Home / Fantasi / Legenda Tongkat Semesta / Bab 445 Tubuh Dewa Taya

Share

Bab 445 Tubuh Dewa Taya

Author: Pujangga
last update Last Updated: 2026-01-21 20:44:54

“Baiklah, dia setuju denganmu, gadis manusia,” kata Dewi Rembulan kepada Anantari.

“Apa? T-tidak dewi, aku tidak bisa mengorbankan saudariku sendiri,” sergah Anantari menolak pernyataan Dewi Rembulan.

Anantari tidak bisa terus membuat Kelenting Sari menderita, dengan mengorbankan inti energi miliknya saja Kelenting Sari telah berkorban sangat banyak, sekarang dia ingin berkorban nyawa demi mereka, tentu saja Anantari menolaknya.

“Dengan atau tanpa jurus penggabunganmu, kalian semua akan tewas, kau tidak memiliki pilihan lain, Gadis manusia, seperti itulah yang dikatakannya padaku,” ungkap Dewi Rembulan meyakinkan.

“T-tapi …,” gumam Anantari merenung.

“Benar seperti apa yang dikatakan Ratu Pulau Es, kita tidak memiliki pilihan lain Tari,” seru Bawana menambahkan, membuat Anantari kembali mengangkat wajahnya.

Dia pandangi satu persatu wajah teman-teman Lintang di hadapannya memastikan bahwa mereka benar-benar yakin.

Namun dilihat dari manapun, tekad Bawana, Samhu, dan Madu Lanang tampak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 485 Pesta Kemenangan

    Sambutan haru kebahagiaan pecah di pagi itu, semua orang sangat senang atas kemenangan perang.Mereka kini memiliki hidup bebas tanpa tekanan bangsa iblis.Tresna Ayu sangat terkejut mengetahui kakeknya ternyata masih sangat muda, sama seperti Putri Turangga Dewi, dia juga mendapat pelukan hangat dari Galuh.Selesai saling mengungkapkan perasaan, semua penduduk baru sadar bahwa bersama mereka ada dua harimau besar yang mengerikan.Namun itu sudah bukan kejutan lagi karena mereka sudah terbiasa dengan wujud mahluk-mahluk siluman.Hanya yang menarik perhatian semua orang adalah, sosok kedua hewan tersebut sangatlah asing dan tidak ada di dunia Narapada.Membuat semua penduduk berkerumun menyaksikan Si Bodas dan Si Hawuk dengan penuh ke kaguman.Bangsa ular dan para naga juga turut bergabung dengan semua pasukan merayakan kemenangan, namun Ratu Astani, Raja Wanayasa, dan Putri Adia kelimpungan mencari sosok Asgar.Mereka khawatir Asgar tidak selamat, dan gugur dimedan pertempuran.Sehing

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 484 Aku cucumu Kakek

    “Anda ternyata orang yang sangat bijak, tidak tuan, kami malah sangat senang anda berkunjung ke sini,” ucap Ki Cokro yang juga sopan.Merasakan aura Galuh yang seperti penguasa, semua orang langsung terkesima hingga sulit berkata-kata, beruntung masih ada Ki Cokro yang mewakili.“Mo-mohon maaf jika sambutan kami kurang berkenan tuan pendekar, salam,” sapa Ratu Turangga Dewi sedikit terbata.“Salam juga Nak, ini sudah lebih dari cukup, semua orang di sini penuh kehangatan membuatku sangat senang,” jawab Galuh menanggapi.Dari awal Ki Cokro sudah menduga bahwa pendekar bertopeng yang gagah ini memang bukan orang biasa.Tutur bahasanya sopan, dan pandangannya sangat mendamaikan, jika Ki Cokro bisa menebak, maka pendekar bertopeng ini adalah sosok sakti yang mungkin telah memiliki usia ratusan tahun.Namun sampai sekarang mereka masih belum mengenal entah siapa dia sebenarnya.“Perkenalkan orang tuan ini tuan, orang biasa memanggilku dengan Ki Cokro, mereka adalah muridku dan itu adalah c

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 843 Sambutan Hangat

    Mereka membantu merawat prajurit dan pasukan yang terluka akibat perang, sebagian mengumpulkan makanan dan membangun tenda darurat untuk beristirahat.Ki Cokro dan para pembesar kerajaan juga turut berada di sana, mereka terus memantau ke atas langit berharap rombongan yang ditunggu segera datang.“Hahaha, sudah kuduga, ternyata mereka berhasil,” tanya keras Ki Cokro memecah keheningan, membuat semua orang segera bangkit menyapukan pandangan ke arah sumber suara.“Kakek guru, apa ayah benar-benar pulang?” tanya Tresna Ayu cepat. Dia segera melesat ke sana dengan tergesa berharap Ki Cokro memiliki kabar baik.“Hahaha, benar Ayu, lihatlah,” tunjuk Ki Cokro ke arah langit, membuat gadis itu dengan cepat menyipitkan matanya.Sugi, Bangga Sora, Misantanu dan semua yang ada di sana juga turut menyipitkan mata memandang ke arah langit.“Aku tidak melihatnya, apa benar itu ayah kita Ayu?” tanya Putri Turangga Dewi.Posisi Galuh memang masih sangat jauh hingga sulit dilihat oleh mata biasa, ha

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 482 Keadaan Pasukan Lintang

    Asgar di balik pakaian Lintang dapat merasakan seberapa cepat Si Bodas dan Si Hawuk, dia beberapa kali menelan ludah karena ngeri.“Si-sial, siluman jenis apa kedua kucing itu, kecepatanku saja hanya 1/8 nya saja dari mereka,” gumam Asgar dalam hati.Begitu juga dengan semua orang, menyaksikan sendiri bagaimana kesaktian kedua kucing buntal, mereka semakin yakin bahwa Galuh lebih sakti dari kelihatannya.“Pantas saja ayahanda bercerita tentang alam para dewa, kemungkinan dia memang pernah ke sana,” gumam Kelenting sari dalam hati, dia terus menatap punggung Galuh di depannya dengan tatapan bangga.Namun berbeda dengan Lintang, dia melihat Galuh sebagai motivasi yang harus dirinya kejar, tidak hanya dari kesaktian, tetapi juga dalam bersikap, tindakan, serta perangai yang ramah dalam keseharian.Menyaksikan sendiri bagaimana sifat Galuh membuat dia merasa kecil, tidak disangka ayahnya ternyata merupakan orang yang sederhana meski dirinya seorang penguasa tertinggi.Bahkan Galuh selalu

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 481 Harimau Bulan

    “T-te-tentu saja aku mau, ta-tapi apa ini tidak terlalu cepat?” jawab Lintang terbata.Bawana, Samhu, dan Madu Lalang menyimak dengan antusias, dalam hal ini, mereka tidak berani ikut campur dan tidak bisa membantu Lintang.“Hahaha, tidak ada yang terlalu cepat bocah, kau akan menyesal jika tidak segera menikah,” ungkap Galuh menerangkan.“Kau tahu, menikah itu sangat nikmat, dirimu tidak akan rugi melakukannya,” bisik Galuh kepada putranya tersebut, membuat Lintang segera mengerutkan kening tidak mengerti.“Benar kakang, dengan menikah kita bisa hidup serumah, tidur sekamar, dan makan bersama. Dan yang lebih penting kita akan memiliki bayi sebagai puncak kebahagiaan hidup tertinggi,” ungkap Kelenting Sari.“Aku setuju,” tambah Anantari semangat.Galuh yang berada di sisi mereka seketika terbatuk mendengarnya, “Sial, anak jaman sekarang ternyata lebih mengerti dari pada orang tua,” umpat Galuh dalam hati.“Tunggu! apa mungkin aku dulu kurang bergaul hingga tidak mengerti semua itu? si

  • Legenda Tongkat Semesta   Bab 480 Me-menikah?

    “Hahaha, tidak apa Jaka, kau memang memiliki banyak talenta, aku bisa melihatnya, keberadaan dirimu akan sangat dibutuhkan oleh banyak mahluk di dunia ini, jadi berbanggalah jangan pernah malu,” ungkap Galuh membuat Bawana senang.“Namun ingat, jangan pernah puas dengan ilmu, teruslah belajar dan kembangkan karena ilmu tidak akan ada habisnya, hanya jangan sekali-kali ada terbesit kesombongan karenanya, dimana setiap kekuatan akan membawa tanggung jawab yang besar,” sambung Galuh.Tidak hanya Bawana, tetapi semua orang kini merenung mendengar kata-kata itu, termasuk Lintang putranya sendiri.Kabar tentang sosok Galuh sebagai pemimpin yang bijak ternyata memang benar adanya, Lintang dapat merasakan itu dari kata-kata yang dia ucapkan. Membuat Lintang menjadi semakin bangga karena telah dilahirkan sebagai putranya.“A-aku mengerti tuan Galuh, petuah anda tidak akan pernah aku lupakan,” ucap Bawana sopan.“Hahaha, kau memang pemuda baik, Jaka,” ujar Galuh memuji, namun sama seperti Linta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status