Share

Bab 73

Penulis: Dewiluna
last update Terakhir Diperbarui: 2025-05-11 16:44:04

“Berapa lama lagi saya harus menunggu?!” Seorang wanita bergaya sosialita dengan baju mewah mengeluh di depan Tania.

Wanita itu menatap sinis, membuat Tania mempercepat usahanya.

“Waktu saya jadi terbuang percuma!” Wanita itu terus mengomel.

Tania mencoba menenangkan. Ia tidak bisa terlihat panik meski rasanya ingin menangis saja.

Fera dan Tasya juga tak berniat membantunya. Mereka tak mau terkena masalah. Apalagi terakhir kali, Gilang sudah memberikan peringatan.

Gilang, sebagai manajer, hanya melihat dari belakang. Ia malah menikmati momen itu tanpa melakukan apa pun.

“Sebentar, Bu.” Tania memohon dengan nada memelas.

Ia berusaha sebisa mungkin agar tidak terpancing emosi, tapi wanita di depannya terus berteriak.

Teriakan wanita itu sangat keras, membuat tamu lain yang sedang check in ikut terganggu. Beberapa bahkan sudah melihat ke arah mereka dengan wajah penasaran.

“Ada apa?” Romi muncul di belakang Tania.

Tania menoleh, memandang Romi dengan alis tertaut putus as
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 28

    “Apa kamu rindu padaku?” Bryan langsung memepet Tania di dalam ruang kerjanya di Grand Velora. Hanya dalam hitungan detik, tubuh Tania sudah merapat ke dinding. “Jangan macam-macam di sini, Bryan,” ujar Tania mengingatkan. Bryan terkekeh. Pria itu tidak menganggap peringatan Tania. Sekarang, tangan Bryan malah sibuk membelai pinggang Tania manja. “Kenapa? Asistenmu sudah pergi,” sahut Bryan. Pria itu dengan lihainya meminta Farah membuatkan kopi agar tidak mengganggu mereka. Sementara asisten Bryan, Erik, berpura-pura tidak melihat apa yang mereka lakukan sambil berjaga di depan pintu masuk. “Jangan!” Tania masih mencoba menolak, tapi Bryan jelas tidak mendengar. Sebuah kecupan hinggap di bibir Tania tanpa peringatan. Senyum terukir lebar di wajah Bryan. “Melihat kamu yang baik-baik saja, artinya malam itu kamu sukses memberikan alasan. Apa yang kamu katakan pada suamimu?”Tania melotot. Ia lang

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 27

    “Ini. Minumlah dulu.” Rafael menyodorkan segelas teh madu hangat pada Tania. “Aku sudah menghubungi dokter. Sebentar lagi sampai.”Seketika, Tania kembali merasakan perih di ulu hati. Perhatian Rafael kali ini bukan membuatnya senang, malah malu. “Aku mau ke kamar mandi.” Tania melarikan diri. Teh yang dibuat oleh Rafael sama sekali tidak disentuh olehnya. Ia berlari masuk ke dalam kamar mandi dan langsung membersihkan dirinya di sana. Sungguh, Tania merasa kotor. Otaknya mulai memuat ingatan tentang apa yang terjadi antara dirinya dan Bryan. Saat pria itu memeluknya, mengecupnya, menjamahnya. Rasa bersalah menusuk Tania, membuatnya berdarah tanpa luka. Kran air sengaja Tania buka untuk menutupi tangis. Tangannya gemetar. Kedua matanya menatap kosong ke arah bathtub yang perlahan terisi. Gemericik air membuat Tania tersadar dari lamunan. Ia melangkah masuk saat air sudah meluap. Air dingin itu menusuk, m

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 26

    “Sudah bangun?” Tania membuka mata dan mendapati wajah Bryan di depannya. Kaget, Tania langsung bangun. Namun, tubuhnya limbung ke sisi sofa. Tubuh Tania hampir menabrak lantai yang dingin jika Bryan tak cepat bergerak. “Tidak perlu sampai seperti ini kalau kamu mau dipeluk,” ejek Bryan. Tak ada balasan. Tania hanya mendengus pelan. Ia belum bisa merespon apapun karena masih sibuk dengan rasa sakit di kepalanya. “Apa yang terjadi?” Tania mulai bertanya saat ia sudah bisa melihat dengan jelas. Pemandangan di depannya masih sama. Tania dan Bryan masih ada di ruang VIP di dalam klub. Mereka berbincang tentang kontrak, lalu Bryan memberikan syarat. Tania minum banyak, dan setelahnya….“Ini jam berapa?!” Kesadaran Tania yang kembali, langsung membuatnya panik. Ingatan sebelum mabuk mulai menerjang Tania bagai air bah. Ia keluar rumah di saat malam telah larut. Dan Tania sudah tak tahu sudah berapa lama dirinya

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 25

    Kepala Tania terhuyung ke belakang, dan Bryan menangkapnya dengan sigap. Ia menarik Tania ke dalam pelukan, membuat wanita itu bersandar padanya. “Kenapa harus mabuk begini?”Bryan melihat wajah Tania yang memerah sempurna. Ia mendengar wanita itu meracau, menggunakan kalimat yang tidak jelas. Kepala Tania terus bergerak, sampai akhirnya berhenti di pangkuan Bryan. Melihat bibir ranum Tania, Bryan tak bisa menahan diri. Perlahan, Bryan menunduk. Ia mendaratkan kecupannya di bibir Tania. Tak puas, Bryan membaringkan tubuh Tania di sofa. Kepalanya semakin panas akan gairah. Tak berniat menunggu, Bryan menindih Tania. Dari atas, ia mengulum senyum kemenangan. “Hhh…. Berhenti….”Napas Tania menderu saat tangan Bryan sibuk bergerilya. Pakaian Tania sudah berantakan. “Jangan suruh aku berhenti,” bisik Bryan tepat di telinga Tania. “Aku sudah memberikan apa yang kamu mau.” Di atas meja, ada map yang ber

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 24

    “Hanya menemani.” Tania mendorong dada bidang Bryan. Kedua mata Bryan memicing. Pria itu tampak tak suka dengan apa yang Tania ucapkan. Namun, Bryan sama sekali tidak membantah. Detik berikutnya, Tania malah mendengar suara tawa dari Bryan. Tangan Bryan terulur, menyusuri rambut Tania, membelainya lembut. “Ada banyak cara untuk menemani, kan?” ucap Bryan menggoda. “Tanda tangani kontraknya dulu,” sahut Tania. Ia tak mau mengalah. Jelas Tania tak ingin rugi. Sangat banyak resiko yang harus Tania hadapi. Jadi ia ingin memastikan semuanya dibayar pantas. “Aku sudah ada di sini. Kamu tak punya alasan untuk menolak, Bryan,” tegas Tania.“Siapa yang bilang aku akan menolaknya?” Bryan mengambil map yang Tania sodorkan, tanpa membuka isinya. Map itu dilemparkan ke sudut meja. Sementara Bryan sibuk menarik Tania ke dalam pelukan. Tania mencebik saat tubuhnya dibawa ke atas pangkuan Bryan. “Bryan!” Tania

  • Malam Penuh Gairah Bersamamu   S2 Bab 23

    “Apa aku harus membiarkannya masuk ke dalam rumah? Ia bisa dianggap sebagai tamu?” Kedua kaki Tania tak berhenti bergerak sejak tadi. Ia memutari kamarnya sendiri, seolah hal itu mampu memberikannya jalan keluar. “Enggak. Bryan enggak akan menandatangani kontrak kalau aku ragu seperti ini. Ia sedang mengujiku.”Tania sangat ingin Bryan menyetujui kontrak mereka. Ia mau pria itu memberikan semua hak eksklusif untuk minumannya, andai bisa. “Harus bisa. Akan aku lakukan.” Tanpa menunggu, Tania mengganti pakaian. Ia mengenakan kaos polos dan celana kulot. Tania menyempatkan diri mengecek Rafael, dan ia bisa mendengar suara Rafael dari kejauhan.Dalam langkah yang pelan, Tania berjalan keluar. Ia berusaha untuk tidak terlihat mencurigakan, tapi juga tetap berhati-hati. Di luar pagar, Tania mengecek handphone. Layarnya menyala. Bryan menghubunginya. “Kita berjodoh,” ucap suara dari seberang. Tania

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status