LOGINStranger at day, fuck buddy at night, this isn't a sweet love story, it is a kind of story where lust meets love. Maya came from a small rural village, working as a dancer in a downtown bar just to afford her younger brother’s medication. Life had been nothing but struggle a relentless cycle of poverty and heartache she endured alone. On her very first night at the bar, Atlas Volkov watched from the shadows of a VIP sit. The billionaire CEO was known for ruthless business tactics and a cold, unforgiving empire. But as he looked at her, he didn’t see a dancer; he saw something he was determined to possess. He summoned her to his private space, the air thick with tension. “I can pull you out of this place,” he said, his voice smooth and dangerous. “But there’s a condition. You’ll be mine—a companion behind closed doors. Sign the contract, follow my rules, and you’ll be paid more than you’ve ever imagined.” Maya’s heart raced. She’d heard stories of the urban elite—their world built on rivalry and power. Getting involved with a Volkov was like walking into a hurricane. Yet the image of her brother “How much?” she whispered. “Two years. Ten million dollars.” The number stunned her more than she could earn in a hundred lifetimes, but desperation won out. “Deal,” she said, her voice shaky Atlas brought her to the Volkov Villa a sprawling estate where staff bowed in unison, he ordered her to undress. “No,” she snapped. “No contract means nothing.” He tossed her a folder. “Sign it. Now.” Her hand trembled as she scrawled her name.
View MorePria dengan wajah kejam dan dingin itu berdiri menatap ke arah seorang gadis bernama Selena tanpa belas kasihan, lalu berkata penuh ancaman.
"Hutang yang harus orangtuamu bayarkan adalah 10 Milyar, jika lusa kalian tidak membayarkan uang itu, orangtuamu harus menerima akibatnya!" "Lusa?" Selena sangat terkejut. "Bagaimana Aku bisa mengumpulkan uang sebanyak itu hanya dalam waktu dua hari?" "Saya tidak peduli bagaimana kamu mendapatkan uang itu! Terpenting bagi saya adalah uang itu kembali!" Selena Eveline, Gadis berusia 20 tahun itu tampak begitu putus asa. Hutang kedua orangtuanya yang dipakai untuk perawatan dirinya yang menderita penyakit jantung sedari kecil. Hutang-hutang itu semakin menumpuk seiring berjalannya waktu hingga membuat kondisi ekonomi keluarga Selena yang tadinya termasuk orang yang berada, kini bangkrut dan malah terjerat hutang berbunga. "Beri saya waktu 3 bulan, Saya pasti akan membayarnya lunas." ucap Selena dengan nada tegas. "Apa saya tidak salah dengar? Kamu meminta waktu lagi untuk melunasi hutang-hutang itu?" Rocky menatap remeh pada Selena, pasalnya hutang-hutang itu sudah bertahun-tahun dan berbunga, memberi tenggat waktu lagi sama saja menambah hutang juga bunganya. "Saya yakin, Hutang itu pasti akan saya bayar lunas!" Kedua orangtua Selena, Ferdy dan Rosmala memegang lengan putri mereka, merasa ragu dengan apa yang di ucapkan oleh putri mereka. Rocky mendekati Selena dengan tatapan tajam. "Baiklah, ini untuk yang terakhir kalinya saya memberikan kalian kesempatan, jika kali ini kalian tidak membayar tidak ada ampun lagi!" "Pegang perkataan saya," tegas Selena tanpa ragu. "3 bulan lagi kamu akan mendapatkan uang itu!" Mendengar Selena yang begitu percaya diri membuat Rocky terkekeh lalu kembali menatap Selena dingin. "Hutang itu akan semakin berbunga selama waktu 3 bulan, jadi kamu harus membayar 10 Milyar 100 juta, Bagaimana?" Bibir Selene menyungging meremehkan Rocky, Lintah darat sepertinya memang tidak pernah kenyang soal uang. "Kamu akan mendapatkan lebih dari itu, sekarang pergilah dari sini, hentikan kekacauan yang kamu timbulkan!" Kembali Rocky terkekeh, dia tidak percaya begitu saja dengan ucapan gadis itu. Rocky lalu memerintahkan anak buahnya untuk menangkap Ferdy, untuk di jadikan sebagai jaminan jika Selena akan menepati janjinya. "Ayah!" "Suamiku!" Selena dan Rosmala terkejut saat Ferdy di bawa oleh orang-orang Rocky untuk menjadi tawanan. "Lepaskan Ayah saya! Apa yang kamu lalukan!" pekik Selena ingin melepaskan Ferdy dari cengkraman anak buah Rocky. Segera Rocky menghalangi Selena dan memberikan peringatan. "Pria tua itu akan jadi sandera sampai kamu membawa uang itu. jika kamu tidak membawa uangnya, Pria tua itu akan saya b u n u h. Mengerti!" Walau bagaimanpun, Rocky tidak ingin mengambil resiko jika keluarga itu akan kabur. Jika Ferdy dijadikan sandera, tentu mereka tidak akan berpikir untuk kabur. Tanpa memperdulikan lagi ucapan Selena, Rocky berserta anak buahnya membawa Ferdy pergi. Selena dan Rosmala hanya bisa menangis dan berpelukan untuk saling menguatkan melihat Ferdy di bawa oleh Rocky dan antek-anteknya. Rosmala menyusut air matanya dan menatap Selena dengan serius. "Bagaimana kamu akan mengumpulkan uang sebanyak itu hanya dalam waktu 3 Bulan, Nak?" Saat ini memang Selena belum tahu akan mencari uang itu kemana, terlebih dia juga baru lulus kuliah. Namun Selena mencoba tersenyum agar membuat hati ibunya yang gusar menjadi tenang. "Selena sudah di tawari pekerjaan di perusahaan asing, Bu. Program dari Universitas yang menyalurkan Mahasiswi berprestasi. Selena terpilih." Terpaksa Selena harus berbohong, agar suasana tidak menjadi semakin menekan ibunya. Rosmala lantas memeluk Selena, ada tangis bahagia mengiringi. Putri semata wayang mereka memang selalu membanggakan orangtuanya. "Syukurlah Nak, Ibu sangat bangga padamu." Rosmala membingkai wajah Selena. "Kita bisa segera membebaskan Bapak dari para lintah darat itu." Selena hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepala untuk menjawab ibunya. "Maafkan Selena sudah membohongi ibu." Batin Selena. Dengan lembut Selena memapah ibunya untuk duduk di sofa. Jika di tanya perasaan, Selena juga sangat menderita dengan keadaan ini. Tapi dia harus bisa bersikap kuat dan tegar di hadapan kedua orangtuanya. Supaya mereka yakin, jika Selena bisa menyelesaikan permasalahan ini. Rosmala tidak berhenti menangis karena memikirkan suaminya. Dia takut jika suaminya akan di siksa terus dan tidak di beri makan dengan layak. Segala upaya Selena lakukan agar ibunya menjadi tenang. Lelah karena menangis, sang ibu akhirnya tertidur sendiri. Perlahan Selena beranjak dari tempat tidur ibunya dan kembali ke kamarnya. Di raihnya gawai yang tergeletak di atas nakas, lalu menghubungi kontak dengan nama Lily. Nada tersambung dan beberapa saat diangkat oleh Lily. "Halo Li, Aku ambil tawaranmu kemarin." >> Di kafe.. "Kamu sudah serius dengan keputusanmu, Sel?" "Ya. Aku sangat serius." Setelah telepon tadi, Selena mengajak Lily untuk bertemu di kafe untuk membicarakan tentang tawaran Lily beberapa hari yang lalu. Lily menatap Selena dengan lekat. "Sekali lagi aku ingatkan, Sel. Sekali kamu terjun 'kedunia' ini, hidupmu akan berubah drastis." Mendengar itu Selena justru tertawa. "Hidupku sudah hancur, Li. Hanya kedua orangtuaku yang menjadi alasanku tetap bertahan." "Oke, berarti kamu sudah setuju untuk menjadi seorang sugar Baby." Lily menjentikkan jarinya. "Aku akan mengenalkanmu pada seseorang yang akan memenuhi syarat darimu." Selena menarik nafas dalam lalu menghembuskan perlahan, dia tidak menyangka bahwa di masa depan akan 'menjual diri' seperti ini. Tapi tidak ada cara lain, cara ini lah yang paling cepat mengumpulkan uang sebanyak itu. "Kalau bisa malam ini juga, Li. Aku sudah siap." "Kamu serius?" Selena hanya mengangguk. Baiklah, Aku akan mencoba menghubungi Sugar Daddy ku, karena dia yang punya kontak Tuan William. "Apapun akan aku lalukan untuk kedua orangtuaku." Ucap Selena dalam hati. >> Lily sudah memberikan alamat sebuah bar kepada Selena untuk dia datangi. Di sana Selena akan bertemu dengan calon Sugar Daddynya yang bernama William Masimmo. Selena mempersiapkan diri dengan baik, gaun berwarna merah muda dengan panjang selutut menjadi pilihannya. Rambut hitam dan panjangnya dia biarkan terurai lalu menyisipkan jepit rambut mutiara di sisi kanan kepalanya. Riasan yang tidak terlalu mencolok menampilkan kecantikan yang natural dari Seorang Selena Eveline. "Kamu harus terlihat ceria di hadapan Tuan William, Sel. Karena Tuan William ingin memiliki Sugar Baby yang membuatnya nyaman saat bersama." Ucapan dari Lily itu yang selalu teringat oleh Selena. Di depan cermin Selena mencoba untuk menunjukkan senyumnya. Bagaimanapun, Selena harus mendapatkan pekerjaan ini agar bisa melunasi hutang-hutang itu. Dengan menggunakan kendaraan yang di siapkan oleh Lily, Selena pergi dengan tekad yang bulat. Bukan lagi tentang harga diri yang Selena pikirkan, saat ini yang terpenting dalam hidupnya adalah kedua orangtuanya. "Jalan Pak." Mobil Mercedes benz itu melaju membelah jalanan ibukota membawa Selena ke tempat tujuan. 30 menit perjalanan, Selena tiba di Bar Starlight. Perasaan Selena tiba-tiba menjadi gugup. "Ayolah Selena, Tenangkan dirimu."Maya POVI’ve already prepared everything for my Italian adventure – I’d say this will be the perfect start to my revenge. I’ve entrusted all operations to Kara, my appointed CEO. As her assistant, I’ll be the one meeting Mr. Mollar, a tycoon based in Italy. From what I’ve researched, he’s single and somewhat arrogant – but that doesn’t faze me. He’s Josh’s friend, so I’m confident this will be easy.I pulled my phone from my bag and texted Josh:Me: Hi Josh, I need your help.Josh: What is it?Me: I’m heading to Italy with Atlas to negotiate with Mr. Mollar.Josh: He’s arrogant, and he has a habit of rejecting women outright.Me: Hahaha, that’s interesting.Josh: I’ll talk to him to make sure he takes your negotiations seriously.Me: Thanks, Josh.Hmm… Rejecting women – that sounds promising. Maybe this is the ideal chance to humiliate Nathalie. I know how she loves competing with me.(Thursday, 10:00 AM)Atlas and I were ready for our flight. To be honest, sharing a private jet with
(ATLAS POV)When Ms. Kara burst into my office, breathless and frantic, my heart skipped a beat. The moment she mentioned Maya, I didn't wait for the rest of the report. I was already moving.“Mr. Atlas, forgive me for the intrusion,” she gasped, struggling to keep up with my stride. “I saw Nathalie and Selena’s friend... they’re hurting Maya in the restroom!”My blood turned to ice, then instantly boiled. The pen in my hand snapped under the pressure of my grip. I charged toward the restroom, my vision tunneling until I saw her Maya, kneeling on the cold tile, her arms pinned cruelly behind her back.Rage surged through me, a primal urge to strike back at Nathalie for what she had done. But I froze. The reality of my life hit me like a physical wall. Nathalie was my wife. But Maya… Maya was the mother of my heir.She hadn't even told me our son’s name yet. I didn't want to disappoint her further. When Selena had whispered poison in my ear, claiming Maya’s only goal was to destroy
“I’m so proud of you, Maya,” Kara said, leaning against the doorway. A small smile tugged at her lips. “To think you survived that photo scandal unscathed.”“I’m Maya Ashburn,” I replied with a casual shrug. “Being strong is practically in my job description.”Despite the bravado, my mind was already racing toward tomorrow. We were set to discuss the Iron Veil collection—profits, investors, and the future. It was a massive milestone a high-profile tycoon had offered a $1 billion investment to kickstart our partnership with VV Volkov. Per our agreement, 10% of those funds would be donated to the Vasquez Youth Arts foundation. It was my brother’s dream. After our parents died, the trauma had changed him, and art became his only sanctuary. Ensuring that clause stayed in the contract with Volkov was non-negotiable for me.Later that day, Kara and I arrived at the VV headquarters.“You’ve been here before, right?” Kara asked as we stepped into the sleek lobby.“Yeah,” I replied, glanci
The Iron Veil fashion event was a triumph, marking our first collaboration with VV Company. However, Atlas proved his disloyalty yet again. He breached our contract by bringing Nathalie he knew my decree—Nathalie is never to set foot in an event I manage. He disappointed me just as he always has. To make matters worse, he had the audacity to ask about our son. I am not a fool, and I am no longer his slave. In this era, I am the Queen.But even queens face a coup. Photos of Atlas and me have leaked across the internet, threatening my reputation. I immediately ordered Kara to organize a press conference. My revenge was just beginning, and I will not let Nathalie ruin me now.The room was stifling, the air thick with the scent of scandal. A reporter stepped forward, voice brimming with accusation.“Miss Maya, you are Miss Kara’s assistant, correct?”“I am,” I replied coldly.“Then why were you and Mr. Atlas Volkov spotted alone at the dressing room entrance?”I took a sharp breat
ATLAS I sat in my office at VV Company, the city skyline stretching out behind me. I had just summoned the General Manager the only person in this entire building allowed to see my face. I’m meticulous about my privacy. I keep my identity hidden from the public for a reason I have no interest
MAYA I’ve been Atlas’s secret whore for a year now. I always expected him to be a ruthless monster, but he’s a walking contradiction one moment he's surprisingly kind, the next he’s cold and snapping at me for no reason. Sometimes I wonder if he’s on something, or if he’s just haunted by his pa
I sat in my office, waiting for Josh Sezin to arrive for our business deal. In the meantime, I met with the private investigator I’d hired to track down Maya.She hadn't returned home since the engagement party. That night, I’d been forced to leave for an emergency meeting immediately after the ann
The party was in full swing, celebrating the engagement of Atlas and Nathalie. Everyone seemed thrilled for the happy couple, though I couldn't help but find the pairing repulsive. I had expected a grander venue, but Atlas chose to host it right here at his villa.I was upstairs in his bedroom, si












Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
reviews