Share

Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku
Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku
Author: Peachy

Bab 1

Author: Peachy
Aku telah mencintai Jack selama sepuluh tahun, tetapi sekarang aku meninggalkannya untuk menikahi bos paling berkuasa di Kosta Nika.

Saat aku baru saja menutup ritsleting koperku di malam itu, pintu apartemen dibanting hingga terbuka. Setelah itu, terlihat Jack berdiri di dekat pintu sambil melonggarkan dasinya. Saat tatapannya tertuju pada koper itu, dia hanya terlihat kesal seperti seorang bos yang tidak suka diganggu.

Jack menatapku dari atas ke bawah, lalu berkata, "Masih nggak cukup buat keributan di kantor? Nggak bisa tunggu sampai aku pulang kerja? Kamu harus buru-buru pulang dan berperan jadi calon pengantin yang kabur ya?"

Aku berdiri dan menatap Jack dengan tanpa ekspresi. Baginya, aku hanya orang yang selalu membuat keributan. Aku pun menghentikan sandiwaraku sebagai pacar yang baik dan berkata, "Bianca nggak sampaikan pesanku padamu?"

Ucapan itu langsung membuat Jack marah. "Alisia, kamu ini sudah gila. Kenapa kamu selalu memusuhinya? Kamu yang membimbing gadis itu. Apa yang mau kamu lakukan? Menghancurkan hidupnya?"

Memusuhi? Menghancurkan hidup Bianca?

Saat menatap pria di hadapanku yang sedang meluapkan amarahnya untuk menutupi rasa bersalahnya sendiri, aku merasa sungguh menyedihkan. Dia tidak tahu aku sebenarnya adalah putri dari bos paling kejam di Sicily.

Bertahun-tahun yang lalu, aku menentang Keluargaku dan menolak untuk menyentuh uang hasil pertumpahan darah itu. Aku datang ke Anarik Utara tanpa membawa apa-apa, lalu menyembunyikan nama keluargaku dan bersumpah akan membangun kerajaanku sendiri di Jalan Berjaya.

Setelah itu, aku bertemu dengan Jack. Kami sering begadang semalaman untuk membaca laporan keuangan di apartemen kumuh, makan piza diskon, dan bertarung menghadapi dunia bersama-sama. Aku menggunakan naluri bisnis mematikan yang diwariskan keluargaku untuk membantunya berkembang dari nol dan menjadikannya anak emas dari Jalan Berjaya.

Dan soal Bianca? Dia hanya seorang pelayan kafe yang kutemukan secara kebetulan di kafe lantai bawah. Hari itu, dia menangis sampai tubuhnya gemetar karena menumpahkan kopi dan matanya terlihat sama seperti mata sepupuku yang berada di Sicily. Di kota yang dingin dan jauh dari keluargaku ini, secercah rasa rumah itu adalah satu-satunya hal yang mampu menembus pertahananku.

Aku sempat menyelidiki Bianca sedikit. Dia memang lulusan dari universitas elite, tetapi dia sedang tenggelam dalam utang judi keluarganya. Oleh karena itu, aku membawanya masuk ke perusahaan. Aku memberinya pekerjaan yang layak, merencanakan kariernya, dan bahkan melunasi utangnya dari penagih utang yang pertama dengan uang dari kantongku sendiri.

Aku pikir aku sedang menyelamatkan seorang gadis yang putus asa. Namun, aku salah, makhluk kecil yang terlihat tak berdaya itu ternyata sudah mengincar Jack sejak hari pertama. Belakangan ini, dia menghabiskan seluruh energinya untuk merayu bosnya di tempat kerja.

Minggu lalu, Bianca baru melakukan kesalahan yang fatal. Dia membocorkan harga dasar kami dalam kontrak bernilai miliaran.

Di ruang rapat yang penuh dengan para eksekutif dan investor, aku menangani hal itu sesuai prosedur. Aku menunjukkan kesalahan Bianca dan menyuruhnya menghubungi tim hukum untuk segera memperbaikinya. Aku bahkan tidak meninggikan volume suara.

Namun, apa yang dilakukan Bianca? Matanya langsung berkaca-kaca dan menatap Jack dengan ekspresi ketakutan.

Itu adalah pertama kalinya Jack mengamuk di depan publik. Dia menghantam meja dengan kedua tangannya, lalu menunjuk tepat ke wajahku. "Diam, Alisia!"

Suasana di seluruh ruangan langsung hening. Semua orang dan bahkan para investor langsung menatap Jack dengan terkejut.

Jack mengabaikan fakta bahwa seluruh tim harus berjaga semalaman hanya untuk membereskan kekacauan yang dibuat Bianca. Dia menarik Bianca ke belakang tubuhnya dan berkata, "Itu hanya data yang salah. Apa kamu harus sampai mempermalukannya di depan semua orang?"

Dia menatapku dengan tatapan jijik, seolah-olah aku adalah monster. Setelah itu, dia mengumumkan pada semua orang di ruangan itu, "Mulai sekarang, Bianca adalah asisten utamaku. Siapa pun yang punya masalah dengan itu, silakan angkat kaki dari sini."

Jack berdiri tegak sambil mengangkat dagunya. Dia terlihat begitu angkuh saat mencabut kekuasaanku begitu saja, mabuk oleh sensasi karena akhirnya berhasil menempatkanku di bawahnya.

Sementara itu, Bianca bersembunyi di belakang Jack dan menatapnya dengan tatapan memuja.

Saat pikiranku kembali ke kenyataan, aku tiba-tiba menyadari Jack sudah muak mendengar kalimat bahwa tidak ada Jack tanpa Alisia. Dia tidak menginginkan pasangan yang setara, melainkan hewan peliharaan yang akan terus memujanya. Dia sudah bukan pria di apartemen kumuh itu yang pernah berkata, "Aku hanya akan menyerah padamu saja."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 10

    Saat melihatku, kebahagiaan yang murni dan tak tersamarkan terlihat di mata Jack yang selama ini redup tak bercahaya.Dia mengira aku melunak. Dia mengira Ratu Jalan Berjaya yang selalu berada di puncak itu masih tidak mampu melepaskan hubungan sepuluh tahun yang pernah kami jalani.Tanpa ekspresi, aku berbalik dan menuntunnya ke sebuah ruang privat yang kosong di hotel itu. Pintu tertutup di belakang kami, memutus semua kebisingan dari luar.Jack berdiri dengan canggung, tidak tahu harus meletakkan tangannya di mana."Alisia ...." Dia menatapku dengan hati-hati, suaranya bergetar. "A ... apa kamu masih membenciku?"Aku berjalan ke minibar dan menuangkan segelas air es untuk diriku sendiri."Saat pertama kali melihat foto kamu dan Bianca bermesraan di kapal pesiar itu, ya, aku membencimu." Aku memegang gelasku, tetap tenang. "Sekarang? Sudah nggak lagi. Kalau mau membencimu, aku harus punya sisa perasaan padamu. Dan aku sudah nggak merasakan apa pun."Mendengar kata-kata itu, cahaya di

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 9

    Matahari di Sicily tetap menyengat seperti biasanya.Di luar jalur VIP Bandara Pamo, aku sedang menunggu seorang kritikus arsitektur ternama yang kuundang secara khusus.Dari sudut mataku, aku melihat sosok menyedihkan yang terlihat tidak asing. Wajahnya dipenuhi janggut yang tak terurus, mengenakan setelan tua yang kusut, dan matanya benar-benar seperti kehilangan cahaya kehidupan.Itu Jack.Sudah setahun aku tidak melihatnya. Namun, Lisa selalu memberiku kabar mingguan tentang kehidupannya yang menyedihkan.Di bawah tangan besi Lisa, kehidupan Jack dan Bianca di Grup Aplez benar-benar seperti neraka. Dalam waktu dua bulan saja, Bianca tidak sanggup lagi menahan tekanan dan akhirnya mengundurkan diri.Dia menjadi seperti orang gila, terus-menerus mengejar Jack agar mencairkan saham miliknya dan memberikan uang yang pernah dijanjikannya. Namun, Jack yang sudah kehilangan seluruh kekuasaan dan pengaruhnya, menolak mengeluarkan sepeser pun.Mereka bahkan sampai bertengkar secara fisik di

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 8

    Jet pribadiku mendarat mulus di landasan khusus di Sicily.Pintu kabin terbuka dan sinar matahari yang terang langsung memenuhi bagian dalam pesawat, seketika mengusir sisa-sisa bayangan Chago.Yang menunggu di bawah tangga adalah ayahku, bos mafia yang paling ditakuti di Sicily.Di sampingnya berdiri seorang pria yang seolah-olah menguasai ruang di sekitarnya. Tunangan hasil perjodohanku yang selama ini hanya kudengar dari cerita.Namanya David. Bos mafia termuda yang memimpin salah satu dari Lima Keluarga Besar Anarik Utara.Dia mengenakan setelan jas hitam yang dijahit sempurna, dengan satu tangan terselip santai di saku celananya. Wibawanya tidak dipaksakan seperti Jack. Auranya terasa dalam dan berbahaya. Tampak sangat elegan."Selamat datang kembali, Putriku." Ayahku melangkah maju dan memelukku erat-erat.Kemudian, David menghampiri dengan langkah panjang dan tenang. Dia tidak menatapku dengan kesombongan seorang pria yang sedang menilai sebuah trofi.Sebaliknya, tatapannya dipe

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 7

    Jack terhenyak. Benar-benar seperti tersambar petir di siang bolong.Enam puluh empat persen? Dari mana?Dia menerjang meja dan membolak-balik dokumen pengalihan saham yang telah distempel resmi dengan tangan gemetar.Brak!Pengawal Lisa maju selangkah, mencengkeram bahu Jack dan memaksanya mundur."Sekarang sudah jelas?" Lisa mencibir dengan tatapan penuh penghinaan. "Mulai hari ini, aku yang mengambil semua keputusan di Aplez. Mulai hari ini, Jack, semua kewenangan manajemenmu di perusahaan ini resmi dicabut. Bereskan barang-barangmu dan pulanglah."Jack menatap tanda tangan di dokumen itu tanpa berkedip. Kemudian, dia mendongak mendadak, matanya memerah."Alisia! Apa kamu sudah gila?!" teriaknya seperti orang kesurupan. "Kamu jual semua yang kita bangun selama lima tahun?!"Aku menatap wajahnya yang marah dan menyedihkan itu, lalu tertawa dingin."Jack, kalau kamu bisa dengan murah hati memberikan 15% sahammu kepada selingkuhanmu sebagai bayaran atas jasanya, aku juga bisa secara sa

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 6

    Jack mengernyit.Dia menatapku lekat-lekat, mencari tanda bahwa aku hanya menggertak. Namun, tatapanku yang tak goyah membuat hatinya panik.Dia terlalu mengenalku dengan baik. Jika aku sudah mengambil keputusan, aku tidak pernah kalah.Ketakutan yang tersembunyi itu membuatnya mengubah taktik. Dia berjalan mengitari meja hingga berada di sisiku, lalu melembutkan suaranya, mencoba trik manipulasi lamanya yang selalu dia gunakan."Alisia, tolong hentikan ini." Jack menghela napas sambil mengulurkan tangan ke bahuku. "Beberapa hari lagi adalah peringatan sepuluh tahun hubungan kita. Aku akan mengatur pesta pertunangan kita. Setelah kuartal ini berakhir, aku akan meluangkan waktu untuk pergi ke Sicily bersamamu ya?"Ke Sicily lagi.Hidungku terasa perih saat kenangan lama membanjiri pikiranku.Dulu, di apartemen paling kumuh di kota ini, aku meringkuk di sofa rusak sambil bersandar dalam pelukan Jack, berbagi mimpi-mimpi terbesarku.Aku pernah bercerita padanya bagaimana aku bekerja mati-

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 5

    Jack membungkuk di atas mejaku, lalu tersenyum arogan dan mengasihani. "Jangan menatapku seperti itu, Alisia. Meskipun kamu lepaskan sahammu, aku tetap akan menikahimu. Kamu ini istriku satu-satunya, Alisia."Dia bahkan mengulurkan tangan untuk menyentuh pipiku, tetapi aku memalingkan wajah. Dia tidak peduli, melainkan menarik kembali tangannya dan terus memberikan janji-janji kosong. "Aku akan lipat gandakan uang bulananmu, kamu bisa berbelanja dan pergi ke spa sesukamu. Bianca tahu posisinya, dia nggak akan pernah menantang kedudukanmu di rumah."Jack sedang berperan menjadi Tuhan, permainan kecilnya yang menjijikkan.Saat menatap wajah Jack yang terasa begitu familier sekaligus asing itu, rasa mual naik ke tenggorokanku. Aku menatapnya dengan tatapan dingin dan berkata, "Hapus ekspresi menjijikkan itu dari wajahmu, Jack. Kamu nggak pantas mendapatkanku."Ekspresi Jack langsung muram dan topengnya terlepas saat amarah menguasainya. Dia berdiri tegak dan mencibir, "Terserah kamu saja.

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 3

    Amarahku tidak meledak seperti yang diharapkan Jack. Hanya menatapnya menggendong wanita simpanannya itu, aku sudah merasa jijik. Aku melangkah maju dan memukul meja dengan keras. "Kejam? Baiklah. Ayo kita bicara soal bisnis. Kita harus bagaimana menutupi lubang 75 miliar lima juta dolar ini. Bagai

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 2

    Layar ponselku menyala dan masuk sebuah pesan enkripsi dari keluargaku.[ Jet pribadi sudah siap dan akan jemput kamu pulang dalam tiga hari ini. ]Melihat pesan itu, rasa jijikku langsung menghilang. Meskipun aku akan pergi untuk selamanya, aku sama sekali tidak berniat bertengkar dengan Jack untuk

  • Mantanku yang Kaya Raya Menyesal Telah Meninggalkanku   Bab 4

    Menghadapi pengkhianatan itu, aku membunuh sisa rasa belas kasih yang masih aku miliki.Di rapat dewan sore itu, aku menancapkan sebuah diska lepas ke komputer dan menampilkannya di layar raksasa. Semua eksekutif di ruangan itu langsung terkejut karena itu bukan rencana bisnis, melainkan laporan dar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status