Share

Bab 8

Author: Dian Wahyu
last update publish date: 2026-02-27 23:24:05

Menatap pemandangan malam ini dari lantai paling atas penthouse milik Azael, sahabat lama yang kini menjadi suaminya.

Ingatan wanita itu berputar jauh di saat kehidupannya benar-benar terpuruk kala itu, bahkan entah kenapa rasanya masih lemas hingga detik ini, padahal pagi tadi dirinya sudah mendapatkan kabar bahwa Erick setelah pergi dan mengemasi barang-barangnya di kantor.

Helaan napasnya masih berat dan membuat wanita itu tetap diam dalam posisi bersedekap.

"Clara?" Sebuah suara mengagetkannya karena dari tadi otaknya terus memikirkan hal-hal yang telah terjadi.

"Ya?" Ia menengok dan menemukan pria tersebut telah membawa dua cangkir putih yang mengepulkan asap tipis.

"Apa kau mau minum cokelat panas bersamaku?" Pria tersebut mendekat dan kemudian memberikan secangkir cokelat panas tersebut padanya.

Seperti mengerti tentang kegundahan di dalam hati Clara, Azael sudah menyadari bahwa sejak awal wanita ini hanya terdiam, mungkin banyak sekali yang dipikirkan dan ia memang ingin mengajak Clara untuk berbicara.

"Terima kasih, El," balasnya dengan senyuman tipis.

Kemudian, keduanya duduk pada sofa yang terletak di ruang tengah dan pria itu menghidupkan televisi untuk menonton siaran khusus, ingin menikmati waktu juga setelah seharian sibuk bekerja.

Clara memutuskan untuk tinggal di sini karena akan semakin aneh jika dirinya tidak memilih untuk menyetujui saran dari Azael, meski hubungan mereka hanya sebatas pernikahan kontrak.

"Resepsi pernikahan akan dilaksanakan bulan depan sesuai permintaan ibuku, maaf jika hal ini memberatkan bagimu," ujar Azael meminta maaf.

Clara yang harusnya berterima kasih kepada pria di depannya karena mau menuruti permintaan konyolnya di hari pertama setelah bertahun-tahun lamanya, memaklumi juga apa yang diinginkan oleh Monica karena Azael adalah pewaris tunggal.

"Pernikahan adalah sebuah bentuk dari validasi keluarga, aku cukup paham," balasnya.

Pria itu lantas menganggukkan kepalanya dan entah kenapa ia sama sekali tidak keberatan dengan keinginan ibunya, ditambah lagi pada akhirnya gadis yang dulunya pernah dirinya kagumi benar-benar ada di depannya, mengukir sebuah kisah meskipun hanya di atas kertas kontrak.

"Bagaimana dengan tanggapan Erick? Aku belum mendengar kabarnya setelah kau memutuskan untuk menikah denganku," ujarnya.

Sebelumnya mereka tidak pernah mengobrol intens seperti ini, jelas Azael ingin tahu sejauh apa masalah yang dialami oleh Clara.

"Aku memecatnya karena menurutku tidak etis saja setelah putus tetap memperkerjakan mantan," balas Clara apa adanya.

Banyak hal yang wanita itu pikirkan, termasuk keselamatannya yang mungkin akan terancam kembali jika tetap membiarkan Erick berada di perusahaannya.

Azael menarik napas, ia tidak perlu bertanya lebih lanjut tentang hubungan Clara, pertanyaan yang mungkin akan membuat wanita ini tidak nyaman karena terus membicarakan masa lalu.

Kemudian, Clara berkata dengan wajah yang lebih tegas setelah cokelat panas di tangannya membuat perasaannya menjadi lebih baik, "El?"

Pria itu langsung menatapnya seolah-olah siap mendengar apa saja hal yang ingin dikatakan oleh Clara, sementara wanita di depannya terlihat mengumpulkan niat untuk kembali bicara.

"Aku tidak keberatan jika nantinya kau telah menemukan seorang wanita yang mungkin cocok dengan kriteriamu. Sebelum itu, kau harus benar-benar membicarakannya denganku agar perpisahan kita nanti tidak terjadi secara mendadak ..." Clara mengatakannya karena tahu bahwa pernikahannya bersama sahabatnya ini tidak akan bertahan lama. Dirinya juga sadar bahwa Azael hanya dirinya gunakan sebagai alat, tidak ada perasaan untuk pria di depannya.

Mendengarkan aturan itu membuat Azael sedikit sedih karena bagaimanapun juga dirinya merasa bahagia melihat Clara yang terus ada di dalam jangkauannya, namun ia menyadari bahwa mungkin wanita ini masih memiliki perasaan terhadap Erick, perlu waktu juga untuk memahami semuanya.

"Baiklah," balasnya hanya dengan anggukan.

Azael tidak benar-benar serius menjawabnya, ia bahkan berharap tidak menemukan wanita lain agar bisa tetap bersama Clara, menyadari perasaan lamanya yang kini justru semakin tumbuh.

Clara sendiri menatap ke arah televisi meskipun acara di depan matanya tidak menarik hatinya. Pikirannya sudah terlalu penuh dan ia juga tidak tahu apa yang akan dilakukan Erick setelahnya, ia yakin jika mantan kekasihnya itu akan membalaskan dendam.

"Apa perselingkuhan yang dilakukan oleh Erick sudah melibatkan ancaman?" tanyanya.

Clara tersenyum tipis, ingatannya kembali saat di mana dirinya jatuh dan pria itu lebih memilih untuk menyelamatkan Aretha, sungguh menyakitkan jika kenangan buruk tersebut terus berkecamuk di otaknya.

"Aku hanya ingin menyelamatkan hidupku dengan tidak salah memilih pasangan," balasnya.

Clara tidak mungkin mengatakan jika dirinya berasal dari masa depan, hal itu jelas saja tak akan membuat Azael percaya terhadapnya. Mungkin pria ini menganggapnya gila, memang lebih baik menyimpannya untuk diri sendiri dan tetap menata ulang apa yang akan terjadi.

"Apa kau merasa tidak salah ketika memilihku?" tanya Azael kemudian.

Sontak Clara terkejut mendengar pertanyaan itu, cukup masuk akal juga Azael mengatakannya karena ajakannya memang sangat tiba-tiba, "Sejak dulu kau memang lebih baik daripada Erick."

Bingung dan tidak tahu harus menjawabnya bagaimana, saat dirinya gelisah hingga harus membuat keputusan, kebetulan ada Azael dan ia telah memilih pria ini. Jadi, kalau ditanya tentang siapa yang lebih baik, Clara belum bisa menjawabnya.

Jawaban Clara membuat pria itu mengulas senyuman, meski dirinya hanya pengganti sementara, namun Azael melakukannya karena suka.

***

"Apa?" Mata Monica melebar setelah mendapatkan laporan dari anak buahnya tentang kabar terbaru yang benar-benar tidak membuatnya nyaman.

"Benar, Nyonya, saya sudah menelusurinya lebih lanjut dan kenyataannya memang benar begitu."

Wanita yang malam ini bersiap untuk tidur dan tak mau memikirkan masalah lantas dibuat terkejut karena fakta yang baru saja sampai di telinganya, "Jadi, Clara sudah bertunangan sebelumnya dan hampir mendaftarkan pernikahan dengan pria lain?"

Ia baru mendengarnya dan sangat terkejut karena merasa bahwa putranya hanya dianggap sebagai pelarian semata.

"Satu lagi, Nyonya, sejak Tuan Muda Azael berada di luar negeri, beliau tidak pernah berhubungan dengan wanita tersebut," jelas anak buahnya yang sudah jelas akurat.

Rahang Monica mengeras mendengarnya, wanita itu marah dan menganggap jika mungkin saja ada yang direncanakan Clara.

"Apa yang mereka rencanakan sebelumnya?"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 399 - TAMAT

    Setahun setelah kabar meninggalnya Erick dan juga disusul oleh Aretha, semuanya nampak berjalan seperti biasa dan pasangan suami istri itu sama sekali tidak memikirkan hal-hal yang masih berhubungan dengan masa lalu. Di pinggir pantai saat sore hari di mana matahari mulai terbenam membuat keduanya bisa menikmati suasana yang begitu hangat dan menjadikan perasaan itu jauh lebih baik. "Sudah setahun semenjak hari itu, apa kau telah merasa lega?"Pertanyaan dari suaminya lantas membuat Clara menganggukkan kepalanya, "Ya. Aku sangat lega."Tidak ada yang harus mereka khawatirkan, tentunya hidup jauh lebih baik dan kini perusahaan berjalan seperti biasa dengan banyak pencapaian yang mereka lakukan berdua. Nyatanya takdir itu benar-benar bisa diperbaiki setelah sang wanita bangun dan mengubah semuanya. Azael mengajak wanita itu untuk berdansa dengan pelan, kaki telanjang mereka disapu oleh ombak yang membuat keduanya merasa jauh lebih hangat. Senyuman itu menjadi hiasan utama hingga sang

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 398

    Dipindahkan ke ruangan khusus setelah mengetahui fakta bahwa Erick dinyatakan meninggal karena perbuatan yang telah dilakukan oleh Aretha.Wanita itu sama sekali tidak merasa bersalah dan bahkan dirinya tertawa ketika kedua polisi membawanya dengan tangan yang diborgol, ditambah lagi penuntutan yang dilakukan oleh Edo semakin memberatkan hukumannya. Namun, lagi-lagi Aretha sama sekali tidak takut dan wanita itu justru menantang hal apapun yang ada di depannya. "Orang yang telah kau bunuh akan dimakamkan hari ini. Apa sekarang kau merasa bersalah atas seluruh hal yang terjadi?"Ketika pertanyaan itu mendatangi Aretha, wanita tersebut sama sekali tidak merasa bersalah dan dirinya kemudian berkata, "Dunia tidak bisa menghukum kesalahannya, biarkan saya saja yang melakukan hal itu."Awalnya pihak kepolisian juga menyuruh Aretha untuk melakukan pemeriksaan jiwa, namun nyatanya wanita ini jauh lebih gila dari dugaan dan pada akhirnya dipindahkan ke ruang isolasi. Ketika menaiki undakan t

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 397

    Ketika si pemilik mobil keluar dari sana, Clara langsung menyadari bahwa orang yang datang adalah suaminya sendiri dan hal itu membuat senyumnya langsung lebar sehingga ia langsung menyambutnya dengan sebuah pelukan. Azael memang sibuk dan bilang tidak bisa datang, namun pria tersebut tidak ingin kehilangan momen ini sehingga dirinya tetap meluangkan waktu dan juga memberikan ucapan selamat untuk istrinya yang sangat membanggakan. "Bukankah kau bilang tidak datang?" Clara yang menyambutnya dengan pelukan lantas bertanya seperti itu kepada pria yang sudah banyak melakukan segalanya untuknya. Azael membalasnya dengan pelukan yang hangat dan pria itu juga membawa sesuatu, "Tidak mungkin aku tak datang ke acara penting istriku."Kalimat itu terucap dengan senyuman yang diberikan oleh Clara, ditambah lagi Azael yang kemudian melepaskan pelukan lalu mengeluarkan sesuatu dari mobilnya. Se-bucket bunga yang begitu indah dan membuat wanita itu kembali tersenyum karena hari ini banyak sekal

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 396

    "Maaf, Pak. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun takdir telah berkata lain. Putra Anda tidak bisa kami selamatkan dan kami turut berduka cita ... "Ketika sang dokter mengatakan hal tersebut kepada Edo, pria tua yang hanya memiliki putranya tersebut lantas melebarkan matanya dan kedua lututnya langsung merasa lemas."Apa?"Nada bicaranya langsung rendah dan pria itu kemudian jatuh di atas lantai dengan kedua lutut yang masih menopangnya, berpikir jika telinganya salah dengar karena dirinya tidak mau mendengar tentang kabar duka ini. Sang dokter hanya bisa menatapnya karena dirinya bahkan tidak menemukan tanda-tanda kehidupan lagi sesaat setelah pasien yang diantarkan ke rumah sakit ini tak bernapas.Bisa jadi pendarahan yang terjadi selama perjalanan sempat melukai urat yang ada pada leher sehingga hal ini tidak bisa membuat mereka berbuat banyak. Jikalau selamat pun, kondisinya tidak akan sebaik saat masih normal, apalagi matanya juga sudah tidak berfungsi dengan baik. Edo

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 395

    Memang sulit untuk bicarakan lagi setelah seluruh hal yang terjadi, namun Erick tetap mendekat untuk berbicara kepada wanita tersebut. Ketika mengetahui bahwa satu-satunya orang yang membuat hidupnya hancur ingin berbicara dengannya, Aretha langsung berdiri dan menjauh. Wanita itu sebenarnya memiliki sebuah pemikiran, namun dari kemarin belum mengatakan apa-apa sehingga dirinya lantas malas untuk menanggapi sang mantan."Aku tidak mau berbicara denganmu entah alasan apa yang kau bawa," ujar Aretha yang masih sibuk dengan rajutan di tangannya. Namun, Erick tidak menyerah sehingga pria itu pun berkata, "Aku tahu. Tapi, kali ini aku ingin berbicara denganmu."Balik memandang pria di depannya, Aretha kemudian mengalihkan tatapannya pada tangga yang bisa membawa mereka untuk berbicara di atap kantor ini. "Apa yang ingin kau bicarakan?" tanyanya kemudian, mencoba untuk memberikan kesempatan kepada pria ini jika ingin berbicara padanya. Erick menghela napas, "Aku hanya mau minta maaf pad

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 394

    Ketika janji itu terucap dengan dua orang yang memulai kembali kehidupan lama mereka, seluruh orang bertepuk tangan untuk menyambut hal tersebut dan semuanya juga nampak bahagia. Sorakan membuat mempelai saling berpandangan setelah bibir itu mengucapkan janji pernikahan, rasanya seperti menjalani sebuah kehidupan yang baru dan sampai akhirnya Azael berucap kepada istrinya dengan nada lembut, "Aku berjanji akan menjagamu lebih baik lagi dan tidak akan membiarkanmu melalui semuanya sendiri."Ketika kalimat itu terucap, Clara tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Aku juga berjanji tidak akan meninggalkanmu lebih dulu atau berbuat seperti yang telah terjadi kemarin."Ketika hati saling memaafkan, mereka berdua saling tersenyum lalu hal ini membuat tatapan mereka bertemu dan wajah yang mulai mendekat, membuat sebuah ciuman yang begitu mesra di depan banyak orang. Ketika bibir tersebut saling menempel, banyak sekali orang-orang yang bertepuk tangan dengan riuh serta menyambut kehidupan

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 332

    Memberikan perkataan itu, Clara tidak bisa berbicara lebih banyak karena wanita tersebut juga sebenarnya tidak nyaman jika tiba-tiba saja diajak untuk membicarakan masalah itu lagi. "Aku masih mencoba menenangkan diri dan berpikir untuk menerimamu atau tidak, El. Bukan berarti juga aku tidak mengh

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 329

    Tidak peduli dengan orang-orang yang membicarakannya, Erick tetap bermain-main dengan dua sekretaris yang dirinya bahwa dari sebuah bar hiburan untuk menghiburnya di sini."Tuan, Anda berkeringat," ucap salah satu di antaranya sembari mengusap dada bidang pria itu dengan tatapan menggoda yang tentu

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 325

    Beberapa hari kemudian setelah pemakaman dari Lucia, belum ada sesuatu yang berubah dan kejadian itu dikaitkan karena Lucia yang memang ingin mengakhiri hidupnya sendiri, tidak ada indikasi jika wanita tersebut didorong dari gedung apartemen.Erick kini menduduki posisi CEO yang sangat dirinya ingi

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 322

    Betapa malangnya wanita tersebut, namun Clara juga tidak bisa berbuat banyak karena wanita itu memang tidak memiliki hubungan dengannya dan bahkan bisa dikatakan bahwa hubungan mereka memburuk semenjak Lucia memilih untuk menjalin hubungan dengan Erick."Aku tidak tahu berkata apa jika kejadian yan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status