Partager

126 - Semester Dua

Auteur: Luna Maji
last update Date de publication: 2026-06-28 20:00:17

Kereta-kereta berdatangan seperti biasa, memenuhi halaman Kingsley dengan koper dan suara tawa. 

Para mahasiswa turun satu per satu, sebagian dengan wajah segar setelah liburan, sebagian lagi menyeret langkah dengan enggan untuk kembali ke rutinitas akademi. Rosemary berdiri di dekat gerbang, menatap menara batu yang menjulang di hadapannya dengan cara yang berbeda dari saat ia pertama kali melihatnya.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   126 - Semester Dua

    Kereta-kereta berdatangan seperti biasa, memenuhi halaman Kingsley dengan koper dan suara tawa.Para mahasiswa turun satu per satu, sebagian dengan wajah segar setelah liburan, sebagian lagi menyeret langkah dengan enggan untuk kembali ke rutinitas akademi. Rosemary berdiri di dekat gerbang, menatap menara batu yang menjulang di hadapannya dengan cara yang berbeda dari saat ia pertama kali melihatnya.Semester pertama berhasil ia lalui. Ia masih hidup. Identitasnya belum terbongkar. Tapi entah kenapa, semester kedua terasa lebih berat. Bukan karena pelajaran atau turnamen, tapi karena ancaman yang kini mengelilinginya dari berbagai arah. Henry tahu, dan tahu sejak lama. Benedict curiga, dengan kepingan-kepingan yang sudah cukup banyak untuk membuatnya tidak bisa berhenti mencari. Dan Ashworth... nama itu kini bukan sekadar nama. Saat ia melintas di korido

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   125 - Tidak Sabar

    Moros dan kuda Oliver menghilang di ujung jalan, dan Rosemary akhirnya bisa bernapas.Ia berdiri di dekat jendela, menatap debu yang masih mengapung di tempat kuda-kuda itu tadi berdiri. Tangannya sedikit gemetar—bukan karena takut, tapi karena ketegangan yang baru saja berlalu.Dua jam. Dua jam ia duduk di ruang tamu dengan Benedict Harrington, menjawab pertanyaan-pertanyaan Oliver yang semakin tajam, menghindari tatapan yang semakin dalam.Hampir saja. Aku hampir ketahuan.Edmund muncul dari balik pintu, tongkatnya mengetuk lantai. “Mereka sudah pergi?”“Sudah.”“Harrington—” Edmund berhenti sebentar. “Apa dia selalu se

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   124 - Nama yang Salah

    Benedict tidak menjawab, ia masih menatapnya.Rosemary bisa merasakannya—tatapan abu-abu itu belum sepenuhnya percaya. Ada sesuatu di balik mata itu yang masih menghitung, masih mencari, seperti seseorang yang tahu bahwa ada sesuatu yang salah tapi belum bisa menyebut apa.Tapi Benedict tidak punya bukti apa pun. Hanya firasat. Hanya keanehan-keanehan kecil yang belum bisa ia rangkai menjadi satu kesimpulan tepat.Ia duduk lagi.Rosemary menghembuskan napas pelan. Satu masalah selesai. Tapi ia tahu ini belum berakhir.“Maaf soal kemarin, Finch.” Ia sengaja mengalihkan pembicaraan, suaranya dibuat seringan mungkin. “Aku tidak jadi datang menemui Lord Wexford.”Oliver langsung

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   123 - Terlalu Sepi

    Sudah dua jam lebih sepuluh menit.Benedict belum bergerak dari kursinya. Oliver sudah menghabiskan tiga cangkir teh dan mulai mengoceh tentang arsitektur Sterling Manor—sesuatu tentang langit-langit yang lebih rendah dari yang ia kira, sesuatu tentang jendela yang mungkin dibangun pada era yang salah untuk gaya rumah. Martha mondar-mandir dengan nampan kosong, wajahnya semakin pucat setiap kali ia melirik ke arah mereka.Rosemary duduk di seberang mereka, tangannya terlipat di pangkuan, senyumnya sudah lama terkuras habis.Dia tidak akan pergi. Pikiran itu berputar-putar di kepalanya. Dia benar-benar akan duduk di sini sampai Edmund muncul.Lalu terdengar suara kereta di luar.Rodanya berderit di atas kerikil. Su

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   122 - Punya Waktu

    Pagi di Sterling Manor datang dengan cahaya yang lebih hangat dari biasanya. Musim dingin belum berakhir, tapi hari ini matahari cukup berani untuk muncul di balik awan.Di ruang tengah, Rosemary berdiri di samping Edmund, satu tangan siap menangkap kalau kakaknya kehilangan keseimbangan.Edmund melangkah. Satu. Dua. Tiga. Wajahnya berkeringat, tapi senyumnya tidak hilang. “Aku benci latihan ini.”“Dokter bilang kau harus melakukannya.”“Ya, dan kau bahkan lebih galak daripada dokter itu.”“Aku memang terlahir galak.”Edmund tertawa kecil, lalu terbatuk. Tapi batuknya tidak separah dulu—tidak lagi mengguncang seluruh tubu

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   121 - Langkah di Depan

    Rosemary dan Henry kembali ke aula, dan tidak ada yang berubah.Musik masih mengalun, lilin-lilin masih menyala, para tamu masih tertawa dan berdansa dan berbisik tentang hal-hal yang tidak penting. Dunia di dalam ruangan ini tidak tahu bahwa sesuatu baru saja terjadi di taman yang gelap di luar jendela.Rosemary berdiri di samping Henry, membiarkan dirinya menjadi bayangan.Henry berbicara dengan seorang Earl tentang sesuatu—kebijakan perdagangan, atau aliansi politik. Rosemary tidak mendengarkan. Ia mengangguk pada waktu yang tepat, tersenyum pada waktu yang tepat. Tapi pikirannya ada di pohon ek, di topeng burung hantu yang miring, di tatapan abu-abu yang terlalu lama.Kau Rosemary Sterling.Suara Oliver masih terngi

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   22 - Sama

    “Apa yang kau lakukan?”Suara itu bukan suara yang Rosemary kenal. Bukan suara datar yang biasa ia dengar di arena. Juga bukan suara dingin yang memotong percakapan di Ruang Santai. Ini lebih pelan, lebih re

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   21 — Buku

    Perjalanan kembali ke asrama terasa sangat panjang.Oliver mengoceh di samping Rosemary—tentang permen apel, tentang teh jahe, tentang betapa mengejutkannya fakta bahwa Pangeran Henry bisa tertawa seperti orang no

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   20 - Pasar Malam

    Hening. Tidak ada yang menjawab untuk beberapa saat. Oliver di belakang Rosemary, mulai mempertimbangkan untuk pingsan. Mungkin kalau ia jatuh sekarang, seseorang akan mengalihkan perhatian, dan ia tidak perlu menyaksikan dua orang paling berbahaya di akademi ini menatap temannya seperti ia baru s

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   18 - Menara Lonceng 

    Rosemary sudah menjadi ahli dalam menghilang.Pagi itu, ia bangun sebelum matahari menyentuh jendela. Sebelum Benedict bergerak di ranjangnya. Sebelum suara langkah kaki memenuhi koridor asrama. Ia menyelinap keluar sep

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status