Share

Bab 7

Author: Caca
last update publish date: 2026-10-13 15:37:44

Mona pov:

Aku tidak tahu kenapa, tapi yang jelas sekarang aku berada disebuah pesta. Entah pesta apa ini tapi semua orang terlihat sangat memukau dengan pakaian-pakaian mahal mereka.

Ya, kuakui aku terlihat sedikit mencolok saat ini karna aku satu-satunya seorang gadis Asia disini. Sekarang aku hanya berdiri disalah satu sudut menjauhi kerumunan orang-orang yang tengah berbicara itu.

'jika bukan karna sebuah Handphone aku tidak akan menerima tawaran ini!' batinku.

Ya, semalam Ed memanggilaku dan aku dibawa keruangan Alex. Disana terlihat Alex dan juga pria tadi sore yang bernama Hans.

Flashback:

"Apa kau mau melakukan sebuah misi?" Tanya Hans memulai percakapan. Ku tatap Hans yang terlihat menampilkan wajah serius begitupun Alex yang duduk dikursi kerjanya sambil memperhatikanku lekat.

"Misi apa?" Tanyaku menatap Hans penasaran.

"Mudah saja. Kau tinggal hadiri disebuah pesta dan setelah kau masuk, kau harus membuka pintu belakang dari rumah itu lalu semuanya serahkan kepadaku." Ucap Hans lalu bersidekap seolah itu merupakan misi yang gampang.

"Apakah aku harus melakukan itu?" Tanyaku. Aku hanya seorang baby sitter disini dan misiku hanya untuk menyelesaikan pekerjaan, menerima gaji, lalu aku akan kembali ke negaraku.

"Ya, kau harus melakukannya! Dan jika kau melakukannya kau akan mendapatkan sebuah imbalan." Ucapnya yang membuatku menatapnya tertarik.

"Apa itu?" Ucapku mulai tertarik.

"Apapun yang kau inginkan."

"Kembali ke negaraku!" Seruku langsung saat Hans mengucapkan kalimat itu barusan.

Braak! Alex langsung menggebrak meja kerjanya itu lalu menatapku dan Hans bergantian.

"Itu tidak akan terjadi sebelum kontrak mu berakhir!" Ucapnya menatapku. Aku menarik nafas pasrah. Yah, padahal aku sangat ingin pulang ke negara asalku.

"Baiklah, kalau begitu aku menginginkan sebuah handphone." Ucapku lalu menatap Alex yang juga menatapku.

"Baiklah, handphone tidak masalah. Jadi besok kau akan mulai melakukan misi Ini." Ucap Hans yang langsung aku angguki.

'Hanya membuka sebuah pintu belakang? Huh, misi yang sangat mudah sekali.' batinku.

"Alex, kau ikut denganku bukan?" Tanya Hans.

"Seorang Alex tidak akan pernah melakukan pekerjaannya dari belakang!" Sombong Alex lalu pergi keluar dari ruangan ini.

"Huh, seterah kau saja." Ucap Hans lalu membolehkanku untuk keluar dari ruangan ini.

Flashback off:

Sudah hampir setengah jam aku hanya berdiri disini tanpa melakukan apapun. Hans, pria itu menyuruhku melakukan pekerjaanku setelah dirinya mengabariku.

Aku tidak bohong, tapi ada seorang pria yang sedari tadi curi-curi pandang terhadapku. Risih? Tentu saja. Dengan pakaianku seperti ini dan ditatap oleh seorang pria asing yang tidak dikenal siapa yang tidak risih?

Ed menyuruhku memakai pakaian yang terbilang cukup seksi namun tidak sampai memperlihatkan belahan dadaku. Tapi ini membuatku tidak nyaman.

Pria yang sedari tadi curi-curi pandang kepadaku tiba-tiba berjalan menuju kearahku. Dan ya sekarang dia berheenti tepat didepanku dengan jarak yang sangat dekat.

"Permisi, nona. Bolehkah aku tau siapa namamu?" Tanyanya dengan sopan. Aku hampir saja tidak bisa berkata-kata ketika mendengar suaranya yang terbilang sangat enak didengar

"Em, ya?" Ucapku bingung karna aku tidak bisa pokus sekarang.

"Siapa namamu?" Ulang nya sekali lagi yang langsung aku jawab.

"Aku Mona." Jawabku. Kulihat pria didepanku ini tertawa yang membuatku juga ikut tertawa canggung.

"Aku Ian. Apakah kau menikmati pestaku?" Ucapnya yang langsung aku angguki padahal sebenarnya aku tidak menikmati pesta ini sama sekali.

Saat asik bercengkrama dengan Ian, dering ponsel membuatku sejenak untuk mengangkat siapa yang menelpon. Ternyata itu Hans, dia menyuruhku segera membukakan pintu belakang karna dirinya sudah berada disana.

"Um, aku ke toilet dulu." Bohong ku kepada Ian lalu pergi dari hadapannya. Aku menyelusuri rumah ini yang terbilang sangat besar.

Cukup mudah karna beberapa menit kemudian aku sudah berada dibelakang rumah ini. Kulihat juga ada taman dan beberapa pohon di belakang sini. Tapi tidak ada pintu yang aku lihat.

"Jadi dimana pintu itu?" Monologku lalu memperhatikan sekitaran yang hanya dikelilingi oleh tembok pembatas.

"Apa yang kau lakukan disini, nona?" Ucap seseorang yang ada dibelakangku. Kulihat pria dengan pakaian pelayan yang menatap ku bingung.

"Em, aku tersesat." Ujarku sambil cengengesan. Aku sangat gugup sekarang. Pria itu menatapku seolah-olah curiga.

"Aku akan mengantarmu kembali ketempat pesta. Seorang tamu tidak seharusnya disini." Ucap pelayan itu lalu berlalu pergi dengan mengisyaratkan agar aku mengikutinya.

' hei, sangat tidak ramah?!" Kesal ku dalam hati. Aku mengikutinya dengan jengkel. Namun, saat melewati sebuah taman lainnya mataku menangkup sebuah pintu dan ku yakin diluar pintu itu ada Hans.

"Aah, perutku sakit. Aku mau ke toilet dulu!" Ucapku lalu tanpa permisi pergi begitu saja. Aku bersembunyi di samping dinding sambil mengintip pelayan itu. Dan ya, pelayan itu pergi dengan wajah menyebalkan itu.

Aku dengan cepat melangkah ke arah pintu itu. Membukanya yang ternyata terkunci. Aku bersuara kecil jika Hans ada disana, namun ternyata tidak ada sautan dari pria itu. Lama memanggi-manggil namanya aku pun menyerah.

"Bodo amat lah, bikin kesal aja!" Ucapku dengan logat indo ku lalu pergi dengan kesal. biarkan saja jika pria itu nanti memarahiku dan mengambil handphone ini.

Saat Aku ingin kembali dimana pesta itu berlangsung, tiba-tiba seorang pria tinggi dengan masker dan kacamata hitam menarikku pergi.

"Hei kau mau membawaku kemana!" Teriakku sambil berusaha melepaskan tarikan tangannya di lenganku.

"Diam dan menurtlah!" Ucap pria itu yang suaranya sangat familiar di telingaku. Aku menurut dan tidak berteriak lagi. Aku mengikutinya hingga sampai ke sebuah mobil hitam yang juga familiar dimata ku.

"Dasar tidak berguna!" Ucap sosok Hans yang keluar dari mobil hitam itu. Pria yang tadi menarikku lantas membuka topeng beserta maskernya, dia Alex. 'huh, sudah kuduga'

"Bagaimana kau bisa?" Tanya ku bingung kepada Hans yang sudah berada dimobil sambil mengisap rokoknya.

"Huh, semuanya sudah dilakukan oleh pria yang berada dihadapan mu itu!" Ucap Hans sambil menghembuskan asap rokoknya lalu menatap Alex kesal.

"Kalian hanya bermain-main dan tidak dapat diandalkan!" Ucap Alex lalu memasuki mobil tepatnya di kursi pengemudi.

"Apa yang kau tunggu gadis asia, masuk!?" Ucap Alex lalu membuka pintu dikursi depan. Aku berterimakasih dan ikut masuk kedalam mobil. Sebelum suara tembakan terdengar.

DOR!

"JANGAN BIARKAN MEREKA KABUR!" teriak seseorang dan bunyi suara tembakan kembali terdengar yang sepertinya mengenai mobil ini.

"Berpeganganlah jika kalian tidak ingin mati!" Ucap Alex lalu menggas mobil dengan kecepatan layaknya pembalap.

Dan dari kaca spion aku dapat melihat ada beberapa mobil yang mengikuti sambil suara tembakan yang kian nyaring terdengar.

"Kenapa mereka terus menembaki kita?" Tanyaku yang mulai panik sambil berpegangan erat.

"Tanyakan saja kepada si bodoh yang berada disampingmu!" Ucap Hans yang masih terlihat kesal.

"Kau berani mengataiku?!" Geram Alex menatap Hans dari kaca mobil.

"Tidak." Ucap Hans yang mulai terlihat takut. Entah kenapa hal itu membuat ku tertawa.

"Kau tertawa?" Ucap Alex tiba-tiba sambil memperhatikanku sekilas lalu kembali fokus ke jalanan.

"Maaf." Ucapku lalu menghentikan tawaku walaupun hanya sebentar. Ku lihat Alex yang juga terlihat tersenyum.

'dia tersenyum?' batinku lalu menatap jalanan didepan. Entah kenapa rasanya aneh.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Mafia And Baby Sitter    Bab 7

    Mona pov: Aku tidak tahu kenapa, tapi yang jelas sekarang aku berada disebuah pesta. Entah pesta apa ini tapi semua orang terlihat sangat memukau dengan pakaian-pakaian mahal mereka. Ya, kuakui aku terlihat sedikit mencolok saat ini karna aku satu-satunya seorang gadis Asia disini. Sekarang aku hanya berdiri disalah satu sudut menjauhi kerumunan orang-orang yang tengah berbicara itu. 'jika bukan karna sebuah Handphone aku tidak akan menerima tawaran ini!' batinku. Ya, semalam Ed memanggilaku dan aku dibawa keruangan Alex. Disana terlihat Alex dan juga pria tadi sore yang bernama Hans. Flashback: "Apa kau mau melakukan sebuah misi?" Tanya Hans memulai percakapan. Ku tatap Hans yang terlihat menampilkan wajah serius begitupun Alex yang duduk dikursi kerjanya sambil memperhatikanku lekat. "Misi apa?" Tanyaku menatap Hans penasaran. "Mudah saja. Kau tinggal hadiri disebuah pesta dan setelah kau masuk, kau harus membuka pintu belakang dari rumah itu lalu semuanya serahkan kepadaku.

  • Mafia And Baby Sitter    Bab 6

    "Musnahkan semuanya!" Ucap Alex , lalu dalam seperskian detik suara ledakan terdengar. Sebuah rumah yang berada dipinggir kota meledak tanpa menyisakan apapun.Alex yang berada sedikit jauh dari rumah itu. Memperhatikan dari jauh keadaan rumah yang lambat laun mulai hangus terbakar."Semunya sudah selesai, lalu apa rencanamu sekarang, Xander?" Ucap seorang pria yang berdiri disamping Alex."Tidak ada, cukup kau peringatkan mereka untuk tidak kembali bermain-main dengnku!" Ucapnya lalu masuk kedalam mobil diikuti oleh pria tadi." Huh, kenapa tidak kau basmi saja semua hama-hama pengganggu itu?" Ucap Pria itu lagi yang sudah duduk manis disamping Alex."Aku tidak akan membiarkan mereka mati terlebih dahulu, karna permainan belum dimulai." Jawabnya lalu tersenyum layaknya iblis."Hm, aku jadi penasaran apa yang akan kau lakukan terhadap mereka." Ucap Pria itu bersemangat."Tunggu saja kapan mainnya." Ucap Alex mengakhiri percakapan antara mereka berdua.••••Sore hari ini, Mona berencan

  • Mafia And Baby Sitter    Bab 5

    Alex mengendarai mobil sport-nya dengan kecepatan yang sangat laju hingga membuat para pengendara lain mengumpat kepadanya. Walaupun begitu, Alex terus melajukan kendaraannya tanpa peduli umpatan-umpatan yang dilontarkan pengendara lainnya."Berani bermain-main denganku, hm?" Ucap Alex dengan mata lurus menatap jalanan besar didepan sana. Berani mengganggu iblis yang sedang tidur? Maka rasakan akibatnya.Alex sampai disebuah gedung yang berada ditengah hutan. Gedung ini terlihat kumuh dan tak terawat dengan ditumbuhi tumbuhan rambat yang menutupi sebagian dinding gedung.Tapi siapa tau jika gedung yang terlihat kumuh dan tertinggal itu merupakan sebuah tempat dimana semua aset berharga milik Alex berada disana.Tempat ini terpencil dan jarang orang-orang mengetahuinya, sehingga tidak ada orang yang mengetahui jika ada sebuah gedung kecil yang berisi sebuah harta milik seorang Alexander De Franciso."Salam, Tuan Xander." Ujar beberapa orang-orang berotot besar yang ada disekitar sana.

  • Mafia And Baby Sitter    Bab 4

    "Mafia." Satu kata namun seperti suatu bencana besar yang melanda pikiranku. Sungguh. Apakah mafia itu benaran ada? Kukira mafia itu hanya cerita sebagian kalangan."Ma, mafia?" Beo ku sambil menatapnya tak percaya. Kutatap penampilannya dari atas hingga bawah hingga berhenti tepat di wajah tampan bak dewa yunani itu."Apakah aku tidak terlihat seperti seorang mafia?" Tanya-nya kepadaku yang membuatku tersadar lalu mengalihkan tatapanku dari wajahnya."Em, tidak. Kau sangat-sangat terlihat seperti seorang mafia." Ujarku gelagapan. Oh ayolah! Bagaimana bisa seorang mafia berpenampilan tampan seperti ini? Kupikir mafia itu seorang yang sudah tua dan memiliki wajah yang mengerikan dengan ada luka sayatan di wajah ataupun tubuhnya. Tapi mafia di depanku ini berbeda.Alex hanya terlihat seperti seorang pria muda matang dengan karir yang sukses dan besar. Dia tidak seperti seorang mafia, kecuali jika sedang marah."Suatu hari kau akan melihatku layaknya seperti mafia." Ujarnya diakhiri de

  • Mafia And Baby Sitter    Bab 3

    Sudah hampir dua minggu aku berada di mension ini dan sudah dari empat hari yang lalu Alex selalu berada di mension yang membuatku selalu merasa dipantau.Iya, karna dirinya yang memiliki rumah ini. Tapi jika setiap hari Alex selalu duduk tidak jauh dari aku dan Sean bermain bagaimana aku tidak kaku dan sedikit risih.Saat ini aku sedang menggendong Sean ke taman belakang mension ini yang cukup besar. Aku melihat bunga-bunga yang indah dan kolam ikan yang cukup besar.Pemandangan disini cukup indah dan udaranya juga segar. Aku menduduki diriku diatas tikar yang tadi sudah digelar oleh salah seorang pria berbadan besar yang membantuku membawakan mainan dan makanan Sean.Kududuki Sean diatas tikar ini sambil diriku mengeluarkan mainan dan juga beberapa biskuit kesukaanya.Hembusan angin sepoi-sepoi menerbangkam beberapa helai rambutku. Sudah lama aku tidak menghirup udara segar karna sebelumnya aku hanya bermain didalam mension ini saja.Kurebahkan badanku diatas tikar sambil menatap la

  • Mafia And Baby Sitter    Bab 2

    Entah dia seorang penolong yang diberikan tuhan kepadaku agar aku tidak menjadi gelandangan di negara ini atau bukan. Tapi aku sangat bersyukur karna dengan pekerjaan ini aku akan bisa menerima gaji dan kembali ke negara asal ku sesuai janji dan surat kontrak yang sudah aku tandatangani semalam.Flashback:Aku dibawa masuk bersamanya kedalam mobil. Mobil berjalan seiring diriku yang berharap cemas supaya nasibku kelak akan baik-baik saja menerima pekerjaan ini."Ed, berikan kepadanya surat kontrak itu!" Ujarnya kepada seseorang yang mengemudi mobil ini. Pria yang aku tau bernama Ed itu memberikan selembaran kertas yang langsung aku baca dengan teliti.Isi kontrak itu berisi:1. Pekerja hanya akan menjalani pekerjaan selama 6 bulan tidak lebih dan tidak kurang.2. Pekerja hanya mengerjakan seluruh tugas merawat seorang bayi. 3. Pekerja harus menetap selama kontrak kerja berakhir4. Jika melanggar atau membatalkan kontrak akan didenda dengan harga nyawa."Hei. Aku keberatan dengan syar

  • Mafia And Baby Sitter    Bab 1

    Aku Mona Gelora. Aku berusia 20 tahun dan statusku adalah seorang singel. Ayahku merupakan seorang yang dimabuk kerja sedangkan ibuku sudah meninggal saat aku berumur 12 tahun.Walaupun begitu, ayahku tidak memilih untuk menikah lagi dan malah semakin gila dengan pekerjaannya dan hasilnya juga sang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status