Masuk
“Dimana Nona Kelima? Nona Kelima! Cepat bangun! “Seorang wanita yang berpakaian pelayan berlari lari dengan suara nyaring.
Sementara seorang gadis yang dipanggil Nona Kelima itu masih terbaring di atas ranjangnya dengan mata terpejam. “ Nona kelima, cepat bangun! “Seru pelayan wanita itu membangunkan Nona Kelimanya. “ Ada apa, Yueyue? “Tanya Nona Kelima dengan malas. “ Yang Mulia telah menurunkan dekrit pernikahan! “Jawab pelayan wanita itu dengan panik. “ Oh… hanya dekrit pernikahan … APA?! Dekrit Pernikahan ?! “Tanya Nona Kelima dengan terkejut. Nona Kelima langsung terduduk dan menatap pelayannya yang dipanggil Yueyue itu dengan tatapan menyelidik. “ Aku sungguh sungguh, Nona… cepat berganti pakaian! Jika tidak maka Nyonya akan menyalahkan kita! “Desak Yueyue. Tatapan Nona Kelima tiba tiba mengerjap lalu berpikir sejenak ‘pada akhirnya kakak keduanya, Xu Yin lah yang akan menikah dengan Tuan Adipati’. Tuan Adipati adalah sosok yang sangat dikaguminya namun pada saat yang sama juga hanya sosok yang bisa dia lihat dari jauh. Tuan Adipati telah mengembangkan perasaan mendalam dengan kakak keduanya, Xu Yin dan cepat atau lambat mereka pasti akan menikah. Hanya saja waktunya benar benar terlalu mengejutkan untuk menjadi kenyataan! Jadi, dia agak merasa terkejut. Nona Kelima itu dengan buru buru berganti pakaian lalu dengan asal asalan membasuh wajahnya. Lalu membiarkan rambutnya terurai dengan bebas, gadis yang dipanggil Nona Kelima ini adalah Nona muda dari Kediaman Wakil Menteri Personalia, Xu Yong. Nona ini adalah Nona Kelima yang merupakan putri dari selir, Xu Qingyu. Biasanya hari harinya santai tanpa ada yang mengganggu. Tidak menyangka bahwa hari ini, harinya yang tenang dan damai tiba tiba terganggu oleh kedatangan dekrit pernikahan. “Nona… apakah kamu yakin untuk tidak mengikat rambutmu? “Tanya Yueyue dengan khawatir. “ Tenang saja, Ayah dan Nyonya tidak akan menyalahkan ku. “Jawab Xu Qingyu dengan senyum lembut. Xu Qingyu demi kesopanan, memanggil Ibu tirinya sebagai Nyonya. Terkesan asing dan jauh tapi juga baik untuk mereka. Sesampainya di halaman depan, sudah ada Ayahnya dan Nyonya Rumah bersama dengan saudara saudarinya yang lain. “Adik kelima, kamu akhirnya tiba. “ Ucap seorang gadis yang menggunakan perhiasan mencolok. “Kakak keempat, apa yang terjadi? “ Tanya Xu Qingyu dengan heran. Kediaman Xu yang biasanya selalu sibuk dan tidak dapat berkumpul kecuali di hari hari penting atau perayaan, ternyata juga bisa berkumpul. Tuan dan Nyonya di barisan depan, di belakangnya ada seorang selir kediaman dengan putra putri sah. Barulah di bagian paling belakang, tersisa anak anak selir seperti Qingyu. Orang yang memanggil Qingyu tadi adalah kakak keempatnya, Xu Qianyi. “Kemarilah, kamu jangan banyak bicara dulu. Ayah mengatakan bahwa kita akan segera menerima dekrit pernikahan untuk kakak kedua. “Bisik Xu Qianyi. Xu Qingyu baru akan bertanya lagi, tiba tiba seorang pria tua dengan pakaian serba hijau datang membawa gulungan kertas. Pria tua itu adalah seorang Kasim Istana dan Xu Qingyu pernah melihatnya beberapa kali melayani Kaisar secara langsung di Istana. Jadi seluruh Keluarga Xu langsung antusias dan berlutut, Xu Qingyu walaupun tahu bahwa dekrit pernikahan ini bukan untuknya tetapi ikut bersemangat. Xu Qingyu dengan wajah mengantuk, memaksakan diri untuk tetap sadar dan berada dalam posisi sikap berlutut yang sempurna. Xu Qingyu menatap kasim tua itu dari atas sampai bawah dan melihat bahwa kasim tua itu membawa dua gulungan, hanya saja tidak terlalu memikirkannya. Xu Qingyu menundukkan kepalanya dan menguap diam diam kala kasim sedang membuka gulungan kertas. “Yang Mulia berpendapat bahwa Nona Kedua Xu, Xu Yin cantik dan berbakat, elegan dan berbudi luhur. Dengan ini, Yang Mulia menganugerahi Nona Kedua Xu, Xu Yin sebuah pernikahan sebagai Putri Mahkota! “Seru Kasim tua itu. Xu Qingyu tertegun dan hampir menjatuhkan rahangnya kala mendengar ini. Kakak Keduanya akan menjadi Putri Mahkota?! Seluruh Kediaman Xu terkejut, bahkan Ayah mereka, Xu Yong juga terkejut dengan fakta mengejutkan ini. Semua orang tahu bahwa Xu Yin memiliki hubungan dekat dengan Kediaman Adipati dan hampir memiliki pertunangan. Tetapi, Kaisar menunjuknya sebagai Putri Mahkota? Kediaman Xu mereka benar benar menerima berkah besar! Bahkan Xu Qingyu pun tidak bisa menahan untuk membuka mulutnya lebar lebar dan membelalakkan matanya dengan tidak percaya. “Tidak menerima dekrit pernikahannya? “Tanya Kasim tua itu. “ Kami mengucapkan terima kasih atas berkah yang diberikan oleh Yang Mulia! “Jawab Xu Yong dengan lantang kemudian bersujud dan menerima Dekrit Pernikahan itu. Baru saja Xu Yong akan berdiri, tiba tiba Kasim Tua itu menahan bahu Xu Yong dan membiarkannya untuk berlutut lagi. Xu Qingyu yang menyaksikan hal ini tampak terkejut juga dan bertanya tanya di dalam hatinya, apa yang sebenarnya terjadi? Lalu Kasim Tua itu mengeluarkan sebuah gulungan lain yang membuat seluruh Keluarga Xu terkejut untuk sekali lagi! “Mu-mungkinkah… “Xu Yong sampai tergagap ketika harus menanyakan hal ini. “Benar sekali, Tuan Xu kebetulan mendapatkan keberuntungan ganda dari Yang Mulia hari ini. Jadi, tolong dengarkan dengan baik baik. “Balas Kasim Tua itu menepuk bahu Xu Yong. Keberuntungan ganda? Apa itu keberuntungan ganda? Xu Qingyu bertanya tanya di dalam hatinya ketika mendengar hal ini. Kenapa Ayahnya terlihat begitu terkejut dengan kata kata dari Kasim Tua itu? Ada banyak pikiran berkecamuk di dalan otaknya. Xu Yong dengan gemetar menundukkan kepalanya dan siap untuk mendengarkan titah kedua dari Kaisar. Seluruh Keluarga Xu menebak nebak dengan liar, Dekrit Pernikahan kedua ditujukan pada siapa? Semua orang sudah menebak jika Dekrit Pernikahan akan diberikan pada Xu Yin. Sekarang Xu Yin sudah selesai dan masih ada satu lagi Dekrit yang belum dibacakan, lalu untuk siapa Dekrit kedua ini? “Yang Mulia menilai bahwa Tuan Adipati memiliki sikap yang pendiam , penuh dengan hawa berdarah akibat peperangan, dan berpikiran mendalam maka menilai bahwa seorang istrinya haruslah orang yang sederhana, ceria dan polos. Dengan ini, Yang Mulia menganugerahi Nona Kelima Xu, Xu Qingyu sebagai Nyonya Adipati! “Seru Kasim itu dengan penuh semangat. Kata kata ini bagaikan sambaran petir di siang hari, Xu Qingyu tiba tiba mendongak dan menatap Kasim itu dengan tatapan tidak percaya sebelum akhirnya terasa ada sesuatu yang hangat mengalir dari hidungnya. Dia akan menikah dengan Tuan Adipati? Hal ini berputar putar di kepalanya seperti mesin yang rusak. Pria yang dikaguminya selama tiga tahun.... akan menikah dengannya?! Apakah ini adalah kenyataan?! Mendadak, Xu Qingyu merasa bahwa dunia ini berputar putar dan orang orang di depannya tampak tidak nyata. “Kamu berdarah! “Xu Qingyu pun mengajak anak ini untuk berkeliling beberapa kali lagi sementara di sisi lain, Ying Long tampak mengerutkan dahinya sendiri dan merasa tidak tenang. Sebelumnya Tuan mudanya telah berpesan bahwa Xu Qingyu tidak boleh tahu bahwa Ling Shang sedang keluar dari Ibukota. Tetapi entah pelayan mana yang menyampaikan hal ini sampai terdengar oleh Xu Qingyu bahwa Tuan mudanya sedang mengurus kasus pembunuhan aneh ini. Sehingga Xu Qingyu ingin datang, jadi bagaimana mungkin Ying Long , seorang pelayan, berani untuk menolak kedatangan Nyonya mudanya? Hanya saja pada saat yang sama juga tidak berani menyampaikan bahwa Nyonya mudanya telah tiba pada Tuan mudanya. “Kuda siapa ini? “ Tanya Ling Shang dengan nada menyelidiki ketika melihat dua ekor kuda yang terparkir di halaman rumah korban. “Hm… ini adalah kuda milik pelukis yang kita panggil. “Jawab Ying Long dengan ragu. “Ada apa dengan sikapmu ini?! Apakah kamu sekarang telah berubah menjadi pria pemalu?” Tanya Ling Shang den
Setelah itu Xu Qingyu menggendong anak itu dan mengajaknya untuk membeli banyak manisan dan berbagai jajanan lainnya. Tidak hanya itu, Xu Qingyu bahkan mengajak anak itu untuk menonton berbagai atraksi mulai dari barongsai sampai ke pertunjukkan cincin api. Anak itu tampaknya sudah mulai melupakan tentang pembunuhan berdarah itu, Xu Qingyu diam dan tidak mengungkit sedikitpun tentang pembunuhan itu. Anak anak terkadang tidak bisa menggunakan cara keras, sebaiknya bujuk mereka dengan cara yang lembut. Pada saat itu maka mereka tidak akan terluka secara mental. Xu Qingyu bahkan terakhir mengajaknya untuk makan di kedai yang cukup mewah. “Bagaimana makanan ini menurutmu, adik kecil ? “ Tanya Xu Qingyu. Anak laki laki itu menganggukkan kepalanya dengan keras dan makan dengan lebih lahap, hingga akhirnya semua makanan di meja habis sehingga meja mereka pun dibersihkan. “Terima kasih, kakak. “ Cicit anak laki laki itu dengan suara yang sangat pelan. Xu Qingyu tersenyum lebar dan mer
Xu Qingyu tahu bahwa dia pergi kali ini bukan untuk menggunakan pakaian terbagus atau menunjukkan kecantikannya. Sebaliknya jika dia menggunakan riasan tebal dan penampilan mencolok, suaminya pasti akan dicemooh oleh orang lain. Jadi Xu Qingyu hanya mengenakan gaun sederhana berwarna serba hitam dengan rambut yang diikat seluruhnya menjadi sebuah sanggul besar. Lalu setelahnya dia mengenakan cadar yang senada dengan warna gaunnya. Gaunnya juga bukan gaun yang mekar dengan indah sehingga tidak menghalanginya untuk bergerak. Setelah itu, Xu Qingyu dan Yueyue menunggangi kuda untuk menempuh perjalanan dengan lebih cepat. Lagipula orang orang tidak tahu identitasnya sebagai Nyonya muda Kediaman Adipati Yunwan. Sehingga dirinya bisa bergerak dengan lebih leluasa. Setelah tiba di luar Ibukota, Xu Qingyu akhirnya tiba di tempat kejadian yang disebutkan oleh Yueyue. Sesampainya di sana , Ying Long terlihat sudah menunggu mereka dan membantunya untuk turun dari kuda. “Nyonya muda, di s
Ketika Xu Qingyu bangun, tentu saja tidak akan menemukan Ling Shang lagi hanya saja dia terkejut bahwa dirinya sudah berada di atas ranjang. Namun… ini bukan ranjangnya! Ini adalah ranjang Ling Shang! Xu Qingyu melirik ke samping dan berjalan ke arah pembatas ruangan, hanya untuk menemukan bahwa kasurnya sudah berubah menjadi kosong. Xu Qingyu memandang dengan ternganga dan seolah olah tidak percaya dengan apa yang terjadi di hadapannya saat ini. Di mana ranjangnya? Bagaimana mungkin sebuah benda sebesar itu bisa melayang sendiri atau berjalan sendiri keluar, bukan? Xu Qingyu tanpa ragu menggosok matanya dan mencubit dirinya sendiri untuk memastikan bahwa dirinya tidak bermimpi. Jelas sekali bahwa sebelumnya masih ada? Xu Qingyu berpikir keras sebelum akhirnya memanggil pelayannya. “Yueyue! “ Panggil Xu Qingyu. Tidak lama pintu terbuka dan menunjukkan Yueyue yang berlari ke dalam dengan wajah gembira. “Nyonya muda sudah bangun? Yueyue akan membuatkan Nyonya muda semangkuk sup
Ling Shang terus menerus mengoceh di atas kuda dan memberikan kata kata penyemangat untuk istri kecilnya. Tetapi tidak ada balasan dari istri kecilnya, tentu saja membuat Ling Shang merasa curiga dengan hal ini. Jadi memeluk Xu Qingyu dan melihat wajahnya sebelum akhirnya tersenyum kecil ke arah wajah istrinya yang menggemaskan ini. Ternyata istrinya telah tertidur sejak tadi, karena tahu bahwa istrinya tidur maka Ling Shang sengaja untuk memacu kudanya dengan lebih lambat. Takut bahwa jika dia memacu kudanya dengan cepat maka akan mengganggu waktu istirahat istri kecilnya. Baru kali ini Ling Shang bisa mengamati wajah Xu Qingyu dengan secara jelas dan detail sekali. Tampaknya Xu Qingyu sangat mempercayainya, terbukti Xu Qingyu sudah beberapa kali tertidur di dalam rengkuhannya. Memikirkan ini membuat Ling Shang tersenyum lebar, jadi sebuah jalan yang seharusnya akan tiba selama 20 menit tetapi justru berubah menjadi 1 jam lamanya karena Xu Qingyu yang sedang tertidur. Sayang s
50 tahun. 50 tahun? Sungguh sungguh 50 tahun! Kata kata ini terus bergema dan berputar putar di kepala Xu Qingyu. Xu Qingyu tiba tiba merasa dunia berputar dan seperti ada hal yang tidak bisa dikatakan olehnya. Tidak menyangka bahwa dirinya akan menemukan salah satu keajaiban dunia. Bagaimana mungkin seorang wanita berusia 50 tahun bisa sangat cantik dan mempesona tanpa satupun kerutan di wajahnya? “Jadi kamu sudah tahu kan kenapa tidak ada kemungkinan antara aku dengan Ling Shang? Jadi tidak perlu khawatir. “ Balas Lu Hua. “Kalau begitu… apakah Kakak Lu sudah lama mengenal Ling Shang? “Tanya Xu Qingyu. Xu Qingyu tiba tiba merasa bahwa dirinya sangat sulit untuk mengucapkan kata ‘kakak’ yang seolah olah berduri di lidahnya saat ini. Sekarang Xu Qingyu tahu darimana ekspresi aneh Ling Shang ketika mendengarnya memanggil Lu Hua dengan sebutan ‘kakak’. “Hm… sudah sangat lama. Aku seusia dengan orang tuanya bahkan aku masih lebih tua daripada orang tuanya satu tahun. Aku sudah me







