Home / Male Adult / Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat / Bab 100-Serangan Bertubi—tubi

Share

Bab 100-Serangan Bertubi—tubi

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-09-24 20:25:22

Mendengar perkataan itu, ada perasaan aneh yang seolah tertantang di dalam tubuh Sheila. Ia tersenyum nakal, lalu membuka lebar kedua kakinya seolah mempersilakan pria di hadapannya.

Malik langsung merogohkan tangannya ke balik rok mini yang dikenakan Sheila. Jemari kekarnya dengan cekatan melepaskan kain segitiga di dalam sana, lalu mengacungkannya tinggi-tinggi.

"Mbak suka warna merah muda?" tanya Malik, suaranya bergetar berat dan penuh aura maskulin.

"Menurutmu?" tantang Sheila dengan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 149—Perhatian Kecil

    Keduanya bungkam di dalam mobil hingga tak terasa sudah tiba di depan gerbang. Saat Malik hendak turun untuk membuka gerbang, Sheila mendadak membuka suara, membuat Malik melongo."Sekalian buka gerbang, terus kamu pulang aja! Biar mobil Pak Satpam yang memasukkan. Kamu istirahat! Jangan berulah, jangan bertingkah, apalagi besok Minggu! Diam di rumah!""Tapi, Mbak—""Buka gerbangnya dan panggil Satpam!" sela Sheila dengan mata melotot tajam.Mau tak mau Malik nurut. Setelah Satpam datang, Sheila turun. Seolah enggan semobil dengan Satpam,dan Sheila lebih memilih berjalan kaki masuk ke area rumah."Mbak...""APA?!" sembur Sheila tajam. Kedua tangannya dilipat di dada, membuat Malik spontan mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Perkataan terima kasih yang ingin ia keluarkan mendadak tersangkut di tenggorokan."Kenapa diam aja? Kamu mau berdiri di sana sampai pagi?""Eh... anu, Mbak..."Belum sempat Malik melanjutkan perkataannya, Sheila sudah berbalik mengabaikan dirinya. Malik tersenyum t

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 148—Mantan Pacar

    "Sheila? Sudah lama kita tidak bertemu. Apa kabar? Makin cantik saja," sapa pria itu lagi.Mendengar pujian itu, tatapan Malik tiba-tiba saja menggelap."Siapa dia? Aku rasa dia bukan suamimu. Suamimu tidak sesagah ini," lanjutnya lagi.Sheila menahan napas. Refleks, jemarinya meremas erat lengan Malik yang entah sejak kapan sudah ia pegang."Apa urusannya denganmu, Mike?" balas Sheila tajam.Pria bernama Mike itu terkekeh. Ia melangkah mendekat, membuat Sheila spontan mundur—dan memicu Malik untuk langsung pasang badan melangkah ke depan."Woah, woah, woah! Siapa Anda? Bodyguard-nya?" ejek Mike saat mendapati Malik berdiri di hadapannya. Wajah Malik yang sudah dibersihkan dari debu namun masih dipenuhi lebam itu tampak sangat mengintimidasi, menebarkan aura dominan yang amat pekat.Pria yang mengenakan jas putih khas dokter itu menatap remeh pakaian urakan yang dikenakan Malik."Agak tidak mungkin kalau mantan pacarku selingkuh dengan modelan sekacau ini," sindir Mike tajam. Rupanya,

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 147—Pria Asing

    "Mas?" tanya Sheila antara bingung dan kaget.Sheila melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan Malik. Namun, raut wajah Aris terlihat jauh lebih kaget dibandingkan Malik maupun Sheila."Mas, bukannya kamu bilang ada urusan mendesak sampai enggak bisa pulang? Terus ngapain kamu di rumah sakit?" cecar Sheila, tak bisa menahan rasa penasarannya. Dahinya mengerut, menatap suaminya dengan nada menuntut.Aris terlihat celingukan, tampak salah tingkah."Jawab!" tegur Sheila lagi sambil menghela napas."Kamu sendiri ngapain ada di sini sama Malik?" Bukannya menjawab, Aris malah melempar balik pertanyaan, bermaksud mengalihkan pembicaraan."Kamu enggak lihat wajahnya bonyok begini?! Kamu ini sama sahabat sendiri kok enggak ada peduli-pedulinya, sih, Mas!" balas Sheila menggebu-gebu.Jari lentiknya menunjuk tepat ke arah dada Malik, bahkan tak sengaja bersentuhan dengan dada tegap Malik yang terekspos karena kancing kemejanya terlepas. Sentuhan singkat itu mengirimkan getaran halus yang m

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 146—Mengomel

    "Kita lihat saja nanti," balas Malik sembari masuk duluan ke dalam mobil yang sudah ditukarkan dengan Arul."Biar aku antar kamu pulang. Wajahmu sangat mengkhawatirkan," lanjut Malik sambil melajukan mobil, sedangkan Leo tak menjawab dan hanya mengangguk lemah."Besok hari Minggu, jadi istirahatlah."Leo lagi-lagi mengangguk. Namun, di benaknya ia terus memikirkan apa yang akan dilakukan sahabatnya itu. Leo paham Malik sengaja tak melibatkannya, dan Leo sedikit khawatir walau tak pernah meragukan daya tarung Malik.Setelah mengantar Leo, Malik bergegas pulang. Ia memutar kemudi masuk ke dalam gerbang . Di sana, satpam yang bertugas langsung menghampiri."Lho... Mas Malik? Kenapa itu?" tanya satpam menghentikan laju mobil.Malik hanya tersenyum tipis. "Enggak apa-apa kok, Pak. Aman," balasnya sambil menggeleng."Sini biar saya obati, Mas Malik. Ini habis dibegal atau gimana? Pakaian kotor, wajah juga bonyok begini..." lanjut sang Satpam terlihat ngilu, apalagi saat melihat perban di pe

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 145—Duren

    "Aku enggak nyangka kalian berdua begitu hebat... apalagi Anda, Pak Malik," ucap pria itu tersenyum sinis, menatap Malik dengan tatapan tajam.Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku jas warna krem yang melekat rapi dan wangi di tubuhnya. Sangat kontras dengan kondisi Malik maupun Leo—wajah dan pakaian mereka kotor berdebu, dipenuhi peluh dan bercak darah."Ngapain kamu di sini?!" tanya Leo tajam. "Apa kamu di balik semua ini?!" lanjutnya, matanya menyipit menahan amarah.Namun, Rendra tak menjawab. Ia hanya melempar senyum tipis. Kemarahan Leo semakin tersulut. Baru saja ia ingin melangkah maju, beberapa pria mendadak muncul dari balik punggung Rendra—sekitar sepuluh orang—membuat langkah Leo seketika terhenti. Leo menelan ludah kasar, menoleh ke arah Malik yang sejak tadi tak menunjukkan ekspresi apa pun. Pria itu hanya diam, menebar tatapan datar namun menghunus."Lik... kita bakal mati," bisik Leo, tak bisa menyembunyikan ketakutannya.Malik tak membalas bisikan itu. Netranya ber

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 144—DI Balik Semua Ini

    "Sialan kau, Setan! Beraninya main belakang!"Tepat waktu, Leo melayangkan tendangan keras ke tubuh pria yang menyerang dari belakang. Pria yang memegang balok kayu itu langsung tersungkur, wajahnya bergesekan dengan tanah yang berdebu. Malik mendongak dan meringis saat melihat wajah Leo yang kondisinya juga tidak kalah parah.Namun, ketiga pria itu belum benar-benar kapok. Mereka merangkak bangkit, memancing Malik untuk ikut berdiri. Kini, Malik dan Leo saling memunggungi, bahu dan punggung mereka bertabrakan. Malik menoleh sekilas ke arah Leo, begitu pun sebaliknya. Keduanya saling mengangguk, memasang kuda-kuda kokoh dengan kedua tangan mengepal erat di depan dada.Malik menyapu darah yang mengalir di dahinya, sementara Leo meregangkan otot leher. Leo sempat merinding kecil—postur ketiga pengeroyok itu tinggi dan kekar, tak jauh beda dari Malik, sedangkan tubuhnya sendiri tidak sebesar itu. Namun, mundur bukanlah pilihan."Hiyaaaaa!"Ketiga pengeroyok itu merangsek maju secara ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status