Masuk“Kakak turunlah lebih dulu, pulihkan Nayaka dan pasukan yang terluka. Jumlah musuh di bawah masih 12 juta pasukan, terlebih kanuragan mereka tidak masuk akal. Untuk sementara serahkan dia padaku,” ucap Arga sembari menunjuk ke arah Kenaka yang sudah kembali berniat memberikan serangan.“Aku mengerti, berhati-hatilah adik kecil,” angguk Lintang.Selanjutnya dengan membawa Nayaka, Lintang seketika lenyap dari pandangan dan kembali muncul setelah berada di daratan.“Yaka!” teriak Raden Buana langsung menyambut Lintang.Dia tidak ikut berperang karena masih melanjutkan tugas pertamanya yaitu menilai alur kekuatan musuh agar strategi perang bisa tetap berjalan.Sama seperti Lintang, Raden Buana juga menitikkan air mata tidak tega menyaksikan cucu tercintanya dalam keadaan yang mengenaskan.“Tubuh Nayaka sedang di ambang batas kek, mohon berikan aku waktu untuk memulihkannya,” ucap Lintang.“Te-tentu anak prabu, kakek mengerti,” angguk Raden Buana, sementara air matanya terus berjatuhan mer
Nayaka melesat dengan tertatih karena kondisi tubuhnya semakin melemah.Dia bahkan bisa mendengar suara keretak tulang belulangnya sendiri yang remuk akibat tertekan energi.Kali ini Nayaka berniat menggunakan jurus penghancur yang belum sempurna. Yakni Pukulan Tapak Braja Geni tingkat Nirwana.Sebuah teknik pukulan maha sakti yang juga merupakan jurus andalan Galuh Wardana.Benar, sebagian besar kemampuan Galuh diturunkan kepada Nayaka melalui kitab dan tulisan tangannya sendiri.Namun karena Nayaka masih sangat kecil, jurus-jurus itu tentu belum dirinya kuasai.Karena untuk dapat menguasai semua jurus milik Galuh, setidaknya diperlukan waktu sekitar 100 tahun bagi Nayaka.Sehingga saat ini, semua yang digunakan Nayaka hanya baru dasarnya saja.Tapi meski begitu, setiap jurus pamungkas milik Galuh mengandung energi penghancur sangat tinggi.“Hihihi, Yaka tahu ini tidak akan bisa membunuhmu paman. Tapi setidaknya kau akan mengalami siksaan pedih dari Yaka,” gadis kecil itu terkekeh.D
Semua ekor milik Madu Lanang membesar, selanjutnya menjalar membentuk wujud tangan raksasa menahan serangan Kenaka seperti sedang menggenggam sebuah bola.Brak! BUMMMMMM!Ledakan dahsyat terjadi dari benturan energi keduanya, menciptakan gelombang energi besar yang menyeruak di ketinggian.Madu Lanang terkejut karena mendapati serangan musuh ternyata begitu sangat kuat membuat dia harus menggunakan 100% energinya agar bisa bertahan.Sementara Kenaka mengumpat kesal karena lagi-lagi datang pengganggu yang mengusik pertarungannya.“Kakak, kakak, kakak, kak Asamara dan kak Atmarani pergilah! Ini kesempatan Yaka untuk mengalahkan paman itu,” ungkap Nayaka yang mendapati Kenaka sedang lengah.“Ti-tidak Yaka, Yaka tidak boleh Melakukan itu. Tubuh Yaka bisa terluka parah. Kakak mohon jangan,” sergah Atmarani.“Benar! Yaka tidak boleh melakukannya,” tegas putri Asmara.Keduanya sadar, seandainya Nayaka melakukan jurus yang sangat kuat, maka tubuhnya bisa meledak.“Kakak berdua jangan khawati
Putri Asmara dan Atmarani terbaring lama tidak sadarkan diri akibat tidak bisa menahan tekanan batin saat menyaksikan Lintang dibedah.Tapi karena terkena energi regenerasi dari tubuh Lintang dan Arga, kedua gadis itu seketika terbangun.“Kanda?” mata putri Asmara berkaca-kaca.“Kakang,” gumam Atmarani bahagia.Keduanya sama-sama terharu mendapati tubuh Lintang dan Arga sedang mengalami proses pemulihan.“A-apa yang terjadi?” tanya Atmarani melebarkan mata menemukan semua orang tengah terbaring tidak berdaya di atas permukaan tanah.“Itu efek dari jurus Caruk Manunggal, Mbayu,” jelas putri Asmara.“Mereka kehilangan energi, kita tidak akan bisa membantunya,” sambung putri Asmara sembari menggeleng.“Tapi mengapa tubuh kita tidak apa-apa?” tanya Atmarani.“Sepertinya Nayaka telah melindungi kita dengan energinya,” jawab putri Asmara.“Begitu ternyata, bagaimana sekarang? Apa yang harus kita lakukan, putri?” Atmarani kembali bertanya.“Kita bantu Mbayu Tari dan Sari di atas sana, lihatl
Asgar menjelma menjadi raksasa setinggi 170 meter. Seperti biasa, tidak peduli musuh memiliki kekuatan tinggi atau tidak, dia selalu menyerang secara membabi buta.Dibanding dengan pasukan dewa Kegelapan, kanuragan Asgar sekarang memang jauh di bawahnya. Tapi jangan pernah remehkan dia, di mana ular tengik tersebut masih memiliki senjata mematikan, yaitu racun.Di saat serangan energi tidak lagi berguna karena lawan memiliki kanuragan tidak terjangkau, maka racun hitam milik Asgar tetap menjadi ancaman mengerikan bagi mereka.Untuk pendekar biasa, siapa pun yang terkena racun Asgar akan langsung tewas mengenaskan.Tapi bagi pendekar setingkat pasukan dewa Kegelapan yang kekuatannya terus meningkat akibat jurus terkutuk Caruk Manunggal. Racun milik Asgar tidak bisa menyebabkan kematian.Namun meski tidak dapat membunuh, tapi setidaknya dengan racun itu Asgar dapat melemahkan mereka.Terlebih bagi dia, mati adalah nomor dua, yang pertama dan yang terpenting adalah memberi penyiksaan.“H
Ledakan maha dahsyat terjadi tidak dapat terelakkan, menciptakan gelombang energi raksasa yang memenuhi angkasa, membuat Kelenting Sari, dan Anantari kembali terlempar sejauh ribuan meter.Beruntung keduanya segera diselamatkan oleh Nayaka sehingga masih bisa bernapas.Andai tidak ada Nayaka di sana, maka sudah pasti kedua istri Lintang akan tewas tanpa jasad.Namun Nayaka dengan cepat mengibaskan tangan, menciptakan kubah energi hitam untuk melindungi keduanya.Bruuuuuuuussss!Badai energi melewati mereka membuat pandangan menjadi gelap dalam sesaat. Udara seketika memanas hingga jika ada besi di sana, maka besi itu akan meleleh dalam hitungan detik.Tapi di dalam kubah energi, Kelenting Sari dan Anantari tidak merasakan apa-apa karena kekuatan Nayaka masih cukup mampu menahan energi ledakan tersebut.Hanya saja sebagai gantinya, Nayaka harus mengalami muntah darah pertanda tubuhnya semakin melemah. Hal itu tentu akibat terlalu memaksakan diri menggunakan energi secara berlebihan.Se
Atmarani tahu akan maksud dari perkataan Lintang, tapi entah mengapa dia seperti tidak rela membiarkan Lintang pergi.Padahal antara dirinya dan Lintang tidak ada ikatan apa-apa. Bahkan Lintang hanyalah seorang peserta ujian yang tidak disukai banyak orang.Atmarani sendiri tidak mengerti dengan pe
“Tebasan langit hitam!” seru dua pemimpin melepaskan serangan energi.“Tapak petapa!” seru Lintang.Wussssh! BUMMM!Dua kekuatan besar beradu di udara menciptakan ledakan. Dua pemimpin musuh terpental sejauh 40 meter sementara Lintang masih berdiri tegak di tempatnya.Energi Lintang memang jauh leb
Pasukan musuh tidak sadar bahwa serangan pertama Lintang hanya berupa pengalihan.Dia menciptakan badai semesta tiada lain hanya untuk mengecoh perhatian lawan karena musuh yang Lintang hadapi berjumlah lebih dari satu orang.Tentu saja, pemuda itu bukanlah manusia sembarangan. Telah banyak pertaru
“Cambuk air, duri-duri air!” Atmarani mengepakkan 8 tentakel berduri di belakang punggungnya menyerang anak buah Samosir secara bersamaan.Trang! Trang! Trang! Aaaaaa!Satu dua peserta bawahan Samosir berteriak kesakitan setelah terkena hantaman cambuk air.“Gelombang samudra!” Atmarani meninjukan







