แชร์

Bab 47 Rayuan maut

ผู้เขียน: Jackie Boyz
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-16 08:31:29

“Ouh, sudah Pak, ouh, aku sudah keluar.” Ucap Amina dengan napas tersengal.

Darto senyum-senyum sendiri, pria itu segera melepaskan tubuh Amina lantaran dia baru saja mengeluarkan laharnya ke dalam liang intim Amina.

“Aku juga sudah puas, Bu.”

Tujuan Amina meminta Darto menyentuhnya di meja makan untuk memamerkan kemesraan di depan Yuyun. Amina mencium aroma ketertarikan dari cara Yuyun menatap Darto begitu pun sebaliknya. Amina tidak ingin jika sampai Darto dan
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 93 Rahasia Devan

    Yuyun tersinggung mendengar ucapan Amina barusan. Dia tidak mengerti, pikirnya Amina akan segera melupakan semua peristiwa yang terjadi antara dirinya dengan Darto, namun ternyata Amina masih terus membahasnya hingga detik ini,Yuyun masuk ke dalam kamarnya tanpa membangunkan Devan. Yuyun sangat lelah, itu semua gara-gara Rangga. Yuyun merasa cemas dengan Devan. Pikirnya Devan tadi pergi bertemu dengan Mita di kediaman Rangga. Jika itu sampai terjadi maka sebentar lagi Devan bakalan tertangkap oleh Rangga, Karena Devan, Rangga bisa memanfaatkannya untuk bercerai dari Mita.Yuyun tidak tidur, sudah tiga puluh menit lamanya wanita itu mondar-mandir di dalam kamarnya. Lelah berjalan mondar-mandir Yuyun duduk di tepi ranjang. Yuyun melamun hingga satu jam lamanya.Devan terjaga sendirian di depan layar televisi, dia menoleh ke kanan dan ke kiri. Ruang televisi hening sekali. Tidak tampak penghuni rumah keluar. Wati juga sudah masuk ke dalam kamarnya. Sebelumnya Devan teringa

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 92 Tulang dan kulit

    ***Sekitar pukul sepuluh malam Rangga memulangkan Yuyun ke rumah. Dia melihat rumah sepi sekali, penghuni rumah biasanya sudah tidur kecuali Devan yang memilih tetap nongkrong di depan layar kaca.Yuyun masuk ke dalam melewati pintu samping. Di sana tidak ada siapa-siapa. Darto dan Amina sepertinya juga sudah tertidur lelap di dalam kamarnya. Sesuai seperti tebakannya. Devan sedang menonton acara favoritnya di layar kaca. Melihat Yuyun melewatinya masuk ke dalam kamar, Devan juga tidak menegur.Pikir Yuyun mungkin saja Devan sedang terlelap dan tidak mematikan layar televisi di depan. Sarinten juga tidak terlihat di sana, pelayan rumah Darto selesai bekerja selalu tinggal di dalam kamarnya. Mungkin karena terlalu banyak pekerjaan dan semuanya dikerjakan oleh Sarinten seorang diri.Wati berjalan dengan high heelsnya, gadis itu masuk ke dalam dan melihat Yuyun sedang berdiri di luar pintu kamar tidurnya. Sebentar lagi Yuyun pasti akan masuk ke dalam.“Mbak Yun, ba

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 91 Amarah Yuyun

    Yuyun tiba di ruangan meeting, dia mulai mengambil berkas yang sudah dia siapkan lalu membagikannya pada para peserta meeting di dalam ruangan tersebut.Semua peserta meeting mulai membacanya, Rangga menjadi pembawa acara meeting di sana. Proyek yang diajukan seminggu lalu akan mulai dilangsungkan dalam waktu dekat. Semua orang di perusahaan diminta untuk aktif membantu agar mereka kebagian bonus akhir.“Kalian bisa turut berpatisipasi, nilai akan ditambahkan pada setiap orang atau kelompok yang melakukan kinerja dengan bagus. Bonus juga pasti akan turun, semuanya tergantung dari kinerja kalian. Ingat! Proyek ini milik perusahaan, bukan milik saya secara pribadi, jadi semua orang di dalam ruangan ini diizinkan untuk berpartisipasi. Semoga proyek kali ini lancar.” Ucap Rangga pada seluruh peserta meeting di dalam ruangan.Yuyun sejak tadi hanya menatap berkas di atas mejanya, sementara Rangga sedang sibuk memberikan tambahan ulasan di depan ruangan.Rangga sesekali me

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 90 Ajakan Mami

    Yuyun tidak menimpali ucapan Devan, Yuyun mulai menikmati sarapan paginya. Semua orang sedang sarapan. Yuyun dan Darto nampak acuh, tidak seperti biasanya, Darto suka mencuri pandang ke arah menantunya itu.Amina yang sibuk menatap ke arah Darto dan Yuyun bergantian. Amina cemas kalau Darto pindah ke Yuyun dan memilih menceraikannya. Apalagi Devan laki-laki letoy dan nurut. Melihat Devan tetap akur dengan Yuyun artinya tindakan Yuyun dan Darto semalam sudah Devan maafkan.“Dev? Nanti ikut Mami ke toko ya?” Seru Amina pada Devan.Yuyun tidak berkomentar, malahan Yuyun nampak tidak peduli sama sekali dengan perkataan Amina barusan.“Lihat sikonnya dulu Mi,” jawabnya sambil meringis. Devan malas ke toko karena dia tahu Amina akan meminta dia layani dari pagi hingga petang. Devan mau-mau saja berhubungan intim tapi kalau terlau diforsir Devan tidak mau melakukannya. Devan melakukan hubungan intim tidak bisa dipaksa.Darto juga terlihat santai bahkan lebih santai dari

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 89 Sindiran Devan

    Kedua mata Yuyun sampai berair saking dalamnya Darto menyodok, tidak hanya dalam tapi juga sangat kasar dan cepat. Yuyun merasa liang intimnya diacak-acak sampai ngilu dan perih, tidak hanya itu Darto sepertinya memang kuat dan tahan lebih lama saat sedang berhubungan intim dengannya. “Pak, ampun..” rengek Yuyun yang kini memilih bersandar di dinding, Yuyun hampir tidak kuat berdiri lagi. “Coba lagi? Kamu ngomong apa, sayang?” “Akh, aahh, am-ampun, aahhh, ouuwhh, Pak..” “Masih bisa keluar lagi pepekmu Yun, makin senang aku, lagi ya?” tawar Darto padanya. “Ennnggh, aaah, Pak, nggak, aahh, ampun, sudah, aaahhh. Pak..” Yuyun memukul pelan kedua bahu Darto. Darto menekan dalam-dalam tongkatnya sambil memutar bokong Yuyun. Meremas dan membuat Yuyun terus menjerit seraya menggelinjang nikmat. Cairan Yuyun kembali tumpah lagi dan lagi, mereka lupa jam, mereka lupa waktu. “Ummh, umhh, emmh.” Yuyun memejamkan matanya sambil melumat

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 88 Gara-gara kopi

    Masih jam setengah enam, Yuyun selesai mandi lalu berjalan ke dapur untuk menemui Sarinten. “Neng Yuyun, mencari Bibi?” Tanya Sarinten pada Yuyun. “Nggak, aku cuma pengen seduh kopi Ten, ngantuk mataku. Sebentar lagi aku juga mau ke kantor, mungkin pukul tujuh harus berangkat.” Ujarnya sambil mencampur satu sendok makan gula dan kopi lalu menyeduhnya dengan air panas. Yuyun berdiri di belakang Sarinten sambil mengaduk kopi dalam gelas. Wanita itu sedang sibuk memperhatikan ponselnya sambil terus mengaduk air campuran kopi dan gula. “Aduh, aku tadi mau masukin cucian ke mesin, lupa aku Neng. Sebentar Rinten ambil baju kotor dulu!” Seru Sarinten sambil bergegas pergi dari dapur. Yuyun tidak menyahut, Yuyun melihat sekilas semua masakan yang dibuat Sarinten sudah hampir siap semuanya. Dari ruang tengah Darto mencium aroma kopi yang harum. Pria itu otomatis terjaga, dia pikir Sarinten sedang di dapur. Tanpa ragu pria itu bangun

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status