Home / Fantasi / Legenda Tongkat Semesta Bagian 2 / Bab 123 Delapan Raksasa

Share

Bab 123 Delapan Raksasa

Author: Pujangga
last update publish date: 2026-04-05 19:16:15

Suasana dingin dan pekatnya salju tidak menyurutkan pengintaian Lintang di atas langit.

Dhanang, Sadjiman, dan Limo tidak lagi berani bersuara karena aura kedatangan musuh sudah terasa.

Namun sampai saat ini Lintang masih belum bergerak karena rombongan warga belum cukup jauh dari desa.

“Lihat di sana tuan?” tunjuk Dhanang ke arah daratan.

“Itu …?” Sadjiman mengerutkan kening.

“Kwii, kwii,” ujar Limo kepada Lintang.

“Benar, itulah raksasa yang selalu masuk ke dalam desa,” ungkap Lintang.

“Me-me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 246 Raja Kegelapan Vs Kenaka

    Siluman anjing tersebut sangat terkejut mendapati sosok mengerikan yang tidak asing di matanya.Tentu saja, siapa yang tidak mengenal raja kegelapan. Monster keji yang pernah menggemparkan seluruh semesta.Bahkan dewa kegelapan sekali pun pernah kewalahan menghadapinya sehingga dia menghasut para kesatria di seluruh alam semesta untuk melenyapkannya.“Hahaha, sungguh indahnya dunia ini. Tidak kusangka, ratusan ribu tahun kutinggalkan ternyata masih tetap sama. Alam selalu saja kelam dipenuhi dendam dan kenistaan, selamat berjumpa lagi anjing burik. Aku senang kau sekarang memiliki majikan yang cocok denganmu, hahaha,” raja kegelapan tertawa terbahak-bahak membuat Kenaka sedikit terpundur mendengarnya.Meski Kenaka bisa merasakan bahwa kekuatan raja kegelapan tidak setinggi dulu, tapi pamor dan aura membunuh makhluk itu masih sama seperti dulu. Begitu menekan dan menakutkan.“Mengapa kau takut sialan! Ayo bertarung dan tunjukan kepadaku seberapa hebat kekuatan terkutuk keluarga sang Hy

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 245 Musuh Lama Semesta

    Pada akhirnya, panglima besar Burisrawa harus pasrah tewas di tangan Mayang.Seperti petunjuk dari Nayaka yang mengatakan bahwa membunuh musuh itu harus dengan cara beradab, baik, dan sopan.Maka Mayang pun dengan sangat kejam menarik tulang punggung Burisrawa tanpa ampun, membuat tokoh besar pemimpin pasukan musuh tersebut berlalu menuju alam baka dengan rasa sakit yang amat menyiksa.Dia mati secara perlahan setelah kehabisan darah, sebuah kematian paling tidak manusiawi yang pernah terjadi di dalam perang.Selesai dengan Burisrawa, Nayaka dan Mayang melanjutkan pesta pembantaiannya kepada para panglima yang lain.Keduanya sengaja memilih siapa pun yang memiliki kanuragan paling besar di antara rombongannya.Sedangkan panglima Tubula mati dalam waktu singkat di tangan Dewi Rembulan. Meski sama-sama tewas, setidaknya dia sangat beruntung karena tidak bertemu dengan Mayang dan Nayaka.Di mana setiap panglima yang bertemu dengan mereka akan mengalami siksaan yang amat kejam.Bahkan As

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 244 Nasib Naas Burisrawa

    Selesai memulihkan semua pasukan yang terluka, Nayaka dan semua orang segera berlesatan ke medan perang.Mereka dipimpin oleh Dewi Rembulan di bawah strategi Raden Buana. Bahkan semua pendekar medis pun sekarang ikut berperang.Hingga yang tersisa di atas gunung hanya tinggal Lintang, putri Asmara, dan Raden Buana saja.Musuh boleh bertambah kuat setiap saat, dan jumlah mereka 3 kali lipat lebih banyak dari pasukan Lintang.Namun dengan adanya Nayaka dan Dewi Rembulan, alur perang mulai berbalik.Dua kekuatan wanita itu bukanlah kekuatan biasa karena sekali mereka mengeluarkan serangan, maka siapa pun tidak akan bisa bertahan.Terlebih Kelenting Sari, Anantari, dan Atmarani bersatu bersama Mutiara Sendayu dan Larasati.Kekuatan air dan es dapat menahan pergerakan lawan, sementara kemampuan api dan energi penghancur dari Mutiara Sendayu dan Larasati menyelapkan sisanya.Alhasil, pasukan musuh kini kelabakan menghadapi pihak Lintang. Membuat mereka perlahan mundur menuju ke kaki gunung.

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 243 Pertemuan Haru Kakak beradik bagian 2

    "Ka-kak Lintang?” gumam Nayaka siuman.Dia disambut senyuman hangat dari Lintang dengan wajah berderai air mata.“Be-benar adik kecil, kakak adalah kak Lintang,” jawab Lintang.“Kakak!” teriak Nayaka lirih sembari bangkit bersimpu di dalam pelukan Lintang.Gadis kecil itu menangis pilu, meluapkan semua kesedihan dan rasa sakit yang tadi pernah menyiksanya.“Paman itu sangat jahat sekali kak, Yaka benci,” tunjuk Nayaka ke atas langit.Begitulah anak kecil, segala sesuatu terkadang selalu diadukan kepada orang yang dia percaya.“Kakak mengerti sayang. Yaka jangan menangis ya, kak Lintang tidak akan memaafkannya,” ucap Lintang menenangkan.Dengan lembut Lintang menyeka air mata di pipi Nayaka. Membuat gadis itu kembali ceria seperti semula.“Horee, kakak memang baik. Kak Lintang harus menyiksanya dulu ya sebelum di bunuh. Yaka ingin sekali melihat paman anjing itu menderita,” Nayaka sembari berlompatan kegirangan.“Tentu kakak akan memberikan siksaan penuh kepadanya,” angguk Lintang semb

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 242 Pertemuan Haru kakak beradik

    “Kakak turunlah lebih dulu, pulihkan Nayaka dan pasukan yang terluka. Jumlah musuh di bawah masih 12 juta pasukan, terlebih kanuragan mereka tidak masuk akal. Untuk sementara serahkan dia padaku,” ucap Arga sembari menunjuk ke arah Kenaka yang sudah kembali berniat memberikan serangan.“Aku mengerti, berhati-hatilah adik kecil,” angguk Lintang.Selanjutnya dengan membawa Nayaka, Lintang seketika lenyap dari pandangan dan kembali muncul setelah berada di daratan.“Yaka!” teriak Raden Buana langsung menyambut Lintang.Dia tidak ikut berperang karena masih melanjutkan tugas pertamanya yaitu menilai alur kekuatan musuh agar strategi perang bisa tetap berjalan.Sama seperti Lintang, Raden Buana juga menitikkan air mata tidak tega menyaksikan cucu tercintanya dalam keadaan yang mengenaskan.“Tubuh Nayaka sedang di ambang batas kek, mohon berikan aku waktu untuk memulihkannya,” ucap Lintang.“Te-tentu anak prabu, kakek mengerti,” angguk Raden Buana, sementara air matanya terus berjatuhan mer

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 241 Jurus Pukulan Braja Geni

    Nayaka melesat dengan tertatih karena kondisi tubuhnya semakin melemah.Dia bahkan bisa mendengar suara keretak tulang belulangnya sendiri yang remuk akibat tertekan energi.Kali ini Nayaka berniat menggunakan jurus penghancur yang belum sempurna. Yakni Pukulan Tapak Braja Geni tingkat Nirwana.Sebuah teknik pukulan maha sakti yang juga merupakan jurus andalan Galuh Wardana.Benar, sebagian besar kemampuan Galuh diturunkan kepada Nayaka melalui kitab dan tulisan tangannya sendiri.Namun karena Nayaka masih sangat kecil, jurus-jurus itu tentu belum dirinya kuasai.Karena untuk dapat menguasai semua jurus milik Galuh, setidaknya diperlukan waktu sekitar 100 tahun bagi Nayaka.Sehingga saat ini, semua yang digunakan Nayaka hanya baru dasarnya saja.Tapi meski begitu, setiap jurus pamungkas milik Galuh mengandung energi penghancur sangat tinggi.“Hihihi, Yaka tahu ini tidak akan bisa membunuhmu paman. Tapi setidaknya kau akan mengalami siksaan pedih dari Yaka,” gadis kecil itu terkekeh.D

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 22 Siasat Arga Bagian 1

    Dengan menggunakan gabungan energi, Asgar dan Yuyukangkang berhasil menciptakan lingkaran energi raksasa yang mengurung medan pertempuran membuat pasukan musuh terbagi menjadi dua kelompok.Itu Arga lakukan untuk mengurangi risiko pertarungan di mana dia berniat menghabisi pasukan musuh secara terp

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 21 Pertarungan Tidak Seimbang

    Malam berlalu terkikis oleh pagi yang menyongsong, udara kota Ganestaloka begitu sangat dingin menyucuk membuat beberapa pendekar harus menggunakan energi tenaga dalam agar tidak membeku.“Salju? Dunia macam apa ini? Mengapa cuaca tiba-tiba berubah di musim kemarau?” gumam Lintang yang baru keluar

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 18 Prabu Karpala

    “Pasukan dewa kegelapan? Ternyata benar, perang besar antar penguasa kuat sebentar lagi akan terjadi,” gumam Naga Cahaya setelah memperhatikan musuhnya.“Siapa yang memanggilmu naga tua sialan?” tanya pemimpin pasukan dengan sorot mata terlihat geram.“Hahaha, siapa yang memanggilku tidak penting.

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 17 Naga Cahaya

    Banyak pengguna sihir di alam dewa, tetapi membuat pakaian sihir seindah ciptaan Lintang tidak pernah di temukan di mana pun membuat Atmarani begitu terpana mendapatkannya.Saat ini di dalam hati gadis itu berkecamuk berbagai rasa terhadap Lintang, marah, benci, geram, takjub, terpesona, dan bahagi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status