.Tidak jauh dari mereka, Ketua Sekte juga hadir bersama para Tetua lainnya.Para Murid Dalam dan Murid Elite hanya bisa melihat dari luar arena.Mereka tidak memiliki hak untuk memasuki wilayah Murid Pemburu.Whush...He Long melesat dari puncak gunung miliknya dan mendarat di pinggir arena.Hari ini dia masih menggunakan nama Han Li.Pakaiannya berwarna putih dengan corak emas dan pedang tergantung di pinggangnya.Saat dia muncul, hanya sedikit Murid yang mengenalinya."Itu Han Li.""Murid baru yang dijadikan Murid Pemburu.""Aku de
Lelang kembali berlanjut. Setelah beberapa item dilelang, wanita pelelang membawa sebuah kotak kecil. "Item terakhir dalam sesi ketiga." "Jamur Kaisar Langit." Begitu nama itu terdengar, para Murid Pemburu berubah serius. Wanita pelelang membuka kotak tersebut. Sebuah jamur putih dengan pola emas terlihat di dalamnya. "Jamur ini berasal dari wilayah rahasia kuno." "Jika dikonsumsi oleh ahli Langit, benda ini bisa membantu meningkatkan kultivasi 1 tahap." "Untuk Murid Pemburu yang sedang mencari terobosan, item ini memiliki nilai luar biasa." jelas si wanita. Penjelasan itu membuat banyak peserta tertarik. Harga awal diumumkan. "10 juta koin emas." "20 juta koin emas." "30 juta koin emas."
"500 ribu koin emas, apakah ada yang ingin memberikan penawaran lebih tinggi?" tanya wanita pelelang. Namun tidak ada suara lain. "Terjual kepada Tuan Muda di bagian belakang dengan harga 500 ribu koin emas." ucap wanita pelelang sambil mengetuk palu kayu. He Long menerima Bunga Naga Api beberapa saat kemudian. Dia menyimpan bunga itu ke dalam cincin penyimpanan. Para peserta kembali melihatnya dengan rasa penasaran. Namun tidak ada yang mengetahui identitas aslinya. Lelang terus berlanjut. He Long beberapa kali memberikan penawaran untuk beberapa bahan kultivasi langka. Setiap kali dia membeli sesuatu, para Murid lain semakin penasaran. "Siapa pemuda itu?" "Aku belum pernah melihatnya di Sekte." "Dia berani menghabiskan ratusan ribu k
"Senior." He Long melihat seorang Murid Elite dan memanggilnya. "Ada yang bisa ku bantu?" tanya Murid itu menoleh. He Long menganggukkan kepala. "Kenapa begitu banyak Tuan Muda dan Nona Muda naik ke lantai 3?" tanyanya. Murid Elite itu tersenyum. "Adik junior baru datang ke Sekte?" "Benar Senior." He Long menganggukkan kepala. "Hari ini ada Pelelangan Tahunan Paviliun Harta Karun." jelasnya. "Pelelangan?" kening He Long kembali terangkat. "Setiap tahun Paviliun Harta Karun melelang berbagai harta langka." "Kadang ada Pil tingkat tinggi, senjata kuno dan teknik kultivasi langka." "Semua barang itu berasal dari Reruntuhan kuno dan wilayah rahasia." Murid Elite itu menganggukkan kepala. He Long sedikit tertarik dengan pelelangan ini. Kalau benar ada berbagai harta langka, mungkin dia menemukan sesuatu yang be
Tidak lama kemudian dia tiba di lantai 2. Ruangan itu jauh lebih tenang dibandingkan lantai 1. Jumlah kios juga lebih sedikit. Namun aura berbagai harta jauh lebih kuat. Di setiap kios terlihat berbagai herbal berusia ratusan bahkan ribuan tahun. He Long pun menganggukkan kepala dengan puas. "Seperti yang diduga. Tempat ini memang berbeda." gumamnya pelan. Dia kemudian mengelilingi setiap kios dan melihat berbagai barang langka. Ada Buah Api Seribu Tahun, Teratai Es Ungu dan ada juga Batu Bintang Hitam yang biasa digunakan untuk menempa senjata. Namun semua itu bukan tujuan utamanya. Dia terus mencari hingga langkahnya berhenti di depan sebuah kios kecil. Di atas meja kayu itu terlihat 2 tanaman yang sangat dikenalnya. Jamur berwarna u
Beberapa saat kemudian, He Long dan semua Murid Pemburu tiba di sana. Tanpa membuang waktu, He Long lebih dulu naik ke arena pertarungan. "Siapa yang lebih dulu?" tanyanya menyapu pandangannya. "Cukup sombong juga bocah ini." para Murid Senior tertegun melihat mental He Long. Mereka tidak menyangka Murid baru yang berusia 18 tahun itu begitu berani. "Baik. Aku yang naik lebih dulu." teriak seorang Murid laki-laki dan melompat ke arena pertarungan. "Ada apa ini?" namun tiba-tiba sebuah suara datang dari langit. Semua Murid pun langsung mendongak dan membungkuk hormat. "Salam Tetua." ucap para Murid dengan hormat. "Apa yang sedang kalian lakukan?" tanya Tetua Gu dengan suara berat. Pemuda yang bernama Zhao Feng pun menangkupkan tangan. "Tetua Gu, kami hanya







