Share

Bab 91-Sheila Yang Salting

Penulis: Ayuwine
last update Tanggal publikasi: 2026-09-22 18:15:47

Sheila masih terengah-engah. Ia menatap Malik sekilas, lalu buru-buru memalingkan wajah dengan pipi yang merona merah padam, merasakan salah tingkah sekaligus malu yang luar biasa.

“Bagaimana bisa aku melakukan hal sememalukan ini? Pagi-pagi buta masuk ke kamar Malik dengan keadaan kacau dan minta dipuaskan? Astaga!” desisnya.

Desisan itu rupanya masih terdengar oleh Malik. Pria itu terkekeh pelan seraya bangkit dari posisi berbaringnya.

"Bukannya itu tugasku, Mbak? Sudah ratusan kali Mba
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 119-Semalaman Penuh

    "Maaf sudah terlalu kasar ya, Mbak... Aku gak bisa ngontrol diriku sendiri," lanjut Malik serak saat melihat raut kaget di wajah Sheila."Terserah," balas Sheila acuh tak acuh, meski berbanding terbalik dengan gejolak di dalam hatinya."Ayo makan mienya, biar aku suapin ya, Mbak. Takutnya Mbak masih sakit," ucap Malik lagi penuh perhatian."Iyalah sakit! Gila aja kamu gempur aku semalaman, lemas lah... Untung besok weekend," omel Sheila meluapkan kekesalannya.Malik terkekeh pelan. Ia menyendok mie dengan garpu lalu menyuapkannya pada Sheila yang sudah duduk bersandar di sebelahnya."Mbak, ini udah pukul empat pagi, btw," ucapnya santai sambil menyuapkan porsi berikutnya.Sheila yang baru saja menerima suapan itu mendadak menegang. Ia hampir tersedak kalau saja Malik tak buru-buru menyodorkan gelas air minum padanya."Malik! Gila aja, jam empat pagi?! Astaga, kamu menggempurku benar-benar semalaman penuh?!" tanya Sheila dengan nada tak percaya. Melihat Malik hanya tersenyum manis samb

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 118-Ketulusan

    "Mbak... engghh, aku mau keluar, Mbak..." erang Malik setelah mereka bercumbu dan bergumul selama berjam-jam lamanya. Hari bahkan sudah hampir berganti pagi, dan malam ini Sheila benar-benar habis tak berdaya di bawah kungkungan Malik."Cepat, Lik! Keluarkan, aku udah gak kuat... ahhhh!" protes Sheila melengking.Jemarinya mencengkeram sprei makin kuat. Bibirnya tak henti-hentinya melontarkan jeritan dan desahan tinggi. Area intimnya sudah teramat sensitif, sehingga gesekan sekecil apa pun akan langsung memancing desahan panjang dari tenggorokannya.Malik memacu ritme pompanya makin cepat dan beringas, membuat tubuh Sheila terguncang hebat akibat serangan yang semakin bertubi-tubi."Aah, sial! Ini sakit tapi nikmat... Ayoo, Malik, cepat!" erang Sheila lagi. Kedua tangannya sudah tak sanggup lagi menahan tumpuan tubuhnya.Malik merasakan miliknya di dalam sana kian membengkak, mengeras, dan menegang hebat. Hingga akhirnya—Crrrtt! Crrrttt! Crrrttt!Malik menyemburkan seluruh lahar hang

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 117—Gangguan

    Sheila memekik kencang saat liangnya yang masih teramat sensitif itu, tanpa aba-aba, langsung didera dan ditembus kembali oleh milik Malik yang luar biasa besar.Malik pun ikut mengerang berat. Kedua tangan kekarnya mencengkeram erat pinggang Sheila agar posisi perempuan itu terkunci rapat, lalu memompanya dari belakang dengan gerakan menuntut yang teramat dalam. Sheila yang sudah tak berdaya hanya bisa mendesah pasrah, menikmati sensasi kenikmatan tiada tandingan yang melingkupi seluruh tubuhnya."Nikmati saja, Mbak... Aku tahu ini sangat nikmat. Tapi bersiaplah, besok Mbak hanya akan terkulai lemas di atas ranjang karena kelelahan setelah aku puaskan," bisik Malik serak di balik punggungnya sambil terus menghentakkan pinggulnya dengan kuat, menghujam tajam hingga benar-benar tenggelam jauh ke dalam.Sheila hanya bisa mendesah pasrah. Sesekali ia mengangguk pelan, seolah menyiratkan bahwa ia memang tidak ingin permainan panas ini berakhir cepat.Tak berhenti di situ, Malik menundukka

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 116-Goyangan Maut Sheila

    Lidah itu berputar liar tepat di depan ujung dada milik Sheila, membuat perempuan itu semakin gila menggoyangkan panggulnya naik-turun dengan begitu erotis. Sesekali Malik menggigit gemas dada tersebut hingga meninggalkan banyak cap kemerahan di sana. Sheila merintih dan meringis ngilu, tetapi di saat bersamaan ia sangat menikmati setiap sentuhan liar itu."Malik... Kamu dalam keadaan mabuk benar-benar gila! Tenagamu luar biasa, Sayang..." ucap Sheila bersemangat sambil terus menggoyangkan pinggulnya dengan liar.Goyangan itu membuat dadanya memantul ke sana kemari. Setelah Malik melepaskan gigitannya dan membiarkan dada itu bebas bergerak, Malik menyadari bahwa itu adalah pemandangan paling indah yang pernah ia lihat. Ukuran dada yang jumbo dengan kulit halus, putih pualam, bulat, dan kencang—Malik benar-benar menyukainya. Terasa sangat pas di genggaman tangannya yang besar dan kekar."Enghhhh... shhh..."Desahan saling menyahut memenuhi ruangan sepanjang malam. Keringat telah memban

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 115-Makin Perkasa

    Dalam keadaan mabuk, milik Malik dan keadaan tubuhnya benar-benar menjadi jauh lebih perkasa dari biasanya. Malik memaju-mundurkan miliknya yang begitu besar pada liang surga milik Sheila, membuat perempuan itu mendesah berkali-kali merasakan kejantanan Malik begitu sesak memenuhi bagian dalam dirinya."Engh, Malik... Awhh, sssh... sakit tapi enak! Ah, pelan-pelan... Ini kenapa jadi makin panjang dan gede banget, ahh..." desahnya terus meracau tanpa henti.Malik hanya bisa mengerang dan mendesah berat. Kedua tangannya tertumpu kuat pada lutut Sheila, memaksa kedua kaki perempuan itu terbuka semakin lebar. Milik Malik terlihat jelas keluar-masuk membanjiri area sensitif itu, benar-benar membuat Sheila tak henti-hentinya memekik pasrah.Keringat di dahi dan sekujur tubuh mereka mengalir deras. Rasa perih dan nikmat bercampur aduk menjadi satu, apalagi Malik terus memompanya tanpa ampun di bawah kungkungannya."Engh, Mbak... ini enak banget. Punya Kamu begitu ketat menjepit milikku, Mbak

  • Malam Gila Di Ranjang Istri Sahabat   Bab 114—Terlalu Besar

    Malik meracau hebat saat merasakan jilatan Sheila pada miliknya. Ukurannya yang terlewat besar membuat Sheila kewalahan untuk mengulum seluruhnya. Wanita itu memilih menjilat bagian ujungnya lalu menyedotnya kuat-kuat.Sensasi itu sukses membuat Malik berkali-kali mengerang kencang. Tangannya meremas rambut Sheila, kepalanya mendongak pasrah menikmati sensasi nikmat yang luar biasa—terlebih sejak tadi kejantanannya sudah menegang hebat membara, seolah sapuan lidah Sheila menyapu seluruh rasa sesak dan panas alkohol di tubuhnya."Ah... Mbak... Seperti itu, enak banget... engghh... Jangan dipaksakan masuk semua, Mbak, nanti kena gigi," erang Malik seraya mengelus rambut Sheila dan sedikit menjambaknya pelan tanpa menyakiti.Tubuh tegap Malik bergetar hebat. Sapuan lidah Sheila memang selalu membuatnya tak berkutik. Rasa hangat dan keahlian wanita itu benar-benar memabukkan."Sedot lebih keras, Mbak... Ah, shit! Mbak juga menjilat di bagian bawahnya... enghh..." Erangan demi erangan kian

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status