LOGINDebby Alessandro recibió un mensaje de texto repentino de su prometido que había anulado su compromiso. Terriblemente desconsolada, corrió a la casa de su mejor amiga para gritar su dolor, pero inesperadamente vio a su prometida y a su mejor amiga teniendo sexo. Sintió que su corazón estaba siendo masacrado por un asesino sin corazón. Al no tener otro lugar al que correr, aterrizó en un club donde, enojada e imprudentemente, bebió hasta el estupor. Inesperadamente se despertó desnuda al lado de un hombre extraño. Inmediatamente estacionó sus cosas y se fue del país. Regresó cinco años después con su apuesto chico. No esperaba que su hijo la metiera en problemas al desinflar uno de los neumáticos de un Mercedes-Maybach. ¿Cómo lidiará con el hecho de que el propietario del Mercedes-Maybach no solo era su director ejecutivo sino que también tiene un parecido sorprendente con su hijo?
View More"500 juta untuk pengobatan ibumu, tapi dengan syarat, gauli istriku sampai hamil!"
Degh! Jantung Bayu seolah berhenti berdetak usai mendengar perintah dari suami bosnya sendiri, Rio. Dia yang masih dibalut keringat usai mengepel, mendadak diminta ke ruang CEO dan menerima perintah di luar nalar. Sementara Maudy, sang CEO yang merupakan bos di tempat Bayu bekerja, hanya bisa diam tertunduk melihat perilaku suaminya. “Ini… apa… maksudnya Pak Rio?” tanya Bayu ingin memperjelas maksud dari suami bosnya tersebut. “Kurang jelas? Uang dalam cek ini akan menjadi milikmu, jika kamu bisa menghamili istriku! Kamu punya tubuh yang bugar dan atletis, aku yakin benihmu juga bagus. Tapi, jangan sekali kali kamu berani buka mulut soal ini!” tegas Rio. Beberapa hari lalu, di sebuah rumah sakit, Rio dan Maudy terpaksa harus melakukan test kesuburan organ reproduksi mereka. Bukan tanpa sebab semua itu dilakukan, karena sudah hampir tiga tahun mereka menikah, tetapi belum juga memiliki keturunan. Awalnya Rio menolak hal tersebut, karena sebagai pria harga dirinya akan runtuh jika diketahui mandul. Apalagi, selama ini Rio juga punya masalah dengan organ reproduksinya yang tidak bisa tahan lama, sehingga Maudy sempat mengira bahwa suaminya yang bermasalah. Pada akhirnya Rio menyetujui pemeriksaan itu, tetapi dia memilih untuk berangkat sendiri tanpa Maudy. Karena Rio hanya ingin mendengar hasil pemeriksaan seorang diri. "Saya sudah meninjau hasilnya berulang kali, Pak Rio, dan hasilnya sama. Kondisi ini... bersifat permanen. Secara medis, Anda tidak akan bisa memiliki keturunan," terang Sang Dokter tanpa ada keraguan akan hasil tersebut. Dunia di sekitar Rio seolah berhenti berputar. Kalimat itu menghantam dadanya, menyisakan sesak yang luar biasa. Namun, di balik rasa syok yang melumpuhkan, ada ketakutan lain yang jauh lebih dingin merayap di benaknya. "Permanen? Maksud Dokter, benar-benar tidak ada peluang untuk sembuh? Dengan cara Operasi misalnya? Atau terapi hormon?" tanya Rio untuk meyakinkan dirinya sendiri. Dokter Gunawan menggeleng perlahan. "Maafkan saya. Kerusakannya sudah terlalu sistemik," jelas Sang Dokter. Rio menyandarkan punggungnya, menatap kosong ke langit-langit ruangan. “Mampus aku!” batinnya berteriak. Bayangan wajah Ayahnya yang kaku dan penuh tuntutan langsung melintas. Ayahnya menuntut keturunan sebagai penerus bisnisnya. Rio meratap. Tanpa seorang anak, dia tidak mendapat hak apapun atas semua perushaan dan rumah mewah itu. Semua fasilitas mewah, mobil sport, dan posisi owner yang hampir digenggamnya kini terasa menguap begitu saja. Rio tidak bisa tinggal diam, dia harus mencari cara agar dia dan Maudy punya anak. Apapun caranya, Maudy harus hamil. Sehingga muncul rencana jahat di otaknya dengan menyewa laki laki untuk menghamili istrinya, yang nantinya akan dia akui sebagai anak kandungnya. Dan Bayu, adalah laki laki sial yang menerima tawaran itu. Bayu pun terdiam usai mendengar perintah konyol itu. Itu bukanlah perintah yang mudah diterima begitu saja. Tapi saat mendengar nominal uang lima ratus juta, mendadak dia teringat pada Ibunya. “Ibu butuh uang ini, tapi…. Tugas ini terlalu konyol!” gumam Bayu di dalam hati. Satu minggu yang lalu Ibunya Bayu terbaring di rumah sakit dengan diagnosa gagal ginjal. Untuk kesembuhannya, perlu dilakukan transplantasi ginjal yang tentunya membutuhkan biaya yang besar. Bayu hampir frustasi mencari biaya operasi senilai 125 juta, bahkan sudah menyerah dan mempersiapkan diri jika harus kehilangan Ibunya. Akan tetapi, mendadak ada yang menawarkan dirinya tugas dengan upah yang besar. Bahkan tugasnya bisa dibilang sebuah kenikmatan dunia. “Menghamili Bu Maudy? Bahkan dalam mimpi pun aku tidak berani membayangkan lekuk tubuhnya, dan sekarang aku malah nyata nyata dibayar untuk menghamilinya? Apa aku sedang beemimpi?” gumam Bayu di dalam hati sambil menepuk pelan pipinya untuk meyakinkan bahwa dirinya tidak sedang bermimpi. Sementara itu, Rio bukan tipe orang yang mau menunggu. Dia juga bukan sedang memberikan Bayu tawaran, melainkan sebuah perintah mutlak yang tidak bisa ditolak. “Terima atau angkat kaki dari perusahaan ini. Dan nama kamu telah diblacklist dimana pun. Tidak ada instansi yang bersedia menerima kamu!” gertak Rio, dan seketika membuat Bayu terpaksa menyetujuinya. Selain karena digertak, dia juga memang butuh uang itu. “Ba..baik Pak Rio. Sayaaaa… saya akan menerima tugas ini,” jawab Bayu dengan terbata bata. Setelah memberikan jawaban pada Rio, otak Bayu berkelana. "Main sama Bu Maudy? Kira kira seperti apa ya rasanya? Dari luar aja tubuhnya kelihatan putih dan mulus, gimana kalau dilihat dari dalam? Apalagi bayangin kalau dia sedang bergoyang diatas ku? Huuuuh, pasti seruuuu!" celetuk Bayu di dalam hati. Otak mesumnya sudah membayangkan seperti apa aksi Maudy di ranjang. Rio tersenyum lega mendengar jawaban Bayu. Sungguh berbeda dengan raut wajah Maudy tertunduk lesu. Masih belum bisa dia terima keputusan suaminya yang nekat menyewa laki laki untuk menghamilinya. Apalagi laki laki yang dia pilih adalah seorang OB. Sejenak Maudy mengangkat pandangannya, lalu sekilas memperhatikan penampilan Bayu dari ujung kaki hingga ujung rambut. Dan sialnya, saat pandangan Maudy tepat di wajah Bayu, pandangan keduanya tepat bertemu. Maudy segera membuang pandangan, sementara Bayu kembali menundukkan kepala. Tetapi, OB beruntung itu masih menyimpan sejuta pertanyaan di otaknya. “Kenapa pandangan Bu Maudy padaku berbeda dari sebelumnya? Apa, jangan jangan dia sudah mulai tergoda denganku? Karena kan sebenarnya aku ini lebih ganteng dari pada suaminya, badanku juga lebih berotot dari pada Pak Rio yang kerempeng. Bisa jadi itunya juga kecil…” Bayu terkekeh membayangkan isi otaknya yang liar. Bahkan dia masih melanjutkan pikiran konyolnya itu “Setelah melihat fisik ku, pasti Bu Maudy sudah membayangkan aksi hebatku di ranjang. Sayangnya aja nasibku buruk harus pakai seragam OB ini. Coba kalau aku pakai jas dan sepatu kayak Pak Rio, pasti semua wanita tergila gila padaku.. Hahahahhahahah!” Bayu makin berbangga diri dengan fisiknya. Akan tetapi dengan cepat dia membuyarkan lamunannya itu agar tidak menimbulkan masalah dengan bosnya. Meski dia tergoda dengan tubuh Maudy, tetapi dia tetap harus sadar diri dan menghormati bosnya tersebut. Dan sebelum dia meninggalkan ruangan, Bayu menanyakan sesuatu kepada bosnya. “Maaf Pak Rio, apa saya boleh menanyakan sesuatu? “Katakan,” “Di dalam tugas ini, apa ada aturan tertentu yang boleh dikerjakan dan yang tidak boleh dilanggar?” “Maksud kamu?” Rio balik bertanya dengan kening mengerut. “Emm, maksud saya. Apakah dalam melaksanakan tugas nanti, saya boleh memakai banyak gaya dengan durasi yang lama?” tanya Bayu dengan pelan dan sedikit ragu. Dan hal itu seketika membuat Rio dan Maudy membulatkan kedua bola mata mereka ke arah Bayu. Di satu sisi Maudy terkejut dengan kata kata Bayu. “Banyak gaya dan durasi lama”. Karena selama ini Maudy belum pernah merasakannya bersama dengan Rio. Sementara Rio sendiri, dia merasa tersindir dengan pertanyaan itu karena belum sampai mencoba banyak gaya, dia sudah tumpah duluan. “Jangan macam macam! Tugasmu hanya membuat istri saya hamil, jangan pikirkan hal lain!” bentak Rio sembari menggebrak meja di depannya hingga membuat Bayu gemetar. Tetapi dengan polosnya dia masih lanjut bertanya. “Maaf Pak Rio jika pertanyaan saya tadi lancang. Tapi jujur, saya tadi serius bertanya. Dalam melaksanakan tugas saya nanti, saya boleh pakai gaya apa saja? Takutnya, saya lancang dan tidak sopan.” Rio menarik nafas dalam lalu menghembuskannya dengan kasar. Sebisa mungkin dia menahan diri. Dia tidak tau apakah Bayu benar benar bertanya atau sedang menyindirnya. “Kurang ajaarr! Anak ini kayaknya sengaja nyindir aku. Tapi nggak mungkin. Mungkin dia memang benar benar bertanya. Lagian soal ini kan hanya aku dan Maudy yang tahu. OB ini nggak mungkin tau kalau aku gak tahan lama dan gak bisa banyak gaya!”73.En Darkwood, desde que habían enviado a Edna desde la mansión de Harry, ahora vivía con Alice. Pero hoy, uno de sus informantes que le había dicho hace unas semanas que Harry no estaba en Darkwood ahora le había informado que Harry estaba de vuelta en Darkwood pero con Debby."Debby, te he advertido que no vuelvas, no puedes culparme por lo que está a punto de pasarte", se dijo Abbie.El segundo día que Debby llegó con Harry, acababa de dejar a Fred en la escuela y se dirigía al trabajo cuando recibió una llamada, al ver que el identificador de llamadas era Alice, frunció el ceño. Empacó en algún lugar y respondió: "Estoy en camino al trabajo, ¿por qué me llamas?""Estoy cerca en el cruce de Fcool, por favor ven y sálvame, tuve un accidente y el conductor se escapó". Ella lloró."Entonces llama a tu hija o ¿pensaste que no sé que Edna es Abbie?" preguntó enojada."Por favor, no quiero morir." Ella lloró. Ignoró intencionalmente lo que Debby acababa de decir: "Dejemos nuestros renc
72.Al día siguiente, Debby se despertó y vio cientos de llamadas perdidas en su teléfono y todas eran de Harry. Ella leyó los más de ciento cincuenta mensajes de texto que él envió. Se dio cuenta de que descubrió la verdad de que ella era inocente de lo que le pasó a su abuelo.Debby ignoró los mensajes y las llamadas y salió de la habitación.En Darkwood, Harry pensó de repente en la posibilidad de que Debby fuera a NorthHill. Después de todo, ahí es donde vive su padre, así que él y Horace fueron allí.Cuando Harry y Horace aparecieron en la mansión de Alessandro, el portero les abrió la puerta y, al entrar, Elijah y Elisha, que acababan de terminar las carreras de spoet, bajaron de su auto y vieron a Harry. Habían buscado sobre Harry Vernon y habían visto varias de sus fotos en Google, así que lo reconocieron.Los dos hombres caminaron hacia él y Elisha preguntó rápidamente: "¿No eres tú Harry Vernon?"Inmediatamente Harry respondió que sí, Elisha le dio un puñetazo en la cara mie
71.A la mañana siguiente, Harry se vistió y antes de ir a trabajar, decidió ir a la habitación de Debby para preguntarle cuándo se iría, pero inesperadamente, Debby no estaba presente y todo su equipaje había desaparecido. Incluso revisó la habitación del niño y también estaba vacía. Su corazón saltó. Se sintió vacío de inmediato y luego hace una llamada a Horace, "encuentra la ubicación de Debby tan pronto como puedas"."Entendido, señor". respondió Horacio.No era como si quisiera traerla de vuelta, solo quería saber dónde está y confirmar que está a salvo. Tal vez cuando la extrañe, pueda ir a encontrarse con ella.Pasaron las horas y Harry regresó del trabajo. ¿Aún no ha encontrado Horce la ubicación de Debby? Justo cuando se desplomó en el sofá de su habitación, con las manos a punto de aflojarse la corbata, llegó la llamada de Horace.Él lo recogió eufórico y preguntó, "¿dónde está ella?""Ella no está en todo Darkwood. Obviamente se había ido de la ciudad". Confirmó Horacio.H
70.Cuando llegó la tarde del mismo día, Harry llevó a Fred de compras y le dijo al niño que eligiera todo lo que deseara, sin importar cuán excesivo fuera. Fred escogió todo lo que encontró hermoso, mientras lo hacía, vio a dos de sus compañeros de clase y corrió rápidamente hacia ellos.Después de saludarlos, Fred preguntó si ellos también estaban aquí para comprar y los pequeños respondieron que sí y que también había papás.Harry notó que Fred había ido a encontrarse con algunos chicos y caminó hacia ellos. Fred luego presentó a Harry como su padre a sus amigos. Los dos amigos de Fred reconocieron a Harry como el hombre más rico del país y fruncieron el ceño en estado de shock, "¿entonces tu papá es Harry Vernon?" Preguntó uno de los amigos de Fred y el pequeño asintió con orgullo."Mi papá pagará las cuentas de las compras de los dos", se jactó Fred sin siquiera preguntarle a Harry.Harry sonrió y cantó, "por supuesto, elige todas las cosas que quieras aquí, yo pagaré".Los dos a






Bienvenido a Goodnovel mundo de ficción. Si te gusta esta novela, o eres un idealista con la esperanza de explorar un mundo perfecto y convertirte en un autor de novelas originales en online para aumentar los ingresos, puedes unirte a nuestra familia para leer o crear varios tipos de libros, como la novela romántica, la novela épica, la novela de hombres lobo, la novela de fantasía, la novela de historia , etc. Si eres un lector, puedes selecionar las novelas de alta calidad aquí. Si eres un autor, puedes insipirarte para crear obras más brillantes, además, tus obras en nuestra plataforma llamarán más la atención y ganarán más los lectores.
reviewsMore