LOGINLahir dari seorang penguasa kuat dan memiliki bakat tinggi akan ilmu bela diri tidak serta merta menjadikan Lintang bahagia.
Seperti kata pepatah, “Bersama kekuatan besar datang pula tanggung jawab besar.”
Mungkin kata itulah yang cocok disematkan kepada Lintang. Di mana saat ini, dunia tempat dia dan keluarganya bernaung tengah dilanda petaka besar dari kekuatan jahat Dewa Kegelapan.
Tidak hanya dunia saja, tetapi seluruh alam semesta juga sedang terancam oleh-nya.
Bahkan ayah Lintang sendiri telah menjadi korban, dia hilang tanpa jejak saat berperang melawan pasukan dewa kegelapan.
Lintang yang hanya seorang manusia setengah lelembut tidak berdaya menghadapi kekuatan jahat tersebut.
Sehingga satu-satunya jalan bagi Lintang adalah kembali berguru pada seorang dewa tua di alam para dewa.
Lintang harus bisa mengimbangi kekuatan Dewa Kegelapan di mana jika tidak, maka dunia dan semesta akan mengalami kehancuran.
Hampir semua dewa tahu siapa ayah Lintang, dia adalah seorang manusia sakti yang disegani bahkan oleh setiap kerajaan di alam dewa.
Namun keberadaan Lintang saat ini begitu rahasia di mana dirinya dan seluruh keluarganya menjadi buronan nomor satu pasukan dewa kegelapan.
Andai ada yang tahu Lintang sedang berada di tempat itu, maka alam dewa bisa dihancurkan oleh pasukan jahat tersebut.
Ayah Lintang bernama Galuh Wardana, dia merupakan satu-satunya manusia yang mendapat tugas menjadi penjaga semesta.
Lintang memiliki 3 adik berbeda ibu, dua di antaranya adalah perempuan. Sebagai putra seorang penguasa, Lintang dan adik keduanya memiliki tanggung jawab melanjutkan perjuangan sang ayah.
Sejak lahir Lintang dan adiknya telah di takdirkan untuk menjadi pilar semesta. Seorang yang akan di kenal sebagai legenda. Namun perjalanan mereka dalam meraih takdir itu tidaklah mulus.
Ada penderitaan, kesedihan, dan kematian yang harus mereka jalani. Semua tidak bisa diraih tanpa tekad dan perjuangan.
Seperti sekarang, Lintang harus menemui Resi Batara Gundawarma, sesepuh Sekte Pedang Kahuripan. Salah satu dewa terkuat yang diduga dapat membuka potensi diri di tubuh Lintang.
Namun akibat sedang dalam persembunyian, Lintang tidak bisa mengatakan bahwa dirinya adalah putra Galuh.
Dia mesti berjuang sendiri untuk dapat menemuinya, sehingga mau tidak mau Lintang harus mengikuti ujian masuk sekte pedang tersebut.
“Baiklah! Tidak ada istirahat bagi kalian. Semua calon murid Sekte Pedang Kahuripan harus bisa menyelesaikan ujiannya dalam berbagai kondisi. Untuk itu, sekarang kalian akan memasuki hutan ilusi,” seru sang dewa tua yang sebelumnya memimpin acara ujian.
Semua peserta saling menatap satu sama lain, mereka baru saja selesai bertarung sehingga masih memiliki banyak bekas luka yang belum dipulihkan. Dan sekarang harus kembali memulai ujian berat.
“Sial! Ini benar-benar ujian kematian,” umpat salah satu peserta di dalam hatinya.
Tidak hanya dia, tetapi hampir semua peserta kecuali Lintang turut mengumpati ujian itu membuat sang dewa tua menyeringai tipis.
Sosok pak tua tersebut memang tidak bisa mendengar kata hati para peserta, tetapi dia dapat mengetahui isi hati mereka dari sorot matanya.
“Hahaha, dari awal ujian ini adalah ujian kematian. Jika ada di antara kalian yang menyesal mengikutinya, maka sebelum terlambat aku sarankan untuk mundur,” suara sang dewa tua menggelegar mengagetkan semua peserta.
Mereka terkejut karena mengira sang dewa tua dapat mendengar kata hati orang lain.
“Masuk ke sini kalian akan dilatih untuk menjadi pendekar kuat dari yang terkuat. Namun kekuatan yang besar tidak lahir dari mereka yang lemah. Ujian ini bertujuan mengukur apakah kalian layak menjadi legenda atau tidak,” sambung sang dewa tua.
“Ka-kami siap melakukan apa pun ketua.”
“Be-benar ketua, kami siap mati demi masuk Sekte Pedang Kahuripan.”
“Ya, kami tidak akan mundur!”
“Kami siap!”
Satu demi satu para peserta berteriak menyatakan diri membuat sang dewa tua kembali tertawa terbahak-bahak.
Sementara para penonton dan ketua perguruan lain masih terus memandangi Lintang penuh tanya.
Banyak peserta yang misterius di sana. Tetapi yang paling menarik perhatian dari semua peserta adalah Lintang. Membuat pemuda itu menjadi banyak target pembunuhan.
“Hutan ilusi adalah tempat terlarang yang tercipta dari jutaan tahun silam, sudah tidak terhitung entah berapa banyak dewa yang tewas di sana, dan sekarang kalian akan merasakan bagaimana kengerian hutan tersebut. Jadi berjuanglah!” ungkap sang dewa tua membuat semua peserta serentak menelan ludah mendengarnya.
Setelah mengatakan itu, dia lantas mengibaskan tangannya menciptakan portal gaib berupa pintu masuk seperti gerbang berbentuk riak air vertikal tepat di depan arena besar.
Portal itulah yang nantinya akan membawa semua peserta masuk ke dalam hutan ilusi.
Bagi para dewa tingkat tinggi, menciptakan portal seperti itu sudah biasa, sehingga semua peserta tidak merasa heran.
“Di sana tidak ada yang akan menolong kalian, hidup dan mati diserahkan kepada diri sendiri. Carilah menara kuil di ujung utara hutan, yang berhasil mencapai menara itu, maka akan lolos ujian pertama,” seru sang dewa tua.
Dia selanjutnya turun dari arena dan berjalan menghampiri semua peserta, menatap mereka satu persatu sebelum akhirnya berteriak memulai ujian.
“Baiklah! Ujian Mental di mulai!”
Mendengar itu, para peserta langsung belesatan memasuki portal membuat sosok mereka lenyap dalam sekejap.
Karena ukuran portal tidak terlalu besar, maka hanya muat untuk 100 orang dalam sekali jalan. Sehingga sebagian peserta harus mengantri.
Hampir semua peserta saling bersaing ingin masuk lebih dulu, mereka berdesak-desakan bahkan ada yang saling pukul. Akibatnya, ada sekitar puluhan orang yang cidera parah dan tidak bisa mengikuti ujian, membuat mereka langsung didiskualifikasi.
Sementara Lintang masih berdiri tenang menunggu semua peserta masuk terlebih dahulu. Dia tidak buru-buru karena tidak memiliki niatan bersaing.
Bagi Lintang, ujian ini hanyalah jalan untuk menemui Resi Batara Gundawarma. Dia tidak peduli pada kehormatan dan status yang semua dewa kejar karena, tanpa status murid Sekte Pedang Kahuripan-pun dirinya sudah menjadi orang besar.
“Siapa namamu kau anak lelembut?” tiba-tiba terdengar suara sang dewa tua di belakang Lintang.
“Apalah arti sebuah nama ketua, tapi jika anda memang ingin tahu. Anda boleh memanggilku Lintang.” Jawab pemuda itu sopan.
“Hahaha, nama yang aneh sangat sesuai dengan dirimu yang aneh pula. Tapi bagiku itu tidak masalah, hahaha,” sang dewa tua kembali tertawa.
“Kau sepertinya tidak terlalu tertarik dengan ujian ini. Aku tidak tahu entah apa tujuanmu, tapi selama dirimu tidak membuat masalah, kau akan diterima dengan baik di perguruan ini,” sambung sang dewa tua dengan nada tegas.
“Anda jangan khawatir ketua, aku tidak memiliki niat apa-apa selain ingin masuk ke dalam Sekte Pedang Kahuripan,” jawab Lintang.
“Baguslah, tapi aku akan selalu mengawasimu,” ujar sang dewa tua.
**
Banyak pengguna sihir di alam dewa, tetapi membuat pakaian sihir seindah ciptaan Lintang tidak pernah di temukan di mana pun membuat Atmarani begitu terpana mendapatkannya.Saat ini di dalam hati gadis itu berkecamuk berbagai rasa terhadap Lintang, marah, benci, geram, takjub, terpesona, dan bahagia bercampur menjadi satu sehingga Atmarani tidak bisa berkata-kata.Dia sangat ingin membunuh Lintang, tetapi juga tidak kuasa berada di dekatnya. Tubuh Atmarani entah mengapa seakan lemas di hadapan Lintang.Baru kali ini Atmarani merasakan hal seperti itu sehingga membuatnya bertanya-tanya, sihir apa yang telah Lintang tanamkan kepadanya.“Ini, ambil pakaianmu. Maafkan aku karena tidak sengaja masuk ke mari,” Lintang tiba-tiba muncul di sisi Atmarani dengan telah menyodorkan tumpukan pakaian beserta topeng kayu miliknya.Namun alih-alih senang, Atmarani entah mengapa malah seperti ketakutan sehingga dia langsung mundur beberapa langkah.“Be-berhenti di sana pe-pemuda ca-cabul,” Atmarani te
KyAaaaaaaaaa!Lintang langsung menutup kedua matanya menggunakan tangan. Sementara tubuhnya masih telanjang bulat di sisi kolam.Begitu pula sang gadis cantik yang tidak sengaja dirinya lihat. Dia langsung menutupi semua bagian penting dari tubuhnya.Tangan kiri menyilang menutupi dua gundukan kembar di antara dadanya, sementara tangan kanan menjuntai menutupi sesuatu di antara dua kakinya.Wajah tirus dengan bibir bergelombang membuat Lintang tidak bisa berkata-kata. Dia memiliki hidung bangir dengan bulu mata lentik bagaikan haluan kapal yang sangat indah.Memiliki dua bola mata berwarna hijau cerah, dan rambut hitam panjang terurai.Sementara tubuhnya benar-benar sangat elok dengan kulit putih mulus tanpa noda.Lengkungan pinggul violin membuat pikiran Lintang mengembara pada sesuatu yang tidak semestinya. “Aaaaa! Aaaaa! Aaaaaaaa! Berengsek! Sialan! Cabul! Tidak tahu diri! Enyah kau dari sini!” maki sang gadis cantik kepada Lintang.Wajah mulusnya seketika merona karena dia juga t
Lintang merasakan ada energi dari pengikut dewa kegelapan, namun energi tersebut terlalu jauh sehingga Lintang tidak bisa memastikan di mana dan siapa pemilik energi itu.Tetapi dari sana Lintang bisa tahu bahwa pasukan raja kegelapan memang sudah berada di kota Ganestaloka.Itu membuat dia semakin waspada dalam bertindak karena salah sedikit saja, nyawanya dan seluruh penduduk kerajaan Dashaloka akan binasa di tangan mereka.Setelah menyantap berbagai hidangan di rumah makan tersebut, Lintang mengajak Palwa dan Indrayan segera kembali ke kamar penginapan. Namun waktu itu Indrayan mengatakan bahwa di pasar kota ada pemandian air hangat terbesar.Tempatnya sangat aman dan tertutup karena berada di dalam gedung yang dijaga ketat oleh para pendekar.Mendengar hal tersebut, Lintang tentu saja penasaran karena air hangat bagus untuk memperkuat susunan tulang. Terlebih air hangat yang langsung berasal dari gunung Merapi karena air tersebut mengandung zat belerang.Selain itu Lintang juga me
Sore hari di kota Ganestaloka, Lintang, Indrayan dan Palwa sudah mendapat penginapan.Secara tidak sengaja mereka memilih penginapan paling mewah dengan uang milik Lintang. Tentu saja bagi Lintang itu tidak masalah karena di dalam dimensi penyimpanannya, dia memiliki batu energi yang tidak terbatas.Sebagai seorang putra penguasa besar yang menguasai 4 alam, Lintang memiliki banyak harta kekayaan yang bangsa dewa sekalipun sulit menandinginya.Palwa sengaja memilih kamar paling besar di penginapan itu agar dapat ditempati oleh tiga orang.Namun siapa sangka, ukuran kamar tersebut bahkan mampu menampung 100 orang di dalamnya.Palwa dan Indrayan memang diberi tugas untuk memesan kamar, sementara Lintang bersembunyi di dunia dimensi.Lintang kembali muncul saat sudah di dalam kamar, dan alangkah terkejutnya pemuda itu kala mendapati kamar yang disewa Palwa ternyata begitu besar.“Apa kau ingin membuatku bangkrut Palwa?” tanya Lintang menaikkan satu alisnya.“A-a—anu tuan, maaf aku tidak
Ujian masuk Sekte Pedang Kahuripan dihentikan satu hari di mana para ketua penyelenggara harus mengadakan pertemuan penting terkait kekacauan yang diciptakan Lintang.Hal itu membuat ketua perguruan lain kecewa termasuk semua peserta.Dengan dihentikannya ujian, maka semua orang yang berasal dari luar wilayah Sekte Pedang Kahuripan harus mencari tempat penginapan di kota terdekat.“Sial! Jauh-jauh aku datang ke sini hanya untuk menyaksikan para muridku lolos ujian, dan sekarang ujian dihentikan! Bukankah ini kerugian besar karena kita harus menyewa penginapan?” umpat salah satu ketua perguruan Banyu Diva.“Kau benar Bantara, sial! Mana perbekalanku sudah hampir habis lagi,” umpat salah satu ketua dari perguruan Talaga Sukma.Kedua perguruan mereka memang merupakan perguruan termiskin di kerajaan Dashaloka. Sehingga saat mendengar ujian dihentikan, keduanya begitu kalangkabut memikirkan penginapan untuk para muridnya.Sementara ketua perguruan lain kesal karena tidak sabar ingin segera
Menjelang tengah hari, Lintang, Palwa, dan Indrayan berlesatan kembali melanjutkan perjalanan.Tetapi kali ini ada yang berbeda di mana di belakang mereka terdapat ratusan peserta lain yang mengikuti.Benar, Lintang menolong semua peserta yang menghinanya sehingga secara suka rela mereka berlutut meminta maaf.Palwa dan Indrayan tentu kesal melihat itu, keduanya bahkan sempat memaki semua peserta karena mereka sungguh tidak tahu malu.Tetapi Lintang tidak demikian, sifat bijak dan welas asihnya membuat semua peserta yang ada di sana mendapatkan pengampunan.Dia tidak peduli meski beberapa di antara mereka masih memendam kebencian terhadapnya di mana menurut Lintang, membantu makhluk yang membutuhkan tidak akan membuat dirinya lemah.Bahkan dengan memberi, Lintang merasa dirinya lebih berguna. Dia tidak mengharapkan pembalasan maupun pengakuan, karena yang Lintang inginkan hanyalah membuka hati para generasi dewa agar mereka bisa menjadi makhluk yang lebih baik.Perbuatannya mungkin ak







