Share

Bab 634

Penulis: Pujangga
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-03 20:04:48

“Kakak? Balada? Bukankah namanya Sakai?” kini giliran Anantari yang melebarkan mata.

“Sakai?” putri Arum dan Arga menatap Anantari secara bersamaan.

“Kalian ternyata sudah saling mengenal? Ta-tapi mengapa harus bertarung?” Arga mengerutkan kening.

“Kak Tari mengapa tega menyakiti kak Balada?” putri Arum tiba-tiba berubah kesal.

“Tunggu! Tunggu! Jadi kalian semua bersaudara?” tanya Anantari sebelum menjawab pertanyaan Arga dan putri Arum.

“Hmmm,” ketiganya mengangguk secara bersamaan.

“A-aku yang salah jika begitu,” Anantari menunduk malu.

“Memang ada apa kak?” tanya Arga penasaran.

“Iya, ada apa kak?” Putri Arum turut melontarkan pertanyaan, sedangkan Balada hanya terdiam khawatir Anantari kembali marah.

“I-ini hanya salah paham adik kecil. Maafkan kakak,” ungkap Anantari.

Selanjutnya, Anantari menceritakan prihal Anjeli, membuat Arga dan putri Arum mengerti.

Namun tindakan Anantari yang arogan tetap saja tidak diterima oleh keduanya.

Sehingga Arga dan Putri Arum secara bergantian men
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Legenda Pendekar Biru   Bab 1180

    “Ilusi kebalikan. Bukankah ini mirip kemampuan pedang Kak Arga? Ta-tapi ini jauh lebih sulit dan lebih mematikan. Dasar tongkat bedebah!” Nayaka mulai mengerti saat mendapati permukaan tongkat semesta kembali utuh setelah semua luka yang dia dapatkan pindah ke tubuh Nayaka.Ini mirip dengan teknik cermin abadi pada pedang kebalikan. Apa pun yang kita lakukan terhadap si pemilik pedang akan berbalik kepada diri kita sendiri.Hanya bedanya, jurus dari tongkat semesta ini terjadi di dalam dunia ilusi sehingga Nayaka menemukan jalan buntu untuk mematahkannya.“Ingin mempermainkanku, cih! Tidak akan kubiarkan!” Nayaka mengibaskan tangan, membuka kembali kurungan sutra kegelapan yang melindungi dirinya.Setelah itu Nayaka melesat tinggi ke atas, mengayunkan pedang berniat menebas tongkat raksasa.Namun meski hanya sebatas tongkat, benda besar tersebut juga tidak tinggal diam.Mendapati dirinya akan ditebas oleh kekuatan tingkat tinggi, tongkat semesta pun segera bergerak melakukan perlawana

  • Legenda Pendekar Biru   Bab 1179

    Sebelum bertemu dengan seluruh keluarga, Lintang lebih dulu menemui Nayaka yang waktu itu kebetulan sedang berlatih mempertajam kanuragannya.Di sebuah arae kosong di belakang kaputren Manik Segoro, Nayaka melayang, melompat, berputar, dan melesat sembari menebaskan pedang.Batuan serta karang yang berada di radius 200 meter dari tempatnya akan langsung hancur berhamburan sebelum kemudian melebur menjadi abu.Padahal waktu itu Nayaka tidak mengayunkan serangannya ke arah bawah, melainkan ke atas samudra hingga di permukaan laut tercipta gelombang-gelombang tsunami besar.Hal tersebut menandakan bahwa dalam setahun ini, kanuragan Nayaka mengalami perkembangan yang sangat pesat, yang membuat Lintang begitu terkagum terhadap semangat kependekarannya.Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Lintang yang sedari tadi sudah tidak sabar pun langsung menghilang dari pandangan.Kemudian secara tiba-tiba, dia muncul tepat di hadapan Nayaka dengan telah melepaskan tinjunya.Hiukkk!Kepalan tangan

  • Legenda Pendekar Biru   Bab 1178

    Dua hari setelah pertarungan, kondisi Lintang pun mulai membaik.Namun itu bukanlah kabar yang menggembirakan karena biasanya, Luka apa pun yang Lintang derita akan sembuh hanya dalam hitungan tarikan napas.Mendapati hal tersebut, kini semua orang jadi tahu bahwa Lintang sejatinya memang sedang mengalami penyakit yang serius.Baik Balada, Saudagar Weda, Kianati Dharma, Ratu Gayatri, Prabu Dewangga, Raden Buana, Prabu Masalemba, bahkan sampai Linguy sekali pun sempat bertanya mengenai penyakit apa yang dideritanya?Namun satu pun tidak ada yang pernah Lintang jawab.Lintang benar-benar tidak ingin keluarganya tahu tentang apa yang tengah dideritanya.Dia hanya mengatakan bahwa dirinya sengaja memperlambat kesembuhan agar bisa beristirahat lebih lama.Akan tetapi siapa yang percaya, semua orang bisa melihat kebohongan pemuda itu. Hanya saja mereka lebih memilih diam karena tidak ingin menambah beban pikiran Lintang.Bahkan Anantari, Putri Asmara, dan Atmarani juga ikut berpura-pura, be

  • Legenda Pendekar Biru   Bab 1177

    Puncak kekuatan cahaya melawan kesaktian legenda dari Peri Kehidupan. Sebuah pertempuran luar biasa terbesar yang pernah ada.Semua orang berharap-harap cemas di luar sangkar. Meraka tidak bisa mencampuri pertarungan keduanya karena terhalang kayu pelindung dari gunung ottoka.Sesaat Balada memang sempat kewalahan oleh puncak kekuatan cahaya milik Lintang.Akan tetapi beberapa tarikan napas berikutnya, Balada berhasil menguasai alur pertarungan.Dia bahkan mampu menghajar Lintang habis-habisan, sampai Lintang beberapa kali terjungkal memuntahkan darah hitam.Namun bagaimana pun, Balada tidak berniat membunuh Lintang. Dia hanya berusaha memaksa Lintang untuk sadar agar bisa melihat kenyataan.Dan benar saja, setelah mendapatkan luka yang cukup parah, kesadaran Lintang akhirnya kembali.Dia mematung dalam posisi berlutut, tertegun dengan apa yang dilihatnya.“Ka-kakak ..., mengapa kita bertarung?” Lintang menatap bingung dengan mata berkaca-kaca.Mendengar itu, Balada sontak saja sangat

  • Legenda Pendekar Biru   Bab 1176

    Saudagar Weda Warta dan Kianti Dharma hampir melesat menyelamatkan Balada.Mereka tidak lagi sanggup menyaksikan kedua putra tercintanya bertarung beradu nyawa.Bagaimana pun, kesaktian Balada berada jauh di bawah Lintang. Saudagar Weda dan Kianti Dharma tidak mau salah satu putra mereka celaka.Terlebih Lintang saat ini masih dikuasai emosi, sehingga baik Balada mau pun Lintang, keduanya akan sama-sama menderita.Tidak ada hal baik dari sebuah pertarungan, apalagi pertarungan antara saudara.Jika pun Balada bisa mengalahkan Lintang, dia tidak akan mendapat apa-apa selain kesedihan.Begitu pula dengan Lintang, andai Balada meninggal dalam pertarungan dan suatu saat Lintang sadar, maka Lintang akan kehilangan jati dirinya.“Putraku, sudah cukup nak! Jangan lanjutkan!” teriak Kianti Dharma.“Bundamu benar nak. Kekerasan hanya akan semakin menyulut amarah. Kasihan adikmu, biarkan dia tenang, biar waktu yang memulihkan kondisinya,” Saudagar Weda benar-benar cemas.Keduanya tidak bisa mend

  • Legenda Pendekar Biru   Bab 1175

    Semua orang tidak bisa main-main dengan kesaktian Lintang karena meski tubuh Lintang dalam keadaan terluka, tetapi puncak kekuatannya tetap saja bisa menghancurkan dunia dengan sangat mudah.Selain Lesmana, Galuh, dan Raja Kancradaka, tidak ada lagi yang mengetahui tentang luka tersebut.Mereka sengaja menyembunyikannya agar tidak menciptakan kesedihan lain di hati semua orang. Terlebih keluarga Wardana dan Weda Warta.Anantari, Putri Asmara, Atmarani, Putri Widuri, Putri Purbararang, Putri Shalya, Mayang, Pangeran Arundia, Anjeli, Jinggo, Asgar, Limo, Samhu, Linguy, Cantika Ayu, Yunla, Nindhi, Saudagar Weda, Kianti Dharma, Prabu Dorokundo, Raja Tunggara Setya, Raden Rakean, Prabu Tapa Mukti, Prabu Lhangkem Lhamuri, Prabu Dewangga, Raden Buana, Ratu Ambar, Ratu Isyana, Ratu Utari, Kanjeng Ratu Kidul, bahkan Ratu Gayatri sudah berkumpul berdiri di tepi medan laga yang sudah para sakti beri segel pelindung.Termasuk Raja Masalemba dan Senopati Drupada, mereka juga turut hadir karena in

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status