Home / Rumah Tangga / Madu Pemberian Ipar / Dewa Penolong Runi.

Share

Dewa Penolong Runi.

Author: Kurnia_cy
last update publish date: 2025-11-23 17:00:51

Pegawai itu segera masuk ke dalam dan tak lama kemudian dia keluar bersama-sama wanita paruh baya yang berpakaian modis

Wanita paruh baya itu tersenyum ramah kepada Runi. Terlihat dari raut wajahnya bahwa dia telah mengetahui masalah yang sedang terjadi saat itu.

"Maaf ya Mbak, mana kartunya? Sini, saya coba dulu."

Runi segera menyerahkan semua kartu-kartu yang dimilikinya dan pemilik toko mulai mencoba menggesekkan satu persatu kartu-kartu tersebut ke mesin EDC.

S

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Madu Pemberian Ipar    Tidak Mau Mengatakan 

    Mika menahan napas, dia tidak menduga Yanto akan menanyakan hal ini kepadanya. Namun, sejurus kemudian dirinya sudah bisa memahami alasannya.Akan tetapi, tentu saja Mika tidak akan membocorkan hal tersebut karena dia sudah berjanji kepada Viana untuk menutup mulutnya dari Yanto."Oh, jadi kamu sudah tahu kalau Viana pergi dari rumah?" ucap Mika dingin."Ya dan sekarang aku sedang mencarinya. Kamu tau kan dia ada dimana?"Mika menghela napas panjang."Untuk apalagi kamu mencarinya. Bukankah kamu sudah hidup bahagia dengan keluarga barumu itu. Lepaskanlah Viana, dia juga berhak untuk bahagia setelah apa yang menimpanya akhir-akhir ini." Mika mencoba memberi saran kepada Yanto.Namun, alih-alih menerima saran Mika, Yanto justru tersulut emosi."Jangan mengajariku tentang apa yang harus aku lakukan, Mika. Kau hanya orang luar yang kebetulan dipercayai oleh istriku. Jadi jaga batasanmu, jangan terlalu dalam ikut campur urusan rumah tangga orang lain. Sekarang katakan padaku, dimana Viana

  • Madu Pemberian Ipar    Yanto Menemui Mika

    "Apa benar Yanto sudah menikah lagi dengan perempuan lain?" tanya Pak Darma seusai mereka makan malam.Viana mengangkat kepalanya, menatap wajah Pak Darma sejenak lalu kembali menundukkan wajahnya."Benar, Yah," jawabnya dengan suara lirih.Suara hembusan napas yang cukup keras meluncur dari mulut pria paruh baya itu. Demi apa pun, sungguh dia tak rela melihat putri angkatnya disakiti demikian. Emosi dan kemarahan perlahan-lahan mulai merayapi hatinya."Apa alasannya?" tanyanya dengan intonasi sedikit meninggi.Viana menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi, tatapan matanya terlihat menerawang."Dia ingin punya anak sedangkan aku sampai detik ini belum bisa memberikannya. Istri keduanya itu adalah janda beranak satu. Dia merasa yakin jika menikah dengan perempuan itu, dia akan bisa punya anak karena istri keduanya itu sudah terbukti subur katanya. Selain itu, dia juga ingin meninggikan statusnya menjadi orang kaya serta terpandang karena perempuan itu adalah anak seorang pengusaha te

  • Madu Pemberian Ipar    Secercah Harapan 

    Derit pintu terdengar halus ketika Viana membuka dan mendorong daunnya ke samping. Sambil menenteng tas yang berisi barang-barangnya, Viana melangkah masuk dengan pelan."Hm...suasana kamar ini masih sama seperti waktu ku tinggalkan dulu. Ternyata ibu masih rajin merawat dan membersihkannya."Seketika itu juga timbul rasa bersalah dalam hati Viana karena selama ini terkesan mengabaikan ibu angkatnya itu."Ibu... maafkan aku karena selama ini tidak pernah menghubungimu," ucapnya lirih.Viana lalu membongkar isi tas nya dan meletakkan barang-barang bawaannya pada tempat yang semestinya. Kegiatan itu ternyata cukup menguras tenaganya sehingga Viana memutuskan untuk beristirahat sebentar.Viana membaringkan tubuhnya di atas ranjang, dia menatap langit-langit kamar dengan tatapan menerawang. Kilas balik kenangan saat dia masih hidup berumah tangga dengan Yanto dan bayang-bayang pengkhianatan Yanto berputar dan bermain-main di benaknya, menciptakan perasaan rindu dan benci dalam waktu yang

  • Madu Pemberian Ipar    Pembicaraan

    "Ayahmu kan sedang di toko. Jam-jam segini biasanya orang rame belanja, jadi dia tidak bisa pulang," jawab Bu Resti."Di toko? Maksudnya, Bu?" tanya Viana dengan heran karena sepengetahuannya ayahnya itu berjualan secara online dari rumah.Bu Resti malah balik menatap Viana dengan heran. Namun, sejurus kemudian, dia menepuk keningnya sambil tertawa kecil."Owalah, pikunnya ibumu ini, Res. Kamu kan belum tahu kalau ayahmu udah punya toko. Jadi gini, dua tahun setelah kamu pergi ke Kota U ikut suamimu, ayahmu dapat warisan dari orang tuannya di kampung. Jumlahnya lumayan besar dan dari warisan itulah, ayahmu memutuskan untuk membeli sebuah ruko dan berjualan sembako di sana karena omset penjualan onlinenya makin lama makin berkurang seiring dengan masuknya pesaing baru. Awal mulanya ya...masih sepi gitu, belum banyak pembelinya. Tapi untungnya ayahmu itu orang yang gigih dan tidak mudah putus asa. Dia melakukan berbagai cara supaya toko itu dikenal banyak orang termasuk promosi baik mel

  • Madu Pemberian Ipar    Bercerita Kepada Bu Resti

    "Apa? Jadi Yanto telah menikah lagi dengan wanita lain?" seru Bu Resti usai Viana menceritakan prahara dalam rumah tangganya.Viana mengangguk pelan, membenarkan pertanyaan ibunya."Benar, Bu dan karena itulah aku memutuskan untuk pulang kembali ke sini. Aku nggak mau dimadu, Bu. Aku tidak sanggup menjalani rumah tangga seperti itu," ucap Viana dengan suara lirih.Betapa geramnya hati Bu Resti kala mengetahui putri angkatnya itu dimadu oleh suaminya."Kurang ajar sekali si Yanto itu! Beraninya dia menikah lagi dengan perempuan lain disaat kau masih berstatus sebagai istrinya. Menyesal dulu ibu telah memberi restu kepadanya. Dulu dia berjanji akan selalu setia kepadamu baik susah maupun senang, dulu dia juga bilang tidak akan menduakanmu dan akan selalu membuatmu bahagia. Nyatanya apa? Dia mengingkari semua janjinya itu. Benar-benar manusia tidak tahu diri dia itu!" umpat Bu Resti dengan emosi.Viana terdiam, membiarkan ibunya meluapkan semua kekesalannya.Setelah puas mengomel – omel

  • Madu Pemberian Ipar    Pulang Ke Kota J

    Setelah memantapkan hati untuk memilih Feyla, Yanto pun beringsut mendekati meja kecil yang tadi sempat dijungkirbalikkannya karena emosi dengan kepergian Viana yang secara diam-diam, tapi sekarang sudah ditegakkan lagi oleh Runi.Di atas meja itu terdapat sebuah kotak berisi makanan yang tadi dipesan oleh Runi dan sebotol air mineral berukuran sedang. Yanto membuka kotak makanan itu. Aroma makanan yang harum langsung menyerbu indra penciumannya dan membuat cacing dalam perutnya meronta-ronta.Yanto segera menyantap makanan itu dengan lahap. Akan tetapi, disaat dia sedang mengunyah makanannya, sebuah pemikiran tiba-tiba melintas di benaknya.'Tapi nanti kalau Viana bercerai dariku, itu berarti dia akan jadi janda dan tidak tertutup kemungkinan dia akan menikah lagi dengan pria lain suatu saat nanti. Tidak, aku tidak boleh membiarkan hal itu sampai terjadi. Aku tidak rela Viana dimiliki pria lain. Selamanya Viana harus tetap menjadi milikku. Aku harus mencarinya sampai ketemu dan memba

  • Madu Pemberian Ipar    Kedatangan Si Pelakor 

    Meski Viana masih mau menyiapkan semua kebutuhan Yanto, tetapi untuk berbicara dengan Yanto, batinnya menolak. Saat berpapasan dengan Yanto pun, dia hanya melengos dan menghindari untuk berkomunikasi. Hanya dengan Runi saja Yanto bisa berbicara di dalam rumah itu.Mendapat perlakuan demikian dari i

  • Madu Pemberian Ipar    Pengakuan Yanto 

    Setelah masuk ke dalam kamar, Yanto segera mengunci pintu kamar. Kemudian dia membimbing Viana untuk duduk di tepi ranjang."Dek, dek," panggilnya dengan suara lirih."Dek," ulang Yanto sambil menepuk pelan pipi istrinya itu.Ternyata tepukan itu cukup manjur juga untuk membuat Viana tersadar dari

  • Madu Pemberian Ipar    Terbongkar Karena Runi

    Yanto menjadi gelagapan. Untuk sesaat, dia terlihat seperti orang bingung."Mas! Itu wajahmu kenapa?" Feyla mengulangi lagi pertanyaannya."Mm...anu Dek, tadi di kantor mas terjatuh dan terbentur pintu, makanya jadi lebam begini," ucapnya dengan terbata-bata.Mata Viana menyipit penuh kecurigaan."

  • Madu Pemberian Ipar    Gamang

    "Bagus, kalau gitu sekarang kau boleh keluar. Kerjakan tugasmu seperti biasa dan bersikaplah seolah-olah tidak terjadi apa-apa," titah Feyla."Baik Bu, kalau begitu saya permisi dulu.""Hem... Oh ya ngomong-ngomong bagaimana kondisi Randy sekarang, apa demamnya sudah turun?""Sudah Bu. Dek Randy se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status