Beranda / Romansa / Lika-liku Cinta Terlarang / Bab 171 Lenguhan Devan

Share

Bab 171 Lenguhan Devan

Penulis: Jackie Boyz
last update Tanggal publikasi: 2026-08-09 08:27:56

Devan terjaga dari tidurnya dan dia melihat Yuyun mengusap kedua matanya lantaran Devan melepaskan pelukan dari tubuh Yuyun.

“Yun, pindah ke kamar saja, di sini terlalu berisik, nanti kamu nggak bisa tidur nyenyak,” ucapnya pada Yuyun.

Yuyun tidak begitu jelas mendengar perkataan Devan, dan yang Yuyun dengar hanya perintah Devan agar dia segera pindah ke kamar. Yuyun memang sangat mengantuk dan lelah. Seharian ini waktunya hanya habis untuk melayani hasrat Rangga lalu Dart
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 171 Lenguhan Devan

    Devan terjaga dari tidurnya dan dia melihat Yuyun mengusap kedua matanya lantaran Devan melepaskan pelukan dari tubuh Yuyun. “Yun, pindah ke kamar saja, di sini terlalu berisik, nanti kamu nggak bisa tidur nyenyak,” ucapnya pada Yuyun. Yuyun tidak begitu jelas mendengar perkataan Devan, dan yang Yuyun dengar hanya perintah Devan agar dia segera pindah ke kamar. Yuyun memang sangat mengantuk dan lelah. Seharian ini waktunya hanya habis untuk melayani hasrat Rangga lalu Darto, dan Devan. Saking lelahnya Yuyun dia pun menurut dan pindah ke dalam kamar. Sementara Devan masih rebah di karpet depan layar televisi. “Ah, ah, oukhh, Pak, oukhh, sodok pepekku, akh, iya, oukhh, enak Pak, emmh, ahhh, sshhh, terus oukhh, Pak, aku muncrat, aakhhhh, oukhh, enak sekali, oukhh,” lenguh Amina dari dalam kamar Darto. Devan menatap layar televisi yang masih menyala, suara layar televisi kalah dengan suara desahan Amina di dalam kamar yang kini sedang me

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 170 Cemburu buta

    “Iya, Mi, oukh, Mi, ah, ah, ah, enak sekali pepek Mami, legit dan basah,” ujarnya sambil terus menggenjot Amina tanpa henti. “To, aku nggak tahan, aku pengen keluar Too, oukhh, To,” racau Amina. “Aku juga Mi, ouhh, Mi, aku keluar sekarang, aarghhh, oukhh Mi,” ujar Anto dengan penuh nafsu. Anto melumat bibir Amina dengan rakus sambil terus menyodok liang intim milik Amina hingga cairan miliknya habis muncrat ke dalam liang Amina. Amina terengah-engah penuh kepuasan. Keringat membanjir dari tubuh Anto dan Amina. Anto menatap sisi intim Amina dengan bulu tebal yang masih dia tancapi organ intim miliknya. Bulu tebal itu kini basah dengan penuh carian kental miliknya juga milik Amina sendiri. “Sudah Mi, sudah malam, Mami masuk ke dalam, khawatir ada yang melihat kita berdua di sini,” ujarnya sambil menarik organ intimnya keluar dari dalam liang intim Amina. Anto melihat bibir Amina cemberut, sepertinya Amina enggan berpisah dengannya mala

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 169 Perintah Amina

    “Iya, Pak?” jawabnya seraya berjalan mendekat. “Kamu bereskan piring di meja makan, cuci sekalian. Sebentar lagi Wati sama Devan pulang, Amina juga, ketimbang kamu diomeli sama dia nanti mending sekarang kamu bereskan,” perintahnya. “Iya Pak, aku bereskan sekarang,” ujar Sarinten. Lalu dengan tergesa-gesa Sarinten menuju ke meja makan. Secepat kilat Darto langsung menyingkirkan sisa-sisa cairan miliknya dengan keset lantai. Setelah mencermati secara teliti tidak ada apa-apa lagi di sana, barulah dia pergi meninggalkan dapur dengan sebotol air mineral dingin. Dari pintu samping ruang tengah, Darto mendengar suara Wati. “Dasar pria tua nggak tahu diri, sudah tua masih nggak ngaca, masa iya aku ditarik-tarik, aku kan cuma waiters bukan wanita bookingan,” keluh Wati pada dirinya sendiri. Darto mendengar omelan tersebut, dia hanya bisa geleng-geleng kepala lalu pergi dan memilih mengabaikan Wati. Wati masuk ke dalam rumah dia me

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 168 Kesal dan gemas

    “Eeemhhh, unghh, emh, Pak, umhh, mmhh,” lenguh Yuyun penuh kepuasan sambil meremas-remas bahu Darto.Darto mengukir senyum senang sambil terus melumat bibir menantu seksinya itu. Kedua tangan Darto terus memilin kedua puting Yuyun yang mengeras sejak bergairah beberapa menit yang lalu. Puting Yuyun masih kencang dan keras meski sudah klimaks, sepertinya pukulan dan tamparan keras tadi membuat Yuyun masih bergairah. Sensasi itu mungkin baru dirasakan Yuyun awal malam ini.Kejantanan Darto masih menggesek liang intim Yuyun hanya saja sudah berubah ritme menjadi pelan lantaran Yuyun dan Darto sudah klimaks.Darto melepaskan lumatan bibirnya, dia ingin menepati janji pada Yuyun kalau dia hanya akan melakukannya selama sepuluh menit. Ketika hendak menarik kejantanannya, Yuyun tiba-tiba meremas dada Darto.“Akh, Pak,” pekik Yuyun sambil meremas dada Darto dengan lebih kuat.Darto bingung, dia batal menariknya keluar dan menekannya masuk kembali perlahan.“Kenapa Yu

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 167 Tidak bisa menolak

    Di dalam kamar mandi, Yuyun dan Rangga kembali melampiaskan hasrat mereka berdua lalu mandi bersama-sama.“Kamu nanti hati-hati di jalan, jangan kebut-kebut,” pesan Rangga sambil memeluk Yuyun dengan perasaan enggan berpisah.Mereka berdua sedang berdiri di depan cermin, Yuyun sudah memakai bajunya dan kini merapikan make up pada wajahnya.“Iya, Mas, aku pelan-pelan kok, nggak usah cemas begitu,” jawab Yuyun seraya memoles lipstik pada bibirnya.Rangga menatap Yuyun yang sedang berdandan, sejak lama dia memikirkan bahwa wanita yang seksi dan cantik itu adalah istri yang akan dia tiduri setiap malam, tidak disangka keluarganya malah menjodohkannya dengan perawan kurus kerempeng lantaran kerjasama perusahaan kedua belah pihak.“Yun, aku sebenarnya dari dulu pengen nikahi kamu,” ucap Rangga dengan wajah masam.Yuyun mengukir senyumnya, dia sudah tahu tentang itu sejak dulu, hanya saja sikap Rangga kemarin-kemarin nampak arogan dan sombong seolah menginjak-injakn

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 166 Rayuan maut sang asisten

    Yuyun sebenarnya sangat lelah, tapi dia tidak mungkin mengabaikan Rangga dan menolak untuk tidak melayaninya seperti biasa.Rangga merogoh sisi dalam rok ketat yang dikenakan Yuyun kemudian menarik turun celana dalamnya. Setelah itu menaikkan rok ketat itu ke atas, Rangga menatap gundukan bukit berbulu yang dia sentuh saat ini. Pemandangan milik Yuyun yang ingin dia lihat setiap waktu membuatnya senang. Rangga meraba-raba dan menemukan kacang Yuyun, Rangga mencubitnya pelan, lalu menekan dua jemarinya ke dalam liang intim Yuyun untuk merasakan denyutan di dalam area itu.“Mas, ahh, Mas Rangga,” desah Yuyun sambil membuka pahanya.“Kamu nggak begitu bersemangat, pasti gara-gara Mita tadi,” ucap Rangga, Rangga melumat bibir Yuyun lalu menyingkap blus Yuyun ke atas untuk mengeluarkan kedua bukit kembarnya. Rok ketat warna hitam sudah digulung ke atas di pinggang ramping Yuyun mirip sebuah ikat pinggang kecil. Dan kini kedua bukit kenyal yang mengeras pada dada Yuyun juga te

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 1 Panasnya ibu tiriku

    Pagi-pagi sekali Sarinten menyiapkan sarapan untuk keluarga Darto. Janda berusia tiga puluh dua tahun beranak satu tersebut sudah enam bulan bekerja di kediaman Darto sejak diceraikan oleh suaminya.Darto memiliki istri sambung bernama Amina, wanita berusia empat puluh tahun pengelola empat toko pe

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 2 Layani aku

    Brak! Saking terburu-buru sampai terdengar gebrakan keras di pintu. Sarinten bersembunyi di belakang punggung Devan, wanita itu malah merangkul pinggang Devan.Yuyun mendengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali langsung berbalik dan mengetuk pintu kamar mandi. “Mas! Mas Devan di dalam? Burua

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 3 Istri Majikan yang menggoda

    Tak lama kemudian, Darto dan Amina berjalan bersama-sama menuju ke ruang makan. Seperti biasa Amina mengenakan baju terusan ketat sepanjang lutut. Kedua bahu jenjangnya tampil mulus karena baju yang dikenakan Amina hanya sampai sebatas dada.Anto hampir memuntahkan kopinya menatap kedua bola yang h

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 66 Kelelahan

    Yuyun sebenarnya merasa lelah karena belakangan ini dia sering bercinta dengan Darto. Tidak ada waktu untuk memikirkan Rangga karena tubuhnya sudah tidak mampu menerima sentuhan intim dari Rangga. Yuyun sampai melamun dalam pelukan Rangga."Kamu kenapa? Ada yang mengganggu pikiran kamu, Yun?"

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status