Beranda / Rumah Tangga / Lelaki Plus-Plus / Bab 39 : Memuaskan Istri

Share

Bab 39 : Memuaskan Istri

Penulis: Ichageul
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-03 14:30:22
Ciuman dalam dan penuh hasrat langsung terjadi di antara mereka. Didera perasaan bersalah, Kalandra ingin menebus kesalahannya pada sang istri. Dia juga ingin memberikan kepuasan pada istrinya yang sempat tertunda karena Yulia.

Kalandra mengangkat tubuh Alya kemudian mendudukkan di atas bak cuci piring. Bunyi decapan bibir mereka terdengar memenuhi seisi dapur. Tangan Kalandra kini sudah berada di gunung kembar istrinya yang masih tertutup rapih. Rematan pelan di sana membuat Alya mendesah pelan.

“Assalamu’alaikum.”

Di saat hasrat keduanya semakin naik, tiba-tiba saja terdengar suara wanita mengucapkan salam disusul teriakan Nabila memanggil nama Aruna. Rupanya adik Alya yang datang berkunjung. Keduanya segera mengakhiri aktivitas intim yang baru saja dimulai. Alya merapihkan dulu pakaiannya sebelum menyambut sang adik.

“Run, ke sini sama siapa?” tegur Alya.

“Sama Ricky.”

Dari arah luar muncul Ricky, kekasih Aruna sambil menenteng helm. Tak lama berselang Kalandra datang da
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 40 : Pria Peliharaan

    Pukul lima shubuh Kalandra sudah sibuk menyiapkan barang-barang yang akan dibawanya. Hari ini dia akan menuju Jakarta. Sudah waktunya pria itu melakukan pemotretan lagi. Dan kali ini pemotretan akan dilakukan di dua tempat, Batam dan Singapore. Alya masuk ke dalam kamar. Dia membawa beberapa potong pakaian untuk suaminya. Tak butuh waktu lama, tas berisi pakaian dan ransel berisi peralatan memotret sudah selesai disiapkan. Kalandra menarik Alya hingga wanita itu duduk di atas pangkuannya. “Nabil masih tidur?” “Iya, Mas. Mas berangkat jam berapa?” “Setengah tujuh.” “Pemotretan di mana, Mas? Batam?” “Iya. Selesai di Batam, kita lanjut ke Singapura. Kamu mau dibeliin apa, sayang?” “Ngga usah. Uangnya kan dipakai buat nyicil pinjaman ke kantor.” “Tapi kan ngga semuanya aku setor. Seperti kemarin, masih kebagian lima juta. Lagian nanti aku bukan cuma motret aja, tapi syuting juga.” Sambil berbicara, Kalandra membuka daster yang dikenakan istrinya. Sebelum perg, dia ingin melakukan

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 39 : Memuaskan Istri

    Ciuman dalam dan penuh hasrat langsung terjadi di antara mereka. Didera perasaan bersalah, Kalandra ingin menebus kesalahannya pada sang istri. Dia juga ingin memberikan kepuasan pada istrinya yang sempat tertunda karena Yulia. Kalandra mengangkat tubuh Alya kemudian mendudukkan di atas bak cuci piring. Bunyi decapan bibir mereka terdengar memenuhi seisi dapur. Tangan Kalandra kini sudah berada di gunung kembar istrinya yang masih tertutup rapih. Rematan pelan di sana membuat Alya mendesah pelan. “Assalamu’alaikum.” Di saat hasrat keduanya semakin naik, tiba-tiba saja terdengar suara wanita mengucapkan salam disusul teriakan Nabila memanggil nama Aruna. Rupanya adik Alya yang datang berkunjung. Keduanya segera mengakhiri aktivitas intim yang baru saja dimulai. Alya merapihkan dulu pakaiannya sebelum menyambut sang adik. “Run, ke sini sama siapa?” tegur Alya. “Sama Ricky.” Dari arah luar muncul Ricky, kekasih Aruna sambil menenteng helm. Tak lama berselang Kalandra datang da

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 38 : Perasaan Bersalah

    “Yulia, apa yang kamu lakukan?” tanya Kalandra dengan suara seraknya. “Maaf, sayang. Milik mu sudah membuat ku candu.” Yulia melanjutkan kegiatannya mengulum senjata pusaka milik Kalandra. Pria itu kembali membaringkan tubuhnya lagi. Service oral Yulia memang luar biasa nikmat, walau enggan mengakui, namun Kalandra menyukainya. Ditambah lagi sekarang dirinya masih menjadi budak seks Yulia. Mana bisa pria itu menolak apa yang dilakukan Yulia. Walau tidak ada perjanjian tertulis, tapi tetap saja akan ada konsekuensinya jika Kalandra menolak. Wanita kaya dan berkuasa seperti Yulia bisa melakukan apa saja untuk mempersulit hidupnya. Tanpa dapat ditahan, erangan Kalandra keluar juga. Kuluman dan pijatan tangan Yulia dia senjata andalannya langsung dapat membangkitkan gairah pria itu. Melihat Kalandra yang begitu menikmati service oralnya, membuat Yulia tak tahan lagi. Wanita itu menghentikan apa yang dilakukannya lalu naik ke atas Kalandra. Pelan-pelan dia memasukkan batangan ke

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 37 : Terpuaskan

    Dengan langkah perlahan, Kalandra berjalan mendekati Yulia yang masih berbaring di sofa. Ketika Kalandra semakin mendekat, Yulia menegakkan tubuhnya. Wanita itu duduk menunggu pria di depannya sampai di dekatnya. Begitu Kalandra berdiri tegak di depannya, Yulia langsung menurunkan segitiga pengaman milik Kalandra. Mata laparnya langsung melalap batangan kenyal milik Kalandra yang sudah menegang dan mengeras. Efek obat perangsang yang dikonsumsinya tadi sudah mulai bekerja. Terdengar lenguhan Kalandra ketika Yulia mulai mengulum senjata pusakanya. Kalandra mendongakkan kepalanya seraya memejamkan mata. Tidak dapat dipungkiri kalau pria itu sangat menikmati apa yang dilakukan Yulia. Service oral wanita itu benar-benar baik. Alya kalah jauh dibandingnya. Tangan Kalandra bergerak merah kepala Yulia, meremat pelan rambut wanita itu kemudian mendorong kepala Yulia untuk memperdalam kulumannya. Setelah beberapa menit, permainan berubah. Yulia sekarang berbaring di atas sofa dan Kalandra

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 36 : Tugas Pertama

    Diliriknya Alya yang masih menunggunya di kasur. Kalandra menarik nafas panjang sebelum menggeser ikon hijau. “Halo.” “Halo, Kala. Bagaimana keadaan anak mu?” “Sudah baikan, Bu.” “Tapi aku yang tidak baik-baik saja. Aku mau kamu menemui ku sekarang. Aku akan mengirimkan lokasi apartemen ku. Aku tunggu secepatnya. Aku di unit 1807.” Panggilan langsung berakhir setelah Yulia menyelesaikan kalimatnya. Kalandra masih termangu di tempatnya. Perasaan tak tenang langsung merayapi hatinya. Akhirnya waktu yang ditakutinya tiba juga. Sudah saatnya dia menjual diri pada Yulia. “Siapa yang telepon, Mas?” suara Alya membuyarkan lamunan Kalandra. “Telepon dari kantor, sayang. Mas ada pekerjaan.” “Harus pergi sekarang?” “Iya.” Kalandra berjalan pelan menuju ranjang. Pria itu mencium bibir Alya dengan mesra. Inginnya dia menghabiskan waktu bersama Alya lebih dulu, namun Yulia sudah memberinya ultimatusm. Pria itu harus segera sampai di apartemen. Suara dentingan ponsel membuat K

  • Lelaki Plus-Plus   Bab 35 : Operasi

    “Benarkah? Tapi dari mana Mas dapat uangnya?” “Aku dapat pinjaman dari kantor atas rekomendasi Bu Yulia.” “Bu Yulia?” “Dia komisaris utama di kantor ku. Yang waktu itu aku temui.” “Ooh..” Hanya itu saja jawaban yang keluar dari mulut Alya. Setiap mendengar nama Yulia, entah mengapa hatinya resah. Perasaannya selalu tidak enak jika menyangkut wanita itu atau pun Mega. “Tapi jumlahnya besar, Mas. Bagaimana membayarnya?” “Ya memang ada konsekuensinya. Aku harus rela kerja lebih keras lagi. Jadwal pemotretan akan ditambah. Aku juga diminta menjadi kameramen film pendek produksi mereka. Bayaran jadi kameramen lebih besar dan aku bisa cepat melunasi hutang ke kantor.” Dengan lancar Kalandra mengatakan kebohongan yang sudah tersusun rapih di kepalanya. Dia tahu benar kalau sang istri pasti akan menanyakan dari mana uang yang didapatnya berasal. Tidak mungkin juga Kalandra mengatakan kebenarannya. Alya pasti akan mengamuk dan memintanya mengembalikan uang tersebut. “Setelah N

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status