共有

Bab 3

作者: Peachy
Amarahku tidak meledak seperti yang diharapkan Jack. Hanya menatapnya menggendong wanita simpanannya itu, aku sudah merasa jijik. Aku melangkah maju dan memukul meja dengan keras. "Kejam? Baiklah. Ayo kita bicara soal bisnis. Kita harus bagaimana menutupi lubang 75 miliar lima juta dolar ini. Bagaimana kita akan menutupinya?"

Sikapku yang dingin membuat Jack tersengat. Matanya memerah, lalu membalas dengan ketus, "Aku yang akan menutupinya. Hanya 75 miliar, 'kan?"

Aku tertawa sinis, lalu menatap Jack dan berkata dengan kata-kata yang tajam, "Hanya 75 miliar? Jack, kamu sudah lupa bagaimana dulu kamu minum sampai lambungmu berdarah demi kontrak pertama kita hanya untuk hemat biaya broker 750 juta? Sekarang kamu buang reputasi kita dan kontrak bernilai triliunan di masa depan demi seorang gadis bodoh. Otakmu sudah dirusak nafsumu?"

Karena kata-kataku tepat mengenai titik lemahnya, wajah Jack langsung memerah. Dia langsung memotong ucapanku dengan kesal, "Alisia, cara berpikirmu terlalu sempit."

Setelah itu, Jack mengeluarkan ponselnya dan mengetuk layar beberapa kali. Satu menit kemudian, notifikasi pembayaran muncul di grup obrolan dari bagian keuangan. Uang sebesar 75 miliar langsung ditransfer ke rekening perusahaan. Dia mengangkat kepala dan menatapku, seolah-olah itu bukan masalah besar dan dia baru saja menampar wajahku dengan 75 miliar demi membela kekasihnya.

Namun, di dalam hatiku, aku tidak merasakan apa pun selain ketenangan. Anak miskin yang dulu berbagi piza denganku karena merasa 180 ribu itu terlalu mahal, kini sudah cukup arogan untuk melanggar semua batasan dalam dunia bisnis. Dia langsung menghabiskan 150 miliar untuk Bianca tanpa berkedip.

Aku menatap Jack dengan dingin dan bertanya-tanya apakah dia masih akan tersenyum jika jumlah penaltinya bernilai tujuh triliun lima ratus miliar.

Sore itu, aku sedang menikmati teh sore di Penisilia bersama sahabatku, Isla. Saat aku baru saja mengangkat cangkir tehku, Chris meneleponku dengan panik, "Alisia, cepat kembali ke sini. Bianca bawa orang-orang untuk mengosongkan kantormu."

Aku langsung meraih tasku dan segera kembali ke Grup Aplez dengan sepatu hak tinggiku.

Saat aku mendorong pintu kaca kantorku hingga terbuka, tatapanku langsung menjadi dingin karena tempat itu sangat berantakan. Cetak biru yang aku gambar sendiri, dokumen rahasia, dan model proyek yang aku simpan selama lima tahun berserakan seperti sampah. Semuanya dipenuhi dengan jejak kaki yang kotor.

Bianca berdiri di dekat mejaku dan memberi perintah pada para pekerja logistik seolah-olah dia adalah pemilik tempat itu. "Ya, buang saja semua barang nggak berguna ini. Pindahkan mejanya ke area kerja terbuka."

"Berhenti," kataku dengan suara tajam yang membelah keributan itu.

Bianca berbalik. Namun, dia bahkan tidak terlihat takut, malahan berdiri makin tegak.

Aku langsung berjalan mendekati Bianca. Tanpa basa-basi, aku langsung mengangkat tanganku.

Plak!

Sebuah tamparan keras mendarat tepat di wajah Bianca dan suara tamparan itu bergema di seluruh ruangan.

Bianca mundur dengan terhuyung-huyung sambil memegang pipinya yang memerah dan mulai membengkak. "Kamu menamparku?"

"Aku menamparmu karena kamu ini gadis bodoh yang bahkan nggak sadar sudah menandatangani surat kematianmu sendiri," kataku sambil menatap Bianca.

Kilatan kebencian terlintas di tatapan Bianca. "Siapa yang memberimu hak itu? Jack yang perintahkan aku bereskan tempat ini. Dia bilang tempatmu sekarang hanya di area kerja terbuka."

Terdengar suara langkah kaki yang terburu-buru dari lorong.

"Apa yang sudah terjadi di sini?" tanya Jack yang menerobos masuk. Hal pertama yang dilihatnya adalah cetak biru yang sudah terinjak-injak. Kilatan rasa bersalah sempat melintas di tatapannya, tetapi hanya sebentar.

Namun, saat melihat bekas telapak tangan di wajah Bianca, rasa bersalah Jack langsung menghilang dan digantikan dengan amarah yang membabi buta. Dia menarik Bianca ke dalam pelukannya dan berteriak pada Chris serta para staf di luar ruangan, "Kalian semua buta ya? Kalian cuma diam saja dan biarkan dia bertindak seperti orang gila?"

Jack benar-benar tidak masuk akal, malah menyalahkan timku. Setelah itu, dia berbalik dan memegang kedua bahuku sambil berkata dengan nada yang sangat merendahkan, "Alisia, kamu sudah bekerja terlalu keras. Ambil cuti saja. Mulai sekarang, kamu dibebas tugaskan dari urusan perusahaan."

Cuti? Menghancurkan kantorku, lalu memindahkanku ke area kerja terbuka dan menyebut itu cuti? Aku menepis tangan Jack dengan jijik.

Jack mendengus dengan tatapan mengejek, lalu berkata sambil menatapku seperti badut, "Sudahlah, Bianca bilang dia sudah suruh orang menyelidikinya. Nggak ada aturan harus menikah sebelum usia 30 tahun di kampung halamanmu di Sicily."

Aku menyipitkan mata.

Bianca mengintip dari dalam pelukan Jack, memainkan peran korban dengan sempurna. "Maaf, Alisia .... Aku hanya nggak tahan lihat kamu berbohong padanya. Kenapa kamu mengarang kebohongan seperti itu hanya untuk memaksanya menikahimu?"

Melihat kedua orang itu memainkan sandiwara murahan itu bersama-sama membuat perutku terasa mual. Tentu saja tidak ada aturan seperti itu di Sicily, Keluarga Adinegoro yang membuat aturan itu khusus untukku. Namun, mereka tidak pantas mendapatkan penjelasan apa pun.

Mataku mengamati seluruh tubuh Bianca perlahan-lahan. Gaun haute couture Dior yang terbaru, anting-anting edisi terbatas dari Van Cleef, dan tas Hermes Birkin di tangannya. Harga dari seluruh penampilan itu saja sudah lebih mahal daripada gaji seorang asisten selama sepuluh tahun. Tatapanku langsung menjadi sangat dingin.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 10

    Saat melihatku, kebahagiaan yang murni dan tak tersamarkan terlihat di mata Jack yang selama ini redup tak bercahaya.Dia mengira aku melunak. Dia mengira Ratu Jalan Berjaya yang selalu berada di puncak itu masih tidak mampu melepaskan hubungan sepuluh tahun yang pernah kami jalani.Tanpa ekspresi, aku berbalik dan menuntunnya ke sebuah ruang privat yang kosong di hotel itu. Pintu tertutup di belakang kami, memutus semua kebisingan dari luar.Jack berdiri dengan canggung, tidak tahu harus meletakkan tangannya di mana."Alisia ...." Dia menatapku dengan hati-hati, suaranya bergetar. "A ... apa kamu masih membenciku?"Aku berjalan ke minibar dan menuangkan segelas air es untuk diriku sendiri."Saat pertama kali melihat foto kamu dan Bianca bermesraan di kapal pesiar itu, ya, aku membencimu." Aku memegang gelasku, tetap tenang. "Sekarang? Sudah nggak lagi. Kalau mau membencimu, aku harus punya sisa perasaan padamu. Dan aku sudah nggak merasakan apa pun."Mendengar kata-kata itu, cahaya di

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 9

    Matahari di Sicily tetap menyengat seperti biasanya.Di luar jalur VIP Bandara Pamo, aku sedang menunggu seorang kritikus arsitektur ternama yang kuundang secara khusus.Dari sudut mataku, aku melihat sosok menyedihkan yang terlihat tidak asing. Wajahnya dipenuhi janggut yang tak terurus, mengenakan setelan tua yang kusut, dan matanya benar-benar seperti kehilangan cahaya kehidupan.Itu Jack.Sudah setahun aku tidak melihatnya. Namun, Lisa selalu memberiku kabar mingguan tentang kehidupannya yang menyedihkan.Di bawah tangan besi Lisa, kehidupan Jack dan Bianca di Grup Aplez benar-benar seperti neraka. Dalam waktu dua bulan saja, Bianca tidak sanggup lagi menahan tekanan dan akhirnya mengundurkan diri.Dia menjadi seperti orang gila, terus-menerus mengejar Jack agar mencairkan saham miliknya dan memberikan uang yang pernah dijanjikannya. Namun, Jack yang sudah kehilangan seluruh kekuasaan dan pengaruhnya, menolak mengeluarkan sepeser pun.Mereka bahkan sampai bertengkar secara fisik di

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 8

    Jet pribadiku mendarat mulus di landasan khusus di Sicily.Pintu kabin terbuka dan sinar matahari yang terang langsung memenuhi bagian dalam pesawat, seketika mengusir sisa-sisa bayangan Chago.Yang menunggu di bawah tangga adalah ayahku, bos mafia yang paling ditakuti di Sicily.Di sampingnya berdiri seorang pria yang seolah-olah menguasai ruang di sekitarnya. Tunangan hasil perjodohanku yang selama ini hanya kudengar dari cerita.Namanya David. Bos mafia termuda yang memimpin salah satu dari Lima Keluarga Besar Anarik Utara.Dia mengenakan setelan jas hitam yang dijahit sempurna, dengan satu tangan terselip santai di saku celananya. Wibawanya tidak dipaksakan seperti Jack. Auranya terasa dalam dan berbahaya. Tampak sangat elegan."Selamat datang kembali, Putriku." Ayahku melangkah maju dan memelukku erat-erat.Kemudian, David menghampiri dengan langkah panjang dan tenang. Dia tidak menatapku dengan kesombongan seorang pria yang sedang menilai sebuah trofi.Sebaliknya, tatapannya dipe

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 7

    Jack terhenyak. Benar-benar seperti tersambar petir di siang bolong.Enam puluh empat persen? Dari mana?Dia menerjang meja dan membolak-balik dokumen pengalihan saham yang telah distempel resmi dengan tangan gemetar.Brak!Pengawal Lisa maju selangkah, mencengkeram bahu Jack dan memaksanya mundur."Sekarang sudah jelas?" Lisa mencibir dengan tatapan penuh penghinaan. "Mulai hari ini, aku yang mengambil semua keputusan di Aplez. Mulai hari ini, Jack, semua kewenangan manajemenmu di perusahaan ini resmi dicabut. Bereskan barang-barangmu dan pulanglah."Jack menatap tanda tangan di dokumen itu tanpa berkedip. Kemudian, dia mendongak mendadak, matanya memerah."Alisia! Apa kamu sudah gila?!" teriaknya seperti orang kesurupan. "Kamu jual semua yang kita bangun selama lima tahun?!"Aku menatap wajahnya yang marah dan menyedihkan itu, lalu tertawa dingin."Jack, kalau kamu bisa dengan murah hati memberikan 15% sahammu kepada selingkuhanmu sebagai bayaran atas jasanya, aku juga bisa secara sa

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 6

    Jack mengernyit.Dia menatapku lekat-lekat, mencari tanda bahwa aku hanya menggertak. Namun, tatapanku yang tak goyah membuat hatinya panik.Dia terlalu mengenalku dengan baik. Jika aku sudah mengambil keputusan, aku tidak pernah kalah.Ketakutan yang tersembunyi itu membuatnya mengubah taktik. Dia berjalan mengitari meja hingga berada di sisiku, lalu melembutkan suaranya, mencoba trik manipulasi lamanya yang selalu dia gunakan."Alisia, tolong hentikan ini." Jack menghela napas sambil mengulurkan tangan ke bahuku. "Beberapa hari lagi adalah peringatan sepuluh tahun hubungan kita. Aku akan mengatur pesta pertunangan kita. Setelah kuartal ini berakhir, aku akan meluangkan waktu untuk pergi ke Sicily bersamamu ya?"Ke Sicily lagi.Hidungku terasa perih saat kenangan lama membanjiri pikiranku.Dulu, di apartemen paling kumuh di kota ini, aku meringkuk di sofa rusak sambil bersandar dalam pelukan Jack, berbagi mimpi-mimpi terbesarku.Aku pernah bercerita padanya bagaimana aku bekerja mati-

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 5

    Jack membungkuk di atas mejaku, lalu tersenyum arogan dan mengasihani. "Jangan menatapku seperti itu, Alisia. Meskipun kamu lepaskan sahammu, aku tetap akan menikahimu. Kamu ini istriku satu-satunya, Alisia."Dia bahkan mengulurkan tangan untuk menyentuh pipiku, tetapi aku memalingkan wajah. Dia tidak peduli, melainkan menarik kembali tangannya dan terus memberikan janji-janji kosong. "Aku akan lipat gandakan uang bulananmu, kamu bisa berbelanja dan pergi ke spa sesukamu. Bianca tahu posisinya, dia nggak akan pernah menantang kedudukanmu di rumah."Jack sedang berperan menjadi Tuhan, permainan kecilnya yang menjijikkan.Saat menatap wajah Jack yang terasa begitu familier sekaligus asing itu, rasa mual naik ke tenggorokanku. Aku menatapnya dengan tatapan dingin dan berkata, "Hapus ekspresi menjijikkan itu dari wajahmu, Jack. Kamu nggak pantas mendapatkanku."Ekspresi Jack langsung muram dan topengnya terlepas saat amarah menguasainya. Dia berdiri tegak dan mencibir, "Terserah kamu saja.

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 4

    Menghadapi pengkhianatan itu, aku membunuh sisa rasa belas kasih yang masih aku miliki.Di rapat dewan sore itu, aku menancapkan sebuah diska lepas ke komputer dan menampilkannya di layar raksasa. Semua eksekutif di ruangan itu langsung terkejut karena itu bukan rencana bisnis, melainkan laporan dar

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 2

    Layar ponselku menyala dan masuk sebuah pesan enkripsi dari keluargaku.[ Jet pribadi sudah siap dan akan jemput kamu pulang dalam tiga hari ini. ]Melihat pesan itu, rasa jijikku langsung menghilang. Meskipun aku akan pergi untuk selamanya, aku sama sekali tidak berniat bertengkar dengan Jack untuk

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 1

    Aku telah mencintai Jack selama sepuluh tahun, tetapi sekarang aku meninggalkannya untuk menikahi bos paling berkuasa di Kosta Nika.Saat aku baru saja menutup ritsleting koperku di malam itu, pintu apartemen dibanting hingga terbuka. Setelah itu, terlihat Jack berdiri di dekat pintu sambil melongga

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status