로그인Saat memilih perhiasan untuk pernikahan kami, Landon tetap membeli dua buah dan membiarkan saudari kembarku, Selly, memilih lebih dulu. Yang satu adalah gelang bertatahkan batu rubi dari sebuah lelang di Silia. Yang satunya lagi adalah gelang batu oniks hitam keluaran biasa, model yang dijual di hampir setiap toko perhiasan di pusat perbelanjaan. Untuk pertama kalinya, aku bergerak lebih cepat daripada Selly. Aku menunjuk gelang rubi itu. "Kali ini, boleh aku yang pilih lebih dulu?" Landon mengusap puncak kepalaku dengan sikap penuh kasih yang biasa dia lakukan setiap kali ingin membuatku menurut. "Selly selalu keras kepala soal kualitas. Kalau bukan yang terbaik, dia nggak bakal mau. Kamu 'kan nggak terlalu peduli soal beginian, Lena. Lagian, yang satunya juga nggak jelek." Aku tidak langsung menjawab. Ada sesuatu di dalam hatiku yang tiba-tiba terdiam. Di keluargaku sendiri, Selly selalu mendapat bagian pertama, tempat duduk terbaik, dan kamar dengan pemandangan paling indah. Ibuku selalu berkata Selly pantas mendapatkan yang terbaik karena dia lebih mampu menjaga nama baik Keluarga Bernadi. Ayahku menyebutnya sebagai keputusan yang masuk akal. Begitu pula dengan pernikahan. Keluarga Bernadi dan Keluarga Mardana sudah lama berjanji akan menikahkan salah satu putri mereka dengan pewaris Keluarga Mardana, bahkan jauh sebelum kami berdua mengerti apa itu cinta. Semua orang mengira putri itu pasti Selly. Namun, Selly sudah menunjukkan sikapnya dengan sangat jelas. Dia lebih memilih mempertahankan kebebasan dan citra sempurnanya di mata publik daripada menjadi Nyonya Keluarga Mardana. Karena itulah Landon beralih kepada putri Keluarga Bernadi yang lain. Aku sudah mengenal Landon selama 20 tahun. Di dunianya, posisiku selalu berada di belakang Selly. Aku menatap gelang oniks hitam yang tergeletak di atas meja, lalu mendorongnya kembali. "Selly saja yang ambil dua-duanya. Aku nggak jadi pilih." Aku tidak mau lagi menjadi pilihan sisa. Tidak akan lagi.
더 보기Setahun kemudian, Rowan dan aku mengadakan pernikahan sederhana di Savani.Tidak ada iring-iringan mafia, tidak ada media, dan tidak ada seorang pun yang menjadikan pernikahanku sebagai panggung.Lampu-lampu hias tergantung hangat di seluruh halaman.Aria membuat pai lemon, sementara Alvin menjaga kotak cincin dengan serius.Aku tidak mengundang kedua orang tuaku. Aku tidak tahu apakah mereka mengetahui pernikahan ini dan aku juga tidak ingin tahu.Satu jam sebelum upacara dimulai, ponselku bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak kukenal.[ Aku dengar hari ini kamu menikah. Semoga kamu bahagia. ]Aku menatap pesan itu selama beberapa detik dan tidak membalasnya.Di saat yang sama, di Kota Cago, Landon duduk sendirian di rumah yang kosong.Cahaya layar ponsel menerangi wajahnya. Pesan itu sudah terbaca, tetapi tidak pernah ada balasan.Dia menatap layar percakapan itu cukup lama, lalu dia tersenyum tipis dan matanya memerah.Selly telah memberitahunya tentang pernikahanku. La
Saat kembali ke Kota Cago, untuk pertama kalinya Landon menyadari betapa kosongnya rumah Keluarga Mardana.Kamar lamaku masih dibiarkan seperti semula. Di dalam salah satu laci, Landon menemukan catatan pembukuan dengan tulisan tanganku yang rapi. Di setiap sudut halamannya terdapat sketsa-sketsa koper sederhana yang kugambar dengan iseng.Selama ini dia tidak pernah menyadarinya.Malam itu, dia merokok hingga fajar menyingsing. Gelang berhias rubi yang pernah kutolak tergeletak di samping tangannya.Viktor Mardana mendorong pintu hingga terbuka, lalu menatap putranya dengan kening berkerut."Kamu sampai menghancurkan dirimu sendiri demi putri Keluarga Bernadi yang bahkan nggak istimewa itu?"Landon mengangkat kepalanya. Matanya merah karena dipenuhi pembuluh darah."Jangan bicara tentang dia seperti itu."Viktor terkekeh dingin. "Kalau memang kamu ingin melindunginya, kamu nggak akan membiarkan pesta pernikahanmu tanpa pengawasan hanya karena sibuk mengantar Selly. Kamu menempatkan Le
Suara langkah kaki terdengar dari luar.Rowan masuk bersama Alvin, yang membawa kantong kulit yang belum selesai dibuat. Anak itu langsung menghampiriku.Aku berjongkok dan membenarkan benang jahitnya."Di bagian sini pelan-pelan saja. Kalau terlalu cepat, jahitannya nanti jadi miring."Rowan mengusap setitik lilin yang menempel di pipiku. Gerakannya begitu alami, tetapi cukup dekat hingga Landon bahkan tidak punya ruang untuk menyela di antara kami.Landon berdiri tak jauh dari sana tanpa mampu mengatakan apa pun. Dia hanya memandangi Rowan dan aku yang sedang berdiskusi tentang kerajinan kulit, melihat Alvin menyerahkan kantong kulitnya kepadaku, lalu melihatku tersenyum.Sesuatu di wajah Landon seolah-olah runtuh.Hari itu dia pergi dengan tergesa-gesa. Namun, keesokan harinya dia datang lagi. Begitu juga hari setelahnya.Pada hari keempat, dia bahkan tidak masuk ke dalam studio. Mobilnya hanya terparkir di ujung jalan, dari sore hingga hari mulai gelap.Setiap kali datang, dia sela
Ibuku yang pertama kali angkat bicara."Lena! Setelah penyerangan di pesta pernikahan itu, kamu menghilang begitu saja sampai Keluarga Mardana mengacak-acak seluruh Kota Cago untuk mencarimu. Gimana Keluarga Mardana bisa menjaga nama baik mereka? Gimana dengan Keluarga Bernadi?"Suara Landon terdengar pelan. "Siapa dia?"Aku tidak menjawab.Ibuku langsung menyela dengan nada tajam."Jadi, memang ada pria lain. Pantas saja kamu pergi tanpa ragu. Sudah nggak pintar, sekarang bahkan nggak tahu malu juga?"Rowan menatapku, lalu memandang mereka. Suaranya tetap tenang."Aku akan ajak Alvin ke belakang. Panggil aku kalau kamu butuh aku."Dia tidak membelaku. Dia juga tidak mengambil alih pembicaraan untukku. Dia memberiku ruang untuk memilih sendiri. Entah kenapa, itu membuatku tidak lagi merasa begitu takut.Landon terus menatapku."Lena, pulanglah bersamaku. Kita bisa bicara di rumah. Kamu pergi terlalu mendadak. Memangnya apa yang nggak bisa kita bicarakan?"Aku menatapnya sambil tersenyu


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰