Share

Bab 42

Author: Ariess_an
last update publish date: 2026-04-15 16:17:31
Girsa merotasi bola matanya melihat Heidy sibuk memotret makanan yang terhidang di atas meja. Dia merasa waktu yang dimilikinya terbuang sia-sia. Sejujurnya dia tidak senang dengan perasaan ketika merasa jengkel terhadap Heidy—wanita itu adalah kesayangannya, tapi sekarang?

Rasanya berbeda.

Girsa mengerutkan kening, menjulurkan tangan untuk menyingkirkan ponsel Heidy yang menghadap ke arahnya. "Jangan memotretku."

"Apa?" Alis gadis itu menyatu dengan tajam. "Kenapa?! Aku tidak akan mengun
Ariess_an

Jangan lupa komen dan follow

| 1
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Emi Puji
yg d tunggu" akhirnya keluar..tp kok cuma satu bab..hayo langsung 10 bab..hehe.. semangat.. sukses ,...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 59

    Ruangan kerja Girsa penuh dengan bekas kekacauan di beberapa tempat, seperti sofa, meja, atau di dekat jendela. Beberapa barang jatuh ke bawah dan membuat ruangan tampak berantakan. Beberapa saat lalu, pergumulan sepasang suami-istri tersebut begitu intens setelah Girsa bertindak tanpa pertimbangan, menekan Ayura dengan kuat. Berhari-hari semenjak percakapan aneh Giraa sore itu tentang sumpah dan segala macamnya, Girsa menjadi aneh. Pria itu seakan tak ingin meninggalkannya barang sedetik pun, dengan intensitas yang hampir menyakitkan. girsa tak ingin berpisah sejengkal pun darinya. Ayura menjadi yang pertama bangun. Dia lantas memakai pakaiannya dan berjalan menuju pintu. Hari sudah malam, dia belum menampakkan diri pada makan malam kali ini pada keluarga Widjaja, mungkin itu sudah terlewatkan. Keningnya berkerut khawatir memikirkan Elena yang akan menjulidinya lagi. Namun, kala dia membuka pintu, sosok Largo yang mengangkat tangan hendak mengetuk pintu terpampang di depannya

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 58

    Ayuraa masuk ke ruangan Girsa dengan memasang senyuman berseri. Tatapan mereka bertemu, Ayura berjalan ke hadapan Girsa dan menaruh camilan yang dia bawa di atas meja. Ayura sedikit gugup saat melihat tatapan Girsa yang memandangnya dengan sorot sulit diartikan. Namun, Ayura tetap melancarkan sandiwaranya. "Aku sengaja membuatnya untukmu, makanlah sedikit. Seharian ini kau terus berada di sini tanpa keluar." Girsa hanya memberikannya tatapan mematikan, membuat Ayura tanpa sadar gemetar. Niatnya yang ingin bergelayut di tubuh Girsa dia urungkan. Ayura menyembunyikan tangannya yang gemetar di belakang tubuhnya. Padahal Girsa tidak melakukan apa-apa, tapi reaksi tubuhnya terkadang masih sama seperti dulu-penuh antisipasi dan ketakutan. "Ada apa?" tanya Ayura terbata. "Apa kau marah?" Girsa memandang lurus mata Ayura. Jelas terlihat bahwa gadis itu tengah terintimidasi, rasa takut tampak begitu jelas di matanya, membuat penyesalannya kembali berkobar. Hatinya ikut sakit. Namun, en

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 57

    Semenjak mengetahui fakta bahwa Ayura tengah mencari ayahnya, Girsa mulai mempertanyakan seluruh tingkah laku Ayura terhadapnya selama ini. Selama melakukan perjalanan bisnisnya beberapa waktu lalu, dia tidak pernah bisa tenang, tanpa sadar dia selalu memikirkannya. Meski dia sibuk-beberapa kali melakukan penerbangan dalam satu waktu untuk melakukan kerjasama, Girsa sebenarnya tidak begitu fokus terhadap pekerjaannya. Heidy datang ke tempatnya di hari kelima. Jika itu dulu, mungkin dia akan senang dengan kedatangan wanita itu, tapi sekarang semuanya telah berubah. Dirinya yang dulu mungkin akan mengamuk jika tidak bertemu wanita itu. Sekarang ia sadar bahwa dia tidak lagi begitu memikirkan atau menginginkan Heidy, mungkin sejak awal melihatnya berselingkuh, kepercayaan dan perasaannya hancur. Tanpa keraguan dia mengabaikan Heidy. Hal itu membuat wanita tersebut semakin beringas, dengan lancang menyentuh tubuhnya, membuatnya refleks mendorongnya dengan kasar. Tidak ada peny

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   bab 56

    Ketika Girsa meneguk tetes terakhir di gelas yang dia sodorkan, Ayura mengamatinya diam-diam, sampai Girsa meletakkan gelas kosong di atas meja. Kerutan di antara alisnya terlihat samar, matanya terpejam seperti tengah menahan sesuatu. Melihat hal tersebut, Ayura dengan sigap menghampiri Girsa dan memegangi lengannya. "Ada apa, Girsa? Apa kau lelah?" Ayura menariknya pelan menuju tempat tidur. Girsa dengan mudah terduduk di ranjang saat dia mendorongnya sedikit. Ayura menangkup wajahnya dan membuat Girsa mendongak, lalu mengecup bibirnya dengan kilat. "Tapi kau bilang kita akan menghabiskan malam yang indah, ayo bermain bersama, Girsa. Kau juga menginginkannya, 'kan?" Mata Girsa basah, itu tampak berkabut dengan panas yang meningkat. "Apa... yang kau lakukan?" Ayura bertingkah polos. "Apa? Aku hanya mengeringkan rambutmu tadi, lalu kita bersulang untuk akhir pelayanan romantis dariku." Ayura kemudian tersenyum nakal, "Apa kau sudah sangat tidak sabar ingin sangat dekat denganku?

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 55

    Ayura berhenti, menatap nanar bunga kesukaannya yang kini berantakan. Dia tidak pernah mengira bahwa Girsa akan memerhatikan bunga tersebut, dia pikir Giraa akan tergoda untuk menghabiskan waktu bersamanya daripada memikirkan masalah bunga. Jadi, Ayura dengan bebas memilih bunga apa saja. Dia berusaha meraih Girsa, memastikannya berbelok ke tempat yang sudah dia persiapkan. Kali ini dia berhasil meraihnya. "Tunggu!" Ayura mencegat Girsa. "Apa kau tidak lapar? Aku sudah menyiapkan masakan kesukaanmu! Kali ini kesukaanmu! Ada puding lemon dan pai lemon, kau mau, 'kan?" Girsa menatapnya sejenak sebelum akhirnya mendengus lelah. Dia mengangguk, membuat Ayura segera menarik pelan tangannya ke sebuah ruangan. Saat pintu terbuka, dekorasi yang elegan segera terlihat, ada meja kecil beserta kedua kursi yang berhadapan dengan bunga baby breath di dalam vas di tengah meja. Girsa menunduk melihat Ayura di sampingnya, dia mengernyit samar saat melihat Ayura menatapnya dengan pandan

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab 54

    Semenjak mengetahui kabar bahwa hari itu Girsa akan pulang, Ayura menyiapkan banyak makanan untuknya. Dia harus rela mengeluarkan beberapa uangnya untuk investasi tersebut. Lagipula jika Girsa senang, pria itu mungkin akan lengah dan dia akan dengan mudah menjalankan rencana paman dan bibinya yang terkutuk itu. "Kondisi ayahmu sudah semakin membaik, tidakkah kau ingin menjadi orang pertama yang melihatnya membuka mata? Tapi pertama, lahirkan bayinya Girsa lebih dulu!" Ayura memejamkan matanya, merasa frustasi tatkala ucapan bibinya melintas di pikirannya. Mengandalkan pencarian ayahnya yang memakan waktu cukup lama tidak akan berhasil. Sebelum Girsa benar-benar menceraikannya setelah satu bulan yang akan segera terlewati, dia harus melakukan sesuatu untuk menahan Girsa. Tapi, memikirkan harus kembali hamil dengan Girsa, membuat tangannya gemetar. Dia harus memikirkan cara lain, tapi kecemasan itu membunuh kewarasannya hingga rasanya sulit untuk memikirkan hal lain. Ayu

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab tiga

    "Sayang, lihat pelayan itu!" Mendengar ucapan wanita yang menjadi kekasihnya, Girsa yang sedang memeriksa pesan masuk dari kolega bisnis mendongak. "Ya? Oh, ya. Aku melihatnya. Kenapa?" Heidy menjilat sebentar selai raspberry di ujung bibirnya, lalu menjawab dengan suara pelan, "Kurasa dia

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab dua

    Ayura Nayara pernah menjadi korban tabrak lari empat tahun lalu. Malam itu, ia dan ayahnya baru saja pulang dari karnaval di tengah kota. Saat itu mereka masih tinggal di sebuah kota kecil yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk. Malam ulang tahunnya yang ketiga belas seharusnya menjadi kenangan baha

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab satu

    Ayura membereskan alat tulisnya lalu memasukkannya ke dalam tas dengan tergesa. Pandangannya melirik seorang pria yang baru saja berdiri dan melangkah keluar kelas di tengah keramaian murid lain. Kening Ayura berkerut, rasa kesal menyeruak. “Brian, tunggu aku!” pekiknya sambil menyampirkan tas

  • MENIKAHI LELAKI YANG MEMBENCIKU   Bab Duapuluh Delapan

    Ayura perlahan mulai membuka matanya. Hidungnya mencium bau antiseptik yang kuat, khas rumah sakit. Suara orang-orang terdengar di sekitarnya, tapi telinganya tidak dapat menangkap jelas apa yang mereka katakan. Seluruh tubuhnya amat sakit dari ujung kepala hingga ujung kaki, perih dan terasa mem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status