Home / Male Adult / MALAM GILA DI RANJANG MERTUA / TERANG TERANGAN MEMBELA ALYA

Share

TERANG TERANGAN MEMBELA ALYA

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-04-07 21:25:27

​"Lagi pada ngapain?!" suara melengking Nadia memecah keheningan ruang tamu. Di sana, ia mendapati pemandangan yang membuat dadanya sesak: Rama sedang menyesap ujung jari Alya yang bersimbah darah.

​Keduanya menoleh serentak. Alya meringis menahan rasa cenat-cenut yang menjalar dari lukanya, sementara Rama menatap Nadia dengan dahi berkerut.

​"Kenapa kamu memegang tangan Ibuku?!" tuntut Nadia dengan tatapan tajam, seolah sedang memergoki sebuah perselingkuhan.

​"Kamu gak liat, Nad? Ibu terir
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   SANGAT GANAS

    "Ram... ahh!" Alya mendesah pasrah, tak lagi mampu membendung serangan gairah dari permainan tangan menantunya yang begitu lihai. ​"Ini milikku, Bu. Tak akan kubiarkan satu orang pun menyentuhnya!" tegas Rama dengan suara rendah yang bergetar. Sorot matanya yang tajam mengunci wajah Alya, memancarkan kepemilikan yang hakiki. ​Alya mendesis, setiap sentuhan Rama terasa seperti aliran listrik yang membakar kulitnya. Amarah Rama yang tadi meledak kini berubah menjadi energi panas yang ia tumpahkan sepenuhnya pada Alya. Ia masih tak rela membayangkan hampir saja wanita kesayangannya ini dijadikan jaminan oleh istrinya sendiri. ​"Aku akan membalas perlakuan putrimu itu, Bu..." racau Rama sembari naik ke atas tubuh Alya, sementara jemarinya masih menari liar di area sensitif mertuanya. ​Alya mengangguk cepat, napasnya memburu. "Ya, Sayang... balas dia. Dia sudah kurang ajar padaku... enghh!" ​Rama langsung membungkam bibir ranum Alya dengan lumatan yang menuntut. Lidahnya menyapu rong

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   ADA YANG MASUK

    "RAMA, CUKUP!" suara Alya melengking, memotong kalimat Rama tepat sebelum rahasia besar itu meluncur bebas. ​Alya segera mendekat, mendorong bahu Rama agar menjauh dari Nadia. Dadanya naik turun karena panik, matanya menatap Rama dengan permohonan yang amat sangat. ​"Bu..." Rama mendesis, napasnya masih memburu karena emosi yang tertahan. ​Alya menggeleng pelan, memberikan isyarat tegas agar Rama tidak melanjutkan ucapannya. Ia tahu, kebenaran itu adalah bom waktu yang belum saatnya diledakkan. Rama hanya bisa mendengus kasar, merasa kecewa sekaligus geram dengan kesabaran mertuanya yang menurutnya sudah tidak masuk akal. ​"Nadia, bangun sayang. Ayo masuk kamar, istirahat. Wajahmu pucat, riasanmu juga sudah longsor," ucap Alya lembut sembari mengulurkan tangan untuk membantu putrinya bangkit. ​Namun, Nadia justru menepis tangan itu dengan kasar. Ia berdiri sendiri, menatap Alya dengan sorot mata penuh kebencian dan rasa jijik. Perih rasanya bagi Alya; ia yang mati-matian membe

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MEMBONGKAR?

    Nadia mendelik tak suka, dadanya naik turun menahan amarah karena merasa terus-menerus diintimidasi oleh orang-orang di rumahnya sendiri. ​"Sebenarnya ada apa ini, Nadia?!" tanya Rama lagi, suaranya rendah namun penuh penekanan. Ia menoleh pada mertuanya dengan tatapan yang sangat berbeda—penuh simpati dan perlindungan—sebelum kembali menatap tajam ke arah istrinya. ​"Ibu kujadikan jaminan, puas Mas?! Lagipula kamu sewot banget sih? Itu Ibuku, wajar dong dia membantu anaknya yang kesusahan. Lagipula punya suami kayak kamu nggak guna banget!" sela Nadia ketus. Ia merasa tidak bersalah sedikit pun, seolah menjual harga diri ibunya adalah hal lumrah. ​Tubuh Rama membeku. Rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menonjol. "Jaminan? Jaminan apa?!" teriaknya lantang, membuat Alya dan Nadia terhenyak kaget. Suara Rama menggelegar memenuhi seisi ruangan. ​"Sudah, Ram... nggak enak sama Papa di atas," bisik Alya berusaha menenangkan, tangannya gemetar menyentuh lengan Rama. ​"

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   KALAH TELAK

    Semua terperangah saat Ambar mengenali sosok pria paruh baya yang berdiri tegak dengan aura otoritas yang tak terbantahkan. Ambar tahu siapa pria ini; pria yang kekuasaannya sanggup meruntuhkan bisnis orangtuanya dalam satu jentikan jari. ​"Apa yang Anda lakukan dengan mertua dari an—" ​"Iya, apa yang Anda lakukan!" sela Rama cepat, sembari menggelengkan kepala ke arah sang ayah agar tidak membongkar hubungan mereka lebih jauh di depan semua orang. ​Tansri menghela napas panjang, mengangkat dagunya sedikit tinggi. Ada rasa kesal yang tertahan pada putranya; kenapa Rama begitu enggan mengakui dirinya sebagai ayah di depan publik, padahal Tansri bukanlah orang sembarangan? Namun, ia memilih mengikuti permainan Rama. ​Ambar bergetar hebat. Rasa takut terpahat jelas di wajahnya yang mendadak pucat. "Tu... Tuan Tansri, kenapa Anda ada di sini dan mengenali... mereka?" tanyanya terbata-bata. Ia menatap Rama dan Tansri bergantian, semakin terpana karena menyadari betapa miripnya waja

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   AMBAR MENGENALINYA?

    Pintu itu akhirnya jebol, terbuka lebar menampakkan pemandangan yang membuat seluruh tubuh Alya bergetar hebat. Napasnya tersendat di kerongkongan, seolah oksigen di ruangan itu telah lenyap. ​"Ya Tuhan...!" lirihnya. Matanya menatap liar kedua pria di hadapannya, di mana salah satunya masih menggenggam linggis dengan dingin. ​"Enggak! Jangan!" teriak Alya saat kedua pria itu mulai melangkah masuk, mendekatinya dengan seringai yang mematikan. ​"Tunggu apa lagi, bodoh? Bawa dia!" teriak Ambar yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakang mereka, menonton dengan rasa puas. ​Alya menggeleng hebat. Tubuhnya terus mundur hingga terbentur meja rias. Rama... Rama... aku mohon, datanglah! Ke mana kamu, Ram! batinnya menjerit, memohon keajaiban di tengah keputusasaan yang mencekik. ​"Seret!" bentak Ambar lagi, kesal melihat kedua pengawalnya bergerak terlalu lambat. ​"AKHH!" Alya menjerit histeris saat tangannya dicengkeram kasar dan ditarik paksa. "Tolong! Lepaskan!" Ia memberontak,

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DI GAGAHI DUA PRIA NEGRO?

    Ponselnya terjatuh, tergeletak di atas lantai marmer yang dingin. Saat Alya hendak meraihnya, kedua pria itu semakin mendekat, bayangan besar mereka seolah mengunci pergerakan Alya. Jantungnya berdegup kencang, memukul-mukul dadanya dengan irama yang mematikan. ​"Hah... hah... hah..." ​Napasnya tersengal. Alya bimbang, antara harus mengambil ponsel itu atau segera masuk ke dalam kamar. Namun, jika ponsel itu tertinggal, ia tahu Nadia—ular yang ia besarkan sendiri—akan menemukan semua rahasia hubungannya dengan Rama. ​Beruntung, di dekatnya ada sebuah guci kecil. Dengan sisa tenaga, ia melemparnya ke arah kedua pria itu. ​PRANG! ​Suara pecahan beling terdengar nyaring. Kedua pria itu tersentak mundur agar tak terkena serpihan. Dengan gerakan secepat kilat, Alya menyambar ponselnya dan melesat masuk ke kamar. ​BRAK! ​Pintu terbanting keras. Alya langsung mengunci pintu itu dari dalam. ​"HAH... HAH... HAH... HAMPIR SAJA!" ​Ia menyandarkan punggungnya di balik pintu, l

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   KURAS SEMUA HARTAKU BU

    ​"Biasa saja dong natapnya, jangan begitu banget," ujar Alya pelan sembari menunduk. Pipinya terasa panas, bersemu merah karena malu. Menantunya itu menatapnya tanpa kedip, bahkan sampai melongo dengan bibir sedikit terbuka. ​"Tutup mulutmu, Rama!" ucapnya lagi. Ia masih tak berani membalas tatap

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DI BAWAH CAHAYA REMBULAN

    Rama duduk dengan tenang di sebuah restoran mewah, menikmati suasana yang sengaja ia ciptakan sendiri.. Sebuah ruang VIP di lantai atas sudah ia pesan—ruangan yang terhubung langsung dengan balkon luas, tempat langit malam terbentang dengan bintang dan bulan yang tampak begitu sempurna. Di sisi l

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   RAMA MULAI BANGKIT

    Rama menggeleng pelan. Ia menggenggam jemari Alya dengan lembut, menghapus bulir air mata yang jatuh di atas pipi mulus mertuanya itu. ​"Enggak, Bu. Tapi aku gak enak kalau harus selalu pakai black card beliau. Aku juga mau membuktikan semuanya bu. mau Sampai kapan aku harus diam saat terus-mener

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DUA MILIAR??

    ​"Mas, perusahaan pusat tahu soal dana itu! Dan Alex... Alex brengsek itu malah menghilang sekarang! Gimana ini, Mas? Aku bisa dipecat, bahkan bisa dipolisikan!" racau Nadia dengan suara melengking yang hampir memenuhi seisi kamar. ​Rama hanya menatap Nadia dengan pandangan dingin. Rasa kantuknya

    last updateLast Updated : 2026-03-31
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status