แชร์

BAB 4-- IBUKOTA

ผู้เขียน: Aldrian S.M
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-02-21 03:47:30

"Seperti yang kuduga.. roh arwahmu adalah jenis roh arwah binatang.. tapi tidak seperti kebanyakan roh binatang yang dimiliki medium lainnya, roh arwahmu memiliki kecocokan di semua atribut elemen.. tidak banyak medium yang memiliki kecocokan pada semua atribut elemen.. aku sendiri hanya memiliki tiga atribut elemen." ucap Rara mengangguk beberapa kali sambil meneliti roh arwah yang dimiliki Nyoman.

"Hmm.. Dilihat dari tingkat keterangan cahayanya.. sepertinya roh arwahmu sudah berada di tingkat ke empat alam ranah jiwa.. sekitar lima tingkat dibawahku.. sangat bagus untuk seorang yang masih muda.." lanjut Rara yang masih meneliti dengan seksama.

"Beberapa kali kau menyebutkan tentang medium.. sebenarnya apa itu medium? Tuan Hanoman juga menyebutmu seorang medium ahli.." tanya Nyoman sambil mengulurkan tangannya untuk mengembalikan bola hitam kepada Rara.

"Medium adalah sebutan bagi orang yang pintu alam arwahnya sudah terbuka.. Seorang medium umumnya sangat rentan terhadap pengambil alihan tubuh dari roh yang masih berkeliaran di dunia manusia.. Untuk mencegah hal itu, seorang medium harus memiliki roh pegangan untuk mengisi dan menjaga tempat kosong di setiap pintu yang telah terbuka di alam arwahnya.." jawab Rara menjelaskan sambil mengambil kembali bola hitam dari Nyoman dan memasukkannya kembali ke kantong jaketnya.

"Setiap pintu alam arwah yang terbuka akan membuat seorang medium mendapatkan kemampuan unik tersendiri sesuai kemampuan roh arwahnya.. karena kamu sudah membuka dua pintu alam arwah, setidaknya kamu sudah memiliki dua kemampuan.. kemampuan alam raga berasal dari roh arwahmu sendiri, lalu kemampuan alam ranah jiwa berasal roh suci dewa Hanoman yang sementara ini mengisi ruang alam ranah jiwamu.." lanjut Rara.

Nyoman merenung sebentar sebelum akhirnya mengangguk memikirkan penjelasan dari Rara. Sekarang Nyoman sudah mulai terbiasa dengan hal ini.

"Nanti kita lanjutkan penjelasan lainnya.. Aku membutuhkan bantuanmu dan Hanoman untuk ikut denganku ke Yogyakarta untuk menjagaku dan membantu membuka gerbang kerajaan laut selatan..." Ucap Rara dan seketika berdiri dari tempat duduknya.

"Aku membutuhkan beberapa batu laut yang disimpan Kadita dalam kerajaannya.. Tanpa batu laut itu, gerakan dan kemampuanku sangat terbatas di daratan.. Aku memerlukannya untuk melawan roh roh jahat yang saat ini muncul secara besar besaran di mana mana.. Aku masih belum bisa melakukannya sendiri.." lanjutnya meyakinkan Nyoman.

"Sekarang? Aku bahkan belum tau apa apa tentang hal ini.. bagaimana bisa aku membantumu?" tanya Nyoman dengan bingung dan ragu.

"Tidak apa apa.. Saat diperjalanan, aku akan mengajarimu beberapa teknik bela diri dan teknik meditasi yang kutahu.. Lagipula, yang kubutuhkan hanya energi roh yang cukup besar dari Hanoman.. Aku juga akan membantumu mencarikan roh pegangan yang cocok untukmu dan mengajari cara melakukan kontrak dengan roh pegangan.." jawab Rara sambil menarik tangan Nyoman pergi keluar rumah.

"Eh?.. ehh?..ehh!!?? tunggu dulu!!!..." teriak Nyoman panik.

"I..Ibu!! saya jalan keluar sebentar!!"

Nyoman berteriak memberitahu Ibunya yang masih di dalam.

Setelah sampai dihalaman rumah Nyoman, asap putih menutupi Nyoman dan Rara. Nyoman dan Rara menghilang dalam sekejap di ikuti dengan hilangnya asap tersebut.

***

"Hoek!! huk!!" Seketika Nyoman merasa mual dan langsung muntah.

Sebelumnya, saat bahu Nyoman dipegang Rara, mereka langsung melesat dengan cepat pergi dari halaman rumah Nyoman.

Nyoman merasakan seluruh tubuhnya seperti diperas layaknya memeras pakaian basah.

Dalam hitungan detik mereka sudah berpindah tempat. Banyak terdengar suara kendaraan yang lalu lalang ditempat itu. Suasana malam ditempat itu juga sangat terang dihiasi lampu lampu jalan dan bangunan bangunan besar.

"Pengalaman pertama memang seperti itu.. seterusnya akan mulai terbiasa.." ucap Rara sambil mengambil smartphone dari kantong celananya.

Setelah mual Nyoman sudah sedikit mereda dan puas memuntahkan isi perutnya, Nyoman mulai memperhatikan sekelilingnya.

"Ini.. dimana? Apa yang.. kau lakukan tadi?" Nyoman bertanya dengan lemah karena masih sedikit merasa mual.

"Sekarang kita ada di Jakarta.. Kita akan disini untuk beberapa hari dulu.. Ada hal yang harus kita lakukan sebelum kau mulai berlatih.. Untuk apa yang kulakukan tadi, nanti akan kuberi tau." Jawab Rara yang saat ini sedang menggeser geser layar smartphonenya seperti mencari sesuatu.

"Hah? Jakarta? cepat sekali?" respon Nyoman terkejut. Dia pikir dirinya sudah terbiasa dengan kejutan seperti ini, ternyata masih saja ada hal yang membuatnya sangat terkejut.

Aku harus membiasakan jantungku dengan hal seperti ini... Pikir Nyoman sambil mengelus dadanya.

Nyoman tertegun memperhatikan sekelilingnya. Wajar saja, dia belum pernah ke kota besar sebelumnya. Apalagi kota besar pertama yang dia datangi adalah Jakarta yang merupakan ibukota negara.

"Selama kita disini..kita akan tinggal dimana? Apakah kau punya keluarga disini?" Nyoman bertanya pada Rara, tetapi masih belum bisa melepas pandandangannya untuk memperhatikan sekitarnya.

"Hus! diam sebentar!!" Ucap Rara berbisik dengan mengarahkan telapak tangan kirinya ke arah Nyoman. Tangan kanannya diangkat mendekatkan smartphone ke telinga kanannya.

"Nggih Mbah.. Halo.. Iki Rara Mbah.. Pasar e ten pundi nggih mbah? Ohh Nggih.. Nggih Mbah.. Nggih.. Kulo pun badhe ngriku Mbah.. Nggih.. Nggih pun lek ngoten mbah , kulo pamit rumiyen nggih? Nggih Mbah.. Nggih..." Rara menutup panggilan teleponnya lalu melihat ke arah Nyoman.

Nyoman saat ini masih terdiam bengong tak bergerak. Raut wajahnya kelihatan lucu dengan mulut terbuka. Ujung mulut Rara sedikit terangkat, dia tersenyum geli melihat Nyoman.

"Ayo kita pergi kesuatu tempat dulu!" Ajak Rara dan memalingkan wajahnya.

Seketika Nyoman tersadar dan menutup kembali mulutnya. Nyoman mengikuti Rara yang sudah berjalan di depan.

Diperjalanan, Nyoman tidak pernah berhenti merasa kagum dengan ramainya ibukota di malam hari, sangat berbeda dengan suasana kampungnya yang sudah sangat sepi dan gelap saat malam.

Setelah hampir dua puluh menit berjalan, akhirnya mereka tiba didepan dua bangunan besar yang bersebelahan. Nyoman menyadari bahwa tempat ini adalah sebuah shopping mall.

Dia mengetahui ini karena banyak terpampang merk terkenal, mulai dari tempat makan, elektronik, pakaian, hingga perabot rumah. Nyoman memang belum pernah ke shopping mall sebelumnya, tetapi dia pernah melihatnya di televisi.

Sekarang shopping mall ini mungkin sudah tidak beroperasi lagi. Tidak ada satupun orang disini dan lampu lampunya sudah banyak yang mati. Suasana di pintu depan yang terbuat dari kaca transparan juga terlihat gelap. Hanya ada beberapa lampu di sekitar area parkir yang menyala.

Nyoman berjalan kearah bangunan disebelah kanan mengikuti Rara yang memandu jalan didepan.

Beberapa saat mereka pun sampai di sisi kanan bangunan. Ada sebuah jalan masuk besar mengarah kebawah bangunan tersebut. Mereka pun berjalan masuk.

Ternyata ini adalah jalan masuk ke wilayah area parkir bawah tanah.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 9-- NAIK TINGKAT

    Tetapi sejauh pandangannya, dia tidak bisa menemukan dimana penjaga alam raga ini.Nyoman mencoba masuk lebih dalam kedalam hutan bambu. Sesekali dia memanjat ke pohon bambu yang terlihat lebih tinggi dari pohon bambu yang lain.Berbeda dengan Alam Ranah Jiwa yang dijaga Hanoman, tempat ini jauh lebih luas. Sudah hampir setengah jam Nyoman terus masuk jauh kedalam hutan."Mungkin besarnya alam arwah tergantung dari tingginya tingkatan alam arwahnya' pikir Nyoman.Alam Raga Nyoman sudah pasti mencapai tingkat tertinggi, sedangkan Alam Ranah Jiwa miliknya masih berada di tingkat kedua.Sekian lama mencari dan belum ada tanda tanda kemunculan roh arwah miliknya, Nyoman pun memutuskan untuk menyudahi pencarian dan keluar untuk memulai meditasi.Sesampainya diluar, Nyoman menyentuh pintu dan dengan sendirinya pintu tersebut telah tertutup.Nyoman ingin segera memulai meditasi, tetapi dia melupakan satu hal. Dia lupa menanyakan bagaimana cara menggunakan kemampuan roh!Nyoman ingin kembali

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 8--MEDITASI

    Sebuah ruangan tanpa lampu, hanya beberapa lilin berbau harum yang menerangi seisi ruangan tersebut.Ditengah ruangan, ada beberapa gambar berbentuk lingkaran di lantai dengan corak gambar seperti perpaduan kaligrafi dan kelopak bunga. Ada sebuah bantal duduk di masing masing gambar tersebut.Di sisi kanan, ada sebuah meja sepanjang lebih dari tiga meter berdempet ke sepanjangan dinding dan diatas meja tersebut, tersusun berbagai macam peralatan masak dan peralatan makan.Disisi kiri, ada lemari pakaian dua pintu berbahan kayu setinggi kurang lebih dua meter. Disamping lemari tersebut, ada sebuah meja rias kuno dengan beberapa cermin diatasnya dan sebuah lampu hias kuno.Karena tempat ini berada di bawah tanah, ruangan ini tidak memiliki jendela. Hanya sepasang ventilasi di bagian atas dinding di setiap sisinya.Setelah melihat sekitar ruangan, Nyoman melihat Rara yang sudah duduk di salah satu bantalan diatas gambar bercorak kelopak bunga berwarna hijau."Duduklah diatas mandala ber

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   INFORMASI, REFERENSI, DAN CATATAN PENULIS

    ==(SANG DEWA PELINDUNG "HANOMAN")== Hanoman/ Hanūman/ Anoman adalah salah satu dewa dalam kepercayaan agama Hindu, sekaligus tokoh protagonis dalam wiracarita Ramayana yang paling terkenal. Ia adalah seekor kera putih dan merupakan putra Batara Bayu dan Anjani, keponakan dari Subali dan Sugriwa. Menurut kitab Serat Pedhalangan, tokoh Hanoman sebenarnya memang asli dari wiracarita Ramayana, tetapi dalam pengembangannya tokoh ini juga kadangkala muncul dalam serial Mahabharata, sehingga menjadi tokoh antarzaman. Di India, hanoman dipuja sebagai dewa pelindung dan beberapa kuil didedikasikan untuk memuja dirinya.(WIKIPEDIA)==("RATU PANTAI SELATAN "PUTRI KADITA")==Nyi Roro Kidul atau Nyai Roro Kidul adalah sosok supranatural dari cerita rakyat Indonesia. Ia dipercaya menguasai Laut Selatan dalam mitos Sunda dan Jawa.Dalam mitologi Jawa, Kanjeng Ratu Kidul merupakan ciptaan dari Dewa Kaping Telu yang mengisi alam kehidupan sebagai dewi padi dan dewi alam yang lain. Sedangkan Nyi Roro

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 7-- ALAM ARWAH

    "Hewan magis dijual kepada medium untuk di korbankan.. Setelah hewan itu mati, medium membuat kontrak dengan roh hewan tersebut.. beberapa bagian tubuh hewan magis juga dapat dibuat menjadi benda pusaka.. Selain meditasi, seorang medium juga dapat menyerap energi dari hewan magis untuk menaikan tingkat kekuatan alam arwah setelah membunuh hewan magis tersebut.." Jawab Rara menjelaskan.Nyoman kembali ingin bertanya. Tetapi belum sempat dia membuka mulutnya, Mbah Ajeng sudah kembali dengan membawa nampan yang diatasnya terdapat teko dan tiga buah gelas."Diminum dulu tehnya.." ucap Mbah Ajeng menyuguhkan gelas kepada Rara dan Nyoman dan mengisi gelas-gelas tersebut dengan teh.Mbah Ajeng duduk setelah selesai menyuguhkan teh. Lalu Mbah Ajeng meminum teh diikuti dengan Rara dan Nyoman.Setelah selesai meneguk tehnya, Mbah Ajeng mengkerutkan dahi, melihat Nyoman lalu bertanya,"Aku merasakan ada roh tingkat dewa di alam arwahmu.. darimana kau mendapatkan roh tersebut?"Nyoman yang masih

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 6-- PUTRI AJENG RARA KADILA

    Nyoman pun ikut mengangguk walaupun masih banyak hal yang tidak dia mengerti setelah melihat statistik di layar."Ambillah hp android ini, data dirimu sudah disimpan disini.. mulai sekarang kamu bisa cek perkembangan statistikmu melalui hp ini.. didalam hp ini ada aplikasi tentang info info arwah, binatang, tumbuhan, dan makhluk lainnya.. kamu juga bisa memakai hp ini layaknya hp android biasa, untuk menelepon, kirim pesan, dan tentu saja melihat map." ucap Rara sambil mengeluarkan hp android dari salah satu kotak logam tidak jauh dari layar."Terima kasih kak.. Lalu.. Kita mau ngapain lagi setelah ini?" Kata Nyoman setelah berjalan ketempat Rara dan mengambil hp tersebut."Kita akan pergi ruangan lain digedung ini.. Kamu harus berlatih mengeluarkan kekuatan rohmu dulu ditempat itu sambil menunggu Hanoman untuk keluar dari alam rohmu.. Setelah itu kita akan mencari roh untukmu dan kamu akan melakukan kontrak dengan roh.. Hal ini sangat penting agar dirimu tidak dapat dirasuki roh lain

  • Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan   BAB 5-- ROH ARWAH BINATANG SUCI

    Setelah mereka sampai di sebuah pintu terbuat dari logam. Rara memencet suatu tombol di sebelah kanan pintu tersebut. Pintu pun terbuka secara otomatis kearah samping. Ternyata ini adalah sebuah elevator atau biasa disebut lift. Rara segera masuk setelah pintu terbuka. "Ayo cepat masuk!.. Ngapain bengong?" Seru Rara menyadarkan pikiran Nyoman yang entah kemana. Nyoman sempat terdiam kagum dengan bagusnya teknologi jaman sekarang. Maklum, ini kali pertama dia melihat sebuah lift. Nyoman pun segera masuk setelah sadar dari lamunannya. Rara pun memencet lagi sebuah tombol yang berada di dalam lift di sisi kanan pintu yang bertuliskan [B3]. Ruang dalam lift pun bergetar. Nyoman terkejut. Dia merasakan bahwa ruangan itu seperti bergerak. Nyoman merasa mual. Tetapi rasa mualnya tidak berlangsung lama. Lift pun berhenti. Terjadi gerakan yang kembali membuat Nyoman terkejut. Kali ini pintu lift terbuka secara otomatis tanpa perlu memencet tombol apapun. Rara pun keluar dan Nyo

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status