Share

Bab 7

Author: Dian Wahyu
last update publish date: 2026-02-27 13:29:00

"Aku hanya ingin tahu kapan kalian berencana untuk memiliki anak karena tujuan utama pernikahan tentu saja untuk meneruskan garis keturunan, apalagi kalian sama-sama anak tunggal," ujar Monica menjelaskan.

Azael belum memberikan reaksi karena pria itu juga turut memikirkan hal ini, sementara Clara memiliki ketakutan tersendiri karena sebelumnya dirinya pernah menikah dengan Erick, namun dalam pernikahan itu sama sekali belum membuahkan hasil.

"Ibu, kami baru saja menikah beberapa hari yang lalu. Bukankah lebih baik membahas masalah tentang resepsi pernikahan yang belum diadakan daripada memikirkan kapan memiliki anak?"

Kalimat penyelamat datang dari Azael, meski hal itu tidak sepenuhnya bisa melegakan perasaan Clara, namun ini lebih baik daripada suaminya diam saja.

Monica menghela napas, "Aku belum memberitahumu tentang ini, tapi aku sudah menyiapkan setengah dari acaranya. Kalian hanya perlu menyiapkan busana dan tambahan untuk pesta nanti."

Tentu saja wanita tersebut bertindak selayaknya ibu pada umumnya karena putranya memang hanya Azael seorang, Monica wajib memberikan perayaan yang sesuai.

Clara bingung dengan dirinya sendiri, bahkan karena sibuk memikirkan takdir malang yang menghampirinya, ia sampai melupakan satu hal penting bahwa Azael adalah satu-satunya harapan untuk perusahaan.

"Makanlah ..." Azael memberikan makanan pembuka untuk Clara dengan senyuman dan mencoba untuk membuat istrinya nyaman.

"Terima kasih," balasnya mendadak canggung.

Tahu bahwa istrinya perlu beradaptasi dengan ibunya, Azael tak banyak menuntut dan akan tetap memberikan kenyamanan pada Clara.

Monica terus mengawasi keduanya karena merasa bahwa interaksi antara putranya dan juga wanita bernama Clara ini sedikit aneh, seperti bukan pasangan yang terbentuk secara alami. Namun, ia berpendapat jika perasaannya ini hanyalah hal sementara karena ia belum mengenal menantunya.

***

Keesokan harinya di kantor milik keluarga Clara, terlihatlah Erick yang membenahi barang-barangnya dan diletakkan di dalam kardus.

Hal tersebut dilihat langsung oleh Aretha sehingga wanita itu lantas mendekat untuk bertanya lebih lanjut, "Pak Erick, apa Clara sudah memecat Anda?"

Semenjak mengobrol dengan Clara kemarin, Aretha menjadi tahu bahwa sahabatnya sendiri telah mencampakkan pria yang ada di depannya demi seorang pewaris yang memiliki kekuasaan lebih besar.

Jelas hal ini merupakan suatu kesalahan di matanya karena baginya Erick tidak bersalah sama kali, malah ia menaruh rasa iba yang membuatnya langsung bertanya.

Erick sudah kepalang dan dirinya sungguh ingin memukuli Azael yang berani-beraninya mengambil Clara darinya, padahal ia tahu bahwa pertemuan kemarin adalah momen pertama setelah bertahun-tahun lamanya mereka tidak bertegur sapa

"Apa kau datang hanya untuk mengejekku?" tanyanya.

Aretha menggelengkan kepalanya dan dirinya kembali memberanikan diri untuk bertanya, "Bukan itu maksudku, aku hanya menyayangkan hubungan Anda dan Clara yang kandas begitu saja."

Saat ini Aretha masih memberikan hormat dan tahu akan posisinya, sementara Erick yang sedari kemarin hanya mendapatkan penghinaan dari Clara lantas membuang napas untuk menunjukkan kekesalannya.

"Tak perlu bertanya banyak padaku, tanyakan saja pada Clara!"

Aretha kasihan melihatnya, selama ini ia memandang Erick sebagai sosok pria yang dirinya kagumi. Perlakuan pria tersebut pada Clara sangat baik, tak banyak bicara dan selalu menjadi garda terdepan.

Helaan napas keluar dari Aretha yang menyayangkan semuanya, berandai-andai jika Erick ditakdirkan bersamanya, mungkin ia tak akan membuat pria ini kecewa.

"Jika Anda butuh bantuanku, aku bisa membantu," ucapnya pada Erick yang tahu bahwa pria tersebut sudah berada di titik paling rendah.

Sebagai orang terdekat Clara, Aretha merupakan sosok yang selalu hadir di kala hubungannya dan wanita itu mengalami sedikit permasalahan, muncul suatu pikiran dari kepala Erick untuk memanfaatkan keadaan.

"Apakah Clara yang menyuruhmu untuk mengawasi gerak-gerikku?" tanyanya tanpa basa-basi karena dirinya lebih tahu bahwa hubungan persahabatan antara Clara dan Aretha jauh lebih dekat.

Namun, wanita yang dirinya tanya ini menggelengkan kepalanya, "Tidak, Clara sama sekali tidak menyuruhku untuk mengawasi Anda, Pak Erick. Aku hanya ingin menawarkan bantuan jika memang Anda membutuhkan sesuatu."

Sedikit ada celah saat ini meskipun Erick sendiri tidak harus sepenuhnya mempercayakan rencana selanjutnya pada wanita di depannya, tentunya ia harus membalas rasa sakitnya karena dicampakkan begitu saja.

"Lupakan saja! Aku tidak butuh bantuan siapa pun!" balas Erick tegas.

Ditolak lagi, namun Aretha tetap memaksakan diri dan berkata spontan, "Mungkin Anda butuh mata-mata untuk mengawasi Clara dan juga suaminya, saya bisa melakukannya!"

Sekali lagi, Erick mulai menyimpan kecurigaan terhadap Aretha yang malah ada di pihaknya, padahal biasanya wanita lebih memilih untuk membela teman dekatnya.

"Clara sudah menganggap dirimu seperti saudara, apa kau tidak berpikir dua kali sebelum mengkhianatinya dan memilih untuk berada di pihakku?" tanya Erick memastikan.

Tahu bahwa hubungan Erick dan Clara tidak memiliki celah untuk kembali bersama, Aretha memberanikan diri lagi untuk mengatakan kejujuran dari dalam hatinya, "Berada di sisi Clara membuatku menyadari bahwa sebenarnya dirinya hanya menganggapku sebagai asistennya, tidak lebih. Dirinya juga bodoh karena melepaskan pria seperti Anda!"

Menyadari bahwa pria itu memiliki celah untuk bisa membuat Clara menyesal karena telah memperlakukannya seperti ini, Erick tersenyum miring karena sepertinya ia bisa mengajak Aretha untuk bekerjasama menghancurkan bisnis sang mantan.

"Apa sebenarnya kau iri dengan kehidupan Clara?" tanyanya memastikan.

Aretha menggeleng meskipun kenyataannya jelas sekali bahwa dirinya benar iri terhadap sahabatnya, namun kali ini ia akan membungkusnya dengan kalimat yang jauh lebih elegan, "Tidak, aku hanya tak suka dengan kelakuannya yang terkadang manja dan merepotkan."

Kekehan terdengar dari Erick, nyatanya di dunia ini memang benar bahwa sifat murni dari seorang manusia adalah iri dan dengki. Sementara dirinya bisa memanfaatkan sifat dari Aretha untuk membalas dan juga menyempurnakan rencananya.

"Aku tidak percaya padamu," balasnya kembali mengetes Aretha.

Sebenarnya Erick tidak sepenuhnya percaya terhadap Aretha, apalagi tipu daya seorang wanita benar-benar dahsyat hingga membuatnya tertipu, contohnya saja Clara yang dengan mudahnya meninggalkan dirinya tanpa pikir panjang.

"Aku tahu, tapi lambat laun Anda akan percaya!" ujar Aretha serius.

Di dalam pikiran wanita itu hanya ada satu hal yang membuatnya tertarik terhadap Erick, timbul rasa ingin memiliki karena sifatnya yang iri sejak awal. Ia bahkan mencoba untuk berdiri di sisi pria tersebut, meski yakin bahwa Erick tak akan mudah menerima dirinya.

Mengetahui bahwa wanita di depannya sedikit memaksa, Erick menanyakan satu hal sebagai bentuk keseriusan, "Apa kau benar-benar ingin membantuku?"

Aretha mengangguk yakin, "Iya."

"Apa pun itu?"

"Iya, apa pun!"

"Bahkan menggeser Clara dari posisinya di perusahaan ini?"

Aretha sedikit paham dengan alur yang diinginkan oleh Erick, ia pun memastikan, "Apa kau ingin membuat perusahaan Clara hancur?"

***

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 399 - TAMAT

    Setahun setelah kabar meninggalnya Erick dan juga disusul oleh Aretha, semuanya nampak berjalan seperti biasa dan pasangan suami istri itu sama sekali tidak memikirkan hal-hal yang masih berhubungan dengan masa lalu. Di pinggir pantai saat sore hari di mana matahari mulai terbenam membuat keduanya bisa menikmati suasana yang begitu hangat dan menjadikan perasaan itu jauh lebih baik. "Sudah setahun semenjak hari itu, apa kau telah merasa lega?"Pertanyaan dari suaminya lantas membuat Clara menganggukkan kepalanya, "Ya. Aku sangat lega."Tidak ada yang harus mereka khawatirkan, tentunya hidup jauh lebih baik dan kini perusahaan berjalan seperti biasa dengan banyak pencapaian yang mereka lakukan berdua. Nyatanya takdir itu benar-benar bisa diperbaiki setelah sang wanita bangun dan mengubah semuanya. Azael mengajak wanita itu untuk berdansa dengan pelan, kaki telanjang mereka disapu oleh ombak yang membuat keduanya merasa jauh lebih hangat. Senyuman itu menjadi hiasan utama hingga sang

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 398

    Dipindahkan ke ruangan khusus setelah mengetahui fakta bahwa Erick dinyatakan meninggal karena perbuatan yang telah dilakukan oleh Aretha.Wanita itu sama sekali tidak merasa bersalah dan bahkan dirinya tertawa ketika kedua polisi membawanya dengan tangan yang diborgol, ditambah lagi penuntutan yang dilakukan oleh Edo semakin memberatkan hukumannya. Namun, lagi-lagi Aretha sama sekali tidak takut dan wanita itu justru menantang hal apapun yang ada di depannya. "Orang yang telah kau bunuh akan dimakamkan hari ini. Apa sekarang kau merasa bersalah atas seluruh hal yang terjadi?"Ketika pertanyaan itu mendatangi Aretha, wanita tersebut sama sekali tidak merasa bersalah dan dirinya kemudian berkata, "Dunia tidak bisa menghukum kesalahannya, biarkan saya saja yang melakukan hal itu."Awalnya pihak kepolisian juga menyuruh Aretha untuk melakukan pemeriksaan jiwa, namun nyatanya wanita ini jauh lebih gila dari dugaan dan pada akhirnya dipindahkan ke ruang isolasi. Ketika menaiki undakan t

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 397

    Ketika si pemilik mobil keluar dari sana, Clara langsung menyadari bahwa orang yang datang adalah suaminya sendiri dan hal itu membuat senyumnya langsung lebar sehingga ia langsung menyambutnya dengan sebuah pelukan. Azael memang sibuk dan bilang tidak bisa datang, namun pria tersebut tidak ingin kehilangan momen ini sehingga dirinya tetap meluangkan waktu dan juga memberikan ucapan selamat untuk istrinya yang sangat membanggakan. "Bukankah kau bilang tidak datang?" Clara yang menyambutnya dengan pelukan lantas bertanya seperti itu kepada pria yang sudah banyak melakukan segalanya untuknya. Azael membalasnya dengan pelukan yang hangat dan pria itu juga membawa sesuatu, "Tidak mungkin aku tak datang ke acara penting istriku."Kalimat itu terucap dengan senyuman yang diberikan oleh Clara, ditambah lagi Azael yang kemudian melepaskan pelukan lalu mengeluarkan sesuatu dari mobilnya. Se-bucket bunga yang begitu indah dan membuat wanita itu kembali tersenyum karena hari ini banyak sekal

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 396

    "Maaf, Pak. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun takdir telah berkata lain. Putra Anda tidak bisa kami selamatkan dan kami turut berduka cita ... "Ketika sang dokter mengatakan hal tersebut kepada Edo, pria tua yang hanya memiliki putranya tersebut lantas melebarkan matanya dan kedua lututnya langsung merasa lemas."Apa?"Nada bicaranya langsung rendah dan pria itu kemudian jatuh di atas lantai dengan kedua lutut yang masih menopangnya, berpikir jika telinganya salah dengar karena dirinya tidak mau mendengar tentang kabar duka ini. Sang dokter hanya bisa menatapnya karena dirinya bahkan tidak menemukan tanda-tanda kehidupan lagi sesaat setelah pasien yang diantarkan ke rumah sakit ini tak bernapas.Bisa jadi pendarahan yang terjadi selama perjalanan sempat melukai urat yang ada pada leher sehingga hal ini tidak bisa membuat mereka berbuat banyak. Jikalau selamat pun, kondisinya tidak akan sebaik saat masih normal, apalagi matanya juga sudah tidak berfungsi dengan baik. Edo

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 395

    Memang sulit untuk bicarakan lagi setelah seluruh hal yang terjadi, namun Erick tetap mendekat untuk berbicara kepada wanita tersebut. Ketika mengetahui bahwa satu-satunya orang yang membuat hidupnya hancur ingin berbicara dengannya, Aretha langsung berdiri dan menjauh. Wanita itu sebenarnya memiliki sebuah pemikiran, namun dari kemarin belum mengatakan apa-apa sehingga dirinya lantas malas untuk menanggapi sang mantan."Aku tidak mau berbicara denganmu entah alasan apa yang kau bawa," ujar Aretha yang masih sibuk dengan rajutan di tangannya. Namun, Erick tidak menyerah sehingga pria itu pun berkata, "Aku tahu. Tapi, kali ini aku ingin berbicara denganmu."Balik memandang pria di depannya, Aretha kemudian mengalihkan tatapannya pada tangga yang bisa membawa mereka untuk berbicara di atap kantor ini. "Apa yang ingin kau bicarakan?" tanyanya kemudian, mencoba untuk memberikan kesempatan kepada pria ini jika ingin berbicara padanya. Erick menghela napas, "Aku hanya mau minta maaf pad

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 394

    Ketika janji itu terucap dengan dua orang yang memulai kembali kehidupan lama mereka, seluruh orang bertepuk tangan untuk menyambut hal tersebut dan semuanya juga nampak bahagia. Sorakan membuat mempelai saling berpandangan setelah bibir itu mengucapkan janji pernikahan, rasanya seperti menjalani sebuah kehidupan yang baru dan sampai akhirnya Azael berucap kepada istrinya dengan nada lembut, "Aku berjanji akan menjagamu lebih baik lagi dan tidak akan membiarkanmu melalui semuanya sendiri."Ketika kalimat itu terucap, Clara tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Aku juga berjanji tidak akan meninggalkanmu lebih dulu atau berbuat seperti yang telah terjadi kemarin."Ketika hati saling memaafkan, mereka berdua saling tersenyum lalu hal ini membuat tatapan mereka bertemu dan wajah yang mulai mendekat, membuat sebuah ciuman yang begitu mesra di depan banyak orang. Ketika bibir tersebut saling menempel, banyak sekali orang-orang yang bertepuk tangan dengan riuh serta menyambut kehidupan

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 30

    "Tidak perlu," balas Clara ketika suaminya memaksanya untuk pergi ke rumah sakit lalu melakukan visum.Mendapatkan penolakan ini, Azael membuang napas dan merasa jengkel. Bukan pada istrinya, melainkan pada Erick yang tiba-tiba melakukan penyerangan dengan cara rendahan seperti itu."Dia terlihat s

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 29

    "Brengsek!" Azael langsung memukul Erick yang memperlakukan Clara begitu kasar hingga membuatnya naik pitam.Pria itu menunggu beberapa menit dan istrinya belum juga kembali sehingga menimbulkan kecurigaannya yang akhirnya ia menyusul, namun malah menemukan adegan seperti ini.BUGH!Lagi, tanpa amp

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 28

    Pulang dari kantor, Clara berlari seperti anak kecil ketika melihat tubuh tinggi suaminya membelakanginya dan tak lama kemudian berbalik untuk menatapnya."Sudah selesai?" tanya Azael seraya melebarkan lengannya agar Clara memeluknya.Wanita itu berhambur dan lantas tersenyum lebar seraya menganggu

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 27

    "Senang bekerjasama dengan Anda, Nona Kesha!" Clara berjabat tangan dengan wanita di depannya yang ternyata mau menerima tawarannya untuk membuat desain bersama."Terima kasih banyak, Bu Clara. Awalnya saya pikir tidak akan ada kerja sama, namun ternyata saya masih diberi kesempatan kedua," balas K

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status