Share

Omelan Viana.

Author: Kurnia_cy
last update Petsa ng paglalathala: 2025-12-24 09:00:02

"Ma, Om Yanto!" panggil Randy, membuat Yanto tersadar dari pikiran liarnya. Lelaki itu menggelengkan kepalanya kuat-kuat untuk menetralisir diri dan pikirannya.

Perlahan, dia mendorong tubuh Feyla yang masih melekat pada tubuhnya.

"Maaf, Fey. Aku tidak sengaja. Tadi itu hanya spontanitas saja," ucapnya lirih.

"Tidak apa-apa, Mas. Aku tahu kok. Aku yang harusnya minta maaf karena tidak hati-hati saat berjalan hingga terjadi hal seperti ini."

Feyla berusaha menampakk

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Madu Pemberian Ipar    Permintaan Elvina

    Sontak keduanya saling bertatapan penuh keheranan, tetapi sedetik kemudian seperti dikomando, Yuda dan Clara segera berlari menuju ke kamar Bagas dan Elvina.Setibanya di ambang pintu, Yuda dan Clara terkejut melihat pemandangan yang terhampar di depan mereka.Mereka melihat Bagas terduduk di lantai, sebelah tangannya tampak merangkul tubuh Elvina yang terbaring di pangkuannya dengan mata terpejam sedangkan satu tangan lagi menepuk-nepuk pelan pipi Elvina.“Ma! Ma! Bangun, Ma! Sadar, Ma!” serunya berulang-ulang. Kecemasan tergambar jelas di raut wajah pria paruh baya itu.“Pa, mama kenapa?” tanya Yuda yang langsung menghambur masuk ke dalam kamar, diikuti oleh Clara.Bagas mengangkat wajahnya, menatap putra dan menantunya itu.“Ini, mamamu tiba-tiba pingsan, nggak tahu kenapa. Ayo, bantu papa meletakkan mamamu di atas ranjang!”Ketiganya segera mengangkat tubuh Elvina dan meletakkannya dengan perlahan di atas ranjang.“Bik! Bik Siti!” seru Bagas dengan suara keras.Tidak berapa lama k

  • Madu Pemberian Ipar    Kukuh Pada Pendirian

    “APA?! MENIKAH LAGI?!” teriak Yuda dengan mata melotot.“Iya, Yud. Mama sama papa sudah tidak bisa lagi menunggu. Teman-teman mama semuanya sudah pada punya cucu bahkan ada anaknya yang baru satu tahun menikah malah sudah melahirkan. Ini kalian malah belum sama sekali. Jangankan melahirkan, hamil pun belum,” ucap Elvina sedikit ketus.Yuda menyugar rambutnya ke belakang. Sungguh, dia tidak pernah menduga kedua orang tuanya mempunyai rencana seperti ini. Selama ini dia melihat hubungan istri dengan kedua orang tuanya itu baik-baik saja, tidak pernah terlihat Elvina maupun Bagas menekan Clara untuk segera hamil sehingga Yuda beranggapan bahwa kedua orang tuanya itu fine – fine saja dengan masalah ini.Akan tetapi, pada malam hari ini semuanya terungkap bahwa sebenarnya ayah dan ibunya tidak sepenuhnya bisa menerima kondisi Clara yang masih belum hamil sampai detik ini.“Tapi, Ma... aku sangat mencintai Clara dan tak ada sedikit pun keinginan di hatiku untuk menikah dengan perempuan lain

  • Madu Pemberian Ipar    Mulai Bergerak

    Beberapa hari kemudian di sebuah kafe...“Selamat siang, Tante. Maaf, saya terlambat dan membuat Tante menunggu lama,” ucap Runi sembari memasang wajah penuh penyesalan di hadapan seorang wanita paruh baya. Wanita itu adalah Elvina, mertua Clara.“Tidak apa-apa, Runi. Duduklah. Sebelum kita ngobrol, ada baiknya kita makan dulu. Kamu mau pesan apa?”Runi menatap wanita paruh baya di depannya itu seraya menyunggingkan senyum manisnya.“Terserah Tante saja. Saya tidak cerewet untuk urusan makanan. Semua makanan saya suka,” bual Runi.“Baiklah, kalau gitu tante pesan yang sama dengan punya tante saja, ya.”“Boleh, Tan.”Elvina segera memanggil seorang pelayan dan memesan makanan untuk Runi.Sembari menunggu, mereka berdua mulai mengobrol.“Bagaimana keadaan Tante sekarang? Apakah luka Tante sudah sembuh?”“Sudah Runi dan tante terima kasih banget sama kamu. Karena pertolonganmu, tante bisa selamat dari para perampok itu.”Runi tersenyum kecil sembari menganggukkan kepalanya.“Sama – sama,

  • Madu Pemberian Ipar    Niat Merebut

    Seraut wajah tampan menyapa indra penglihatannya. Rahang yang tegas dan kokoh, hidung yang mancung dan alis mata yang tebal ditambah lagi dengan tubuh yang tegap berbalut jas mahal berwarna hitam dan aroma parfum maskulin yang menguar dari tubuhnya membuat Runi seketika menjadi mabuk kepayang.‘Siapa gerangan laki-laki tampan ini? Tadi kalau aku tidak salah dengar, dia memanggil Clara dengan sebutan ‘sayang’ Apakah dia kekasih Clara atau malah suaminya?’ Pertanyaan itu bergema di dalam hati Runi.“Oh ya? Tunggu sebentar ya, Hubby. Aku lagi bicara sama temanku. Sebentar lagi aku akan ke sana,” ucap Clara.“Baiklah, kalau gitu aku tinggal dulu ya. Aku mau ketemu sebentar dengan relasi bisnisku,” pamit pria yang dipanggil hubby oleh Clara tersebut tanpa sedikit pun menoleh ke arah Runi.“Oke,” jawab Clara singkat lalu kembali menghadapkan tubuhnya kepada Runi.“Itu siapa Cla? Pacarmu?” tanya Runi yang tidak dapat lagi membendung rasa penasarannya karena selama bergabung di circle nya Cla

  • Madu Pemberian Ipar    Sebuah Kesepakatan

    “Bang, aku minta uang, dong. Aku mau shopping sama teman-teman aku,” pinta Runi sambil menadahkan tangan di depan Yanto yang sedang mengetik di depan laptop di ruang tamu.Yanto menghentikan kegiatannya sejenak, menatap jam dinding lalu mengerutkan keningnya.“Malam-malam begini?”“Iya, Bang. Soalnya hari ini ada temanku yang ulang tahun dan malam ini dia mau traktir aku dan teman-temannya yang lain makan-makan di restoran dan habis itu rencananya kami juga mau shopping di mall,” jelas Runi.Yanto memperhatikan penampilan Runi dari atas ke bawah. Runi tampak cantik malam itu dengan dress ala sabrina berwarna peach yang membalut sempurna tubuhnya yang langsing ditambah lagi dengan berbagai aksesoris dan perintilan yang serasi dengan bentuk dan warna pakaiannya. Wajahnya dirias dengan make up flawless dan rambutnya dicurly pada bagian ujungnya dengan sebuah jepit berwarna silver disematkan di rambut bagian samping.“Nanti jam berapa pulangnya?” tanya Yanto.“Belum tau, Bang. Soalnya ini

  • Madu Pemberian Ipar    Resmi Bercerai

    Viana terus menatap kedua orang itu dengan tajam. Rasa kesal mencuat dalam hatinya. Sungguh, dia malas sekali kalau harus berurusan lagi dengan mereka.“Mau apa lagi kalian kemari?!” tanya Viana dengan ketus ketika dua orang itu telah berdiri di hadapannya. Mereka adalah Yanto dan Feyla. Seperti yang diketahui sebelumnya, Yanto dan Feyla berniat menemui Viana dan membujuknya untuk mencabut laporannya lantaran saat ini Feyla tengah berbadan dua.Reva yang saat itu masih berdiri di samping Viana tercengang melihat perubahan sikap Viana yang tadi terlihat ceria sekarang berubah menjadi dingin ketika bertemu dengan kedua orang itu.“Kita harus bicara, Dek. Ada—““Viana. Panggil aku Viana. Aku tidak suka dipanggil seperti tadi!” tekan Viana ketus.“Baiklah. Viana, ada hal penting yang ingin kami sampaikan padamu,” ucap Yanto dengan nada serius.Viana menatap Yanto dan Feyla bergantian. Dia bisa menangkap aura ketegangan pada wajah keduanya meskipun Feyla berusaha menutupinya dengan sikap s

  • Madu Pemberian Ipar    Pembicaraan Yanto dan Feyla.

    Yanto dan Feyla lalu berjalan masuk ke dalam rumah.Yanto sengaja mengabaikan Viana yang masih berdiri di sana karena dia masih kesal kepada Viana. Rentetan kejadian tadi malam, hasutan Runi dan Viana yang kedapatan menampar Feyla pagi ini membuatnya menjadi bersikap acuh kepada Viana.Viana hanya

  • Madu Pemberian Ipar    Viana Diabaikan.

    Yanto bergegas menghampiri kedua orang wanita itu dan dia tercekat saat melihat wanita yang bersitegang dengan istrinya itu adalah Feyla, calon istri barunya.“Feyla? Apa yang kamu lakukan di sini?”Melihat Yanto sudah muncul di sana, seketika itu terbit sebuah akal licik di benak Feyla. Ekspresi w

  • Madu Pemberian Ipar    Manipulatif

    Raut wajahnya sama sekali tidak menampakkan rasa menyesal atau bersalah karena telah merusak rumah tangga Viana. Yang ada, dia tampak berbahagia, terlebih lagi saat melihat wajah Viana yang sembab. Dia bisa menduga bahwa wanita di hadapannya ini telah menghabiskan waktu semalam dengan menangisi nas

  • Madu Pemberian Ipar    Kedatangan Si Pelakor 

    Meski Viana masih mau menyiapkan semua kebutuhan Yanto, tetapi untuk berbicara dengan Yanto, batinnya menolak. Saat berpapasan dengan Yanto pun, dia hanya melengos dan menghindari untuk berkomunikasi. Hanya dengan Runi saja Yanto bisa berbicara di dalam rumah itu.Mendapat perlakuan demikian dari i

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status