LOGIN“Lalu dia diangkat menjadi seorang Adipati ?”Tanya Xu Qingyu dengan penasaran.Ling Shang terkekeh mendengarkan pertanyaan polos dari istri kecilnya lalu menggelengkan kepalanya.“Bagaimana mungkin semudah itu untuk diangkat menjadi Adipati ?”Tanya Ling Shang dengan gemas.“Oh…. benar juga.”Gumam Xu Qingyu menyetujui perkataan Ling Shang.Dia memang pernah mendengar perkataan Ayahnya bahwa Adipati sangat sedikit jumlahnya dan sebagian besar orang hanya dapat menjadi seorang marquis.Apalagi seperti Keluarga Xu dan Keluarga Ling yang bukan berasal dari garis keturunan bangsawan yang dipuja puja. Bahkan untuk mencapai posisi marquis pun akan menjadi sebuah tantangan yang sangat sulit.Sebelumnya, Xu Qingyu tidak pernah memperhatikan hubungan dan silsilah kekeluargaan milik Ling Shang. Lagipula siapa yang menyangka bahwa dirinya pada akhirnya akan menikah dengan pemuda ini ?Sebelumnya, pemuda ini akan menyandang status sebagai kakak iparnya. Jika dirinya mencari tahu terlalu banyak terh
Setelah menyampaikan hal yang penting, Xu Yin akhirnya membiarkan mereka untuk pergi. Pada saat ini kereta kuda mereka meninggalkan gerbang Ibukota dan kembali ke Kediaman Adipati Yunwan. “Bagaimana dengan ini? Kamu berencana untuk pergi? “ Tanya Xu Qingyu dengan gelisah. Kejadian kemarin masih membekas di dalam hatinya, bagaimana mungkin dia bisa melupakannya begitu cepat? Sekarang Ling Shang harus pergi mengikuti perburuan dengan Kaisar, siapa yang tahu trik kotor apa lagi yang akan digunakan untuk melawan Ling Shang? Xu Qingyu merasa muak hanya ketika mendengarnya saja. Dia benar-benar ingin tinggal di luar Ibukota dan jauh dari perebutan tahkta. Dengan begitu maka kehidupan akan damai, sebelumnya dia sangat takut hidup di luar Ibukota. Apalagi seluruh keluarganya tinggal di dalam Ibukota. Xu Qingyu berpikir bahwa di luar Ibukota adalah tempat yang kumuh dan kotor. Namun siapa yang menyangka bahwa tempat itu sangat indah dan penuh pesona? Sejujurnya kejadian kemarin juga ad
“Yu'er benar benar pandai bercanda, dengan penampilanku saat ini bagaimana bisa dibandingkan dengan peri? “ Tanya Xu Yin dengan santai. Xu Qingyu terkekeh ringan sebelum akhirnya Xu Yin mendekati Xu Ming dan memeluk Xu Ming dengan erat lalu mengucapkan beberapa kata kata perpisahan. Pada akhirnya, tidak peduli ditunda selama apapun, Xu Ming tetap harus pergi. Jadi, mereka mengucapkan selamat tinggal pada saat ini. Xu Ming menunggangi kudanya dan memacu kudanya menjauh dari Ibukota. Semakin lama, punggungnya semakin mengabur sebelum akhirnya sepenuhnya menghilang dari pandangan. Xu Qingyu menangis sesegukan di dalam pelukan Ling Shang, sementara Ling Shang tidak meremehkannya, tidak mengejeknya juga tidak mengabaikannya. Ling Shang memeluknya dengan erat, memberikan dukungan emosional dan menghiburnya. Xu Qingyu tahu bahwa dirinya seharusnya tidak bertindak kekanakan, namun dia benar benar tidak dapat menahan diri. Setelah menenangkan dirinya, akhirnya Xu Qingyu bisa menyeka sel
“Adik ipar, kamu harus banyak membiasakan diri. Ini adalah penderitaan pria di keluarga kami. “ Ucap Xu Jian sembari menyandarkan kepalanya di pilar bangunan. “Tidak apa apa, aku merasa sangat terkesan dengan perhatian yang diberikan. “ Balas Ling Shang dengan senyum tipis. Xu Jian memutar matanya melihat Ling Shang yang membela Xu Qingyu dengan terang terangan. “Kakak dengar? Kamu seharusnya bersyukur!” Ejek Xu Qingyu mengambil kesempatan untuk menghina Xu Jian. Xu Jian akhirnya memutuskan untuk tidak berdebat lagi dengan anak anak, hanya menghembuskan napas kasar. Sementara Xu Yong, sebagai kepala negara sudah mengetahui tabiat keluarga ini terlebih dahulu sehingga dirinya tidak memprotes juga tidak mengeluh lagi. Setelah menghabiskan waktu dua jam akhirnya yang dibawa hanyalah satu buntalan kain yang kecil. Hanya berisikan tiga pasang pakaian, dengan sedikit uang dan sebuah pedang untuk bekal perjalanannya. “Ibu, Nyonya Wen, adik adik sekalian, aku berencana pergi ke barak
Jika orang lain mendengarkan kata kata Xu Qingyu hari ini maka orang orang pasti akan mengutuknya sebagai seorang bawahan yang tidak setia! Namun Xu Qingyu pada dasarnya tidak mempedulikan hal ini. Hal yang penting di hatinya adalah keselamatan orang orang yang dicintainya. Xu Qingyu tiba tiba teringat bahwa dirinya masih memiliki mahar dan juga sebuah toko yang diberikan oleh Nyonya Wen sebelumnya. “Kamu berhentilah, aku akan menghidupi mu mulai sekarang. “Ucap Xu Qingyu sembari bergelayut manja di lengan Ling Shang. “Baiklah, aku akan mengandalkan istriku dan menjadi suami matri lokal. Bagaimana? “ Tanya Ling Shang dengan senyum manis. “Kamu sudah berjanji ya, jangan sampai menyesalinya di masa depan. “ Jawab Xu Qingyu. Keduanya terkekeh dengan santai, menikmati hari hari damai yang jarang terwujud ini. Tak terasa satu bulan lain sudah berlalu. Mereka sudah hidup menjadi suami istri selama dua bulan lamanya dan kali ini mereka akan mengantar Xu Ming ke perbatasan. Setelah te
Keduanya sama sama terpikirkan siapa yang mampu memiliki kemampuan ini namun tidak ada yang berani langsung menyebutkannya. Sebelum akhirnya Xu Qingyu mengambil inisiatif untuk menyebutkan nama terlebih dahulu. “Yang Mulia Kaisar. “ Ucap Xu Qingyu dengan suara rendah. Ling Shang menganggukkan kepalanya dan langsung setuju dengan dugaan yang dibuat oleh Xu Qingyu. Di Ibukota ini, orang yang memiliki kemampuan sebesar itu maka takutnya hanya ada Kaisar seorang. Jadi mereka otomatis langsung mencurigai Kaisar sebagai dalang di balik penyerangan Ling Shang. Karena ini adalah topik yang sensitif dan setiap dinding memiliki telinga, jadi mereka masuk ke dalam kamar untuk membicarakan masalah ini. “Kenapa Yang Mulia ingin membunuhmu? Bukankah kamu adalah keponakannya? Selain itu, kamu selalu melakukan apa yang Yang Mulia perintahkan padamu. “Bisik Xu Qingyu dengan gelisah. Jika memang Kaisar maka lawan mereka tidak akan mudah dihadapi. Sebab lawan mereka adalah orang paling berkuasa
Seorang pembunuh bayaran menerjang ke arahnya sementara Yueyue berdiri di depannya, keduanya telah pasrah dengan keadaan mereka hingga saatnya dua orang berpakaian serba hitam menerjang ke depan. “Lindungi Nyonya muda! “ Seru salah satu orang berpakaian serba hitam itu. “Nyonya muda bisa sedikit
Bagimana mungkin tidak menegang? Sementara kedua tangan Ling Shang menghimpit pinggangnya dari kanan dan kiri untuk memegang tali kekang kuda. Seolah olah selimut besar telah membungkus tubuhnya yang mungil ini. Belum lagi karena ukuran kuda yang seharusnya didesain untuk satu orang ini ketika did
Keesokan harinya berjalan seperti biasa namun terasa retakan yang nyata di antara Xu Qingyu dan Ling Shang. Keduanya tidak saling menyapa dan tidak berbicara satu sama lain, hanya saling berbicara ketika dibutuhkan saja. Sisanya mereka hanya mengurus urusan masing masing dan sibuk dengan urusan m
Wei Lianhua merasa canggung dengan ini dan tidak tahu harus mengatakan apa sebelum akhirnya mengulurkan tangan dan menepuk nepuk punggung Xu Qingyu. “Jangan terlalu sedih, Ayahku bilang bahwa seorang gadis tidak seharusnya mengharapkan cinta dari orang lain melainkan harus mencintai dirinya terleb







