Share

Flashback

Author: Kurnia_cy
last update Last Updated: 2025-10-09 18:37:29

Setamat SMA, Viana memutuskan untuk mencari pekerjaan dan dia diterima bekerja di sebuah minimarket. Yanto pun setamat sekolah juga memutuskan langsung untuk bekerja. Setelah mencoba melamar ke sana sini, akhirnya Yanto diterima bekerja di sebuah perusahaan yang produksi makanan kemasan ringan sebagai staf administrasi dan hal tersebut sangat disyukurinya karena dengan demikian ibunya tidak perlu lagi bekerja mencari nafkah di usia yang mulai menjelang senja, sudah ada dirinya kini yang menjadi tulang punggung keluarga.

Pertemuannya dengan Viana untuk pertama kali terjadi di minimarket tempat Viana bekerja yaitu ketika Yanto berkunjung ke Kota J. Waktu itu dia sedang cuti dan diajak oleh ibunya untuk berkunjung ke Kota J guna menjumpai seorang teman lamanya di sana.

Di sana, Yanto menyempatkan diri untuk berbelanja oleh-oleh khas Kota J. Saat dia ingin membeli air mineral, dia masuk ke minimarket tempat Viana bekerja dan secara kebetulan, Viana lah yang bertugas sebagai kasir saat itu.

Pertemuan pertama mereka begitu berkesan bagi Yanto sehingga dia memutuskan untuk 'mengejar' Viana dan bak gayung bersambut, Viana pun menerima cinta Yanto. Setelah berpacaran jarak jauh selama dua tahun, mereka memutuskan untuk menikah.

Pada awalnya Viana merasa ragu untuk menerima lamaran Yanto karena melihat sikap Runi yang kentara sekali tidak menyukainya di awal pertemuan mereka.

Sosok Runi yang pada waktu itu sudah berpacaran dengan Andri, terkesan sombong dan angkuh karena dia selalu dimanjakan oleh orang tua angkatnya yang memang termasuk orang berada dan itu membuat Viana merasa tidak nyaman.

Namun, pada akhirnya Yanto berhasil meyakinkannya sehingga Viana setuju untuk menikah. Setelah menikah, pria itu memboyong Viana ke kota asalnya yaitu Kota U dan mereka memutuskan mengontrak rumah sembari menabung untuk kelak dapat membeli rumah sendiri. Selama tinggal di Kota U, Viana tidak pernah lupa untuk tetap berkomunikasi dengan orangtua angkatnya melalui video call. Sampai kapan pun, Viana tak akan pernah bisa melupakan kebaikan Bu Resti dan suaminya yang telah bersedia mengasuhnya sampai dewasa sehingga dia tidak menjadi anak yang terlantar

Sedangkan Runi kembali tinggal bersama ibunya atas permintaan Yanto yang khawatir ibunya tinggal sendirian di rumah dan tidak ada yang menemani.

Awalnya Runi menolak karena dia tahu kalau dia tinggal kembali bersama ibu kandungnya, dia tidak akan bisa lagi hidup mewah seperti pada waktu dia bersama orang tua angkatnya dan dia juga tidak mau jauh-jauh dari Andri. Namun, untungnya pada saat itu orang tua angkat Runi juga berniat pindah ke kota H, mengikuti ajakan putranya yang sudah menikah dengan putri salah seorang pejabat di daerah itu sehingga mereka ikut membantu membujuk Runi untuk kembali ke rumah ibu kandungnya. Andri pun juga berusaha meyakinkan Runi bahwa mereka masih tetap bisa menjalani hubungan jarak jauh dan Andri juga berjanji bahwa selama mereka terpisah, dia akan selalu setia kepada Runi. Akhirnya, Runi pun terpaksa menyetujuinya.

Selama kurun waktu tersebut, Runi hanya sesekali saja berkunjung ke kontrakan Yanto. Itu pun demi memenuhi permintaan sang ibu yang memintanya menemani beliau ke sana. Alasan utamanya adalah karena rumah Yanto sempit dan dia merasa gerah berlama-lama di sana.

Saat bertemu pun, Runi kerap melontarkan kalimat sindiran untuk Viana. Ingin rasanya Viana menampar mulut adik iparnya yang tidak punya etika dalam berkata-kata itu, tetapi ditahannya demi menghormati ibu mertuanya yang selama ini sangat baik kepadanya.

Selang dua tahun setelah pernikahan Yanto, Runi pun melangsungkan pesta pernikahan yang megah dengan Andri. Setelah menikah, mereka pindah ke Kota A dengan memboyong serta ibu Runi bersama mereka. Hal ini merupakan permintaan dari Andri sendiri yang merasa iba melihat ibu mertuanya hanya tinggal seorang diri saja di rumah dan juga tidak ingin membebani Yanto yang dia tahu mempunyai ekonomi yang pas – pasan meskipun dari Yanto sendiri tak merasa keberatan jika ibunya tinggal bersamanya. Selagi dia mampu, toh tidak ada masalah, begitulah pemikiran Andri dan rumah yang selama ini ibu Yanto dan Runi tempati disewakan kepada orang lain dengan pembayaransewa secara bulanan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Madu Pemberian Ipar    Pindah Rumah.

    Seperti yang telah disepakati sebelumnya, Viana kini sudah pindah rumah, tinggal bersama Yanto, Feyla, Runi, Randy dan Susi.Tidak dapat dipungkiri, rasa sakit hati dan cemburu masih ada dalam diri Viana meskipun cintanya untuk Yanto sudah tidak sebesar dulu lagi. Apalagi saat melihat Feyla yang selalu memanas-manasinya dengan sikap manjanya kepada Yanto, dadanya terasa sesak dan hatinya serasa dicubit dengan kuat. Namun, Viana bertekad untuk bisa tetap kuat dan bertahan di sana sampai rencananya berhasil walaupun dia tahu itu tidak akan mudah. Namun, dia akan terus berusaha.Beberapa hari telah berlalu pasca kepindahan Viana ke rumah Feyla. Dalam kurun waktu itu, dia sudah bisa menilai sikap orang-orang di rumah itu.Ada Feyla yang masih tetap bertahan dengan sikap ketusnya kepada Viana karena sampai detik ini, Feyla masih belum bisa menerima keberadaan Viana di rumah itu. Dia memandang Viana sebagai saingannya dalam mendapatkan cinta dan perhatian Yanto.Padahal dulu dia sendiri yan

  • Madu Pemberian Ipar    Kata-kata Manis.

    Kini Viana telah sampai di atas pelaminan, kedatangannya disambut Yanto dengan wajah gembira, berbanding terbalik dengan Feyla yang tampak cemberut dan masam."Para hadirin semuanya, inilah Viana, istri pertama saya yang saya nikahi lima tahun yang lalu."Lantas Yanto berbicara kepada Viana."Dek, apa ada yang ingin kamu sampaikan dalam moment bahagia ini?" tanya Yanto berpura-pura bersikap manis untuk menutupi kisruh rumah tangga mereka.Viana tampak sedikit bingung, kondisi seperti ini tidak pernah dia duga sebelumnya.Dia menatap Yanto dengan tajam, menyuarakan protes lewat sorot matanya, tetapi Yanto malah mengangguk kecil sambil memberi kode lewat kedipan matanya.Viana menghembuskan napasnya. Dia mengerti bahwa Yanto menginginkan dia mengatakan hal yang baik-baik tentang pernikahan keduanya ini termasuk mengatakan juga bahwa dia memberi restu atas pernikahan tersebut.'Kelihatannya kamu begitu ingin memperlihatkan citramu sebagai lelaki baik yang mampu mengayomi kedua istrimu. B

  • Madu Pemberian Ipar    Pernikahan Yanto dan Feyla (2)

    "Sabar ya, Vi. Aku tahu ini tidak mudah bagimu. Mudah-mudahan saja rencana yang telah kita susun dapat berjalan dengan baik dan kamu bisa segera berpisah dengan Yanto seperti keinginanmu," ucap Mika mencoba menghibur Viana."Amin, makasih ya Mbak. Mbak sudah banyak support aku selama ini. Berkat Mbak juga, aku masih bisa bertahan sampai detik ini.""Jangan terlalu sungkan begitu, Vi. Ini adalah hal yang biasa. Lagian sebagai sesama kaum istri, aku juga ikut merasakan apa yang kamu rasakan saat mengetahui suamimu berselingkuh dengan wanita lain. Oleh karena itu aku terdorong untuk membantumu meski hanya berupa penghiburan saja," tukas Mika."Malahan lebih banyak dari itu Mbak sudah membantuku. Semoga saja suatu saat nanti aku bisa membalas semua kebaikan Mbak ini," balas Viana."Sudahlah, Vi. Jangan terlalu dipikirkan. Ayo, kita makan dulu. Keburu dingin ni makanan kalau kelamaan dianggurin," ucap Mika.Viana mengangguk dan mereka berdua kembali melanjutkan menyantap hidangan di depan

  • Madu Pemberian Ipar    Pernikahan Yanto dan Feyla (1)

    Hari demi hari berganti dan akhirnya tiba lah hari yang sangat dinantikan oleh Feyla yaitu hari pernikahannya dengan Yanto.Dengan mengusung konsep pernikahan simple tapi elegan, ballroom hotel disulap menjadi tempat yang cantik dengan nuansa putih dan hijau.Di atas pelaminan, tampak sepasang pengantin tengah duduk berdampingan dengan wajah sumringah dan gembira. Setelah melalui serangkaian prosesi, keduanya merasa lega dan bahagia dapat duduk bersanding di pelaminan pada malam hari itu. Di kiri dan kanan mereka tampak duduk Pak Indra, Randy dan Runi sebagai perwakilan dari keluarga mempelai.Awalnya Randy tidak masuk dalam hitungan sebagai pendamping pengantin. Akan tetapi, melihat Yanto duduk di pelaminan, bocah itu pun merengek untuk ikut duduk di pelaminan. Alhasil, jadilah dia naik ke atas pelaminan dan duduk di samping Pak Indra, kakeknya.Sedangkan Feyla mengubah rencananya semula yang hendak menjadikan Runi sebagai bridesmaidsnya berganti menjadi pendamping Yanto di pelaminan

  • Madu Pemberian Ipar    Obrolan Santai

    "Kayaknya hampir semua orang dekat-dekat sini diundangnya deh. Tapi aku sebel lihat gayanya yang sombong itu, berkali-kali dia mengulang perkataan bahwa calon kakak iparnya itu adalah wanita yang cantik dan kaya yang memiliki sebuah perusahaan dan berkali-kali pula dia menegaskan bahwa kita semua harus datang ke acara pesta tersebut karena pesta itu akan diselenggarakan secara mewah dan besar-besaran," imbuh Bu Leni."Iya, kamu benar. Apa maksudnya coba dia berkata begitu, apa dia ingin pamer kepada kita? Kalau iya, itu gak ada gunanya juga. Percuma kaya dan cantik kalau ujung-ujungnya jadi pelakor. Sudah tahu Yanto pria beristri, masih juga mau diembat," sungut Bu Reni."Ya mau gimana lagi, Bu. Ini sudah menjadi keputusan mas Yanto," jawab Viana."Lalu gimana selanjutnya, apa kalian mau menghadiri pesta tersebut? Kalau aku sih, aku nggak mau, eneg aku lihat mereka, yang satu tukang selingkuh, yang satunya lagi pelakor," ucap Bu Reni lagi."Aku nggak," ucap Bu Leni."Aku juga nggak,"

  • Madu Pemberian Ipar    Diinterogasi

    "Lalu kamu nerima aja gitu dimadu?" cecar Bu Lela yang merasa tidak puas dengan jawaban Viana tersebut.Viana hampir saja menjawab "tidak" ketika dia tiba-tiba teringat akan rencananya. Oleh karena itu dia segera memutar otak mencari jawaban yang masuk akal."Untuk sementara saya terima dulu Bu Lela karena suami saya janji akan bersikap adil kepada kami berdua. Tidak ada salahnya saya memberi kesempatan kepada suami saya bukan? Siapa tahu saya akan hidup bahagia nantinya karena adik madu saya ini adalah orang kaya."Viana rasanya mau muntah mendengar ucapannya sendiri yang terkesan membela Yanto dan Feyla.Bu Lela melongo tak percaya, dia bergantian memandang teman-temannya seolah-olah ingin meyakinkan bahwa dia tidak salah dengar."Lisa, itu beneran si Viana ngomong kayak gitu bahwa dia menerima pernikahan suaminya itu?" tanya Bu Lela kepada Lisa."Iya, benar Bu Lela. Saya dengar Viana bilang kayak gitu, ibu-ibu yang lain gimana?""Ya, kami juga dengarnya kayak gitu.""Tapi kenapa Vi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status