بيت / Mafia / Mantan Istri Sang Mafia / Bab 36. Model Dadakan

مشاركة

Bab 36. Model Dadakan

مؤلف: Tri Setyorini
last update تاريخ النشر: 2026-07-25 14:24:46

Acara pemotretan dimulai. Miranda berpose dengan sangat indah dan profesional. Kanaya yang berdiri di sana, menatap kagum pada Miranda. Namun, bukan berarti Kanaya ingin seperti Miranda.

"Auw! Kakiku." Miranda tiba-tiba mengerang kesakitan.

Mata Miranda melirik ke arah pria yang berharap melihat ke arahnya, tapi harapan Miranda sangat salah.

Lucas sama sekali tidak melihat ke arahnya, dia malah sibuk dengan ponsel di tangannya.

Kanaya tentu saja paham akan aksi Miranda. "Sayang, aku mau min
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Mantan Istri Sang Mafia   Bab 39. Sebuah Kebohongan

    Kanaya dengan cepat menjawab panggilan dari Lucas dan menyuruh Gio untuk diam sebentar di sana. "Iya, Sayang, ada apa?""Kanaya aku sebentar lagi pulang. Apa kau ingin aku bawakan sesuatu untukmu?"Kanaya sedikit terkejut dengan pertanyaan Lucas karena suaminya itu tidak pernah bersikap seperti itu padanya, kalaupun ingin memberikan sesuatu, Lucas langsung membelinya tanpa bertanya dulu pada Kanaya. Apa jangan-jangan, Lucas tahu kalau di rumah sedang ada Gio? Semoga saja itu tidak benar"Aku tidak mau dibawakan apa-apa, kamu pulanglah, aku sedang menunggumu dan aku menyiapkan kejutan istimewa untukmu," jawab Kanaya. "Kejutan istimewa? Kejutan apa yang kamu maksud? Jangan lagi membuat perayaan karena aku tidak menyukainya.""Kamu nanti akan tahu, pulang saja, aku akan menunggu di rumah."Lucas mematikan panggilan teleponnya. Kanaya segera meminta Gio untuk pergi dari rumahnya karena sebentar lagi Lucas akan datang, Kanaya tidak mau kalau nanti sampai terjadi keributan. "Kanaya, aku

  • Mantan Istri Sang Mafia   Bab 38. Lucas VS Gio

    Wajah Kanaya tegang melihat tangan Lucas mencengkeram erat leher Gio. Wajah Gio pun tampak memerah menahan sakit dan juga bahkan menahan nafas. Cengkraman tangan Lucas membuat Gio sulit untuk menghirup udara. "Sayang, tolong lepaskan Gio, jangan berbuat buruk padannya, dia tidak bermaksud ikut campur. Tolong lepaskan tanganmu." Kanaya memegangi tangan Lucas dan berusaha melepaskan dari leher Gio. "Kenapa kamu membelanya? Apa kamu memiliki hubungan istimewa dengannya? Pria ini sudah berani bicara menentangku. Di sini adalah wilayah kekuasaanku dan aku berhak memperlakukan siapapun sesuka hatiku termasuk pada Miranda!""Tolong, Sayang, jangan sampai kamu berbuat fatal. Gio hanya membantu Miranda, dia reflek dan aku sama sekali bukan membela Gio, hanya aku tidak ingin suamiku melakukan suatu kejahatan.""Kamu tidak perlu takut, meskipun aku membunuh pria brengsek saat ini juga, aku akan tetap baik-baik saja." Wajah Lucas masih terlihat menakutkan."Aku mohon, Sayang, lepaskan dia, sete

  • Mantan Istri Sang Mafia   Bab 37. Lucas Cemburu

    Belum hilang kagetnya Kanaya saat bertemu Gio di sana, sekarang Kanaya harus berpasangan dengan Gio sebagai model. "Kamu cantik sekali, Kanaya," bisik Gio saat berada tepat di belakang Kanaya. Kanaya mencoba tetap diam dan tersenyum di depan kamera foto yang akan membidiknya. Sekarang Sang fotografer mengarahkan Kanaya berdiri saling berhadapan dengan tangan bergelayut kecil pada leher Gio. Pandangan mata Gio tak lepas memperhatikan wajah Kanaya saat tersenyum ke arahnya. "Kenapa dulu aku menjadi pengecut sampai kehilanganmu," ucap Gio sekali lagi. "Gio, kita sedang bekerja, aku harap tidak membahas hal lainnya," jawab Kanaya dengan tetap fokus pada kamera. "Apa kamu takut karena ada suamimu? Aku bisa memperkenalkan diri sebagai teman lamamu yang kebetulan bertemu di sini?"Kanaya menoleh dengan wajah heran. Kenapa Gio berkata seolah-olah mereka ada hubungan? "Gio, fokus! Jangan memandangi Kanaya seperti itu karena itu tidak akan baik untuk dirimu, Sayang." Telunjuk Jo mengusa

  • Mantan Istri Sang Mafia   Bab 36. Model Dadakan

    Acara pemotretan dimulai. Miranda berpose dengan sangat indah dan profesional. Kanaya yang berdiri di sana, menatap kagum pada Miranda. Namun, bukan berarti Kanaya ingin seperti Miranda. "Auw! Kakiku." Miranda tiba-tiba mengerang kesakitan. Mata Miranda melirik ke arah pria yang berharap melihat ke arahnya, tapi harapan Miranda sangat salah. Lucas sama sekali tidak melihat ke arahnya, dia malah sibuk dengan ponsel di tangannya. Kanaya tentu saja paham akan aksi Miranda. "Sayang, aku mau minum." Tangan Kanaya mengusap lembut lengan suaminya. "Kamu mau minum? Kalau begitu kita ke ruangan utama saja."Tangan Lucas merangkul pinggang Kanaya dan membawanya pergi dari sana. "Kurang ajar! Dia benar-benar sudah mengambil Lucas dari tanganku," umpat Miranda kesal. Saat berjalan ke ruang utama, kedua mata Kanaya menangkap sosok yang dia kenali, berdiri tidak jauh dari sana. "Itu, kan, Gio? Sedang apa dia di sini?""Sayang, ada apa?" tanya Lucas heran karena melihat Kanaya yang tiba-tiba

  • Mantan Istri Sang Mafia   Bab 35. Kerja Sama

    Kanaya berjalan mondar mandir di depan tempat tidur, tepat di mana Lucas masih mendengkur halus. Dia ingin segera bicara dengan suaminya tentang kerja sama dengan Miranda. Namun, Kanaya tidak mau membangunkan langsung suaminya itu. "Dia harus membatalkan kerja samanya dengan wanita penggoda itu. Aku tidak mau kalau sampai dia bertemu wanita itu lagi." Kanaya berdialog sendiri. Tak lama, pria yang dari tadi dia tunggu untuk bangun pun mengerjapkan kedua mata, dia bangun, terduduk dan melihat heran pada istrinya yang masih sibuk berjalan bolak balik arah. "Kamu sedang apa? Kemarilah, temani aku tidur lagi, hari ini aku ingin menghabiskan waktu denganmu." Tangan Lucas menjulur. Kanaya seketika menghentikan langkahnya, dia menoleh dan berjalan perlahan, naik ke atas tempat tidur. "Sayang, aku bicara hal penting sama kamu."Lucas mendekap Kanaya dalam pelukannya. Kanaya sekarang malah bingung harus mulai dari mana, tapi dia harus bicara tegas dengan suaminya tentang kerja sama itu.

  • Mantan Istri Sang Mafia   Bab 34. Sebuah Luka

    Lucas terdiam saat Kanaya sedang menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Di ruang makan itu, hanya Kanaya yang terlihat sangat bersemangat, sedangkan Lucas, hanya diam memasang wajah dinginnya. "Sekarang, tiup lilinnya, Sayang." Kanaya menyodorkan kue ulang tahun tepat di depan Lucas. Lucas bukannya meniup, malah mematikan lilin dengan jari-jarinya. "Sayang, apa tidak panas jari tanganmu." Kanaya yang panik, memeriksa jemari tangan Lucas. "Itu lilin kecil, Kanaya. Sekarang, apa sudah selesai acara ulang tahunnya?"Bibir Kanaya seketika manyun mendengar ucapan suaminya yang seolah tidak suka dengan kejutan yang dia siapkan. "Apa kamu tidak bisa terlihat senang dengan kejutan yang aku siapkan, Sayang? Ini, kan, hari ulang tahumu dan pertama kali kita merayakannya berdua.""Aku membenci hari ulang tahunku, Kanaya." Wajah Lucas tampak dingin. "Kenapa? Bukannya setiap orang sangat menyukai saat hari ulang tahunnya dirayakan?""Bukan buatku, Kanaya. Setiap hari ulang tahunku tiba, aku

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status