ホーム / Romansa / MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU / 138. Rasa Khawatir Yang Pelik

共有

138. Rasa Khawatir Yang Pelik

作者: OTHOR CENTIL
last update 公開日: 2026-04-27 12:57:04

“Pulang!” potong Rayden cepat.

Hatinya tidak tenang sebelum melihat dengan mata kepalanya sendiri Aurin benar-benar sehat.

“Saya harus memastikan triplets aman. Baru saya bisa tenang.”

Rega terbelalak, ia melangkah lebar menyamai langkah sang tuan. Bukan masalah mereka kembali ke Indonesia sekarang, ada jet pribadi, dan mereka tak perlu bingung soal tiket.

Tapi yang jadi masalah, bagaimana kalau Dea mengamuk lagi karena ditinggal sendiri di sini?

“Lalu, bagaimana dengan Nyonya Dea, Tuan? Bel
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   203. Menyentuhmu 21+

    “AURIN! AURIN, BANGUN AURIN!”Rayden panik setengah mati. Baru saja Aurin melangkah menjauhinya, tubuh wanita itu tiba-tiba limbung. Sebelum Aurin sempat terjatuh, refleksinya bergerak dengan cepat. Kedua tangan kekarnya sigap menyambar tubuh mungil itu tepat sebelum membentur lantai kamar mandi yang keras.Saat wanita itu berada dalam dekapannya, Rayden semakin kalang kabut. Ia menyeru, menepuk pipi wanita itu berulang-ulang dengan telapak tangannya. “Rin! Bangun, Aurin! Aurin bangun!”Nihil, teriakannya tak sekalipun digubris oleh Aurin. Wanita itu tidak memberikan reaksi, matanya terpejam rapat, tak sadarkan diri. Rayden takut tiga janin yang dikandung Aurin tidak selamat. Maka tanpa pikir panjang, ia langsung membopong Aurin keluar kamar mandi. Ia berniat membawanya ke ranjang. Ketika menggendongnya, Rayden tempat tercenung. Meski katanya Aurin sedang mengandung tiga nyawa sekaligus di dalam rahimnya, namun bobo

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   202. Suapan Pertama

    “Makanlah selagi hangat,” perintah Rayden dingin, datar, tanpa riak emosi seperti tadi. Sikap Aurin yang selalu tertutup memang membuat Rayden muak. Selama berminggu-minggu, Rayden menunggu kejujuran wanita itu. Sayangnya, Aurin malah diam saja. Kalau tidak dia bongkar, Aurin pun tak akan bicara.Namun kini, Rayden tidak bisa mengabaikan kesehatan calon anaknya. Benci pada ibunya boleh saja, tapi tanggung jawab pada buah hatinya tidak bisa ditawar.Aurin tampak kikuk. Tangan kanannya terjulur ragu-ragu menyentuh box makanan yang terbuat dari kertas tebal itu. Aurin tak yakin untuk menyantap hidangan mewah itu. Sikap Rayden yang berubah seratus delapan puluh derajat ini membuatnya takut.Pikiran Aurin mendadak liar. Bagaimana jika pria ini sengaja membubuhkan racun di dalam makanannya? Atau mungkin, membubuhkan obat yang bisa menggugurkan kandungannya?Jantung Aurin berdetak cepat, kencang dan menghentak kuat. Di satu

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   214. Menyentuh Sisi Hati 21+

    “Aurin, ada yang salah?” “Ah! Iya, iya, tidak apa-apa.” Panggilan keras Rayden menyadarkan Aurin dari lamunannya. Mata Aurin berkedip-kedip bingung, ia menyahut tergagap. “Yakin perutmu tidak apa-apa?” tanya Rayden lagi, memastikan bahwa semuanya baik-baik saja. Aurin tersenyum canggung, “Iya, Tuan, saya baik-baik saja.” Meski begitu, Rayden mendecakkan lidahnya pelan. Lalu, ia menghela napas. Ia juga menyeletuk, “Akhir-akhir ini, kamu aneh.” “A-aneh?” Aurin menatap Rayden takut-takut. “Aneh bagaimana, Tuan? Saya … baik-baik saja. Sungguh.” “Entahlah,” tanggap Rayden tak acuh. “Kamu sering sekali melamun dan bengong di dekat saya. Kenapa? Takut sama saya yang agak galak ini?” Pertanyaan itu membuat Aurin panik. “I-iya, Tuan … eh, bukan! Bukan! Bukan itu maksud saya, Tuan!” Rayden mendengus mendengar jawaban jujur itu. Sudut bibirnya berkedut, sedikit terangkat. Aneh sekali rasanya saat bicara dengan Aurin. Selama ini, Rayden terbiasa berhadapan dengan wanita yang badas,

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   200. TERBONGKAR

    “T-tuan, a-pa yang Anda lakukan di sini?”Tubuh Aurin gemetar saat menahan rasa takut, ia juga terbata-bata saat bertanya pada pria itu.Kaki Rayden tergerak maju selangkah demi selangkah.Satu langkah Rayden maju, Aurin akan mundur dua langkah—bahkan lebih, hingga tidak ada lagi ruang untuk lari. Wanita itu benar-benar terpojok di sudut kamar.Rayden segera memangkas jarak. Ia mendekatkan tubuhnya pada wanita itu, hingga nyaris tak ada sekat di antara mereka. Tatapannya tajam bak seekor elang, kini tengah menyorot Aurin yang nampak kerdil. Aurin bagai kelinci di padang pasir yang siap dicabik-cabik oleh pemangsanya.Saat Aurin benar-benar tak berkutik, Rayden menempelkan kedua telapak tangannya ke dinding—tepat di samping telinga Aurin. Kali ini, Aurin terkurung di antara kedua lengan kekar Rayden. Wajahnya ia tundukkan beberapa sentimeter lebih dekat—sangat dekat hingga berada tepat di depan wajah Aurin yang sangat t

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   199. Bersiap Membongkar Semuanya

    “Apa belum ada kabar dari Aurin?”Rayden menyesap minuman yang ada. Meskipun ekspresi yang terpancar di wajahnya datar dan dingin seperti biasa, namun tetap tersirat sebuah rasa gelisah saat pertanyaan itu terlontar pada asisten pribadinya. Pandangannya mengarah lurus ke depan, menatap permukaan kolam yang tenang. Sementara Rega yang ada di sampingnya, ikut duduk lalu melapor, “Belum, Tuan. Dia belum keluar kamar sejak pagi tadi,” jelas Rega sambil melirik pergelangan tangan kanannya, waktu sudah menunjuk ke angka 10 pagi.“Shit!” Rayden mengumpat pelan, rasa kesal dan khawatir bercampur aduk menjadi satu dalam dadanya. Dia pun menoleh ke arah Rega dan mengutarakan pertanyaan yang sejak tadi membelit dirinya. “Apa menurutmu, setelah ditampar Dea, pipinya bengkak?”“Saya tidak tahu pasti, Tuan.” Rega menjawab jujur. “Saat saya hubungi tadi, dia tidak menjawabnya.”Rayden beranjak dari tempat duduknya. Dia berjalan mondar-mandir

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   198. Teror

    “Aaaaaa! Siapa yang melakukan ini?” Sebuah pekikan nyaring memecah kesunyian malam. Rayden, yang memang pura-pura tidur, kali ini juga pura-pura tersentak. “Ada apa?” tanyanya basa-basi pada Dea. Padahal sejak tadi, Rayden sama sekali belum memejamkan mata. Dalam diam, ia selalu memperhatikan gerak-gerik istrinya itu. Kegelisahan yang tak mampu disembunyikan oleh Dea, tatapan gelisahnya, hingga langkah pelannya saat keluar dari kamar, Rayden tahu semuanya. Bahkan saat Dea mengendap-endap pergi meninggalkan kamar seperti seorang pen, Rayden memanfaatkan celah itu untuk melakukan ‘seauatu’. Dan kali ini, Rayden memasang wajah seolah-olah dia sangat panik dengan kondisi Dea. Dengan nafas yang sedikit memburu, Rayden bangkit dari tempat tidur lalu menghampiri istrinya yang terduduk lemas di lantai. “Ada apa? Kenapa kamu ….” Rayden tidak melanjutkan ucapannya. Dia membelalakkan ma

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   16. Aroma Familiar

    “Apa itu artinya ... kamu tidak mencintaiku lagi dan memilih merelakanku untuk wanita lain?”Rayden terpaku. Ketegangan di antara mereka benar-benar terasa menyesakkan dada. Satu pemikiran pahit menyelinap dalam benak, membuatnya melontarkan pertanyaan yang paling ia takuti itu.

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   13. Tuntutan

    Langkah Aurin mendadak tertahan di ambang pintu. Di hadapannya, berdiri Rita Wisesa—ibunya Rayden. Meski belum pernah bertemu Rita sebelumnya, tapi Aurin pernah melihat sosok wanita ini ada di foto dekat ruang keluarga. Ia pun menebak demikian.“Mengapa wajahmu merah?” tanya wanita itu s

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   9. Datanglah Ke Kamarku

    “Sssssh. Bagaimana ini?” Seketika, rasa panik menyerang Aurin. Ia terpaku menatap cairan hangat berwarna putih kemerahan kental yang mengalir di paha dalamnya dengan perasaan takut membuncah. Benaknya pun langsung dipenuhi dengan pikiran buruk. Bagaimana jika benih R

  • MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU   8. Gerakkan Pinggulmu, Sayang

    “Mengapa tubuhku berkhianat?” Mulanya, Aurin menolak. Tapi lama kelamaan, mengalami tubuhnya semakin menginginkan? Pada saat yang sama, keduanya dilingkupi kabut gairah yang terasa makin tebal di ruangan itu. Rayden membalikkan posisi Aurin menjadi di atas. Dengan napas yang memburu di ceruk

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status