Mag-log inAnna Montenegro, a cold-hearted woman in her 20's, struggling to hide behind a facade of lies. She was forced to stay under the shadows of her sister to just to hide her real identity. What if fate decided to steer her path towards Kaito Tsukasa, a man being the absolute definition of vicious? Can this encounter finally melt her iron heart or everything will fall into another maddening story? Traverse through a story full of throbbing feelings of hate and surreal beliefs in love. "I don't care if you loathe me but it is you whom my heart always craves for." - Kaito Tsukasa.
view more"Alex! Perempuan mana yang kamu sebut?" tanya Freya tiba-tiba di tengah keasyikannya memadu kasih bersama Alex, sang suami di atas ranjang.
Hatinya seperti tertusuk ketika mulut Alex melafalkan satu nama perempuan yang tak dikenalnya. Claudia, ya, itu nama yang tadi didengarnya. Siapakah Claudia? Wanita selingkuhan Alex?"Ah, palingan kau salah dengar, aku tidak menyebut nama siapapun," balas Alex dengan suara malas. Ia kesal karena aktivitas mereka terjeda, hanya gara-gara ucapan yang keluar dari bibir istrinya."Tapi ....""Sudahlah, jangan berpikir macam-macam," tukas Alex tak ingin dibantah lagi. Sebelum Freya sanggup melanjutkan kata-katanya, Alex kembali mencumbunya, dan meneruskan apa yang sempat tertunda.Tak sanggup menolak suaminya, Freya pun terhanyut dalam pusaran hasrat, hingga keduanya mencapai klimaks. Alex mendesah panjang, lalu berbaring di sisi Freya, dalam sekejap pria itu tertidur.Freya pun merasakan hal serupa, tetapi pertanyaan tentang nama perempuan tadi masih mengganggunya. Baru kali ini dia mendengar nama Claudia disebutkan oleh Alex. Rasa penasarannya terus memuncak, dia memutuskan akan mencari tahu tentang wanita bernama Claudia itu, atau dia akan mati penasaran.***“Minum dulu kopinya dan sarapan sedikit. Jangan langsung berangkat kerja.” Pagi itu, seperti biasa Freya melakukan tugasnya sebagai seorang istri. Dua tahun menikah dengan Alex, wanita itu telah mengenal Alex luar dalam. Kesukaan, kebiasaan, dan berbagai hal tentang Alex telah dia ketahui dengan baik.Freya selalu mengingatkan Alex yang mempunyai kebiasaan bekerja tanpa kenal waktu. Pria yang diingatkannya itu hanya terdiam tidak menanggapi perkataan Freya. Namun, dia melakukan hal yang dikatakan oleh istrinya. Freya dan Alex menikah karena dijodohkan oleh kakek Alex — Brian Kingston, dan kakek Freya, Liam Hamilton. Usia Brian yang telah renta membuatnya ingin melihat cucunya menikah, dan memberikan cicit kepadanya. Alex yang saat itu tidak memiliki kekasih dengan pasrah menerima perjodohan itu. “Kamu harus menikahi Freya, dia adalah gadis yang baik. Dia dapat menjadi istri yang sempurna untukmu, Alex, dan memberikanmu keturunan yang meneruskan nama keluarga Kingston,” ujar Brian kepada sang cucu.“Baik, Kek. Aku akan menikahi gadis itu," sahut Alex yang menatap Brian tanpa ekspresi. Dia tidak ingin mengecewakan kakeknya yang telah membesarkannya dengan baik ketika ayahnya pergi terlebih dahulu. Ayahnya meninggal karena sakit dan membuatnya menjadi yatim saat usianya masih remaja. Begitu pula dengan ibu Alex yang menyusul ayahnya, setahun setelah kepergian sang ayah. Pun Freya yang sangat penurut menerima perjodohan ini dengan senang hati. Wanita itu menganggap pernikahan ini adalah bentuk baktinya pada sang kakek yang selama ini telah merawat Freya si anak yatim piatu. Kedua orang tuanya telah meninggal sejak ia masih kecil akibat kecelakaan lalu lintas. “Baiklah, aku berangkat kerja!” Alex yang telah selesai dengan sarapannya berpamitan pada Freya. Tidak ada senyuman yang terlihat di wajah pria itu. Apalagi kecupan hangat yang selalu dinantikan oleh Freya, layaknya pasangan suami istri sewajarnya.Wanita itu menatap nanar kepergian Alex. “Sampai kapan aku bertahan dengan pernikahan yang dingin ini. Apakah ini yang disebut dengan penikahan?” Freya bermonolog dengan dirinya sendiri.Alex memang tak membencinya, pria itu bahkan selalu bergairah saat mereka berada di tempat tidur. Namun, hanya itu saja. Selebihnya Alex hanyalah seorang suami yang tak layak disebut sebagai teman hidup.Dua tahun ini, Freya berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi istri yang baik untuk suaminya. Akan tetapi, Alex sama sekali tidak pernah menghargai kesungguhan yang dilakukan oleh Freya. Pria itu selalu bersikap dingin. Ia hanya bersikap hangat ketika mereka mengunjungi Brian. Pernah suatu kali saat mereka sedang berdua di ruang keluarga, Freya menanyakan hal yang sampai saat ini masih belum dijawab oleh Alex. Wanita itu kerap kali menanyakan cintanya pada Alex. Namun, saat ditanya Alex selalu menjawabnya dengan perkataan yang menyakitkan. Alex menganggap ungkapan cinta tidak penting, yang utama adalah pria itu dapat memenuhi kebutuhan fisiologis dan biologis Freya. Selepas itu, Freya belum pernah lagi menanyakan hal yang sama kepada Alex. Dia takut mendapatkan perlakuan dingin dari suaminya.Freya tersentak dari lamunannya, wanita itu kemudian bangkit dan merapikan piring kosong yang digunakan Alex untuk sarapan tadi. “Ah, sudahlah, lebih baik aku mengerjakan pekerjaan rumah dibandingkan hanya melakukan hal yang membuatku bertambah risau,” kata Freya menyemangati diri sendiri.Sebelum menikah Freya pernah bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan yang cukup bonafide. Setelah menikah Freya memutuskan untuk resign dari tempatnya bekerja, dan fokus mengurus rumah tangganya. Keputusan yang diambilnya itu didukung oleh Liam Hamilton. Sang kakek sangat senang Freya mengambil keputusan yang baik untuk menomorsatukan keluarga.Namun, tanggapan serupa tak didapatkannya dari Alex. Pria itu tidak ingin ikut campur pada keputusan pribadi Freya. Baginya, Freya dapat melakukan apa pun sesuai keinginannya. Meskipun berniat untuk fokus melakukan pekerjaan rumah, Freya terus terkenang akan perilaku Alex yang selalu dingin dan tidak peduli padanya. Ketika ia sedang membereskan ruang kerja Alex, wanita itu menjadi tidak fokus dan tidak sengaja menyenggol foto keluarga yang ada di meja kerja Alex hingga terjatuh.Bingkainya berserakan, tetapi kaca yang ada dalam bingkai tersebut tidak pecah karena lantai di ruang kerja Alex dilapisi dengan karpet. Tidak sengaja Freya melihat sebuah foto lain yang terdapat di belakang foto keluarga mereka. Foto itu adalah potret Alex yang berpelukan dengan seorang wanita cantik. Mata Freya menyipit melihat foto tersebut. Di sudut foto tersebut terdapat satu kalimat yang membuat hati Freya bergetar. My Love, ClaudiaHatinya mencelos membaca kata Claudia. Masih terngiang di otaknya desahan Alex saat menyebut nama wanita itu. “Claudia? Apakah dia wanita yang disebut Alex saat kami bercinta semalam?”P R E S E N T T I M E. "That’s how my life became. It’s because of me. That’s why I don’t blame Dad and Davina for leaving me behind. And I won’t blame you either if you use me against them." I spoke with warmth when I recalled the past while staring at the blue ocean. The place is already quiet since our yacht is turned off, the waves have calmed, and the air is so refreshing. I could stay here all day admiring the scenery. "How did you overcome all that kind of suffering? It must be hard for you to endure all of that. I don't understand why the child always pays for the parent's wrongdoings. I thought I was the only one who was having a hard time growing up, but no. It was actually okay since I'm a man, but you... do you want to live with me instead?" Mabilis akong napatingin sa kanya ng biglang niyang itanong yun sa akin. Ito lang napakahabang sinabi at sa tuwing magsasalita ito ay lagi akong iniiwanan ng surpresa sa mga binibitawan niyang mga salita. "Hindi ba nakatira na ako
THE BEGINNING OF ROMANCE: Be My Real Wife. Tahimik kong pinagmamasdan ang karagatan at maya-maya lang ay doon na nagsimulang lumabas ang mga dolphin at parang isdang tumatalon sa tubig. Hindi ko na malayan na tinabihan pala ako ni Kaito dahil masyadong lang ako nakatutok sa panonood ng mga dolphin. Nandito kami sa labas ng yate nakaupo sa lapag sa pinakadulo ng nguso ng yate. A glass of orange juice was offered while a glass of wine was held in his hand. I was about to reach for the wine glass when he stretched his hand away from me. “Be good. Drink this now, and later you'll take vitamins after we eat." On rare occasions, his voice is as tranquil as the ocean. Wala na akong nagawa kung ‘di tanggapin na lang ito at binalik ang atensyon sa dagat. Wala nang mga dolphin ang tumatalon at tahimik na ang karagatan wala rin gaanong alon kaya payapa, nakapatay din ang makina ng yateng sinasakyan namin at sa ‘di kalayuan mga speedboat ng taohan niya ang nakabantay sa amin sa malayo. Nasa gi
VACATION. Naalingpungatan ako ng gising at marahan kong binuksan ang aking mga mata at bumungad sa akin ang puting kesame. Napahawak ako sa aking ulo ng maramdam kong kumirot ito pero sumalubong ang aking kilay nang may makitang dextrose na nakakabit sa likod ng aking kanang palad. “You’re awake now?” malamig ang boses nito habang nakadekwatrong nakaupo sa may biranda na humihigop ng kape. Nakasuot pa rin ito ng kanyang karaniwang sinusuot sa trabaho ang tinanggal niya lang ay ang blazer at kurbata. Seryoso ang mukha niyang humihigop ng kape na nakatingin sa akin samantala ako ay tinitigan ko lamang siya babalik. Iniisip kung paano ko nga ba ipapaliwanag sa kanya ang lahat? At kung paano ako makakatakas sa kanya? "Did you plan to shoot yourself just for the sake of the deal?" "Yes," I answered directly. There’s no use lying to him. In the end, the truth will reveal itself, and knowing him, he has many ways to find the truth, whether I’m telling the truth or not. I know I have a lo
I’m done dressing up. My belongings are also present, as is my makeup kit, which contains everything I require. It seems like the old man planned it beforehand after I looked around where we were staying. I also put on light makeup to make me appear normal because I look like a corpse with my pale face since I got shot. Kaya habang hinihintay si Tanda na dumating ay nagpasya muna ako na lumabas ng kwartong tinutuluyan namin at halos magulat ako na private villa pala ang lugar na ito. May mga trabahente akong nadaanan at lahat sila'y pare-pareho ang tawag sa akin ay Mrs. Tsukasa. Nang magtanong ako sa isang lalaking nagbabawas sa may garden kanina kung saan lugar ito sabi Boracay daw. Napangiwi ako. Ano kaya ang binabalak ng matandang ‘yon? Bigla akong napatakip sa bibig at nanlaki ang mga mata nang maalala ang sinabi niga. “Huwag mong sabihin na totohanin niya ang sinabi niya?!” kausap ko sarili ko. “Hindi naman sana! Ang pangit mag-aral na malaki ang tiyan!” napatampal ako sa noo
“Ah, ah, ah, take it easy, buddy!” “Mas lalo ko lang didiinan kung ‘di mo ako tatantanan kakatawag sa akin ng buddy!” Kaya mas lalo ko pang diniinan hilutin ang paa niya. Nandito kaming dalawa sa clinic at
Bakit ba hindi ko na lang sinabi sa kanya?Malalaman niyang may koneksyon at kilala ako ni Joseph. Hangga’t maaari ay gusto ko na lang ibaon ang nakaraan ko at mamuhay ng normal. Gusto ko nang ka
J A P A N E S E R E S T A U R A N T2 H O U R S A G O.Naglalakad kami sa pasilyo patungo sa silid kung saan gaganapin ang deal. May nakit
After two hours of discussing and talking about our proposal just how Kaito and Rodriguez wanted me to do. I made a little speech before starting to proceed with the plan of their cooperation and the benefits they can get after signing the contract. The proposal is


















Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
Mga Ratings
RebyuMore