Share

BAB 52

Penulis: stevendeeary
last update Tanggal publikasi: 2026-06-10 22:49:40

“Kiara!” Aku memanggilnya, tapi gadis itu abai dan malah berbalik badan, berlari cepat masuk ke kamar.

Aku tak tinggal diam, apalagi saat kulihat serpihan pecahan gelas yang jatuh tadi menancap telapak kakinya, menciptakan jejak-jejak darah di sepanjang langkah.

Tangis Kiara pecah, tertimbun di balik bantal yang menutup seluruh wajahnya. Aku menutup pintu kamar, merangkak ke atas ranjang dan memeluk gadis itu.

“Kia....”

Kiara menepis tanganku. “LEPAS!” berangnya serak.

“Kiara, dengarkan saya du
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 54

    “Kamu gak tahu kan, Om Jevan ketagihan banget sama aku,” ujarku lantang.POV KIARALangkah Kak Celine benar-benar berhenti, butuh waktu lama sampai akhirnya berbalik badan dan menatapku.Aku ingin sekali melihatnya kalah, tapi yang kulihat malah wajah menyebalkannya tersenyum ke arahku. “Ngaco kamu, Kiara. Dia menyelamatkanmu dari teman-temannya Mama, gak mungkin dia ikut ngelecehin kamu juga.Kakak geleng-geleng kepala. “Lain kali, jangan kentara liarnya Kiara. Kamu harusnya berterima kasih sama Mas Jevan, kalau bukan karena dia mungkin malam itu kamu digilir sampai pagi.“Atau mungkin sampai Mama merasa uangnya sudah cukup dari orang-orang itu,” ujar Kakak.Tanpa sadar tanganku mengepal kuat. “Kamu... gak percaya dengan kata-kataku, Kak? Aku gak ngaco, aku dan Om Jevan memang—““Kakak udah tahu, kamu jatuh cinta sama Mas Jevan, kan? Gak apa-apa, perasaanmu gak salah. Mas Jevan orang baik, dia tampan dan lembut. Perempuan di luar sana gak mungkin gak jatuh cinta kalau berdekatan deng

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 53

    “Mas, gimana keadaan Kiara?” pertanyaan itu meluncur tepat setelah aku menutup pintu.Aku agak terkejut sebentar, tapi buru-buru kunetralkan ekspresiku agar Celine tak curiga.“Mas lama banget di dalam. Kiara baik-baik aja, kan?”Sudah pasti Celine curiga, lihat saja dari gerakan matanya. Memindaiku ke sana ke mari, terlihat sedih tapi tak tahu apa sebabnya, terlihat cemas tapi juga bingung.“Kakinya terluka, gak dalam, tapi udah baik-baik aja sekarang. Saya berencana memanggil dokter kalau lukanya infeksi,” jawabku.“Aku mau ngomong sama Kiara,” sahutnya.“Kiara udah tidur, jangan diganggu dulu. Dia masih syok.”“Mas... kenapa lama banget sama Kiara?”Aku terdiam, menatap Celine dalam, napasku bertalu lelah... lama-lama membuatku kesal. “Lama atau sebentar, saya pastikan apa yang saya lakukan di dalam adalah untuk kebaikan Kiara.”“Bu-bukan gitu maksud aku, Mas. Aku cuma gak mau Kiara salah paham.”“Dia gak salah paham. Dia cuma kaget, dan sudah saya luruskan kalau dia cuma salah den

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 52

    “Kiara!” Aku memanggilnya, tapi gadis itu abai dan malah berbalik badan, berlari cepat masuk ke kamar.Aku tak tinggal diam, apalagi saat kulihat serpihan pecahan gelas yang jatuh tadi menancap telapak kakinya, menciptakan jejak-jejak darah di sepanjang langkah.Tangis Kiara pecah, tertimbun di balik bantal yang menutup seluruh wajahnya. Aku menutup pintu kamar, merangkak ke atas ranjang dan memeluk gadis itu.“Kia....”Kiara menepis tanganku. “LEPAS!” berangnya serak.“Kiara, dengarkan saya dulu.”“Om batal nikah sama Mama karena Kak Celine, iya? Jadi selama ini Om juga suka sama Kak Celine? Terus aku ini apa, Om? Om sentuh aku, pakai badanku berkali-kali, semua itu artinya apa?“Ternyata Om sama aja kayak teman-teman Mama—““Kiara, dengarkan saya dulu!” potongku cepat, gadis itu terdiam. “Kamu salah paham. Saya gak akan menikah dengan Celine. Saya... hanya sedang membahas perjodohan antara dia dan Farel.”“BOHONG! AKU GAK TULI, OM! AKU DENGAR SENDIRI OM BILANG MAU NIKAHI KAK CELINE!

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 51

    “Tapi aku penasaran, kenapa Om kesannya jadi kayak ikut campur masalah Mama, ya?”Pertanyaan Kiara membuatku terpaku.“Waktu itu Om sampe bongkar-bongkar berkas di kamar Mama. Om juga pengen tahu rumahnya Tante Valisa, dan sekarang... jangan bilang Om juga mau ikut campur masalah Mama dan Tante Valisa?”Aku meneguk ludah. Sadar tak sadar, sikapku selama seharian ini terlalu kentara. Aku terlalu ikut campur, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak peduli.Komandan Rakabumi memang tidak memberiku perintah langsung, tetapi sebagai saksi mata langsung dan ‘penyebab’ tumbangnya Juan di tangan Bianca. Aku merasa aku harus tahu tiap-tiap ritme kasus ini.“Saya cuma khawatir dengan kamu dan Celine. Apalagi setelah kalian mendapat pesan dari nomor tak dikenal itu. Saya yakin, Bianca gak akan diam aja, terlebih kalian milih pergi dari rumah daripada tinggal sama dia,” ujarku, lancar.Kiara manggut-manggut. “Aku udah tahu sih. Om pasti sayang banget sama aku. Om tenang aja, aku gak akan pulang.

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 50

    POV BIANCAAku membaca ulang pesan yang baru saja masuk di layar ponselku, lalu tersenyum pelan. Tidak ada nama pengirim, tidak ada jejak yang bisa dilacak, tapi aku tidak butuh itu untuk tahu siapa yang sedang panik di seberang sana.Polisi selalu mengira mereka selangkah lebih dekat setiap kali dia menemukan sesuatu, padahal aku hanya membiarkannya berjalan di jalur yang memang sudah kubuka.Mobil yang mengawasi apartemen itu sudah berangkat lima menit lalu, tepat setelah memastikan apa yang perlu mereka lihat. Kadang aku harus mengingatkan diriku sendiri bahwa polisi tetap manusia biasa, mudah terpancing oleh pola yang mereka kira kebetulan.Padahal tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua selalu punya arah, hanya saja tidak semua orang cukup sabar untuk melihat ujungnya.Aku meletakkan ponsel di atas meja dan bersandar pelan. Nama Fino tidak muncul lagi di kepalaku sebagai sesuatu yang perlu dikhawatirkan, karena orang seperti dia tidak pernah benar-benar hilang tanpa alasan.

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 49

    Aku segera mengeluarkan ponsel penyadap dari saku celana. Jemariku bergerak cepat membuka aplikasi yang selama ini menjadi sumber informasi terbesarku tentang Bianca. Selama berhari-hari, setiap aktivitas wanita itu selalu muncul di sana. Pesan masuk, panggilan telepon, surel, bahkan riwayat pencarian internetnya tak pernah luput dari pantauan. Namun malam ini semuanya terasa berbeda.Aku memeriksa ulang daftar pesan yang masuk. Tak ada percakapan baru. Tak ada nomor asing. Tak ada satu pun aktivitas yang mengarah pada pesan ancaman yang baru saja diterima Celine. Keningku langsung berkerut. Aku mengulang pemeriksaan itu sekali lagi, lalu sekali lagi. Hasilnya tetap sama."Om?" suara Kiara membuatku mengangkat kepala.Aku menoleh sekilas. Gadis itu menatapku dengan wajah bingung."Om gak apa-apa?""Saya baik-baik aja.” Aku berbohong. Bahkan aku sendiri bisa mendengar keganjilan dalam suaraku.Jika pesan itu benar berasal dari Bianca, seharusnya jejaknya muncul di ponsel ini. Faktanya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status