Home / Fantasi / Legenda Tongkat Semesta Bagian 2 / Bab 46 Padepokan Sang Hyang Heuleut

Share

Bab 46 Padepokan Sang Hyang Heuleut

Author: Pujangga
last update Last Updated: 2026-03-13 19:54:08

Di arah barat kerajaan Rumeksa Purba terdapat sebuah padepokan besar bernama Sang Hyang Heuleut.

Padepokan itu masuk pada wilayah kerajaan Salaka Tungga, sebuah kerajaan menengah yang juga berbatasan dengan kerajaan Rumeksa Purba.

Padepokan tersebut merupakan wilayah terpencil di alam dewa, tapi keberadaannya sangat disegani oleh semua pendekar.

Kekuatan padepokan Sang Hyang Heuleut hampir setara dengan Sekte Pedang Kahuripan hingga tidak jarang keduanya selalu di sandingkan sebagai pilar keama
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 50 Pertemuan Dua Sahabat

    “Hahaha, tentu saja Tari, bangunlah! Selama ratusan ribu tahun, selain aku hanya dirimu yang mampu menyelesaikan tahap akhir dari jurus pedang kita. Aku sangat senang,” Dewi Betari tertawa.“Ini berkat bimbingan guru,” ucap Anantari.“Kau selalu saja merendah, ini semua tentu berkat kerja kerasmu,” ujar Dewi Betari tersenyum lembut.“Salam pendekar Anantari,” sapa Seruni Taji.“Anda?” Anantari kembali berdiri dengan mengerutkan kening.“Dia adalah utusan dari perguruan besar Sekte Pedang Kahuripan, pendekar muda ini memiliki urusan denganmu Tari,” ungkap Dewi Betari.“Denganku?” Anantari masih tidak mengerti.“Aku Seruni Taji membawa pesan untuk anda pendekar Anantari, silakan!” Seruni Taji menyodorkan satu gulungan kertas yang tersegel kain merah.“Kanda?” Anantari langsung melebarkan mata mengenali segel kain tersebut dalam sekali pandang.“Kanda?” kini Dewi Betari yang mengerutkan kening.“Ini segel milik suamiku guru, maaf selama ini aku tidak pernah bercerita,” ungkap Anantari.“

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 49 Perguruan Dewi Surya

    Jaka Bawana dan Samhu telah berhasil menerima pesan, sementara Kelenting Sari dan Limo tidak mungkin mendapatkan pesan karena sudah lebih dulu berkelana jauh sebelum Lintang tiba di Sekte Pedang Kahuripan.Dari ke 6 sahabat Lintang yang belum mendapat pesan kini hanya tinggal dua orang lagi, yakni Anantari dan Putri Adia.Anantari Nurendra adalah seorang putri kerajaan Daha di dunia Narapada, dunia tempat Lintang di besarkan dahulu.Dia sama seperti Lintang, merupakan keturunan setengah lelembut dan manusia. Hanya saja bukan manusia biasa di mana Anantari merupakan keturunan inti dari dewa kuno yang mewarisi kekuatan Taya.Anantari pernah menderita selama 80 tahun, perasaannya hancur kala kerajaan Daha dimusnahkan oleh pasukan kaisar iblis.Ayahnya tewas, dan pemuda yang sangat dia cintai menghilang entah ke mana.Waktu itu Anantari diselamatkan oleh patih Jaya dibawa ke alam lelembut bangsa Halimun Putih.Sebuah alam halus yang berada di kaki gunung Merapi arah barat perguruan Awan S

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 48 Kawah Candradimuka

    Berbeda dengan wilayah kerajaan Salaka Tungga yang terang benderang.Di Alam Para Dewa terdapat sebuah tempat yang selalu diliputi kegelapan seakan tempat itu adalah wilayah kutukan yang tidak boleh dimasuki.Penerangan di sana hanya berupa bias cahaya bara dari kawah luas yang selalu bergejolak setiap saat.Benar, tempat itu berupa gunung Merapi maha tinggi dengan danau kawah selebar puluhan kilo meter.Bukan kawah biasa di mana kawah itu memiliki panas ribuan kali lipat dari panasnya api biasa.Baja yang masuk ke kawah itu akan langsung lebur dalam hitungan detik, sementara asap dari bara magmanya mampu melelehkan batuan dalam satu sentuhan.Tempat tersebut dinamakan Kawah Candradimuka, wilayah sakral para dewa yang sangat berbahaya.Asap magma di sana tidak pernah stabil sehingga sewaktu-waktu selalu keluar meluluh lantahkan apa pun yang dilewatinya.Bahkan saking berbahayanya, Batara Guru sampai menurunkan pelarangan untuk bangsa dewa agar tidak pernah masuk ke sana.Selain asap m

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 47 Jaka Bawana

    “Ada apa Wana?” Resi Pandita langsung berdiri dari duduknya.Dia merasakan ada yang tidak beres pada pesan itu membuat Resi Pandita langsung menatap penuh curiga pada Sudjiman.“Ti-tidak guru, maaf! Aku hanya terkejut karena ini pesan dari seniorku,” ungkap Jaka Bawana sedikit merasa bersalah.“Senior?” Resi Pandita mengerutkan kening.“Benar guru, aku memiliki senior. Dia seorang alkemis terhebat yang pernah kukenal. Tidak disangka seniorku ternyata menjadi pewaris perguruan Sekte Pedang Kahuripan,” tutur Jaka Bawana berbinar.“Benarkah? Hahaha, sudah kuduga kau ternyata bukan manusia biasa Wana. Kau memiliki relasi hebat di luar sana,” Resi Pandita tertawa.Sementara Sudjiman hanya bisa menunduk tanpa berani berkata-kata. Pembicaraan guru dan murid tersebut memang sudah bukan ranahnya, membuat Sudjiman memilih diam.“Baiklah, silakan baca pesannya Wana. Semoga itu berita baik,” sambung Resi Pandita.“Iya guru,” bawana mengangguk cepat.Awalnya dia begitu senang menerima pesan itu, t

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 46 Padepokan Sang Hyang Heuleut

    Di arah barat kerajaan Rumeksa Purba terdapat sebuah padepokan besar bernama Sang Hyang Heuleut.Padepokan itu masuk pada wilayah kerajaan Salaka Tungga, sebuah kerajaan menengah yang juga berbatasan dengan kerajaan Rumeksa Purba.Padepokan tersebut merupakan wilayah terpencil di alam dewa, tapi keberadaannya sangat disegani oleh semua pendekar.Kekuatan padepokan Sang Hyang Heuleut hampir setara dengan Sekte Pedang Kahuripan hingga tidak jarang keduanya selalu di sandingkan sebagai pilar keamanan alam dewa.Kali ini di padepokan Sang Hyang Heuleut terdapat seorang murid berbakat yang terkenal ke seantero wilayah Salaka Tungga.Bahkan murid tersebut pernah diundang beberapa kali oleh penguasa kerajaan Salaka Tungga, tetapi dia tidak pernah memenuhi panggilan itu karena sedang fokus berlatih.Saat ini murid berbakat itu telah menyelasaikan latihannya, dia sedang membantu perkembangan perguruan padepokan Sang Hyang HeuleutUsianya telah hampir 300 tahun, tapi paras murid tersebut masih

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 45 Maha Resi Bajangan

    Keerrrrrrr!Suara Bajangan begitu parau dan mengerikan, tapi dia bukan siluman yang jahat di mana suara itu tiada lain merupakan sapaan kepada Kelenting Sari.“Terimakasih siluman sepuh, atau aku harus memanggil anda tuan Bajangan?” ungkap Kelenting Sari sembari menundukkan badan.Bagaimana pun siluman itu lebih tua beberapa ratus ribu tahun darinya membuat Kelenting Sari tetap harus memberi hormat.“Hahaha, anak manusia ada di alam para dewa. Tentu itu begitu mengejutkan, tapi yang lebih mengejutkan dari semua itu adalah kesopananmu gadis muda,” Bajangan tertawa terbahak bahak.“Anda terlalu memuji tuan Bajangan, tentu anda lebih berbudaya dari pada aku. Dan itu juga sangat mengejutkan,” Kelenting Sari tersenyum lembut.“Hahaha, kau pandai memuji rupanya. Apa yang membawamu kemari gadis muda? Katakanlah! Jika aku bisa membantu, maka sebuah kehormatan bagiku bisa membantu manusia sepertimu,” ungkap Bajangan.“Kwii, Kwii,” ujar Limo menyela.“Tentu Limo, kau juga siluman yang sopan. Se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status