Compartir

Bab Lima

Autor: Ariess_an
last update Fecha de publicación: 2026-01-09 18:34:37

“Apa yang terjadi di sini?!”

Seorang bartender bertubuh kekar menerobos kerumunan dengan wajah garang. Begitu melihat kondisi bar yang porak-poranda—bangku terbalik, pecahan gelas dan botol alkohol berserakan—emosinya langsung memuncak. Seorang pria tergeletak dengan wajah babak belur, sementara beberapa orang lain sibuk menahan seorang pria yang mengamuk, berusaha terus menghajarnya.

Kerugian itu membuat darah sang bartender mendidih.

“Hentikan! Jangan membuat kekacauan di sini! Kalian harus mengganti semua kerusakan ini! Sialan!”

Pengunjung lain berseru gaduh. Beberapa wanita memekik ngeri menyaksikan perkelahian brutal tersebut.

“Girsa! Girsa, kendalikan dirimu!”

Girsa sama sekali tidak mendengar teriakan temannya. Ia masih sibuk memukuli pria yang sudah tak berdaya.

Empat orang temannya segera datang menahan tubuh Girsa. Namun, tenaga pria itu terasa tidak masuk akal, terlebih dalam kondisi mabuk dan kehilangan kendali sepenuhnya.

“Sialan! Bajuku basah karena kecerobohanmu! Apa kau buta?!” teriak Girsa murka. Bajunya tersiram minuman akibat ketidaksengajaan pria itu.

Di hari biasa, Girsa mungkin akan membiarkannya berlalu. Namun, emosi yang sudah lebih dulu terguncang membuatnya meledak.

“Aku akan menghajarmu! Kemari kau!”

“Girsa, hentikan! Dia hampir mati!” seru Troy panik sambil menahannya.

“Ada apa dengannya hari ini?!” tanya Ajax kesal.

Hans, pria berkacamata yang masih mengenakan jas kerja, menjawab dengan nada berat, “Dia memergoki Heidy bersama pria lain.”

Ajax terdiam sejenak. “Astaga… itu buruk.”

“Tak heran dia mengamuk. Pernikahan mereka tinggal seminggu lagi.”

Raut iba terlihat di wajah teman-temannya.

Dengan susah payah, mereka akhirnya membawa Girsa keluar dari bar menuju basement parkiran yang sepi. Tubuh Girsa sempoyongan, bersandar pada mobil, sementara Hans menopangnya dengan tenang.

“Girsa, dengarkan aku. Apa kau masih sadar?” Ajax menepuk pipinya pelan.

“Apa yang sebenarnya terjadi denganmu? Jangan sampai kau menghancurkan dirimu sendiri,” ujar Troy dengan nada prihatin.

Clayton menghela napas. “Ini pertama kalinya Girsa mengamuk lagi sejak lulus SMA. Sisi liarnya kambuh. Dan seperti biasa, kita yang harus membereskan semuanya.”

“Dia benar-benar mencintai Heidy,” gumam Ajax. “Dan wanita itu mengkhianatinya.”

Girsa tiba-tiba mendorong Hans menjauh. Wajahnya memerah, matanya liar.

“Diam! Heidy tidak berselingkuh! Dia tidak melakukannya! Dia… tidak melakukannya!”

Girsa terus meracau, tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Beberapa jam sebelumnya, ia baru saja membeli sebuket bunga kesukaan Heidy. Namun saat tiba di apartemen wanita itu, tempat tersebut kosong. Telepon Heidy tak diangkat. Girsa mulai jengkel. Ini bukan kali pertama Heidy menghilang tanpa kabar. Kebiasaan buruk itu sudah berlangsung hampir setahun.

Saat mencarinya, Girsa tak sengaja melihat Heidy memasuki sebuah hotel kecil yang letaknya jauh dari pusat kota. Hatinya langsung terasa tidak enak. Heidy bukan tipe wanita yang suka mendatangi tempat seperti itu.

Dan benar saja.

Ia melihat Heidy bergelayut manja di lengan pria lain.

Girsa mengikuti mereka. Dari rekaman CCTV hotel tersebut, semuanya terlihat jelas.

Dunia Girsa runtuh seketika.

Ia pergi tanpa membuat keributan, tetapi amarahnya membara. Beberapa jam kemudian, setelah pikirannya sedikit tenang, ia mengirimkan semua bukti itu pada Heidy—masih berharap wanita itu memiliki penjelasan.

Namun, Heidy tidak menyangkal apa pun.

Ia justru meminta putus.

Lebih menyakitkan lagi, pria itu adalah musuh bisnis Girsa sekaligus rival lamanya sejak kuliah.

Girsa murka. Pernikahan mereka tinggal menghitung hari. Namun saat ia mendatangi apartemen Heidy, wanita itu telah pergi. Nomornya diblokir. Keluarganya pun berdiri di pihak Heidy.

Kata-kata terakhir Heidy terus terngiang di kepalanya.

'Sudah cukup, Girsa. Aku lelah bersamamu. Kau egois dan tak pernah benar-benar menghargaiku. Glenn memberiku apa yang tak pernah kau bisa. Dia pria yang pantas untukku. Kita selesai. Jangan pernah menghubungiku lagi.'

Girsa belum pernah merasakan sakit sedalam ini.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 43

    PENGUMUMAN!!! JANGAN LUPA FOLLOW DAN KOMEN DI CERITA INI. KALAU KOMENTAR LEBIH DARI 5 BESOK SIANG UPLOAD BAB BARU LAGI.... YUK RAMAIKAN!!! **********"****** "Apa statusmu sekarang?" Ayura menelan salivanya. "Um, menikah?" "Nama belakangmu?" "Widjaja," jawab Ayura pelan. Ia sudah tahu ke mana arah percakapan ini. Girsa menatapnya tajam. "Jika kau menikah denganku, otomatis kau memilih untuk melepaskan kebebasan masa mudamu, Yura. Kau tidak bisa bertingkah sembarangan di depan publik." Suaranya terdengar tenang, tetapi mengandung tekanan yang jelas. "Kau menyandang nama Widjaja. Semua orang mengenalmu dan haus akan berita tentangmu. Jika muncul rumor buruk yang menjatuhkan nama keluargaku, apa yang bisa kau lakukan? Menangis? Meminta maaf?" Ayura semakin menunduk. Bibirnya terkatup rapat, tak mampu membalas. "Sungguh istri yang patuh," sindir Girsa dingin. "Sekarang kau berani keluyuran malam tanpa meminta izin dariku." Ayura mengangkat wajahnya, mencoba membela d

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 42

    Girsa merotasi bola matanya melihat Heidy sibuk memotret makanan yang terhidang di atas meja. Dia merasa waktu yang dimilikinya terbuang sia-sia. Sejujurnya dia tidak senang dengan perasaan ketika merasa jengkel terhadap Heidy—wanita itu adalah kesayangannya, tapi sekarang? Rasanya berbeda. Girsa mengerutkan kening, menjulurkan tangan untuk menyingkirkan ponsel Heidy yang menghadap ke arahnya. "Jangan memotretku." "Apa?" Alis gadis itu menyatu dengan tajam. "Kenapa?! Aku tidak akan mengunggahnya sebelum kau bercerai, tenang saja." "Aku tetap tidak ingin kau memotret ku, Heidy. Jangan memaksaku," tegas Girsa, memandang dingin Heidy dan membuatnya terintimidasi. Tidak ingin membuat keadaan memanas diantara mereka, Heidy menyerah, ia memasukkan ponselnya ke dalam tas. Suasana menjadi kaku dan canggung, membuatnya memakan makanannya dengan berat hati, ia diam-diam melirik Girsa yang sedang menatap ponselnya. Sebuah pemandangan yang familiar sejak dulu. Girsa memang sering kali sibu

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 41

    Belum lama Girsa terlelap. Ia menikmati kenyamanan dalam dekapan istrinya, tubuhnya yang masih hangat bersandar pada Ayura yang tertidur pulas di sisinya. Untuk beberapa saat yang singkat, pikirannya terasa kosong—bebas dari tekanan pekerjaan, bebas dari intrik yang selama ini menjerat hidupnya. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Suara dering ponsel yang nyaring tiba-tiba memecah kesunyian kamar. Girsa mengerang pelan. Dengan malas ia melepaskan satu tangannya yang sedang melingkari tubuh Ayura, lalu meraba meja samping tempat tidur hingga menemukan ponselnya. Alisnya berkerut kesal saat melihat nama yang muncul di layar. Dengan rahang yang mengeras, ia menggeser tombol hijau. “Ada apa?” tanyanya dingin tanpa basa-basi. Dari seberang telepon, suara Heidy langsung menyembur dengan nada tinggi. “Apa kau lupa bahwa sore ini kita akan berkencan untuk pertama kalinya setelah sekian lama?! Kau keterlaluan, Girsa!” Girsa menjauhkan ponsel dari telinganya sesaat. Suara p

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Empatpuluh

    Hari itu Ayura berencana pergi ke kantor Girsa untuk membawakan bekal makan siang. Ia sebenarnya sudah bisa menebak bagaimana akhirnya nanti. Girsa kemungkinan besar akan menolak bahkan sebelum bekal itu sampai ke tangannya. Namun Ayura tetap ingin melakukannya. Ia ingin menunjukkan usaha—setidaknya membuktikan bahwa perasaannya pada pria itu tidak pernah berubah. Ayura menoleh ke arah Largo yang berdiri tak jauh darinya. “Tolong tunggu di sini dan jaga bekalnya. Jangan sampai ada yang menyentuhnya, mengerti? Aku tidak akan lama.” “Ya, Nona.” Ayura lalu berjalan menuju kamar. Hari ini ia harus berdandan lebih dari biasanya. Cantik… bahkan sedikit berani. Selama ini ia hanya sampai di lobi kantor dan bertemu dengan resepsionis untuk menitipkan bekal. Namun kali ini berbeda. Ia akan menemui Girsa langsung di ruang kerjanya. Selama ini Ayura diam-diam memperhatikan sikap suaminya itu. Ia tahu bagaimana cara memancing reaksi Girsa. Pria itu mudah terpancing jika ditant

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Tigapuluh Sembilan

    Hari ini Girsa pulang lebih awal, bahkan sebelum jam makan siang. Beberapa bulan terakhir keadaan perusahaannya jauh lebih stabil dibanding sebelumnya. Setelah melewati masa kerugian yang cukup berat, ritme kerja di kantor kini menjadi lebih fleksibel. Banyak urusan sudah dapat diselesaikan oleh para direktur divisi tanpa harus menunggunya turun tangan langsung. Begitu mobilnya berhenti di depan mansion Widjaja, suasana yang menyambutnya terasa terlalu sunyi. Rumah itu sangat besar—terlalu besar untuk terasa hidup ketika sebagian penghuninya tidak ada. Girsa berjalan melewati lorong panjang dengan langkah santai. Sepatunya berdetak pelan di lantai marmer yang mengilap. Para pelayan mungkin sedang beristirahat di kamar mereka masing-masing. Ibunya kemungkinan sedang keluar bersama teman-teman sosialita nya untuk makan siang atau berbelanja. Bisa juga ia sedang tidur siang di kamarnya yang selalu tertutup. Ayahnya masih berada di luar negeri untuk urusan bisnis. Brian tent

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Tigapuluh Delapan

    Malamnya, Girsa pulang tepat waktu. Setelah makan malam bersama, sepasang suami istri tersebut kembali ke kamar. Ayura tidak melihat Largo disekeliling mereka, pria itu sudah menghilang sejak tadi, dia akan menghilang jika Girsa datang, dan muncul saat dibutuhkan. Keberadaannya tidak bermanfaat, nyatanya hanya dia yang diberi pengawasan sampai ke dalam rumah oleh Girsa, sedangkan yang lain tidak.Melihat Girsa keluar dari kamar mandi dan langsung duduk memangku laptop, membuat Ayura melangkah mendekat. "Apa kau ingin kupijat?" tanya Ayura berbasa-basi, padahal sebenarnya ia ingin lekas beristirahat. Namun demi membangun hubungan yang baik dengan Girsa, Ayura masih harus membuat ptia itu setidaknya menyukainya. "Mungkin aku bisa merilekskan tubuhmu yang kaku." Girsa mengalihkan pandangan dari laptopnya ke arah Ayura, lagi-lagi rautnya sulit dibaca. "Apa kau sengaja melakukannya?" Girsa menyipitkan mata, nada suaranya terasa merendahkan Ayura. . "Apa maksudmu?" Ayura gagal paha

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Tigapuluh Satu

    Setelah cukup lama libur tanpa kabar, Ayura langsung pergi ke butik milik Vivi tempatnya bekerja. Saat hamil, dia selalu mengerjakan desainnya di rumah dan kesulitan saat hendak mengkonfirmasi bahan kain yang tepat atau jenis pernak-pernik yang digunakan. Namun, sekarang dia bisa bekerja di te

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Duapuluh Sembilan

    Saat ini semua orang telah pulang, menyisakan Ayura yang duduk termenung sendirian di atas brankar-nya, menatap gedung-gedung yang terlihat dari korden yang tersingkap. Meski begitu, matanya yang sembab memiliki sorot kosong. Dia hampir tidak bisa menerima kehilangan bayinya sama sekali, bayi ter

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Duapuluh Delapan

    Ayura perlahan mulai membuka matanya. Hidungnya mencium bau antiseptik yang kuat, khas rumah sakit. Suara orang-orang terdengar di sekitarnya, tapi telinganya tidak dapat menangkap jelas apa yang mereka katakan. Seluruh tubuhnya amat sakit dari ujung kepala hingga ujung kaki, perih dan terasa mem

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Duapuluh Tujuh

    Ayura ditinggalkan sendirian. Girsa, Heidy, dan tiga orang lainnya berbaur dengan kelompok lain, jauh di pojok. Masing-masing tangan mereka memegang gelas berisi wine mahal, tampak asyik mengobrol dan sesekali tertawa. Ayura hanya memandang mereka seraya menghela nafas pelan. Ia merasa bosan, d

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status